• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber informasi

Dalam dokumen ff$ut"i (Halaman 50-54)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4. Sumber informasi

a. Ibu DM adalah salah satu informan di Kelurahan Mangasa. Ibu DM lahir pada tanggal 15 Februari 1967, menempuh pendidikan terakhir di sekolah menengah atas, Ibu DM bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga, berumur 47 tahun dan mempunyai enam orang anak. Salah satu anak perempuannya bernama Fitria, anak ke enam dari enam bersaudara dan lahir pada tanggal 27 Februari 2000 yang berumur 15 tahun, sedang menempuh pendidikan di sekolah SMP Gunung Sari 1.

“…Saya selalu mengajarkan dan menasehati anak saya supaya kalau bergaul dengan teman-temanya jangan terlalu mengikuti apa yang mereka katakan karena jangan sampe kamu terjerumus dalam pergaulan bebas dan saya harus tahu sama siapa saja anak saya berteman, jangan menerima telpon sembarang kalau tidak dikenal dan saya memberi kebebasan pada anak saya selama itu wajar….”

(Wawancara tanggal 25 Mei 2015).

b. Ibu NH juga merupakan salah satu informan di Kelurahan mangasa.

Usia dari Ibu NH 49 tahun, lahir pada tanggal 20 Maret 1965 yang menempuh penndidikan terakhir S2, Ibu NH bekerja sebagai Guru SMA dan mempunyai 2 orang anak. Salah satu dari anaknya tumbuh menjadi remaja yang bernama Fatwa, berumurr 14 tahun, anak ke-2 dari 2 bersaudara dan sekolah di SMP Negeri 26 Makassar.

“….Kalau saya dek sebagai orangtua memberi kebebasan pada anak saya karena anak saya pasti bisa membedakan mana yang baik mana buruk. saya tidak mau menekan anak saya karena sekalipun saya bilang jangan begitu tapi anak saya tetap melakukannya jadi tergantung dari dirinya. Saya tidak bisa mengawasi anak saya dalam 24 jam hanya memberi masukan jangan sembarang bergaul sama orang yang tidak kamu ketahui baik atau tidak jangan sampai kamu terjerumus dalam pergaulan yang tidak baik kalau kamu bergaul sama orang yang tidak baik…”(Wawancara pada tanggal 25 Mei 2015).

c. Ibu Aa 41 tahun yang merupakan Ibu Rumah tangga dan menempuh pendidikan terakhir SMA. Ibu Aa mempunyai 3 orang anak yang salah satu anaknya bernama Melani, berumur 14 tahun, anak pertama dari 3 bersaudara dan sekolah di SMP Gunung Sari 1.

“…Anak saya di antar pergi sekolah dan di jemput sama bapaknya, masukpi dikelas baru pulang bapaknya. Saya melarang anak saya keluar kalau tidak penting, saya juga bilang sama anak saya jangan bergaul sama teman yang tidak kamu kenal baik, jangan sampai kamu ikut-ikutan dan terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik dan merusak masa depanmu. Jika anak saya melanggar aturan yang ada, saya marah’I dan di nasihati juga. Kalau masalah Hp saya tidak memberikan anak saya Hp yang bangus hanya bisa menelpon dan sms saja…”(Wawancara pada tanggal 26 Mei 2015

d. Fitria seorang remaja yang berumur 15 tahun yang ada dikelurahan Mangasa. Fitria adalah seorang pelajar yang duduk dibangku Sekolah

menengah pertama (SMP Gunung Sari 1) kelas VIII, anak ke-6 dari enam bersaudara, lahir pada tanggal 27 Februari 2000.

“….Saya memilih teman harus tau bagaimana orangnya, dari keluarga baik-baik atau tidak,kenal berbulan, dilarang keluar malam dan tidak terlalu bergaul supaya tidak terjerumus pergaulan salah.

Kalau melanggar dapat marah dari ibu sama bapak, mda boleh pacar- pacaran dulu. Kalau disekolah kak mda pernapi terlambat karena dekat jee sekolahku….”(Wawancara pada tanggal 28 Mei 2015).

e. Fatwa 14 tahun merupakan pelajar sekolah menengah pertama (SMP Negeri 26 Makassar) kelas VIII, anak ke-2 dari dua orang bersaudara.

“….Ibu’ku bilang jangan bergaul sama teman yang tidak saya kenal baik, Ibu’ku tidak terlalu mengatur, ibu percaya kalau saya pasti bisa membentengi diri. Kalau pulang sekolah saya bantu Ibu dirumah menjual. Terus disekolah pernah terlambat tapi jarang, disuruh membersihkan atau dilarang masuk belajar….” (Wawancara pada tanggal 28 Mei 2015)

f. Melani yang berumur 14 tahun, sekolah di SMP Gunung Sari 1 kelas satu, anak pertama dari 3 bersaudara.

