• Tidak ada hasil yang ditemukan

strategi kominfo dalam menangkal berita hoax

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "strategi kominfo dalam menangkal berita hoax"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

i

STRATEGI KOMINFO DALAM MENANGKAL BERITA HOAX (Studi Kasus Kominfo Nusa Tenggara Barat 2018-2019)

Oleh Etikayanti 1503171947

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM

2019

(2)

ii

STRATEGI KOMINFO DALAM MENANGKAL BERITA HOAX (Studi Kasus Nusa Tenggara Barat 2018-2019)

Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram untuk melengkapi persyaratan mencapai gelar Sarjana Komunikasi

Oleh Etikayanti 1503171947

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM MATARAM

2019

(3)

iii

(4)

iv

(5)

vi

(6)

vii MOTTO:





































Hai orang - orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”1

1Kementerian Agama, Alqur’andanterjemahan, Surabaya: KaryaAgung, 2002, h. 960.

(7)

viii

PERSEMBAHAN

“Dengan mengharap rahmat dan Ridho Allah SWT. Dengan penuh cinta dan kasih sayang skripsi ini saya persembahkan untuk kedua orang tuaku tercinta atas segala doa, dukungan, motivasi serta cucuran keringat yang tak bisa tergantikan kapanpun. Keluarga besarku yang saya banggakan.

Kekasihku Kakanda Musleh yang selalu mendukung, mendoakan serta memotivasi dan terlebih telah setia menemani selama ini. Ucapan terimakasih yang tak terhingga, atas izin Allah semoga Cinta di Ridhoi.

kerabat - kerabatku yang tidak bisa saya sebut satu persatu. Terutama kerabat kos pemuda 65, terima kasih atas doa dan dukungannya, Untuk keluarga besar HMI dan KOHATI Komisariat Dakwah tercinta ucapan terimakasih atas pembelajaran yang diberikan selama ini, dukungan, doa serta waktu yang diberikan terhadap penulis. Teruntuk Almamater tercinta.”

(8)

ix

KATA PENGANTAR

Assalamua’laikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa memberikan rakhmat dan hidayah-Nya serta kenikmatan yakni kesehatan dan kesempatan kepada peneliti, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini sebagaimana mestinya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Salam serta sholawat tercurahkan kepada sang revolusioner sejati yakni baginda Nabi Muhammad SAW yang telah merubah peradaban dari jahiliah menuju islamiyah dengan keluarganya beserta sahabat-sahabatnya.

Skripsi ini berisi penelitian yang dilakukan di Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Kominfo) salah satu Dinas Provinsi NTB. Hambatan dan kesulitan yang dihadapi sebagai pemenuhan dan kewajiban yang semestinya terjadi. Namun dengan izin Allah, dan juga berkat atas usaha, doa, dukungan serta semangat yang diterima baik secara langsung maupun tidak. Peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

Peneliti menyadari bahwa penyelesaian skripsi ini tidak akan sukses tanpa bantuan dan dukungan berbagai pihak. Maka ucapan terimakasih banyak yang setulus-tulusnya peneliti ucapkan kepada sumber mata air yang tidak pernah habis yang telah membantu penulis:

1. Bapak Prof. Dr. H. Fahrurrozi, MA, selaku pembimbing I sekaligus sebagai Wakil Dekan I, atas semua nasehat, motivasi serta dukungannya.

Dan telah menuntun serta yang sudah sabar membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(9)

x

2. Bapak Najamudin, M.Si, selaku pembimbing II sekaligus Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, atas segala doa serta kegigihan dalam menuntun dan membimbing serta waktu yang diberikan kepada penulis selama dalam menyelsaikan skripsi ini.

3. Dr. H. Subhan Abdullah, MA, selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi atas semua nasehat serta dukungan yang diberikan terhadap penulis.

4. Prof. Dr. H. Mutawalli, M.Ag, selaku Rektor UIN Mataram.

Semoga amal dari berbagai pihak tersebut mendapatkan pahala dan semoga Allah selalu meridhoi setiap langkahnya.

Penulis

Etikayanti

(10)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xiii

ABSRTAK ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Fokus Penelitian ... 5

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 5

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian ... 6

E. Telaah Pustaka ... 6

F. Kerangka Teori... 8

G. Metode Penelitian... 21

H. Sistematika Pembahasan ... 26

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN ... 28

A. Sejarah Kominfo ... 28

B. Struktur Kominfo Provinsi NTB ... 29

(11)

xii

C. Strategi Kominfo dalam Menangkal Hoax pada Media Sosial

(Online) ... 46

D. Tindakan Kominfo Terhadap Berita Hoax yang Tersebar pada Media Sosial (Online) ... 52

BAB III PEMBAHASAN ... 55

A. Strategi Kominfo dalam Menangkal Berita Hoax pada Media Sosial (Online) ... 55

1. Membuat Kampung Media ... 57

2. Sosialisasi Edukasi ... 59

3. Penyediaan Layanan Aduan ... 61

B. Tindakan Kominfo Terhadap Berita Hoax yang Tersebar Pada Media Sosial (Online) ... 64

1. Melakukan Pemblokiran ... 64

2. Melakukan Analisis atau Pengecekan ... 65

3. Monitoring... 67

BAB IV PENUTUP ... 69

A. Simpulan ... 69

B. Saran ... 69 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(12)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Kominfo NTB 2017, 29.

Gambar 2.2 Laporan Isu Hoax via WhatsApp Tahun 2018-2019, 51.

Gambar 2.3 Total Aduan Konten Negatif via WhatsApp 2016-2018, 52.

(13)

xiv

STRATEGI KOMINFO DALAM MENANGKAL BERITA HOAX (Studi Kasus Kominfo Nusa Tenggara Barat 2018-2019)

Oleh:

Etikayanti 1503171947 ABSTRAK

Menangkal merupakan suatu proses usaha untuk meminimalisir kejadian yang tidak kita inginkan terjadi. Tentu suatu hal yang tidak diinginkan terjadi maka besar penilaian bahwa hal tersebut memiliki nilai yang buruk, sehingga manusia tidak dapat menerima. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut bisa terjadi, maka karena itulah pentingnya menangkal sesuatu dengan starategi atau cara yang disiapkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Kominfo menjelaskan dan menggambarkan strateginya dalam menangkal berita hoax. Serta tindakan yang dilakukan oleh Kominfo terhadap berita hoax yang tersebar lewat media sosial.

Metodologi yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif yakni untuk memudahkan peneliti mampu menuturkan dan menafsirkan data yang berkenaan dengan fakta, keadaan dan fenomena tentang apa yang dialami oleh objek penelitian seperti strategi kampung media dan layanan aduan. Sedangkan proses pengumpulan data melalaui observasi, wawancara, dan dokumentasi.

Sedangkan keabsahan datanya, peneliti menggunakan ketekunan pengamat dan triangulasi.

Temuan penelitian ini menggambarkan ada strategi yang dilakukan oleh Kominfo dalam menangkal berita hoax diantaranya: mengadakan kampung media dengan berbagai rangkaian acara seperti inspiratif ekspos, temu belajar kreatif, serta menggunakan media tradisional media. Strategi yang kedua yaitu sosialisasi edukasi, dan menyediakan layanan aduan yang dilakukan dengan cara pengaduan langsung dan pengaduan lewat akun official. Adapun tindakan kominfo terhadap berita hoax yang tersebar di media sosial (online) dengan melakukan pemblokiran apabila ada yang mengadukan, melakukan analisis terhadap berita yang dilaporkan, terjun kelapangan khusus lokus NTB untuk mengecek tentang kebenaran suatu berita yang tersebar.

Kata Kunci: Strategi, Kominfo, Menangkal Hoax.

(14)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seiring dengan perkembangan zaman, dunia ini semakin modern.

