• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan

Dalam dokumen s Agama lslam unive博 (Halaman 69-76)

BAB IV HASIL PENELITIAN

C. Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan

53

tujuan pendidikan itu sendiri, serta untuk selalu mengamalkan dan mengembangkan ilmunya untuk bekalnya di akhirat kelak.

C. Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Profesionalisme

2. Menerapkan kelompok diskusi bidang studi diluar jam efektif, misalnya:

a. Kelompok diskusi Agama

b. Kelompok diskusi bahasa (arab-inggris) c. Kelompok diskusi fisika

d. Kelompok diskusi biologi

3. Mengirim tenaga pengajar untuk mengikuti workshop/diklat, seminar, lokakarya dan lain-lain yang berkaitan dengan pendidikan.

4. Upaya mensejahterakan guru melalui kenaikan gaji berkala 5. Melengkapi sarana prasarana pendidikan agara proses

pendidikan dapat berjalan sesuai harapan.

6. Mengawasi, memantau dan mengevaluasi kinerja para pengajar dengan memberikan bimbingan.

7. Memberikan reward pada guru yang berprestasi, serta apresiasi positif terhadap prestasi yang dirainya.

8. Selalu mengadakan supervisi, baik langsung maupun tidak langsung. Bentuk supervisi ini dibedakan dalam dua macam yaitu:

a) Supervisi klinis untuk mengetahui problematika yang dihadapi guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar kemudian mencarikan jalan keluar secara bersama-sama dengan guru yang bersangkutan .

55

b) Supervisi kelas, hal ini berguna untuk memantau bagaimana bagaiman guru menggunakan teknik-teknik dalam proses belajar mengajar, penguasaan materi pelajaran, fasilitas atau media yang digunakan serta memantau aktifitas siswa, kegiatan yang lain juga dapat berbentuk rapat umum setiap minggu untuk evaluasi serta kegiatan MGBS yaitu musyawara guru bidang studi yang dipimpin sendiri oleh kepala sekolah. Disini guru dapat bertukar pendapat dengan guru yang lain yang memegang mata pelajaran yang sama, gunanya yaitu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dalam proses belajar mengajar.

Khusus untuk perkembnagan profesionalisme guru dalam aspek kompetensi pedagogik, kepala sekola diwujudkan melalui:

1. Pembinaan profesi mengajar

Dalam menjalankan fungsinya sebagai supervisior, kepala sekolah membantu guru dalam hal kegiatan pelaksanaan proses belajar mengajar, karena hal ini dapat dijadikan gambaran sejauhmana kepala sekolah melaksanakan tugasnya. Bentuk-bentuk pelaksanaan atau kegiatan supervisi kepala sekolah MTs Rony kecamatan mengkendek kabupaten Tanah Toraja. dalam membina profesi mengajar guru 2. Pembinaan Persiapan Mengajar

Sebelum melaksanakan proses belajar mengajar, seorang guru harus menyiapkan terlebih dahulu rencana pelaksanaan pembelajaran,

baik dari segi materi yang disampaikan maupun persiapan mental sebab dengan adanya persiapan tersebut akan menentukan kelancaran proses belajar mengajar. Kepala sekola senantiasa mengecet rencana pelaksanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru sebelum melaksanakan proses belajar mengajar di MTs Rony. Hal ini untuk mendisiplinkan guru dalam mematuhi prosedur pembelajaran.

Dalam pembinaan persiapan mengajar ini, kepala sekolah membantu guru dalam hal:

a. Pengembangan materi pelajaran

Dalam mengembangkan materi pelajaran, kepala sekolah menganjurkan guru untuk mencari sumber-sumber yang sesuai. Di sini diperlukan kemampuan seorang guru dalam mencari sumber- sumber pengajaran seselektif mungkin sehingga diperoleh materi pelajaran yang sesuai dan cocok dengan perkembangan siswa.

Sumber-sumber acuan tersebut sebagian disediakan oleh sekolah dan sisanya harus diupayakan sendiri oleh guru yang bersangkuta.

b. Penerapan metodelogi pembelajaran

Selain pengembangan materi pelajaran, kepala sekolah juga selalu mengecek penggunaan metode pengajaran oleh guru yang bersangkutan. Dalam hal ini kepala sekolah selaku Pembina tidak segan-segan untuk mengadakan koreksi terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) milik guru, sehingga antara

57

metode pembelajaran yang akan digunakan guru dapat disesuaikan dengan materi pelajaran yang hendak disampaikan kepada siswa.

c. Penggunaan Media/Alat Pembelajaran

Selain dari metode, media pembelajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar. Dimana pengalaman yang dialami oleh siswa akan lebih kongkrit kaarena dengan adanya media siswa lebih mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dengan adanya alat peraga atau media sebagai fasilitas yang ada di sekolah membantu guru menyediakan fasilitas atau media yang diperlukan.

