• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Kurikulum Paket Semester Kelas VII - IX

Dalam dokumen Dokumen Kurikulum SMP Negeri 2 Kemranjen (Halaman 44-48)

BAB IV STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

C. Struktur Kurikulum Paket Semester Kelas VII - IX

Menurut Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kurikulum 2013 pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas: kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum.

Struktur Kurikulum SMP Negeri 2 Kemranjen merupakan pengorganisasian kompetensi inti, matapelajaran, beban belajar, kompetensi dasar, dan muatan pembelajaran. Adapun pelaksanaan proses pembelajaran Kurikulum 2013 di SMP Negeri 2 Kemranjen dilalui dengan memakai pendekatan pembelajaran sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri.

Kompetensi inti dirancang seiring dengan meningkatnya usia peserta didik pada kelas tertentu. Melalui kompetensi inti, integrasi vertikal berbagai kompetensi dasar pada kelas yang berbeda dapat dijaga. Kompetensi inti (KI) yang terdapat pada kurikulum 2013 adalah tingkat kemampuan guna mencapai standar kompetensi lulusan yang wajib dipunyai oleh setiap peserta didik pada masing-masing tingkat kelas. Kompetensi inti sebagaimana dimaksud pada terdiri atas: a) kompetensi inti sikap spiritual; b) kompetensi inti sikap sosial; c) kompetensi inti pengetahuan; d) kompetensi inti keterampilan

Sedangkan Kompetensi dasar (KD) adalah kemampuan dan materi pembelajaran minimal yang wajib dicapai oleh para peserta didik untuk suatu mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti. Baik KI dan KD menjadi acuan dalam proses pembelajaran

1. Kompetensi inti SMP Kelas VII-IX

NO KOMPETENSI INTI KELAS VII KOMPETENSI INTI KELAS VIII KOMPETENSI INTI KELAS IX 1 Menghargai dan menghayati ajaran

agama yang dianutnya

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya

3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

2. Mata Pelajaran

Berdasarkan kompetensi inti disusun mata pelajaran dan alokasi waktu yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan. Susunan mata pelajaran dan alokasi waktu untuk Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah sebagaimana tabel berikut.

Struktur Kurikulum SMP Negeri 2 Kemranjen terdiri atas:

MATA PELAJARAN

ALOKASI WAKTU PERMINGGU VII VIII IX Kelompok A

1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 2. Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan 3 3 3

3. Bahasa Indonesia 6 6 6

4. Matematika 5 5 5

5. Ilmu Pengetahuan Alam 5 5 5

6. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4

7. Bahasa Inggirs 4 4 4

Kelompok B

1. Seni Budaya 3 3 3

2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan

Kesehatan 3 3 3

3. Prakarya 2 2 2

4 Bahasa Jawa 2 2 2

Pengembangan Diri 1. Bimbingan Konseling 2. Ekstrakurikuler

a. Pramuka b. BTAQ c. PMR d. Mading e. Sepak Bola f. Karate g. Kentongan

JUMLAH ALOKASI WAKTU PER MINGGU 40 40 40 Keterangan:

 Mata Pelajaran kelompok A adalah kelompok mata pelajaran yang kontennya dikembangkan oleh pusat. Mata pelajaran Kelompok B yang terdiri atas mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan adalah kelompok mata pelajaran yang

kontennya dikembangkan oleh pusat dan dilengkapi dengan konten lokal yang dikembangkan oleh pemerintah daerah.

 Mata pelajaran umum kelompok A merupakan program kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik sebagai dasar penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Mata pelajaran umum kelompok B merupakan program kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni.

 Mata pelajaran Bahasa Daerah merupakan mata pelajaran muatan lokal yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor : 423.5/5/2010 tentang Kurikulum Mata Pelajaran Muatan Lokal (Bahasa Jawa) untuk Jenjang Pendidikan SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs Negeri dan Swasta Provinsi Jawa Tengah serta Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 57 Tahun 2013 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 Tentang Bahasa, Sastra, Dan Aksara Jawa.

 Bahasa Daerah sebagai muatan lokal di SMP Negeri 2 Kemranjen diajarkan secara terpisah dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya karena bahasa daerah merupakan salah satu dari kekayaan budaya daerah yang perlu dilestarikan sehingga perlu mendapatkan perhatian yang lebih. Agar kegiatan pembelajaran bahasa daerah dapat berjalan maksimal, SMP Negeri 2 Kemranjen menambah 2 jam pelajaran per minggu.

 Selain kegiatan intrakurikuler seperti yang tercantum di struktur kurikulum di atas, terdapat pula kegiatan ekstrakurikuler SMP Negeri 2 Kemranjen antara lain Pramuka (Wajib), BTAQ (wajib), Palang Merah Remaja, Karate, Pencak Silat, Sepakbola, Volly, Kentongan.

Kegiatan ekstrakurikuler adalah dalam rangka mendukung pembentukan kompetensi sikap sosial peserta didik, terutama adalah sikap peduli antarsesama dan peduli lingkungan. Di samping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam usaha memperkuat kompetensi

keterampilan dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstrakurikuler ini dapat dirancang sebagi pendukung kegiatan kurikuler.

Sebagai pembelajaran tematik terpadu, angka jumlah jam pelajaran per minggu untuk tiap mata pelajaran adalah relatif. Guru dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan peserta didik dalam pencapaian kompetensi yang diharapkan.

Jumlah alokasi waktu jam pelajaran setiap kelas merupakan jumlah minimal yang dapat ditambah sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Dalam dokumen Dokumen Kurikulum SMP Negeri 2 Kemranjen (Halaman 44-48)

Dokumen terkait