Penyebaran media dimana-mana, bahkan media saat ini memiliki kualitas yang cukup tinggi. Dengan adanya media masyarakat dengan mudah menerima informasi atau berita dengan waktu yang sangat singkat, dan segala sesuatu sangat mudah untuk dijangkau. Media sudah menjadi bagian kehidupan sehari-hari tiap orang pada umumnya. Sehingga mereka sulit membayangkan hidup tanpa keberadaan media cetak, media elektronik maupun media online (internet). Karena media massa merupakan sarana dalam mensosialisasikan informasi, hiburan, pendidikan, dan kontrol sosial kepada masyarakat atau publik.2

Menurut Saharudin kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Media secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Jadi, media merupakan wahana penyalur informasi atau penyalur pesan. Oleh karena itu, media biasa kita defenisikan sebagai segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengiriman ke penerima pesan sehingga merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat komunikan terhadap apa yang disampaikan komunikator.3 Media komunikasi banyak jumlahnya, mulai dari tradisional sampai yang modern yang dewasa ini banyak yang

2 Syarifudin Yunus, Jurnalistik Terapan, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2010), hlm. 33.

3Saharudin, Perkembangan Teknologi Komunikasi Sebuah Pengantar, (Sleman DIY:

Pustaka Akademika, 2011), hlm. 48.

(15)

2

dipergunakan. Sebut saja umpamanya kentongan, bedug, pamphlet, poster, spanduk, surat kabar, majalah, film, radio, dan televisi yang pada umumnya dapat diklasifikasikan sebagai media tulisan atau cetakan, visual, aural, dan audio visual. Pengertian media massa sangatlah luas.

Media massa dapat diartikan sebagai segala bentuk media atau sarana komunikasi untuk menyalurkan dan mempublikasikan berita kepada publik atau masyarakat.4

Secara sosiologis, berita adalah semua hal yang terjadi di dunia.

Dalam gambaran yang sederhana, seperti dilukiskan dengan baik oleh para pakar jurnalistik, berita adalah apa yang ditulis surat kabar, apa yang disiarkan radio, dan apa yang ditayangkan televisi. Berita menampilkan fakta, tetapi tidak setiap fakta merupakan berita. Berita biasanya menyangkut orang-orang, tetapi tidak setiap orang bisa dijadikan berita.

Berita merupakan sejumlah peristiwa yang terjadi di dunia, tetapi hanya sebagian kecil saja yang dilaporkan. Berita sebagai informasi baru tentang kejadian yang baru, penting, dan bermakna (signifikan), yang berpengaruh pada para pendengarnya serta relevan dan layak dinikmati oleh mereka.

Dapat diketahui bahwa syarat berita harus berupa fakta, obyektif, berimbang, lengkap dan akurat.

Namun pada saat ini, justru dengan semakin canggihnya media, malah banyak menimbulkan berita-berita bohong (hoax) yang tidak dapat dipungkiri akan mempengaruhi masyarakat. Sehingga masyarakat terjebak dalam berita itu sendiri dan bahkan sulit untuk menentukan kebenaran dari

4Syarafudin, Jurnalistik Terapan..., hlm. 27.

(16)

3

berita tersebut. Hoax itu adalah Sebuah pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya.

Disetiap media yang dapat menyebarkan suatu berita, tentunya ada suatu lembaga atau organisasi yang mengawasi atau mengontrolnya.Lembaga tersebut adalah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berupa lembaga negara yang bersifat independen untuk mengawasi lembaga penyiaran secara nasional sedangkan ditingkat lokal atau daerah dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID). Kehadiran KPID adalah amanat undang-undang No. 32 tahun 2002 dengan tugas pokoknya antara lain untuk menjamin masyarakat memperoleh informasi yang layak, menampung, meneliti, dan menindaklanjuti aduan, sanggahan, serta kritik dan apresiasi masyarakat terhadap pelanggaran penyiaran.

Sesuai dengan tugasnya sebagai regulator, komusioner KPID diwajibkan untuk mengawasi isi siaran yang disiarkan oleh lembaga penyiaran sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).5 KPID ini lebih difokuskan kepada media televisi dan radio.

Sementara peneliti lebih membahas berita yang tersebar melalui media sosial (media online). Sehingga peneliti melakukan penelitian terhadap lembaga yang mempunyai kewenangan atau tanggung jawab terhadap

5Badrun. A.M dkk, Potret Penyiaran Nusa Tenggara Barat, (Mataram: KPID NTB, 2014), hlm. 12

(17)

4

media sosial (online), dan lembaga tersebut yaitu Dinas Kominukasi dan Informasi (KOMINFO).

Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planning) untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetapi, untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukan arah saja, melainkan harus mampu menunjukan bagaimana taktik operasionalnya. Strategi merupakan proses atau tindakan suatu perusahaan atau organisasi untuk mencapai suatu tujuan atau untuk menentukan arah yang harus dituju oleh perusahaan agar tujuannya tercapai oleh perusahaan agar tujuannya tercapai dan sebagai daya dorong yang akan membantu perusahaan dalam menentukan produk, jasa, dan pasarnya di masa depan.

Menurut Anthony dan Govindarajan, strategi merupakan suatu proses manajemen yang sistematis yang didefenisikan sebagai proses pengambilan keputusan atas program-program yang akan dilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan sumber daya yang akan dialokasikan dalam setiap program selama beberapa tahun mendatang hasil keluaran dari proses tersebut adalah rencana atau keputusan strategi.6 Melihat begitu banyak berita yang beredar, maka peneliti lebih memfokuskan kepada berita-berita yang beredar di Nusa Tenggara Barat saja.

Bisa dibayangkan begitu pesat berita-berita hoax yang tersebar dikalangan masyarakat. Maka dari itu Kominfo bertugas dalam mengawasi isi penyiaran khususnya dalam berita yang tersebarmelalui media sosial (online).

6Onong Uchjhana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktik, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005), hlm. 32

(18)

5

Peneliti hanya mengerucutkan berita hoax yang tersebar di Provinsi NTB melalui media Instagram, WhatsApp, Facebook, dan SMS agar lebih mudah untuk diakses dan tidak terlalu meluas. Dan mengenai berita yang mengandung unsur hoax sudah banyak tersebar di NTB ini. Antara lain:

berita tentang telapak tangan dan kaki yang beredar di dinding atau tembok rumah masyarakat Lombok pasca gempa serta berita tanggal atau waktu gempa akan terjadi lebih dahsyat lagi, sehingga itu membuat masyarakat merasa resah.

B. Fokus Penelitian

Dari uraian latar belakang masalah di atas, peneliti perlu membatasi masalah penelitian dengan rumusan sebagai berikut:

1. Bagaimana strategi KominfoNTB dalam menangkal berita HOAX pada media sosial (online)?

2. Bagaimana tindakan KominfoNTB terhadap berita hoax yang tersebarpada media sosial (online)?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berpijak pada latar belakang masalahdi atas, maka tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui bagaimana strategi KominfoNTB dalam menangkalberita HOAX pada media sosial (online).

2. Untuk mengetahui bagaimana tindakan KominfoNTB terhadap berita hoax yang tersebar pada media sosial (online).

Sedangkan manfaat atau kegunaan yang peneliti harapkan dalammelakukan penelitian ini ada dua macam yaitu:

(19)

6 1. Kegunaan Teoritis

Dalam hasil penelitian mampu memperkaya wawasan keilmuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan informasi baik bagi mahasiswa, dosen, peneliti maupun orang lain.

2. Kegunaan Praktis

Untuk peneliti sebagai pengalaman serta pembelajaran dari penelitian yang dilakukan. Dan diharapakan berguna untuk dijadikan pedoman bagi peneliti selanjutnya yang masih relevan dengan judul ini, sehingga memudahkan dalam proses penguasaan materi.

D. Ruang Lingkup dan Setting Penelitian

Untuk menghindari pembahasan yang keluar dari fokus penelitian maka cakupan dan batasan dalam penelitian ini hanya akan membahas pada kajian-kajian atau hal-hal yang terkait dengan fokus penelitian yang sudah dikemukakan sebelumnya mengenai strategi Kominfo dalam menangkal berita Hoax. Sehingga peneliti ini bisa efektif dan fokus pada rumusan masalah saja.

