BAB 1 PENDAHULUAN
G. Kerangka Teori
5. Strategi Pembelajaran Terpadu
a. Rasional strategi pembelajaran terpadu
Strategi pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Berorientasi pada perkembangan anak, 2. Berkaitan dengan pengalaman nyata anak, 3. Mengintegrasikan isi dan proses belajar, 4. Melibatkan penemuan aktif,
5. Memadukan berbagai bidang pengembangan, 6. Kegiatan belajar bervariasi,
7. Memiliki potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak, 8. Waktu pelaksanaan fleksibel,
9. Melibatkan anggota keluarga anak, 10. Tema dapat diperluas, dan
11. Direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak.26
Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam proses belajar mengajar yang di dalamnya terdapat perencanaan, media, metode, dan penilaian yang dianggap paling tepat dan efektif dalam proses pembelajaran. Adapun Strategi pembelajaran yang umum digunakan
25 Ibid
26 Kuntjojo, Strategi Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini, Diakses Melalui Https://Ebekunt.Wordpress.Com/2010/07/27/Strategi-Pembelajaran-Untuk-Anak-Usia-Dini/, Pada Hari Kamis Tanggal 5 Agustus, Puku 14.35
di taman kanak-kanak adalah strategi pembelajaran yang berpusat pada anak, strategi pembelajaran melalui bermain, strategi pembelajaran melalui bercerita, starategi pembelajaran melalui bernyanyi dan strategi pembelajaran terpadu.
c. Guru
Guru merupakan pendidik yang mampu mengembangkan kreativitas anak melalui pelaksaan dalam pembelajaran anak usia dini. Menurut Suryana, guru merupakan ujung tombak pendidikan sebab secara langsung berupaya mempengaruhi, membina, dan mengembangkan peserta didik, sebagai ujung tombak guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, dan kemampuan tersebut tercermin pada kompetensi guru.27 Keberhasilan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas dan kompetansi guru, sebagaimana pendapat dari Mulyasa yang mengatakan bahwa guru merupakan komponen paling penting dalam sistem pendidikan untuk mendidik, membimbing, melatih, mengarahkan, menilai sekaligus mengevaluasi proses pendidikan.28
Dari pemaparan di atas dapat disimpukan bahwa guru merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan, karena guru memiliki peran yang sangat penting mengarahkan kegiatan belajar siswa agar bisa mencapai tujuan pembelajaran. oleh karena itu untuk mencapai
27 Farida Mayar, “Strategi Guru Paud Dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia Dini”, Jurnal Pendidikan, Vol.3, Nomor 6, Tahun 2007. hlm.2
28 Mulyasa, E, Menjadi Guru Professional Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan Menyenangkan, (Bandung, Pt. Remaja Rosda Karya, 2016), hlm.134
tujuan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam mengembangankan kreativitas anak, guru perlu melakukan strategi yang dapat merangsang dan menstimulasi perkembangan kreativitas anak melalui kegiatan bermain sambil belajar
2. Keterampilan Sosial Anak Usia Dini a. Pengertian Keterampilan Sosial
Keterampilan sosial merupakan bentuk perilaku, perbuatan dan sikap yang ditampilkan oleh individu ketika berinteraksi dengan orang lain disertai dengan ketepatan dan kecepatan sehingga memberikan kenyamanan bagi orang yang berada disekitarnya.29 Secara bahasa keterampilan sosial berarti kemampuan atau kemahiran dalam berprilaku secara sosial.
Sedangkan keterampilan sosial menurut ethimologi terdiri dari tiga kata yakni keterampilan, sosial dan anak usia dini.
Keterampilan diambil dari kata terampil yang berarti cakap dalam menyelsaikan tugas atau mampu dan cekatan dalam suatu hal. Sosial adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan kemasyarakatan dan anak usia dini berarti yang berusia antara 0-8 tahun.30 Selain itu Keterampilan sosial merupakan bentuk perilaku, perbuatan dan sikap yang ditampilkan oleh individu ketika berinteraksi dengan orang lain disertai dengan ketepatan dan kecepatan sehingga memberikan kenyamanan bagi orang yang berada
29 Putri Admi Perdani, “Peningkatan Keterampilan Sosial Anak Melalui Permainan Tradisional”, Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 8 Edisi I, April 2014. hlm.131
30 Nur Hamzah, Pengembangan Sosial Anak Usia Dini, (Pontianak:Iain Pontianak Press 2015), hlm.21
disekitarnya.31 Jadi pengertian keterampilan sosial secara umum dapat dilihat dalam beberapa bentuk perilaku:
a. Perilaku yang berhubungan dengan diri sendiri (bersifat intrapersonal) seperti mengontrol emosi, menyelsaikan permasalahn sosial secara tepat, memproses informasi dan memahami perasaan orang lain:
b. Perilaku yang berhubungan dengan orang lain, (bersifat interpersonal) seperti memulai interaksi dan komunikasi dengan orang lain dan
c. Perilaku yang berhubungan dengan dengan akademis, seperti mematuhi peraturan dan melakukan apa yang diminta oleh gurunya.32
Adapun pengertian keterampilan sosial menurut beberapa ahli, adalah sebagai berikut.
