BAB III PEMBAHASAN
A. Strategi Kominfo dalam Menangkal Berita Hoax pada Media
2. Sosialisasi Edukasi
Kementerian Kominfo jugamelaksanakan Sosialisasi dengan berbagai rangkaian.Sebagaimana seperti yang diungkapkan oleh bapak Dewa Sarjana dalam wawancara yang dijalankan:
“Dalam langkah melakukan sosialisasi, kominfo membentuk kelompok informasi masyarakat di setiap kabupaten kota dalam langkah melakukan liteasi media, ada di Pariwisatanamanya Generasi Pesona Indonesia, ada juga pembentukan relawan TIK di seluruh kabupaten provinsi. Relawan TIK dibentuk upaya untuk mencapai target tersebut dengan memberdayakan seluruh elemen masyarakat. Relawan TIK ini bertugas membantu pemerintah untuk menyosialisasikan program penggunaan akses internet. Dan kegiatan tersebut termasuk dalam sosialisasi edukasi.
Dari berbagai kegiatan ini dilakukan Agar masyarakat tidak hanya melakukan konter hoax, tetapi mereka juga lebih banyak menyebarkan informasi baik.Dengan sasaran yang jelas, rata-rata sasarannya yaitu pelajar, pengusaha UKM dan BUMDES, pemuda-pemuda desa. Dalam hal tersebut, materi yang sering disampaikan ada dua yaitu:
a. Meningkatkan budaya tutur menjadi budaya menulis b. Mendorong upaya ekonomi kreatif keluarga
33Andayani, wawamcara, Mataram, 29 Maret 2019.
50
Hal ini untuk menyibukkan masyarakat untuk mengabarkan hal-hal baik dan kemudian menjadikan itu sebagai peluang ekonomi sehingga tidak bicara hoax.”34
3. Menyediakan Layanan Aduan
Dalam meringankan atau mempercepat masyarakat dalam mengadukan berbagai konten yang memang dianggap sangat perlu diadukan, dinas Kominfo menyediakan layanan aduan. Berdasarkan hasil wawancara yang dijalankan, masih bersama bapak Dewa Sarjana.
“Jadi mekanisme yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengawal informasi hoax dengan cara menyediakan layanan aduan melalui e-mail , di media sosial ada akun-akun official dari kementerian pusat sampai ke daerah, ada akun-akun resmi baik itu yang melaporkan atas nama kelompok maupun individu, lalu dianalisis.”35
Untuk menghindari hoaxDinas Kominfo berupaya dalam menjalankan program-program yang menyibukan masyarakat agar tidak terfokus kepada berita hoax yang tersebar, dalam sosialisasi edukasi pemerintah Kominfo juga tidak lupa menyelipkan metodologi dengan melengkapi unsur-unsur 5W+1H.
Menurut data yang peniliti dapatkan bahwa pada Tahun 2018, Kominfo Terima 733 Aduan Konten Hoaks yang disebar via WhatsApp.
34Dewa Sarjan, wawancara, Mataram, 29 Maret 2019.
35Ibid.,
51
Gambar 2.2
Laporan Berita Hoax via WhatsAppTahun 2018-2019
Tahun 2018, Kominfo Terima 733 Aduan Konten Hoaks yang disebar via WhatsApp. Sejak Agustus 2018 sampai 21 Januari 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika menerima laporan konten hoaks yang disebarkan melalui aplikasi pesan instan WhatsApp sebanyak 43 konten hoaks. Berdasarkan rekapitulasi tahunan, Kementerian Kominfo paling banyak menerima aduan konten hoaks sebanyak 733 laporan di Tahun 2018.
Sesuai hasil pemantauan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika laporan terbanyak terjadi pada bulan Oktober 2018, yakni sebanyak 16 konten hoaks yang disebarkan melalui platform WhatsApp. Pada bulan Agustus 2018 terdapat laporan 2 konten hoaks, September 2018 ada 5 konten hoaks, November 2018 sebanyak 8 laporan konten dan Desember 2018 sebanyak 10 laporan
Selain dari tugas Kominfo untuk bagaimana melakukan kegiatan dalam menangkal berita hoax, Kominfo juga mempunyai tanggung jawab untuk memberikan tindakan untuk menindaklanjuti berita-berita hoax yang memang telah tersebar pada media sosial.
36https://kominfo.go.id/content/detail/16003/siaran-pers-no-17hmkominfo012019- tentang-tahun-2018-kominfo-terima-733-aduan-konten-hoaks-yang-disebar-via-
whatsapp/0/siaran_persdikases tanggal 20Mei 2019, pukul 12.03.