Sedangkan setting atau lokasi penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah Kominfo Provinsi. Secara geografis penelitian di daerah Mataram, lebih tepatnya di jalan Udayana No. 14 Mataram.

E. Telaah Pustaka

Telaah pustaka dilakukan untuk menjelaskan posisi penelitian yang telah dilaksanakan diantara hasil-hasil penelitian dan/atau buku-buku terdahulu yang bertopik senada (perior research on the topic)7. Proses ini

7Tim Penyususun, Pedoman Penulisan Skripsi, (Mataram, 2011), hlm. 15

(20)

7

bertujuan untuk menghindari pengulangan atau duplikasi yang tidak disengaja dari penelitian-penelitian terdahulu. Penelitian untuk menemukan beberapa pendapat.

1. Mahyudi Efendi. (Skripsi, IAIN Mataram, 2014), “Strategi Lombok TV dalam Mensosialisasikan Program Acara Bahasa Sasak. Membahas budaya bahsa sasak dalam program Lombok TV. Peneliti Efendi memfokuskan pembahasannya tentang bagian strategi lombok TV dalam mensosialisasikan program acara bahasa sasak, program acara bahasa sasak apa saja yang ditayangkan dan faktor-faktor penghambat, pendukung Lombok TV dalam mensosialisasikan program acar bahasa sasak”.8

Perbedaan penelitian yang peneliti lakukan yaitu tentang strategi Kominfodalam menangkal berita Hoax. Dengan memfokuskan penelitian pada bagian strategi Kominfo dalam menangkal berita Hoax, dan tindakan Kominfo terhadap berita hoax yang tersebar pada media sosial.

2. Ferawati. (Skripsi, IAIN Mataram, 2015) “Analisis Pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) Terhadap Lagu Sasak Bermasalah dalam Surat Edaran KPID NTB Tahun 2009 No. 116 (Studi di kantor KPID NTB Jl. Udayana no. 14 Mataram). Membahas pelanggaran P3SPS terhadap lagu sasak yang bermsalah dalam surat edaran KPID NTB. Penelitain Ferawati memfokuskan pada teknik analisis pelanggaran P3SPS terhadap lagu

8Mahyudi efendi, “Strategi Lombok TV dalam Mensosialisasikan Program Acara Bahasa Sasak”, (Skripsi, IAIN Mataram, Mataram, 2014), hlm15

(21)

8

sasak bermasalah dala surat edaran KPID NTB no 116, dan upaya- upaya yang dilakukan KPID NTB dalam meminimalisir tingkat pelanggaran P3SPS terhadap lagu sasak bermasalah tersebut”.9

Penelitian Ferawati dengan penelitian sama-sama meneliti isi siaran. Tetapi peneliti memfokuskan penelitian bagian tentang strategi lembaga itu sendiri yaitu strategi Kominfo dalam menangkal berita Hoax, tindakan Kominfo terhadap berita hoax yang tersebar pada media sosial.

3. Syamsul Hadi. (Skripsi, IAIN Mataram, 2014, “Strategi LPM Ro’yuna dalam Meningkatkan Kreativitas Menulis Mahasiswa IAIN Mataram. Membahas peningkatan kreativitas menulis mahasiswa IAIN Mataram. Penelitian Syamsul Hadi memfokuskan pada strategi LPM Ro’yuna dalam meningkatkan kreativitas menulis mahasiswa IAIN Mataram, dan peluang serta tantangan LPM Ro’yuna dalam meningkatkan kreativitas menulis mahasiswa IAIN Mataram”.10

Sedangkan penelitian peneliti memfokuskan pada strategi Kominfo dalam menangkal berita Hoax, dan tindakan Kominfo terhadap berita hoax yang tersebar pada media sosial.

F. Kerangka Teori

1. Strategi Komunikasi

Kata strategi berasal dari bahasa Yunani klasik yaitu “stratos” yang artinya tentara dan kata “agein” yang berararti memimpin.

9Ferawati “ Analisis Pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran Dan Standar Program Siaran (P3SPS) Terhadap Lagu Sasak Bermasalah Dalam Surat Edaran KPID NTB Tahun 2009 No. 116”, (Skripsi, IAIN Mataram, Mataram 2015, hlm13

10Syamsul Hadi, “Strategi LPM Ro’yuna Dalam Meningkatkan Kreativitas Menulis Mahasiswa IAIN Mataram”,(Skripsi, IAIN Mataram, Mataram, 2014, hlm. 8.

(22)

9

Dengan demikian, strategi yang dimaksudkan adalah memimpin tentara. Lalu muncul kata strategos yang artinya pemimpin tentara pada tingkat atas. Jadi, strategi adalah konsep militer yang bisa diartikan sebagai seni perang para jendrel (The Art of General) atau suatu rancangan yang terbaik untuk memenangkan peperangan.11

Dalam menangani masalah komunikasi, para perencana dihadapkan pada sejumlah persoalan, terutama dalam kaitannya dengan strategi penggunaan sumber daya komunikasi yang tersedia untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Middleton seorang pakar komunikasi, membuat defenisi dengan menyatakan bahwa strategi komunikasi adalah kombinasi yang terbaik dari semua elemen komunikasi mulai dari komunikator, pesan, saluran, (media), penerima sampai pada pengaruh (efek) yang dirancang untuk mencapai tujuan komunikasi yang optimal.12

Strategi komunikasi yang merupakan paduan perencanaan komunikasi (communication planning) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi komunikasi ini harus mampu menunjukan bagimana operasionalnya secara praktis harus dilakukan, dalam arti kata bahwa pedekatan (approach) bisa berbeda sewaktu-waktu bergantung pada situasi dan kondisi.13

Fokus perhatian ahli komunikasi ini memang penting untuk ditujukan kepada strategi komunikasi ini, karena berhasil tidaknya

11Hafied Cangara, Perencanaan dan Strategi Komunikasi, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2013), hlm. 61.

12Ibid,

13Onong, Ilmu Komunikasi...,hlm. 32

(23)

10

kegiatan komunikasi secara efektif banyak ditentukan oleh strategi komunikasi. Lebih-lebih dalam komunikasi massa, tanpa strategi komunikasi, media massa yang semakin modern, yang kini banyak digunakan di negara-negara yang sedang berkembang karena mudahnya diperoleh dan relatif mudahnya dioperasionalkan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan pengaruh negatif.

Dengan demikian, strategi komunikasi mempunyai fungsi ganda:

a. Menyebarluaskan pesan komunikasi yang bersifat informatif, persuasif dan instruktif secara sistematis kepada sasaran untuk memperoleh hasil yang optimal.

b. Menjembatani “kesenjangan budaya” akibat kemudahan diperolehnya dan kemudahan dioperasionalkan media massa yang begitu ampuh, yang jika dibiarkan akan merusak nilai-nilai budaya.14

Banyak yang membicarakan tentang strategi, apalagi strategi komunikasi salah satunya yaituLaswell’s Model (Model Laswell).

Model komunikasi dari Harold Laswell dianggap oleh pakar komunikasi sebagai salah satu teori komunikasi yang paling awal dalam perkembangan teori komunikasi. Laswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan: Who Shays What In Which ChannelTo Whom

14Onong Uchjana Effendy, Dinamika Komunikasi, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004), hlm. 28-29.

(24)

11

With What Effect (Siapa Mengatakan Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dan Efek Apa).15

Jawaban bagi pertanyaan paradigmatik (paradigmatic question) Laswell itu merupakan unsur-unsur proses komunikasi, yaitu communicator (komunikator) massage (pesan), media (media), Receiver (komunikan/penerima), dan Effect (Efek).