1. Menurut Sujiono keterampilan sosial adalah kemampuan untuk menilai apa yang sedang terjadi dalam suatu situasi sosial, keterampilan untuk merasa dan dengan tepat menginterprestasikan tindakan dan kebutuhan dari anak-anak dikelompok bermain kemampuan membayangkan bermacam-macam tindakan yang memungkinkan dan memilih salah satunya yang paling sesuai
2. Menurut Osland, keterampilan sosial adalah keahlian memelihara hubungan dengan membangun jaringan berdasarkan kemampuan untuk menemukan titik temu serta membangun hubungan yang baik.
3. Menurut Libet dan Lewinshon bahwa keterampilan sosial merupakan suatu kemampuan yang kompleks untuk melakukan perbuatan yang akan diterima dan menghindarai perilaku yang akan ditolak oleh lingkingan.33
4. Seefeldt dan Barbour mengatakan bahwa keterampilan sosial meliputi: keterampilan komunikasi, berbagi (sharing), bekerja sama, dan berpartisipasi dalam kelompok masyarakat.
5. Walker menjelaskan keterampilan sosial secara umum merupakan respon-respon dan keterampilan yang memberikan seorang individu untuk mempertahankan hubungan positif dengan orang lain.34
31 Yulia Siska, “Penerapan Metode Bermain Peran (Role Playing) Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Dan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini”, Jurnal Pendidikan Usia Dini, Edisi Khusus, No. 2, Agustus 2011. hlm. 31
32Nur Hamzah, “Pengembangan Sosial Anak Usia Dini”,…hlm. 23 33 Ibid, hlm. 24
34 Putri Admi Perdani, “Peningkatan Keterampilan Sosial Anak Melalui Permainan Tradisional”, Jurnal Pendidikan Usia Dini, Volume 8 Edisi I, April 2014. hlm.131
b. Konsep Keterampilan Sosial
Peningkatan perilaku sosial cenderung paling mencolok pada masa awal kanak-kanak. Perilaku sosial ini di lakukan dengan tujuan yang baik, seperti menolong, membantu, berbagi, dan menyumbang.35 Peningkatan perilaku sosial akan bergantung pada tiga hal yaitu:
1. Seberapa kuat keinginan anak untuk di terima secara sosial 2. Pengetahuan mereka tentang cara memperbaiki perilaku dan, 3. Kemampuan intelektual yang semakin berkembang yang
memungkinkan pemahaman hubungan antara perilaku mereka dengan penerimaan sosial.36
Janice J. Beaty menyebutkan bahwa keterampilan sosial atau mencakup perilaku-perilaku seperti:
a. Empati yang didalamnya anakanak mengekspresikan rasa haru dengan memberikan perhatian kepada seseorang yang sedang tertekan karena suatu masalah dan mengungkapkan perasaan orang lain yang sedang mengalami konflik sebagai bentuk bahwa anak menyadari perasaan yang dialami orang lain;
b. Kemurahan hati atau kedermawanan di dalamnya anak-anak berbagi dan memberikan suatu barang miliknya pada seseorang;
c. Kerjasama yang didalamnya anak-anak mengambil giliran atau bergantian dan menuruti perintah secara sukarela tanpa menimbulkan pertengkaran; dan
d. Memberi bantuan yang di dalamnya anak-anak membantu seseorang untuk melengkapi suatu tugas dan membantu seseorang yang membutuhkan.37
35 Yekti Akilasari, “Kemampuan Sosial Anak Usia Dini”, Jurnal Pendidikan Anak, Vol.1, Nomor. 5, 2015. hlm. 3-4
36 Yulia Siska, “Penerapan Metode Bermain Peran (Role Playing) Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Dan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini”, Jurnal Pendidikan Usia Dini, Edisi Khusus, No. 2, Agustus 2011. hlm. 33
37 Ibid, hlm.33
c. Jenis-jenis keterampilan sosial
Menurut Maryani, Keterampialan sosial dikelompokkan atas empat bagian, sebagai berikut:
a. Keterampilan dasar berinteraksi: berusaha untuk saling mengenal dan menjalin hubungan akrab, ada kontak mata, berbagi informasi;
b. Keterampilan komunikasi: mengemukakan pendapat, mendengar dan berbicara secara bergiliran, melembutkan suara (tidak membentak), meyakinkan orang untuk dapat mengemukakan pendapat;
c. Keterampilan membangun kelompok (bekerja sama): mengakomodasi pendapat orang, bekerja sama, saling menolong, saling memperhatikan, saling menghargai;