53
Ada beberapa tindakan yang dilakukan oleh pemerintah Kominfo NTB itu sendiri, untuk menindaklanjuti berita hoax yang sudah tersebar. Seperti:
1. Melakukan Pemblokiran
Hal ini sejalan dengan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan Bapak Tarmizi selaku Kepala Sesi Dokumentasi Informasi.
“Berbicara berita hoax, memang sudah cukup banyak yang tersebar di media sosial, namun apabila berita yang disebarkan termasuk katagori pelanggaran yang misalnya pencemaran nama baik, membuat orang lain merasa tersinggung, terus menebar kebencian dan sebagainya dalam UU ITE itu sebagai tindak pidana aduan. Namun kembali lagi kepada pihak yang bersangukutan, artinya apabila ia mengadukan maka itu berupa tindak pidana aduan yang bisa ditindaklanjuti. Jadi jikalau tidak ada yang mengadukan maka UU tidak memperboleh untuk melakukan pemblokiran terhadap konten yang diadukan.Sehingga, pemerintah dalam hal ini Kominfo baik dari pusat, terlebih pada pemerintah daerah itu hanya melihat seberapa besar respons publik terhadap berita-berita yang dilahirkan atau yang disebarkan oleh warga dan sebagainya dalam menyebarkan informasi.”37
2. Melakukan analisis atau Pengecekan
Dinas kominfo melakukan pengecekan terhadap berita-berita yang diterma atas yang laporan dari masyarakat apakah berita tersebut masuk dalam katagori hoax atau tidak. Menurut hasil wawancara yang berjalan, masih bersama bapak Tarmizi.
37Tarmizi, wawancara, Mataram, 29 Maret 2019.
54
“Kominfo daerah khususnya Kominfo NTB tidak memiliki data-data perbulan yang pasti tentang berapa berita hoax yang dilaporkan.Karena intensitas setiap hari berita hoax yang masuk itu berbeda jumlahnya dalam sehari-hari.Untuk menindaklanjuti berita hoax yang diterima, Kominfo daerah tidak mempunyai wewenang atau terlibat lebih jauh terhadap berita hoax yang apabila masuk katagori kasus tindak pidana.Kerana yang memiliki wewenang tersebut yaitu pihak kepolisian.Jadi Kominfo hanya melakukan analisis atau pengecekan yang dianggap tindak pidana.
Misalnya seperti kasus yang terjadi pada rentang tahun 2015 sampai 2017 ada sekitar 78 kasus yang dilaporkan sebagai tindak pidana aduan.Apabila masyarakat ada yang datang ke kantor untuk mengadukan konten negatif maka Dinas Kominfo daerah hanya memberikan saran kepada masyarakat terlebih agar masyarakat mengirim konten tersebut melalui akun yang sudah disediakan.Karena untuk melakukan pemblokiran itu yang memiliki kewenangan yaitu Kominfo Pusat.”38 3. Terjun ke Lapangan (Monitoring)
“Kominfo daerah itu lebih fokus kepada menjalankan program- program untuk menangkal berita hoax dengan melakukan literasi, edukasi dan sebagainya. Namun jika ada hoax yang tersebar di Wilayah NTB, maka Kominfo NTB yang lansung terjun ke lapangan untuk mengecek atau mastikan bahwa benar tidak itu terjadi.Misalnya berita mengenai telapak tangan yang tersebar di tembok rumah warga pasca gempa.Kominfo NTB juga bekerja sama dengan aparat TNI.”39
38Ibid .,
39Zamdi Zuliadi, wawancara, Mataram, 30 Maret 2019.
55 BAB III
56
berita-berita yang tersebar baik itu termasuk katagori hoax maupun tidak hoax melalui media yang sudah disediakan oleh Kominfo itu sendiri.
Berita yang diterima oleh Kominfo itu sendiri bergantung pada bulan-bula tertentu, artinya bahwa ketika bulan politik maka informasi yang dominan sering diterima oleh Kominfo yaitu tentang politik, baik itu berupa kampanye Capres, Cawapres, Caleg-Caleg dan sebagainya. Tentu yang berkaitan dengan soal politik yang beredar di tengah-tengah masyarakat yang perlu menjadi perhatian.jika ada yang masuk katagori Hoax, dan ada yang katagori bukan hoax maka akan dilakukan pengecekan.