3. Membantu Dalam Pengembangan Kelas

Dalam kegiatan belajar, pengelolaan kelas sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar siswa. Pengelolaan kelas yang kurang efektif dan kurang kondusif sangat mempengaruhi siswa dalam menerima pelajaran yang disampaikan gurunya. Kepala sekolah Pembina, sangat perlu mengetahui kemampuan guru dalam mengelola kelas (penguasaan kelas). Untuk mengetahui keadaan yang demikian, maka kepala sekolah sering mengadakan kunjungan kelas sewaktu guru sedang mengaja. Dengan itu kepala sekolah dapat mengetahui kemampuan guru menguasai kelas dengan cara mengajarnya.

4. Pembinaan Sikap Personal dan Profesionalisme Guru

Sikap pribadi merupakan suatu yang dimiliki guru dan tidak semua guru sikap pribadinya lebih baik. Hal tersebut diakibatkan beberapa

masalah dalam kehidupan yang dapat mempengaruhi sikap pribadinya.

Adapun beberapa hal ini yang menjadi permasalahan guru diantaranya masalah kesejahteraan guru dan masalah pribadi menyangkut keluarganya.

a. Masalah Kesejahteraan Guru

Kesejahteraan guru terkait dengan pemenuhan kebutuhan hidup, baik itu kebutuhan psikologis, kebutuhan rasa aman dan kebutuhan sosial dalam kehidupan masyarakat. Adapun masalah kesejahteraan guru di sekolah dapat berupa kesejahteraan keluarga apakah sudah terpenuhi ataukah belum terpenuhi, baik dilihat dari segi materi maupun yang lain.

Dari hasil wawancara dengan kepala sekolah, didapat keterangan bahwa untuk meningkatkan professional guru, kesejahteraan guru perlu mendapat perhatian utama agar mereka dapat berkonsentrasi dalam menjalankan tugas dan tidak mencari suber penghidupan lain.

“Strategi kepala sekolah dalam mengembangkan profesional guru disamping memberikan honorer tepat waktu, juga mendorong dan memotivasi guru untuk mengikuti sertifikasi guru, karena sudah menjadi rahasia umum bahwa guru yang lulus sertifikasi meningkat kesejahteraannya”.(wawancara dengan Imran, S.Ag.M,Pd.I Tanggal 01 Oktober 2015)

59

b. Masalah Pribadi

Masalah pribadi terdapat di kelas umumnya di sekolahakan tetapi masalah pribadi juga sering mempengaruhi dalam melaksanakan tugas mengajar. Masalah pribadi juga dapat timbul dari berbagai sumber misalnya keadaan ekonomi, keluarga, kesejahteraan dan yang lain-lain. Kedekatan dan keterbukaan kepala sekolah terhadap bawahannya dapat menimbulkan keakraban diantara mereka, sehingga kepala sekolah dapat mengetahui keadan guru, termasuk masalah pribadinya yang berkaitan dengan tugasnya sebagai pendidik.

Dengan adanya keterbukaan tersebut.

c. Pengembangan Kualitas Profesionalisme Guru

Untuk meningkatkan professional guru, kepala sekolah melakukannya dengan cara mengikut sertakan guru dalam berbagai kegiatan baik secara individual maupun kelompok.

Kegiatan ini dapat berupa:

Pedidikan In-service (in-service Education)

Pendidikan in-Service Training ini dapat dilakukan dengan cara individu yaitu dengan mengadakan penataran, workshop dan seminar atau dilakukan secara kelompok seperti organisasi profesi.

Peningkatan kualitas guru juga dilakukan dengan mengikut sertakan guru dalam kegiatan penataran . dari hasil wawancara, didapat keterangan bahwa mereka sering-sering diikutkan oleh kepala sekolah

dilakukan sesame guru di sekolah (intern) atau hubungan sejawat antara sekolah. Pertemuan guru-guru ini disebut dengan MGBS ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mengembangkan kemampuan guru dalam pengelolaan kelas.

Disini kepala sekolah dapat sekaligus mengadakan evaluasi terhadap kemajuan mengajar guru.

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa kepalah sekolah MTs Rony memiliki banyak strategi dalam mengembangkan profesionalisme guru PAI dalam aspek kompetensi pedagogik. Sehingga para guru secara maksimal dapat mengembangkan profesionalismenya. Dan menurut waka kurikulum terkait bagaiman aplikasi yang dilakukan oleh gurutertama guru PAI setelah diadakan strategi pengembangan seperti workshop dan yang lainnya.

D. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pengembangan

Dalam dokumen s Agama lslam unive博 (Halaman 69-76)

Dokumen terkait