d. Keterampilan menyelesaikan masalah: mengendalikan diri, taat terhadap kesepakatan, mencari jalan keluar dengan berdiskusi, memikirkan orang lain, empati.38
Sedangkan menurut Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Dalam standar tingkat pencapaian perkembangan anak keterampilan sosial anak usia dini terdiri atas:
a. Rasa tanggung jawab untuk diri dan orang lain: mengetahui hak- haknya,mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas prilakunya untuk kebaikan sesama
b. Perilaku prososial: mampu bermain dengan teman sebaya, memahami perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain, bersikap kooperatif, toleran dan berprilaku sopan.
Prilaku interpersonal, merupakan keterampilan menjalin persahabatan, misalnya memperkenalkan diri, menawarkan bantuan dan memberikan atau menerima pujian.39
38 Di Akses Melalui Https://Staf.Ulm.Ac.Id/Mellyagustina/2016/09/07/Keterampilan- Sosial/ Pada Hari Senin,Tanggal 12 Oktober 2020, Pukul 14.31
39 Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014, hlm.6
d. Ciri-ciri Perkembangan keterampilan Sosial Anak Usia Dini
Dalam standar tingkat pencapaian perkembangan anak keterampilan sosial anak usia dini adalah sebagai berikut:
a. Rasa tanggung jawab untuk diri dan orang lain: mengetahui hak- haknya,mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas prilakunya untuk kebaikan sesame
b. Perilaku prososial: mampu bermain dengan teman sebaya, memahami perasaan, merespon, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain, bersikap kooperatif, toleran dan berprilaku sopan.
c. Prilaku interpersonal, merupakan keterampilan menjalin persahabatan, misalnya memperkenalkan diri, menawarkan bantuan dan memberikan atau menerima pujian.40
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan sosial anak usia dini adalah kemampuan dalam berkomunikasi, bekerjasama, berbagi, berpartisipasi, dan beradaptasi dengan orang lain.
Keterampilan sosial anak usia dini mencakup 3 standar tingkat pencapaian yaitu: Rasa tanggung jawab, Perilaku prososial dan Prilaku interpersonal.
2. Anak Usia Dini
a. Pengertian Anak Usia Dini
Berdasarkan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional berkaitan dengan pendidikan anak usia dini tertulis pada pasal 28 ayat 1 yang berbunyi “Pendidikan anak usia dini diselengarakan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 tahun dan bukan merupakan persyaratan untuk mengikuti pendidikan dasar”. Selanjutnya pada bab 1 pasal 1 ayat 1 ditegaskan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan
40 Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Dan Informal Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, hlm. 11--12
yang ditujukan pada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan yang lebih lanjut.41
Menurut E. Mulyasa, anak usia dini merupakan anak yang berusia 0 sampai 6 tahun atau disebut juga dengan fase golden age. Dalam usia ini anak akan mengalami lonjakan perkembangan yang sangat tinggi.
Perkembangan sosial anak terjadi sangat luar biasa di usia ini, proses perubahan perkembangan akan meningkat secara bertahap dari terendah sampai tinggi pada anak akan sangat terlihat pada usia tersebut.42
Sedangkan menurut Berk, menjelaskan bahwa Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang menjalani suatu proses perkembangan dengan pesat bagi kehidupan selanjutnya. Anak usia dini berada pada rentang usia 0-8 tahun pada masa ini proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek sedang mengalami masa yang cepat dalam rentang perkembangan hidup manusia Proses pembelajaran sebagai bentuk perlakuan yang diberikan pada anak harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki setiap tahapan perkembangan anak.43
41 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
42 E. Mulyasa, Manajemen Paud, (Bandung:Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 34
43 Sujiono Yuliani Nurani, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, (Jakarta: Pt Indeks, 2013), hlm.6