Kominfo dalam hal menangkal berita hoax tentu sangat memiliki peran penting, karena melihat perekembangan perubahan zaman dengan dunia yang serba digital maka dipandang perlu untuk melakukan kegiatan- kegiatan yang memang dapat memanimilisir berita-berita hoax dikalangan masyarakat.
Menurut Middleton seorang pakar komunikasi, membuat defenisi dengan menyatakan bahwa strategi komunikasi adalah kombinasi yang terbaik dari semua elemen komunikasi mulai dari komunikator, pesan, saluran, (media), penerima sampai pada pengaruh (efek) yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.40
Dinas KominfoNTB dalam merumuskan strategi dalam menangkal berita hoax melalui program berkala. Program berkala mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi organisasi.
40Hafied Cangara, Perencanaan…, hlm. 62
57
Strategi Dinas Kominfo merupakan kegiatan perencanaan yang dimana dalam merencanakan kegiatan Kominfo melakukan diskusi dengan menawarkan dalam kegiatan tersebut seperti literasi media, sosialisasi edukasi, dengan berbagai macam kegiatan lainnya.
Jadi dalam menangkal berita-berita hoax, DinasKominfo NTB mengambil langkah-langkah atau strategi dengan mengadakan berbagai kegiatan sebagai berikut:
1. Kampung Media.
Kampung media telah berdiri semenjak tahun 2008 yang memiliki tim yang dimana Kepala Kampung Media itu sendiri Bapak Fairuz Abadi, kampung media merupakan portal jurnalisme warga, dari warga, oleh warga, dan untuk warga di Nusa Tenggara Barat dengan semangat.kampung media itu multi sektor yang intinya adalah pemanfaatan TIK untuk penyampaian informasi, baik itu menjadi peluang ekonomi dan sebagainya.
Mekanisme yang dalam pelaksanaan kegiatan mereka dididik dalam menyampaikan informasi, dan penggunaan ITEyang dimana proses kegiatan ini meningkatkan kapabilitas atau potensi masyarakat.
Kominfo melaksanakan literasi-literasi secara berjenjang melalui pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten kota bahkan hingga ke camat maupun dusun. Adapun beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan dalam kegiatan kampung media tersebut, yakni:
58 a. Inspiratif Ekspos
Dinas Kominfo melaksanakan agenda mingguan seperti inspiratif expos, dimana yang dilakukan pada setiap hari minggu pagi.Hal ini merupakan bentuk sosialisasi media kreatif dengan memanfaatkan ruang-ruang publik, seperti pada kegiatan car free day, hal itu dilakukan sepanjang tahun kecuali saat libur pada bulan puasa dan idhul fitri.
b. Temu Belajar Kreatif
Kemudian dinas Kominfo daerah NTB juga melakukan kunjungan untuk meningkatkan kapasitas informasi masyarakat dalam jangka sepuluh kali pertahun di sepuluh kabupaten kota bertemu melalui temu belajar kreatif.
Mekanisme dalam melaksanakan Kegiatan temu belajar kreatif dilakukan secara bergilir Se-NTB, bertemu dengan sejumlah pelajar di masing-masing sekolah mereka kuantitasnya dibatasi 50 orang. Kegiatan ini dilakukan sekali setahun, artinya kegiatan ini dilakukan secara berkala yaitu setiap tahun tetapi Se- NTB. Tempat pelaksanaannya biasanya dilakukan di Kabupaten Kota di sekolah-sekolah ditekankan dengan beragam tema, tema yang diangkat pada tahun ini adalah tentang ekonomi kreatif penempatan TIK. Itu salah satu tata cara untuk bisa mengurangi kebiasaan –kebiasaan yang buruk disosial media, mengomentari hal-hal yang tidak pantas.
c. Media Tradisional
59
Dinas Kominfo juga memiliki media tradisional, seperti menggunakan wayang, framen-framen, drama-drama lokal, kesenian lokal. Itu salah satu cara atau bentuk konkrit perwujudan bagaimana Kominfo mengajak orang untuk bagiamana menyebarkan informasi bermanfaat. Dengan menyebarkan informasi yang bermanfaat, maka otomatis orang tidak menyebarkan informasi yang tidak bermanfaat. Kegiatan yang dilakukan seperti melalui wayang, Kominfo bekerja sama dengan kelompok-kelopok masyarakat yang pecinta seni tradisonal, lalu Kominfo membritahukan tentang hoax itu apa dan sebagainya, sehingga nantinya pecinta seni tersebut akan menyampaikan dengan bahasanya sendiri. Seperti di Sumbawa menggunakan sakeco, di Bima menggunakan rawa mbojo, di Lombok menggunakan blawas, ciloka dan sebagainya, itu dilakukan selingkup NTB.