Yang dimaksud dengan surveilance oleh Laswell adalah kegaiatan mengumpulkan dan menyabarkan informasi mengenai peristiwa-peristiwa dalam suatu lingkungan: dengan lain perkataan penggarapan berita. Kegiatan yang disebut correlation adalah interpretasi terhadap informasi mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungan: dalam beberapa hal ini dapat didefenisikan sebagai tajuk rencana atau propaganda. Kegiatan transmission of culture difokuskan kepada kegiatan mengkomunikasikan informasi, nilai, dan norma sosial dari generasi yang satu ke generasi yang lain atau dari anggota suatu kelompok kepada pendatang baru. Ini sama dengan kegiatan pendidikan.16

2. Media

Berbicara mengenai media, media biasanya digunakan sebagai sarana untuk mempermudah dan mempercepat aktivitas pemelajaran baik disekolah, maupun ditempat lain. Melihat perkembangan zaman mendia sangat luas.

Pengertian media menurut beberapa ahli, antara lain:

15Onong Uchjana Effendy, Ilmu Teori Dan Filsafat Komunikasi (Bandung: PT. Citra Aditia Bakti, 2003), hlm.253.

16Ibid, hlm. 254.

(25)

12 a. Schram

Menurut Schram, media merupakan teknologi yang dapat membawa pesan sehingga dapat mempercepat dan mempermudah aktivitas pembelajaran.

b. Miarso

Menurut Miarso, media dapat diartikan sebagai setiap hal yang bisa dipakai untuk menyalurkan pesan yang dapat menciptakan rangsangan-rangsangan pada pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar.

c. Syaiful bahri Djamarah

Menurut Syaiful, media adalah alat bantu apa saja yang bisa digunakan sebagai penyalur pesan untuk mencapai apa yang dituju.

Jenis-jenis media yaitu:

a. Media Visual

Media yang paling banyak digunakan di dunia pembelajaran adalah media visual. Media visual merupakan setiap bentuk yang media yang memiliki bentuk fisik nyata yang dapat dilihat, dibaca, dan diraba. Jika dibandingkan dengan media-media pembelajaran lainnya, media visual cenderung jauh lebih muda untuk ditemukan. Beberapa contoh media visual yaitu gambar, foto, buku majalah, alat peraga, dan lain-lain.17

17https//pengertiandefenisi.com/pengertian-media-dan-beerapa-jenis-media/&hl=id-IDdi aksestanggal 25 Mei 2018, pukul 10.17.

(26)

13 b. Media audio

Jenis media yang kedua yang juga banyak digunakan dalam aktiitas pemelajaran adalah media audio. Media audio merupakan media yang hanya dapat diakses melalui organ pendengaran.

Beberapa bentuk media audio yaitu suara, lagu, siaran radio, audio CD, dan lain-lain.

c. Media audio visual

Jenis media yang terakhir dan sekaligus media yang terbaik dalam aktivitas pembelajaran adalah media audio visual. Media audio visual merupakan jenis media yang mencakup media audio (dapat didengar) dan media visual (dapat dilihat). Beberapa contoh audio visual yaitu siaran televisi, pertunjukan drama, teater, film, layar lebar dan lain-lain.

Media massa memiliki pengaruh yang sangat besar dalamkehidupan masyarakat. dengan tekhnologi yang canggih yang mengikuti perkembangan zaman sehingga apapun itu disalurkan melalui media massa yaitu media cetak dan elektronik.

Peran media sangat penting, seperti dikatakan dalam sebuah teori yaitu: Agenda Setting Model (Model Penataan Agenda), agenda setting model pertamakali ditampilkan oleh M.E Mc. Combs dan D.L Shaw dalam “ Public Opinion Quarterly” terbitan tahun 1972, berjudul “The Agenda Setting Funciont of Mass Media”. Kedua pakar tersebut mengatakan bahwa “jika media memberikan tekanan pada

(27)

14

suatu peristiwa, maka media itu akan mempengaruhi khalayak untuk menganggapnya penting”.18

3. Berita

Pengertian berita adalah laporan peristiwa (fakta) atau pendapat (opini) yang aktual (terkini), menarik dan penting. Ada juga yang mengartikan berita sebagai informasi baru yang disajikan dalam pembacaan atau penulisan yang jelas, aktual dan menarik.

Berita merupakan suatu laporan cepat mengenai peristiwa terbaru dan penting untuk disampaikan kepada masyarakat. berita dapat disajikan dalam bentuk surat kabar, radio, siaran tv maupun media online. Atau arti lain dari berita yaitu suatu informasi mengenai fakta atau sesuatu yang sedang terjadi.

Biasanya berita tidak hanya memberikan informasi mengenai peristiwa-peristiwa terbaru, tapi kadang-kadang berita juga digunakan untuk memberikan pengaruh kepada masyarakat yang mendengar atau membacanya. Terutama berita mengenai politik, sering sekali masyarakat dipengaruhi pembawa atau penulis berita supaya mengikuti arus politik tersebut.

a. Syarat-syaratberita

Adapun syarat-sayarat berita yaitu:

1) Pengertian berita merupakan fakta, berita haruslah berdasarkan kejadian atau peristiwa yang benar-benar nyata.

18Onong, ilmu dan teori..., hlm. 287.

(28)

15

2) Terkini, artinya jarak penyiaran erita dengan waktu kejadian tidak terlalu jauh.

3) Seimbang, artinya berita harus ditulis dan disampaikan dengan seimbang, tidak memihak kepada salah satu pihak.

4) Lengkap, berita haruslah memenuhi unsur-unsur berita.

5) Menarik, artinya berita harus mampu menarik minat pembaca atau pendengarnya. Berita dapat dikatakan menarik bila bermanfaat bagi pembaca atau pendengarnya, berkaitan dengan tokoh terkenal, berkaitan dengan kejadian penting, humor, anehm luar biasa atau bersifat konflik.

6) Sistematis, berita seharusnya disusun secara sistematis, urutannya jelas sehingga pembaca tidak kebingungan dalam menangkap isi berita.

b. Jenis-jenis Berita

Adapun beberapa jenis berita dalam jurnalistik diantaranya:

1) Straight news

Merupakan berita langsung, ditulis secara singkat, lugas, dan apa adanya.

Umumnya sebagian besar bagian halaman depan surat kabar berisi berita seperti ini. Jenis dari berita Straight news dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

a) Hard news

Merupakan berita yang memiliki nilai lebih, berkualitas dan terupdate. Karena sangat penting maka

(29)

16

harus segera disampaikan dan diketahui oleh masyarakat.

Biasanya berisi berita bersifat khusus atau dapat juga mengenai peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba.

b) Soft news

Merupakan berita pendukung, berita yang ringan dan nilai beritanya di bawah hard news.

2) Depth news

Depth news merupakan berita yang mendalam, berita ini dikembangkan secara mendalam dan tujuannya untuk lebih mengangkat suatu permasalahan secara lebih mendalam.

3) Investigation news

Investigation news merupakan berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian ataupun penyelidikan yang dilakukan dari berbagai macam sumber. Investigation news hampir mirip dengan depth news, bedanya pada depth news hanya melaporkan peristiwa yang terjadi secara mendalam saja.

4) Interpretative news

Merupakan berita yang dikembangkan dengan pendapat maupun penelitian yang dilakukan oleh penulisnya.

5) Opinion news

Merupakan berita tentang pendapat seseorang. Misalnya pendapat mahasiswa, pejabat, para ahli mengenai suatu kejadian atau peristiwa.

c. Bagian Berita

(30)

17

Bagian-bagian berita secara umum diantaranya sebagai berikut ini:

1) Headline

Headline dapat disebut juga sebagai judul, umumnya dilengkapi juga dengan anak judul. Yang fungsinya untuk memudahkan para pembaca supaya segera dapat mengetahui peristiwa apa yang akan disampaikan dan menonjolkan berita tersebut dengan dukungan garafik supaya lebih menarik.

2) Deadline

Biasanya deadline terdiri dari nama media massa, tempat peristiwa dan juga tanggal terjadinya peristiwa. Tujuannya untuk menunjukan tempat peristiwa dan inisial dari media massa yang menyampaikan berita.