“….Saya ka’ mda boleh terlalu bergaul, mda boleh keluar, dsni saja duduk sama teman-teman disini. Memilih teman yang baik-baik.

jangan ikut-ikutan. Mama’ku ka mda nakasika Hp yang bagus, temanku jee juga biasa kutelpon. Kalau melanggar dimarah-marahiki itu kak, dinasihatiki juga bilang mau jako mendengar atau tidak, sudah mako ditanya. Masalah pacaran mda boleh ka’. Kalau masalah disekolah pasti pernah melanggar ia, terlambat. Disuruh maki itu pungut sampah. Guru bilang lain kali janganko begiu lagi nak….”

(Wawancara pada tanggal 28 Mei 2015).

g. Rara merupakan salah satu teman bergaul dari para remaja (Fitria, Fatwa, Melani). Rara berumur 14 tahun, lahir pada tanggal 11 November 2000 dan mempunyai enam saudara. Rara adalah anak 2 dari enam bersaudara, Rara sekolah di SMP Negeri 26 Makassar.

“….Kalau saya kak dalam memilih teman dilihat dari bobot bebetnya, teman yang akan ditemani bergaul, dilihat dari mental dan cara kedua

orangtua mendidiknya, dilarang keluar malam bagi cewe, dilarang pacar-pacaran, kalau sering-sering memegang Hp dimarahi. Kalau melakukan pelanggaran seperti itu dimarah-marahi dan dinasehati menjauhi pergaulan bebas, saya kak selalu ingat nasihat orangtua menjauhi laki-laki yang mau merusak. Terus kalau disekolah saya pernah terlambat, dimarah-dimarahi sama guru dan dijemur. Sudah dijemur dan dibilangi jangan terlambat lagi, masuk mako dikelasmu….”(Wawancara pada tanggal 28 Mei 2015).

h. MH. Seorang guru SMP dan SMA, umur 24 tahun, lahir pada tanggal 19 januari 1991 anak pertama dari 3 bersaudara dan pendidikan terakhir S1.

“…..Dalam mendidik siswa saya, perlunya kerapian, kesopanan, dan santun namun sebelum siswa diharapkan mengaplikasikan hal tersebut seorang guru juga harus melakukannya agar anak didiknya mengikuti, siswa setiap hari diberikan nasihat. Ketika seorang siswa melakukan pelanggaran diberikan pengaraha dan jika seorang siswa sering melanggar dihukum sesuai dengan kemanpuannya. Supaya siswa terhindar dari pergaulan bebas memberikan sosialisasi dengan mengikutkan seminar tentang pergaulan bebas. Dalam sekolah siswa tidak diberikan batasan dalam bergaul, dan ketika seorang siswa berada dluar sekolah itu tanggungjawab orangtua. Sosialisasi yang baik dan benar tanpa paksaan terhadap siswa dengan terlebih dahulu guru harus memberikan contoh kepada siswa. Misalnya merokok dan jangan buang sampah sembarangan jadi seorang guru juga jangan merokok dan buangsampah sembarangan. Mengei Hp mda batasan karena biar kita sementara menjelaskan tetep saja siswa mngapload fhoto di FB (sulit mengontrol) …” ( Wawancara pada tanggal 30 Mei 2015)

i. NHF Seorang guru yang berumur 24 tahun, NHF mengajar disekolah menengah pertama dan lahir pada tanggal 10 Mei 1991 anak pertama dari empat bersaudara, pendidikan terakhir S1.

“…... Dalam mendidik siswa diperlukan pendekan karena karakter siswa berbeda-beda setelah dipahami baru diterapkan apa diinginkan siswa. Ketika seorang siswa melanggar aturan diberikan motivasi sebelum jam pelajaran, penanaman karakter. Mendekati siswa jika melakukan pelanggaran apa alsannya dan mencari solusi, sanksi.

Supaya siswa tidak terjerumus dalam pergaulan bebas diadakan seminan tentang anti seks bebas. Selanjutnya pintar-pintar menasehati

siswa bahwa jangan mengikuti cara bergaul temannya yang salah.

Guru jangan sekedar teori tapi memperlihatkan temannya yang prestasinya bagus dan patut untuk di contoh dan dalam penggunaan hp wali kelas mengambil Hp pada saat jam pelajaran dikembalikan setelah jam pelajaran selesai jadi tidak ada pelanggaran….”

(Wawancara pada tanggal 30 Mei 2015).

Dalam dokumen ff$ut"i (Halaman 50-54)

Dokumen terkait