2. Sosialisasi Edukasi
Dinas Kominfo membentuk beberapa komunitas untuk menjadi media atau alat dalam menangkal berita hoax itu sendiri. Misalnya seperti:
a. Generasi Pesona Indonesia
Merupakan salah satu sektor kampung media, Gerakan Persona Indonesia dalam melaksakan kegiatan tidak terukur waktunya tak terhingga sama sperti kampung media.Masyarakat diajak untuk mengalihkan kegiatannya lebih kepada arah
60
pariwisata, karena Generasi Persona Indonesia ini salah satu komunitas netizen temasuk blogger yang suka pariwisata.Aktifitas yang utama dilakukan yaitu promosi pariwisata daerah masyarkat itu sendiri.Secara khusus untuk menampilkan kreatifitas masyarakat di bidang penulisan artikel pariwisata.
b. Relawan TIK
Kominfo Pusat membentuk relawan TIK di seluruh provinsi untuk mendukung program percepatan penetrasi internet dimasyarakat. Pembentukan relawan TIK salah satu upaya untuk mencapai target tersebut dengan memberdayakan seluruh elemen masyarkat. Pembentukan relawan TIK ini dapat mulai terealisasi sejak pada tahun 2011.Relawan TIK bertugas membantu pemerintah untuk menyosialisasikan program penggunaan akses informasi (internet), sekaligus pemberdayaan melalui informasi, edukasi sosial, teknologi dan komunikasi.
Beberapa hal ini merupakan tindakan konkrit yang dilakukan oleh Kominfo untuk meningkatkan sumber daya manusia didalam pemahaman ITE, TIK.Dan kegiatan tersebut termasuk dalam sosialisasi edukasi.Dengan sasaran yang jelas, rata-rata sasarannya yaitu pelajar, pengusaha UKM dan BUMDES, pemuda-pemuda desa.Dalam hal tersebut, materi atau tema yang diangkat oleh Kominfo NTB pada tahun ini yaitu, Mendorong upaya ekonomi kreatif keluarga.
Hal ini untuk menyibukkan masyarakat untuk mengabarkan hal-hal baik dan kemudian menjadikan itu sebagai peluang ekonomi sehingga
61
tidak bicara hoax. Dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh dinas Kominfo untuk menagkal berita hoax dengan menyibukan masyarkat terhadap kegiatan yang diadakan, Kominfo juga tentu menyempatkan atau menyelipkan metodologi dengan melengkapi unsur-unsur 5W+1H, karena unsur-unsur itulah yang menjadi dasar untuk menjawab berita-berita yang tersebar di media sosial.
3. Penyediakan Layanan Aduan
Dalam mengamati berita-berita hoax yang tersebar dalam waktu singkat padat dan jelas, Kominfo menyediakan layanan aduan konten negatife kepada masyarakat sehingga mudah untuk diketahui berapa saja laporan berita yang beredar.Masyarakat dapat melakukan pengaduan bisa melalui beberapa cara , yaitu:
a. Pengaduan Langsung
Masyarakat tentu harus meyakini bahwa konten tersebut bersifat negatif misalnya seperti berisi SARA atau mengandung kekerasan atau pornografi.Dalam cara ini, masyarakat dapat melaporkan secara langsung ke kantor dinas Kominfo untuk melaporkan yang sekiranya berita yang menjadi keresahan masyarkat itu sendiri.
b. Pengaduan Lewat Akun Official
Dinas Kominfo menyediakan akun-akun official untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan aduan konten negatif.
Akun yang disediakan oleh Kominfo berupa situs/website, URL, akun media sosial, aplikasi mobile, dan software yang memenuhi kriteria sebagai Informasi dan/atau Dokumen Elektronik
62
bermuatan negatif sesuai peraturan perundang-undangan.Situs ini merupakan fasilitas pengaduan konten negatif. Aduan bisa dimasukkan melalui email Aduan Konten Kominfo di alamat aduankonten@ mail.kominfo.go.id. Atau ke URL:
https://aduankonten.id/.
Setiap orang berhak untuk menyampaikan pengaduan konten negatif dengan cara mendaftarkan diri, mengunggah tautan (link) serta screenshotsitus atau konten yang dilaporkan disertai alasan, dan memantau proses penanganan yang dilakuan oleh Tim Aduan Konten.