3) Lead

Merupakan unsur yang sangat penting dalam berita, karena dapat menentukan apakah isi dari berita terseut akan dibaca atau tidak oleh masyarakat. Dapat dikatakan juga sebagai inti suatu berita, yang berfungsi untuk menggambarkan seluruh isi berita tapi secara ringkas.

Biasanya disebut dengan teras berita dan ditulisnya pada paragraf pertama.

4) Body

Merupakan bagian tubuh berita, isinya peristiwa- peristiwa yang dilaporkan dengan bahasa yang singkat, jelas

(31)

18

dan padat. Body dapat disebut juga sebagai bagian perkembangan berita.

d. Sifat-sifat berita

Berita memiliki beberapa sifat, yang diantaranya:

1) Baru dan aktual

Peristiwa yang baru memiliki nilai lebih untuk dijadikan berita jika dibandingkan dengan peristiwa yang sudah lama terjadi.

2) Penting

Suatu berita akan dianggap penting jika peristiwa atau hal-hal tersebut berpengaruh pada kehidupan masyarakat.

Jadi intinya suatu berita itu harus yang dianggap penting oleh masyarakat

3) Akibat

Suatu peristiwa akan menjadi berita karena dapat berakibat atau memiliki dampak.

4) Jarak

Masyarakat atau pembaca akan lebih tertarik dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekita mereka untuk dijadikan berita dari pada peristiwa yang terjadi di tempat jauh.

5) Emosi

Sesuatu akan menjadi berita jika saat dikabarkan akan membuat emosi seperti marah, kecewa, sedih dan lian-lain.

(32)

19 e. Unsur-unsur berita

Unsur-unsur dari berita yaitu 5W+1H (What, Who, Why, When, Where dan How) maksudnya:

1) What (Apa) : Apa yang sedang terjadi?

2) Who (Siapa) : Siapa yang terlibat dalam peristiwa tersebut?

3) Why (Mengapa) : Mengapa peristiwa atau hal tersebut dapat terjadi?

4) When (Kapan) : Kapan peristiwa tersebut terjadi?

5) Where (Dimana) : Dimana peristiwa tersebut terjadi?

6) How (Bagaimana) : Bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi?

f. Ciri-ciri berita yang baik

Beberapa ciri dari berita yang baik, diantaranya seperti:

1) Menarik perhatian: berita harus dapat menarik perhatian, salah satu tujuannya supaya dapat menarik perhatian masyarakat sehingga msayarakat ingin segera mengetahui isi berita tersebut.

2) Terkini atau aktual: jadi berita harus berisi informasi atau peristiwa terbaru atau yang masih hangat dibincangkan.

3) Dipercaya: Isi berita harus dapat dipercaya, itulah mengapa berita harus sesuai fakta, jadi jangan mengada-ngada.

4) Jelas dan menggunakan kalimat yang sederhana: Isi berita yang baik yaitu harus jelas jangan berelit-belit dan kalimat

(33)

20

yang digunakannya harus yang sederhana supaya mudah di mengerti.19

4. Hoax

Hoax adalah kabar, informasi, atau berita palsu atau bohong.

Hoax ini merupakan akses negatif kebebasan bericara dan berpendapat di internet, khusunya media sosial dan log. Banyak juga terdapat pada media lainnya, seperti TV.

a. Hoax bertujuan membuat opini pulik, menggiring opini, membentuk persepsi, juga untuk having funyang menguji kecerdasan dan kecermatan pengguna internet dan media sosial.

b. Hoax adalah sebuah pemberitaan palsu adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut palsu.

c. Kata atau istilah hoax muncul pertama kali dikalangan netter Amerika. Didasarkan pada sebuah film yang berjudul The Hoax.

The hoax adalah film drama Amerika 2006 yang disutradarai Lasse Hallstrom. Film ini dibuat berdasarkan buku dengan judul yang sama oleh Clifford Irving dan berfokus pada biografi Irving sendiri serta Howard Hughes yang dianggap memantu menulis.

d. Sejak itu, film the hoax dianggap sebagai film yang banyak mengandung kebohongan. Sejak itulah setiap kai muncul berita palsu dikatakan Hoax. Hoax keanyakn muncul dan tersebar di

19https://googleweblight.com/i?u=berita.comDiakses tanggal 25 Mei 2018, pukul 10.19.

(34)

21

media sosial, seperti Facebook dan Twitter, serta blog. Tidak jarang media online (situs berita) juga turut menyebarkan hoax, terutama media yang oleh Dewan pers disebut sebagai media abal-abal.20

G. Metode Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini penliti menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, supaya peneliti dapat memperoleh keterangan yang jelas dan mendalam mengenai perkara atau hal-hal yang menjadi pembahasan utama dalam penelitian.

Oleh karena itu, peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, supaya peneliti mampu menuturkan dan menafsirkan data yang berkenaan dengan fakta, keadaan, dan fenomena yang terjadi saat penelitian berlangsung dan menyajikannya apa adanya.

2. Kehadiran Peneliti

Tujuan utama peneliti adalah untuk mendapatkan atau memperoleh data yan dibutuhkan, mengenai masalah yang diteliti dan untuk mengamati secara langsung terhadap obyek penelitian. Kehadiran peneliti di lokasi adalah sebagai orang yang melakukan observasi atau istrumen utama sekaligus pengumpul data melalui wawancara dengan narasumber atau informen untuk mendapatkan data mengenai “Srategi Kominfo dalam Menangkal Berita Hoax”.

20http://www.komunikasipraktis.com/2016/12/pengertian-hoax-asal-ususl-dan- contohnya.html?m=1diakses tanggal2 Mei 2018, pukul 10.09.

(35)

22

Menurut Sugiyono dalam metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D memaparkan bahwa dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain dari pada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Karena hanya peneliti itu sendiri sebagai alat satu- satunya yang dapat mencapainya.21

Bertolak pada pernyataan di atas, ada beberapa hal yang peneliti lakukan dalam mengadakan penelitian adalah sebagai berikut:

a. Minta izin dari pihak/lembaga yang dijadikan obyek penelitian sekaligus menyurvei awal, sehingga peneliti dapat menganalisis data di lokasi atau tempat yang akan diteliti.

b. Mengadakan penelitian untuk mencari data yang terkait dengan permasalahan yang diteliti. Peneliti akan melakukan observasi dan wawancara dengan subyek penelitian.

c. Mengumpulkan data-data tersebut untuk dianalisis.

3. Lokasi Penelitian

Adapun lokasi yang dipilih oleh peneliti adalah di Kominfo Provinsi NTB. Adapun alasannya adalah karena Kominfo adalah salah satu lembaga yang memang mengatur atau mengawasi isi siaran dari media dan lokasi ini obyek dekat dengan dengan tempat peneliti menimba ilmu, sehingga memudahkan peneliti mencari data.

4. Sumber Data

21Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R & D, (Bandung: Alfabeta, 2010), hlm. 223.

(36)

23

Aktivitas penelitian tidak akan terlepas dari keberadaan data yang merupakan bahan baku informasi untuk memberikan gambaran spesifik mengenai obyek penelitian.

a. Data Primer

Untuk mengumpulkan data primer peneliti harus mengumpulkannya secara langsung, cara peneliti mengumpulkan data primer antara lain observasi dan wawancara dengan obyek dan pihak-pihak atau orang-orang yang dinilai mampu memberikan penjelasan tentang data-data yang diperlukan.

b. Data Sekunder

Data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari sumber yang telah ada (peneliti sebagai tangan kedua), karena data sekunder dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal dan dokumentasi.

Sumber data dalam penelitian ini adalah salah satu stasiun lembaga pengawasan isi siaran yaitu Kominfo dan pimpinan atau pegawai Kominfo.