Dalam jangka waktu perbulan, berita hoax tidak memiliki jumlah yang pasti untuk diterima dalam jangka satu bulan.Sehingga hal ini kemudian menjadi pendataan di Kominfo dan dapat dianalisa mana yang hoax dan mana yang tidak.Lalu Kominfo dapat mengambil tindakan untuk menindaklanjutinya.
Dari segi persentase sebenarnya jumlah yang menyebarkan keburukan itu sedikit, dibandingkan dengan yang menyebarkan kebaikan itu lebih banyak.Namun karena informasi buruk dia laksana bisul hingga kemudian membuat kita menjadi meriang.Dan melihat fenomena yang terjadi pada saat ini bahwa masyarakat lebih suka merespon hal-hal yang negatif.Maka dari itu, Kominfo sedang melakukan upaya untuk memanimalisir hal-hal demikian.
Setelah Kominfo memberikan edukasi dan literasi serta disediakan layanan aduan kepada masyarakat, masyarakat juga bertugas untuk
63
memberitahu orang lain dalam menganalisis berita yang tersebar.Dengan menyebarkan informasi yang bermanfaat, maka otomatis orang tidak menyebarkan informasi yang tidak bermanfaat.
Beberapa strategi ini yang terus menjadi langkah Kominfo dalam mejalankan kewajiban sebagai dinas Komunikasi, informatika dan statistik yang menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika, urusan pemerintahan bidang statistik dan urusan pemerintahan bidang persandian.
Sehingga menurut salah satu teori komunikasi yaituLaswell’s Model (Model Laswell). Model komunikasi dari Harold Laswell dianggap oleh pakar komunikasi sebagai salah satu teori komunikasi yang paling awal dalam perkembangan teori komunikasi. Laswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan: Who Shays What In Which ChannelTo Whom With What Effect (Siapa Mengatakan Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dan Efek Apa).41
Beberapa strategi yang menjadi langkah Kominfo dalam menagkal berita hoax juga menurut teori Laswell’s model, dimana pihak Kominfosendiri dan bekerja sama dengan elemen dinas lain yang langsung menjadi komunikatornya (Who Say) dengan materi-materi yang sudah disiapkan seperti meningkatkan budaya tutur menjadi budaya menulis, dan mendorong upaya ekonomi kreatifkepada keluarga (what)melalui media yang digunakan oleh Kominfo itu sendiri dengan
41Onong Uchjana Effendy, Ilmu Teori…, hlm. 253
64
berbagai kegiatan seperti literasi media, sosialisasi edukasi bahkan dengan media tradisional dan sebagainya (In Which Channel). Yang dimana yang disampaikan (sasaran) kepada pelajar, pengusaha UKM dan BUMDES, serta pemuda pemuda desa (To Whom).Tentu Kominfo memiliki tujuan yang atau menginginkan efek dari hal-hal tersebut seperti yang diharapkan oleh Kominfo terhadap masyarkat agar tidak menjadi konter hoax serta meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengembangan kreatif ekonomi (With What Effect).Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Kominfo yang cukup sinkron dengan teori model lasswel.
B. Tindakan Kominfo Terhadap Berita Hoax yang TersebarPada Media Sosial (Online)
Tindakan merupakan salah satu proses dalam mengawal berita- berita yang tersebar yang ada pada media sosial (online) yang sangat perlu diperhatikan dan perlu ditindaklanjuti dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam peraturan yang sudah ditetapkan.
Dinas Kominfo menindakan beberapa langkah terkait dengan berita hoax yang tersebar di media sosial, misalnya:
1. Melakukan Pemblokiran
Pihak yang memilki wewenang dalam persoalan pemblokiran itu dari pemerintah pusat langsung.Pemerintah daerah tidak memiliki wewenang dengan pemblokiran, tetapi pemerintah daerah siap memfasilitasi dengan cara mengarahkan masyarakat jikalau menemukan hal-hal yang tidak menyenangkan. Pemerintah daerah
65
hanya literasi, membuat relawan TIK.Hal yang dapat diblokir itu berupa konten negatif yang memang sudah masuk ke konten aduan.Sehingga data konten negatif yang telah diblokir tidak dimiliki oleh pemerintah Kominfo Daerah.
Kebebasan berpendapat itu diatur oleh UU pasal 28 e ayat 3 UUD 45, kebebasan berpendapat itu dilindungi, maka sesorang tidak boleh dibendung.Artinya ruang-ruang informasi itu dibebaskan oleh UU.