Berhubung penelitian ini berbentuk penelitian kualitatif maka dalam melakukan penelitian harus melihat kejadian yang terjadi langsung dilapangan untuk mempermudah peneliti dalam memperoleh data dan informasi berdasarkan kejadian di lapangan dan peneliti kontak langsung dengan segala obyek yang akan diteliti dan menggunakan subyek sebagai sumber informasi atau sumber data.

(37)

24 5. Prosedur Pengumpulan Data

a. Metode Observasi

Menurut Supardi observasi atau pengamatan merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat obyek atau peristiwa yang diselidiki.22

Disini peneliti menggunakan observasi secara, dimana peneliti mengamati secara langsung di Kominfo.

b. Metode Wawancara

Menurut Moleong, wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.23

Metode wawancara adalah percakapan peneliti sebagai pencari informasi atau data dengan narasumber sebagai pemberi informasi yang dibutuhkan peneliti. Model wawancara peneliti yang digunakan wawancara bebas terpimpin. Bebas maksudnya apa saja sesuai dengan data yang diinginkan diambil melalui wawancara. Sedangkan terpimpin artinya peneliti membawa daftar pertanyaan yang diajukan sesuai dengan penelitian dan waktu tidak terbatas karena tergantung pada suasana, jadwal atau situasi dan kondisi wawancara dengan narasumber atau terwawancara.

22Supardi, Bacaan Cerdas Menyusun Skripsi, (Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta, 2011), hlm. 117-118.

23Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Jakarta: PT Rosda Karya, 2010), hlm. 186.

(38)

25 c. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi dilakukan peneliti untuk melakukan kontak dengan pelaku atau sebagai partisipan yang terlibat pada suatu peristiwa sejarah masa lalu, karena merupakan catatan yang sudah lalu dokumen bias merupakan tulisan, gambar, atau karya- karya yang monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life historis), cerita biografi, peraturan dan kebijakan.

Menurut Guba dan Lincolin mendifinisikan dokumen adalah setiap bahan tulisan ataupun film, lain dari record, yang tidak terpisahkan karena adanya permintaan seorang penyidik.

Dokumen pribadi seperti buku harian surat kabar, surat pribadi, otobiografi, dan dokumen resmi, sejalan denga itu, dokumen dapat dipandang sebagai narasumber yang dapat menjawab pertanyaan yang belum tentu ditemukan jawabannya. Hasil penelitian dari observasi atau wawancara akan lebih kredibel atau dapat dipercaya kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan dimasa kecil, disekolah, tempat kerja, di masyarakat, akan tetapi perlu dicermati bahwa tidak semua dokumen memiliki kredibilitas yang tinggi.24 6. Teknik Keabsahan Data

Untuk memperoleh hasil penelitian yang bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya oleh karena itu peneliti mengkroscek data-data

24Moleong,Metodologi..., hlm. 216.

(39)

26

yang telah diperoleh sebelumnya sehingga akan menghasilkan sesuatu yang benar-benar valid.

Adapun cara-cara yang digunakan untuk mendapatkan data yang valid.

a. Ketekunan pengamat, maksudnya memberi ciri-ciri dan unsur dalam situasi yang relevan dengan masalah dengan isu yang sedang diteliti kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci.

b. Triangulasi, maksudnya peneliti melakukan perbandingan dan pengecekan kembali data yang dihasilkan melalui wawancara.

Dengan demikian data yang diperoleh menjadi data yang objektif.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan triangulasi sumber untuk memproses analisis data yang didapatkan dari berbagai sumber data. Dalam proses keabsahan data dengan triangulasi ini peneliti biar menyusun penelitian dengan teratur, terstruktur sistematis sehingga mudah dipahami dan dengan proses triangulasi sumber data yang didapatkan sesuai dengan jawaban yang diharapkan untuk menjawab rumusan masalah.

H. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan dalam pembahasan dan pemahaman yang lebih lanjut dan jelas dalam membaca penelitian ini, maka disusunlah sistematika penulisan penelitian ini sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan: Bab ini berisi Latar Belakang Masalah, Fokus Penelitian, Tujuan dan Maaf Penelitian, Ruang Lingkup dan Setting

(40)

27

Penelitian, Telaah Pustaka, Kerangka Teori, Metode Penelitian Yang Berisi Tentang Jenis Penelitian, Kehadiran Peneliti, Lokasi Penelitian, Sumber Data, Prosedur Pengumpulan Data, Keabsahan Data dan Sistematika Penulisan.

Bab II Paparan data dan temuan: berisi tentang Sejarah Kominfo, Struktur Organisasi, Strategi Kominfo dalam Menangkal Berita Hoax pada Media Sosial (online), dan Tindakan Kominfo Terhadap Berita yang Tersebar pada Media Sosial.

Bab III Pembahasan: Bab ini Berisi tentang Strategi Kominfo dalam Menangkal Berita Hoax pada Media Sosial (Online) yang meliputi:

Kampung Media, Sosialisasi Edukasi, dan Penyediaan Layanan Aduan.

Dan Tindakan Kominfo Terhadap Berita Hoax yang Tersebar pada Media Sosial yang Meliputi; Melakukan Pemmbokiran, Melakukan Analisis atau Pengecekan, dan Terjun Ke Lapangan.

Bab IV Penutup: Bab ini berisi tentang Simpulan dan Saran.

(41)

28 BAB II

PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Sejarah Kominfo

Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik(Kominfo) merupakan dinas daerah tipe A menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika, bidang statistik dan bidang persandian.

Dinas Kominfo NTB dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur NTB Nomor 50 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas-Dinas Daerah Provinsi NTB.

Pada Bagian Keduabelas Pasal 15 Peraturan tersebut dinyatakan bahwa Dinas Kominfo NTB memiliki tugas pokok menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Bidang Komunikasi dan Informatika, Bidang Statistik serta Bidang Persandian yang menjadi kewenangan Daerah Provinsi dan Tugas Pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah Provinsi.

1. Visi

“Terdepan Dalam Informasi Menuju Provinsi Cerdas”

2. Misi

a. Mengoptimalkan Penerapan E-Government dan Meningkatkan Kualitas danKuantitasInformasiKepada Masyarakat

b. Menyediakan Data Statistik Sektoral Berkualitas

c. Meningkatkan Pengelolaan Pusat Data dan Pelayanan Informasi.

d. Meningkatkan Penggunaan Sistem Pelayanan Pengadaan Barang / Jasa Secara Elektronik dan Pengamanan Informasi berklasifikasi.

(42)

29 B. Struktur Kominfo Provinsi NTB

STRUKTUR ORGANISASI DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 201725

25https://diskominfotik.ntbprov.go.id/content/struktur-organisasi

KEPALA DINAS Drs. TRI BUDIPRAYITNO, M.Si

F. PRANATA KOMPUTER 1. Yasrul, S.Kom, M. Eng 2.Roy Prabantoro S.Kom 3.Lalu Hardianto W, S.Kom 4.Syamsul Bahri, S.Kom 5.Muhammad AliW, St 6. R. Ronald Ommy Y,. ST

F. PRANATA HUMAS 1. Achmad Kossah S.Sos

F. PERENCANA

1. Hasbi Jauhari, S.T, M.M

2. Mohammad Sahrul S.E KASUBAG PROGRAM Sri Rochana, S.Sos

KASUBAG KEUANGAN Dra. Ni Komang Sri Sugesti

KASUBAG UMUM Masangan S.Sos

KABID INFOKOM & PUBLIK Ach Fairuzz Abadi, S.H

KABID PENGELOLAAN TIK Syarif Lutfim, S.E, M.Si

KABID PERSANDIAN & LPSE Mahmud Aks M.Si

KABID STATISTIK Chandra Irawan, S.H

KASI PENGELOLAAN DOK. INFO Tarmidzi S.Kom

KASI APLIKASI TIK Sudi Widodo M. Si

KASI PERS. & KEAMANAN INFO Suwito S.Sos

KASI STATISTIK SOSIAL Ir. Dede Suharitini S.Sos

KASI PUBLIKASI Agus Suprihartono, S.Kom

KASI INFRASTRUKTUR TIK Drs. Lalu Muhammad Yusuf

KASI LAYANANAN ELEKTRONIK Drs. I Made Putu Kusuma Wijaya

KASI STATISTIK EKONOMI Dadang Efendi, S.Sos

KASI KELEMBAGAAN Drs. I Dewa Ngurah Sarjana

KABID TATA KELOLA TIK Asrip, S.Sos

KASI TELEKOM & PENGENDALIAN Dra. Yatun Wahyuni

KASI STATISTIK SDA & INFRASTR.

Petronela Prada Peni, S.Sos

KASUBAG TATA USAHA Nurul Wardani, SE

KASUBBAG PENDATAAN & JARINGAN M. Arif Sarifudin, Se, Mm

KASUBAG PELAYANAN & KERJASAMA M. Imam Fahrudin

KA. BALAI INFORMASI TEKNOLOGI EDUKASI Abel Samsul Hatuina, S.Pi, M.M

SEKRETARIS Ir. M. Ilham, MM KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Gambar 2.1

Struktur Organisasi Kominfo NTB 2017

(43)

30 1. Bagian Kesekretariatan

Bagian Kesekretariatan mempunyai tugas pokok Membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan pembinaan administrasi yang meliputi, mempersiapkan perumusan kebijakan serta memantau dan mengawasi pengelolaan keuangan, dengan fungsi sebagai berikut:

a. Pelaksanaan persiapan perumusan kebijakan koordinasi

b. Pelaksanaan pembinaan administrasi urusan ketatausahaan, kepegawaian, perlengkapan, kerumahtanggaan dan keprotokolan.

c. Berkordinasi dengan bidang terkait dengan tugas – tugas dalam hal pelaksanaan, pembinaan dan pengawasan.

Sekretariat membawahi : a. Sub Bagian Program

Subbagian Program mempunyai tugas pokok Menyiapkan bahan perumusan kebijakan, koordinasi, perencanaan dan penyusunan program, pengumpulan dan analisis data, evaluasi program dan pelaporan.

b. Sub Bagian Keuangan

Subbagian Keuangan mempunyai tugas pokok Melaksanakan pengelolaan urusan keuangan dan pengelolaan aset.

c. Sub Bagian Umum

Sub bagian Umum mempunyai tugas pokok Melakukan urusan ketatausahaan, kepegawaian, penggunaan dan

(44)

31

pemeliharaan aset, kerumahtanggaan dan keprotokolan di lingkungan Dinas.26

2. Bidang Informasi dan Komunikasi Publik

Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) mempunyai tugas pokok menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan bidang informasi dan komunikasi publik; penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengelolaan opini dan aspirasi publik di lingkup pemerintah daerah; pengelolaan informasi, penyediaan konten lintas sektoral dan pengelolaan media komunikasi publik, penguatan kapasitas sumber daya komunikasi publik dan penyediaan akses informasi; pelayanan informasi publik, layanan hubungan media dan Pengembangan Sumber Daya Komunikasi Publik di Provinsi, dengan fungsi sebagai berikut :

a. Perumusan kebijakan di bidang pengelolaan informasi, opini dan aspirasi publik di lingkup pemerintah daerah,

b. Perumusan kebijakan, penyediaan konten lintas sektoral dan pengelolaan media komunikasi publik,

c. Perumusan kebijakan penguatan kapasitas sumber daya komunikasi publik, penyediaan akses informasi, pelayanan informasi publik, dan layanan hubungan media.

d. Perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria penyelenggaraan di bidang pengelolaan informasi, opini dan

26http://diskominfotik.ntbprov.go.id./content/bagian-kesekretariatandiakses tanggal 1 Mei 2019, pukul 10.09.

(45)

32

aspirasi publik di lingkup pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan nasional dan pemerintah daerah,

e. Perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria penyediaan konten lintas sektoral dan pengelolaan media komunikasi publik, f. Perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria penguatan

kapasitas sumber daya komunikasi publik, penyediaan akses informasi, pelayanan informasi publik, layanan hubungan media;

g. Perumusan norma, standar, prosedur, dan kriteria pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengelolaan informasi, opini dan aspirasi publik di lingkup pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan nasional dan pemerintah daerah,

h. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan informasi, opini dan aspirasi publik di lingkup pemerintah daerah, pengelolaan informasi untuk mendukung kebijakan nasional dan pemerintah daerah,

i. Penyediaan konten lintas sektoral dan pengelolaan media komunikasi publik,

j. Penguatan kapasitas sumber daya komunikasi publik, penyediaan akses informasi, pelayanan informasi publik, layanan hubungan media;

k. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pengelolaan informasi, opini dan aspirasi publik di lingkup pemerintah daerah,

(46)

33

l. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan informasi, penyediaan konten lintas sektoral dan pengelolaan media komunikasi publik

m. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penguatan kapasitas sumber daya komunikasi publik, penyediaan akses informasi, pelayanan informasi publik dan layanan hubungan media;

n. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan.

Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) membawahi : a. Seksi Pengelolaan dan Dokumentasi Informasi

Seksi Pengelolaan dan Dokumentasi Informasi memiliki tugas pokok Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan; bahan rumusan norma standar prosedur, pelaksanaan bimbingan teknis, supervisi, pelaksanaan pemantauan, evaluasi, pelaporan di bidang pengelolaan opini / aspirasi publik;

penyediaan konten lintas sektoral, penyediaan akses informasi, pelayanan dan pengelolaan Informasi Publik.

b. Seksi Publikasi

Seksi Publikasi memiliki tugas pokok Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan Penyebaran informasi;

bahan rumusan norma standar prosedur penyebaran iformasi;

pelaksanaan bimbingan teknis, supervisi, pelaksanaan pemantauan, evaluasi, pelaporan di bidang pengelolaan media komunikasi publik.

(47)

34 c. Seksi Kelembagaan

Seksi Kelembagaan memiliki tugas pokok Menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan layanan hubungan media; menyusun norma, standar, prosedur, kriteria, melaksanakan supervisi, pemantauan, evaluasi, serta pelaporan penyelenggaraan Kelembagaan Informasi Publik.27

3. Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok Merumuskan dan melaksanakan kebijakan, menyusun norma, standar, prosedur, kriteria penyelenggaraan TIK, melaksanakan bimbingan teknis, supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, pengembangan akses internet, layanan sistem komunikasi intra Pemerintah Daerah Provinsi, layanan pengembangan dan pengelolaan aplikasi terintegrasi, Pengembangan Sumber Daya TIK Pemerintah Daerah Provinsi dan Masyarakat.

Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi membawahi :

a. Seksi Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Seksi Aplikasi TIK memiliki tugas pokok menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan TIK, norma, standar, prosedur, kriteria penyelenggaraan aplikasi TIK, supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, layanan pengembangan dan pengelolaan aplikasi terintegrasi.

27http://diskominfotik.ntbprov.go.id./content/bidang-informasi-dan-komunikasi- publikdiakses tanggal 1 Mei 2019, pukul 10.11.

(48)

35

b. Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi

Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok Menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, menyusun norma, standar, prosedur, kriteria penyelenggaraan infrastruktur TIK, supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, pengembangan akses intranet dan internet, layanan sistem komunikasi intra Pemerintah Daerah Provinsi.

c. Seksi Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi

Seksi Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok : Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan tata kelola TIK; bahan rumusan norma standar prosedur tata kelola TIK; melaksanakan bimbingan teknis, supervisi, pemantauan, evaluasi, pelaporan terhadap penguatan kapasitas sumber daya TIK.28

4. Bidang Persandian dan LPSE

Bidang Persandiaan dan LPSE memiliki tugas pokok : Bidang Persandian dan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mempunyai tugas penyiapan bahan dan penyusunan kebijakan, koordinasi, perencanaan, pelaksanaan serta monitoring, evaluasi dan pelaporan dibidang Persandian, Telekomunikasi dan Penyelenggaraan Layanan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) serta pengawasan dan pengendalian Informasi di lingkungan pemerintah Provinsi NTB, dengan rincian fungsi sebagai berikut :

28http://diskominfotik.ntbprov.go.id./content/bidang-pengelolaan-teknologi-informasi- dan-komunikasi diakses tanggal 1 Mei 2019, pukul 10.12.