Apabila ia kemudian melakukan pelanggaran terhadap pidana yang berkaitan soal pencemaran nama baik, ketersinggungan pihak-pihak lain, menebar kebencian, SARA dan seterusnya.
Maka hal tersebut dalam UU ITE masuk katagori sebagai tindak pidana aduan.Artinya harus ada yang mengadukan, kalau tidak ada yang mengadukan maka UU tidak mengizinkan untuk melakukan pemblokiran.Sehingga dalam hal ini, dinasKominfo baik dari pusat maupun daerah itu hanya melihat seberapa besar respons publik terhadap berita-berita yang dilahirkan atau yang disebarkan oleh netizen atau warga dan sebagainya dalam menyebarkan informasi.
2. Melakukan Analisis Atau Pengecekan
Dalam jangka waktu perbulan, berita hoax tidak memiliki jumlah yang pasti untuk diterima dalam jangka satu bulan.Atas laporan berita itu yang kemudian dianalisis oleh Kominfo, lalu dinyatakan hoax dengan ketentuan dan fakta-fakta yang terjadi.Yang dilaporkan ke kementerian Kominfo hanya untuk dianalisis berita tersebut bahwa masuk katagori hoax atau tidak.
66
Tindakan Kominfo kepada oknum yang bersangkutan hanya memberikan saran, ketika oknum itu merasa dirugikan maka Kominfo hanya menyarankan untuk langsung melaporkan ke pihak kepolisian.
Menyangkut data-data yang berupa tindak pidana itu ada di Polda, kalau ada berita hoax yang ditindaklanjuti berarti itu merupakan kasus pidana. Dan ada juga yang tidak ditindaklanjuti , artinya hanya memberitahu bahwa berita tersebut itu hoax.
Batas keterlibatan dinasKominfo terhadap berita hoax yang apabila masuk katagori kasus tindak pidana, Kominfo hanya melakukan analisis berita-berita yang dianggap tindak pidana.
Misalnya seperti kasus pada rentang tahun 2015 sampai 2017 sekitaran 78 kasus yang dilaporkan sebagai tindak pidana ITE, yang melaporkan langsung terkait hal tersebut kepada pihak kepolisian yaitu masyarakat umum. Kemudian tanggung jawab Kominfo yaitu ketika menyangkut UU ITE, pihak kepolisisan meminta kepada kementerian Kominfo untuk mengirim tenaga ahlinya untuk menganalisa bahwa itu katagori informasi yang melanggar UU ITE atau tidak.
Sehingga Kominfo tidak melakukan atau memberikan surat teguran kepada oknum-oknum yang menyebarluaskan hoax, Kominfo hanya menyampaikan kepada publik bahwa ini berita yang benar dan berita yang tidak benar. Karena tugas yang menghukum itu dari pihak kopolisian atas dasar aduan masyarakatnya.
67 3. Monitoring
Ketika ada kejadian tersebarnya berita hoax pada lokus NTB itu sendiri, maka Kominfo melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
Misalnya, melihat kejadian pasca gempa yang terjadi di Lombok, beredar berita-berita tentang telapak tangan yang nempel di tembok rumah warga yang kemudian membuat warga menjadi resah, Kominfo menganalisa bahwa berita tersebut hoax. Yang dilakukan oleh Kominfo untuk menindaklanjuti berita tersebut yaitu pemerintah provinsi menurunkan timnya ke lapangan untuk mengecek bahkan pada saat itu bersamaan dengan aparat TNI dan bekerja sama dengan kabupaten kota untuk memastikan kebenaranya berita telapak tangan.
Setelah dianalisa bersama aparat TNI dan sebagainya itu ada gerakan masif yang dilakukan oleh sekolompok orang yang tidak bertanggung jawab untuk menempelkan telapak tangan di berbagai dinding, dengan maksud menurut TNI agar orang segera mengosongkan rumahnya terus kemudian ada terjadi pencurian.
Dari data yang ada, dinasKominfo provinsi tidak melakukan pendataan terhadap lokus, karena berbicara soal lukonten. Tetapi, hampir rata-rata konten yang disebarkan itu adalah berpusat dari informasi yang bukan beredar dari NTB sesungguhnya, dia beredar secara nasional.Artinya berbicara soal konten hoax itu tidak mesti berasal dari lokus wilayah NTB.Seperti berita politik, karena informasi-informasi nasional itu juga beredar di semua daerah termasuk di NTB itu sendiri.