(49)

36

a. Koordinasi penyusunan program kerja dan kegiatan dibidang Persandian, telekomunikasi dan Penyelenggaraan Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) serta Pengawasan dan Pengendalian Informasi di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

b. Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pengawasan dan pengendalian pengamanan Informasi, Persandian dan telekomunikasi serta Penyelengaraan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB.

c. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program kegiatan dibidang pengawasan dan pengendalian pengamanan Informasi, Persandian dan telekomunikasi serta Penyelengaraan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik.

d. Pengkoordinasian dan pelaksanaan pembinaan pola hubungan komunikasi sandi antar Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/

Kota se- NTB.

e. Pelaksanaan koordinasi dan pembangunan jaringan komunikasi/telekomunikasi Persandian antar perangkat daerah provinsi NTB.

f. Pengamanan informasi dan sistem komunikas/telekomunikasi pimpinan daerah dan jajarannya.

g. Pengelolaan jaringan komunikasi sandi dan pengamanan informasi pimpinan di Sekretariat Daerah Provinsi NTB.

h. Pembinaan dan pengelolaan ruang kasa pemerintah provinsi NTB.

(50)

37

i. Sebagai pemimpin Penyelenggaraan Sistem Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

j. Penyusunan program kerja dan kegiatan dibidang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

k. Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis penyelenggaraan di dibidang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

l. Pelaksanaan monitoring evaluasi pelaporan dan pengendalian pelaksanaan program kegiatan dibidang Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

m. Pengkoordinasian dan pembinaan LPSE Provinsi, LPSE Kabupaten/ Kota se- NTB.

n. Penyusunan dan pelaksanaan Standarisasi Pelayanan LPSE sesuai ketentuan yang berlaku.

o. Pengkoordinasian Pengelolaan sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) dan penyediaan Infrastruktur pendukungnya.

p. Pengelolaan sistem pengaduan masyarakat dan mengkoordinasikan tindaklanjut penanganan pengaduan masyarakat kepada instansi terkait. (Pengaduan melalui NTB SMS Center, e-mail resmi, dan lain-lain

q. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan Bidang Telematika membawahi :

a. Seksi Persandian dan Keamanan Informasi

Seksi Persandian dan Keamanan Informasi memiliki tugas pokok: Menyiapkan, menyusun dan melaksanakan tata kelola dan

(51)

38

operasional persandian dalam rangka menjamin keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Daerah. Dengan rincian fungsi sebagai berikut:

1) Menyiapkan bahan penyusunan program kerja dan kegiatan dibidang Persandian dan telekomunikasi berdasarkan prioritas dalam bentuk Renja, RKA dan DPA yang mengacu pada RPJMD.

2) Menyiapkan bahan rumusan kebijakan keamanan informasi di lingkungan pemerintah daerah sesuai SMKI 27001 tentang Standar Sistem Manajemen Keamanan Informasi mengacu pada Perka Lembaga Sandi Negara No. 6 Th. 2016 Tentang Pengendalian Persandian serta No. 7 Tahun 2016 tentang Otoritas Sertifikat Digital maupun PermenKominfo No. 4 Tahun 2016.

3) Menyusun pedoman dan petunjuk teknis pengamanan komunikasi sandi serta penyelenggaraan koordinasi dan pembinaan dibidang persandian dalam bentuk SOP, Juklak dan Juknis Persandian Provinsi NTB

4) Menyiapkan bahan koordinasi dan fasilitasi pembangunan jaringan komunikasi sandi tingkat provinsi NTB dalam bentuk.

a) Petunjuk teknis pengendalian dan penataan jaringan komunikasi persandian

b) Bahan pembinaan persandian antar SKPD dan Kab/Kota.

(52)

39

c) Menyiapkan bahan koordinasi dan pelaksanaan pembinaan hubungan komunikasi sandi provinsi dengan Kab/Kota se- NTB dalam bentuk.

d) Petunjuk Teknis pengelolaan dan pengendalian persandian e) Bahan pembinaan persandian Kab/Kota

5) Membangun dan mengelola jaringan komunikasi sandi tingkat provinsi;

6) Menyusun rencana dasar teknis dan program persandian daerah;

7) Mengelola dan memelihara sarana dan prasarana persandian (telepon, jammer, counter surveilance, faximili, radio komunikasi, repeater dan alat-alat komunikasi lainnya dalam database sarana dan prasarana persandian pemerintah Provinsi NTB dan Kab/Kota

8) Mengamankan informasi dan sistem komunikas/telekomunikasi pimpinan daerah (Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah) beserta jajarannya dalam bentuk penyusunan petunjuk teknis klasifikasi informasi pimpinan daerah.

9) Mengelola dan memelihara ruang kasa Pemerintah Provinsi NTB.

10)Mengumpulkan, menghimpun, mengolah data dan informasi serta menganalisis permasalahan yang berhubungan dengan persandian;

(53)

40

11)Melaksanakan Sterilisasi/ pengamanan ruang kerja/rumah jabatan pimpinan dan aset-aset vital/objek-objek vital lainnya dilingkungan Pemerintah Provinsi NTB

12)Pelaksanaan pencatatan / agenda surat / berita / Mencatat / mengagendakan berita-berita / radiogram baik yang diterima ataupun yang dikirim dari Pusat atau Kabupaten/Kota;

13)Menyusun dan Menyimpan data personil, materiil serta inventarisasi data lainnya dari seluruh jaringan Sandi Pemerintah Daerah;

14) Menyiapkan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan Persandian dan pengamanan informasi dalam bentuk laporan rekapitulasi surat berklasifikasi persandian

15)Memelihara, menyimpan dan mengamankan dokumen dan dan alat-alat sandi serta mengembangkan sistem dan alat-alat Sandi;

16)Melakukan Pendataan berita/ radiogram yang bersifat rahasia yang dikirim melalui hubungan persandian, untuk selanjutnya diserahkan kepada petugas Sandi

17)Menyusun peraturan teknis pengelolaan sumber daya persandian yang meliputi pengelolaan sumber daya sandi, perangkat lunak persandian, perangkat keras persandian dan jaringan Komunikasi Sandi.

Gambar

Gambar 2.1   Struktur Organisasi Kominfo NTB 2017, 29.

Referensi

Dokumen terkait

Dari penjelasan ayat ini, jelas bahwa ancaman Allah betul-betul ditujukan kepada orang-orang yang terlibat dalam menyampaikan berita hoax, baik orang-orang yang sudah

bentuk-bentuk ujaran kebencian, ciri-ciri berita hoax dan dampak negatifnya sebelum timbulnya tindak pidana sebagai akibat dari ujaran kebencian dan berita hoax

Maraknya berita hoax yang akhir-akhir ini melanda dunia media sosial (medsos) kita bukanlah hal baru. Dalam Islam, berita hoax bahkan sudah terjadi sejak zaman

Maraknya berita hoax yang akhir-akhir ini melanda dunia media sosial (medsos) kita bukanlah hal baru. Dalam Islam, berita hoax bahkan sudah terjadi sejak zaman

Dari penjelasan ayat ini, jelas bahwa anca- man Allah betul-betul ditujukan kepada orang- orang yang terlibat dalam menyampaikan berita hoax, baik orang-orang yang

untuk menangkal persebaran berita hoax melalui media sosial, ternyata perkembangan wacana mengenai hal tersebut tetap berlangsung bahkan berkembang menjadi wacana

Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pengguna media sosial dalam melakukan penyebaran berita hoax

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah berupaya untuk mencegah berita hoax kesehatan dengan kebijakan membangun jejaring Media Sosial yang bertujuan untuk meningkatkan