• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Pendapatan Sekunder

Dalam dokumen BUKU - SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM.pdf (Halaman 33-38)

RASULULLAH SAW

E. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM

2. Sumber Pendapatan Sekunder

Di antara sumber-sumber pendapatan sekunder yang memberikan hasil yaitu:

a. Uang tebusan untuk para tawanan perang, hanya dalam kasus Pe- rang Badar pada perang lain tidak disebutkan jumlah uang tebusan

38 Nur Chamid. 2010. Jejak Langkah Pemikiran Ekonomi Islam. hlm. 51.

39 Heri Sudarsono. 2007. Konsep Ekonomi Islam. hlm. 123.

SAMPLE

tawanan perang.

b. Pinjaman-pinjaman setelah menaklukkan Kota Mekkah untuk pembayaran uang pembebasan kaum Muslimin dari Judhayma atau sebelum pertempuran Hawazin 30.000 dirham (20.000 dir- ham menurut Bukhari) dari Abdullah bin Rabia dan meminjam beberapa pakaian dan hewan-hewan tunggangan dari Sufyan bin Umaiyah.

c. Khumus atas rikaz harta karun temuan pada periode sebelum Islam.

d. Amwal fadhla, berasal dari harta benda kaum Muslimin yang me- ninggal tanpa ahli waris atau berasal dari barang-barang seorang Muslim yang meninggalkan negerinya.

e. Wakaf, harta benda yang diindikasikan kepada umat Islam yang disebabkan Allah dan pendapatannya akan didepositokan di bai- tulmal.

f. Nawaib, pajak yang jumlahnya cukup besar yang dibebankan pada kaum Muslimin yang kaya dalam rangka menutupi pengeluaran negara selama masa darurat dan ini pernah terjadi pada masa Pe- rang Tabuk.

g. Zakat fitrah, adalah zakat yang sebab diwajibkannya adalah futur (berbuka puasa) pada bulan Ramadhan. Menurut terminologi yai- tu zakat yang dikeluarkan berdasarkan jumlah atau anggota kelu- arga, perempuan dan laki-laki, kecil maupun dewasa wajib menge- luarkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan.40

h. Bentuk lain sedekah seperti kurban dan kaffarat. Kaffarat adalah denda atas kesalahan yang dilakukan seorang Muslim pada acara keagamaan, seperti berburu pada musim haji.41

Sumber pemasukan negara berasal dari beberapa sumber, tetapi yang paling pokok adalah zakat dan ushr. Secara garis besar, pemasuk- an negara dapat dikelompokkan bersumber dari umat Islam, non-Mus- lim, dan umum sebagaimana dalam tabel di bawah ini.42

SUMBER-SUMBER PENDAPATAN PADA MASA RASULULLAH SAW.

Dari kaum Muslim Dari kaum non-Muslim Umum 1. Zakat

2. Ushr (5-10 persen)

1. Jizyah 2. Kharaj

1. Ghanimah 2. Fay

40 Qadariah Barkah, dkk. 2020. Fikih Zakat dan Wakaf. hlm. 52.

41 Nur Chamid. 2010. Ibid. hlm. 52.

42 Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI). 2013. Ekonomi Islam. hlm. 99.

SAMPLE

Dari kaum Muslim Dari kaum nonMuslim Umum

3. Ushr (2, 5 persen) 4. Zakat fitrah 5. Wakaf 6. Amwal Fadila 7. Nawaib 8. Sedekah 9. Khumus

3. Ushr (5 persen) 3. Uang tebusan.

4. Pinjaman dari kaum Muslim atau non- Muslim.

5. Hadiah dari pemimpin atau pemerintah negara yang lain.

Pencatatan seluruh penerimaan negara pada masa Rasulullah saw.

tidak ada, karena beberapa alasan:

a. Jumlah orang Islam yang bisa membaca sedikit dan jumlah orang yang dapat menulis, apalagi yang mengenal aritmatika sederhana.

b. Sebagian besar bukti pembayaran dibuat dalam bentuk yang seder- hana, baik yang didistribusikan maupun yang diterima.

c. Sebagian besar dari zakat hanya didistribusikan secara lokal.

d. Bukti-bukti penerimaan dari berbagai daerah yang berbeda tidak umum digunakan.

e. Pada kebanyakan kasus, ghanimah digunakan dan distribusikan se- telah terjadi peperangan tertentu.43

Catatan mengenai pengeluaran secara perinci pada masa hidup Ra- sulullah saw. juga tidak tersedia, tetapi tidak bisa diambil kesimpulan bahwa sistem keuangan yang ada tidak dijalankan sebagaimana mes- tinya. Dalam kebanyakan kasus, pencatatan diserahkan pada pengum- pul zakat dan setiap orang pada umumnya terlatih dalam masalah pe- ngumpulan zakat. Setiap perhitungan yang ada disimpan dan diperiksa sendiri oleh Rasulullah saw. Beliau juga memberi nasihat kepada pe- ngumpul zakat mengenai hadiah yang ia terima.

Sebagaimana yang dinyatakan dalam Hadis Bukhari, Rasulullah saw sangat menaruh perhatian terhadap zakat, terutama zakat unta.

Orang Urania pernah diberi hukuman berat karena mencuri zakat unta. Demikian juga, Rasulullah saw. memperhatikan pendapatan dari kharaj dan jizyah. Di masa beliau, bukti pembayaran kharaj dan jizyah berisi nama-nama yang berhak menerimanya. Mereka disebut seriatim yang masing-masing menerima bagian sesuai dengan kondisi materiel- nya, orang yang sudah menikah mendapat bagian dua kali dari bagian

43 Heri Sudarsono. 2007. Konsep Ekonomi Islam. hlm. 124.

SAMPLE

yang didapat orang yang belum menikah, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud.44

PENGELUARAN-PENGELUARAN NEGARA

Primer Sekunder

1. Biaya pertahanan, seperti per- senjataan, unta, kuda, dan per- sediaan.

2. Penyaluran zakat dan ushr kepada yang berhak menerimanya menurut ketentuan Al-Qur’an.

3. Pembayaran gaji untuk wali, qadi, guru, imam, muadzin, dan pejabat negara lainnya.

4. Pembayaran upah para sukarelawan.

5. Pembayaran utang negara.

6. Bantuan untuk musafir (dari daerah Fadak).

1. Bantuan untuk orang yang belajar agama di Madinah.

2. Hiburan untuk para delegasi ke- agamaan.

3. Hiburan untuk para utusan suku dan negara serta biaya perjalanan mereka. Pengeluaran untuk duta- duta negara.

4. Hadiah untuk pemerintah negara lain.

5. Pembayaran untuk pembebasan kaum Muslimim yang menjadi budak.

6. Pembayaran denda atas mereka yang terbunuh secara tidak sengaja oleh pasukan Muslim.

7. Pembayaran utang orang yang meninggal dalam keadaan miskin.

8. Pembayaran tunjangan untuk orang miskin.

9. Tunjangan untuk sanak saudara Rasulullah saw.

10. Pengeluaran rumah tangga Rasulullah saw. (hanya sejumlah kecil; 80 butir kurma 80 butir gandum untuk setiap istrinya).

11. Persediaan darurat (sebagian dari pendapatan perang Khaibar).

Rasulullah saw. dalam memimpin pemerintahan berperan sebagai eksekutif, yudikatif, dan sekaligus legislatif. Segala kebijakan berpe- gang dari wahyu Allah. Namun Rasulullah saw. tidak segan-segan ber- tanya mengenai masalah-masalah tertentu kepada sahabat-sahabatnya.

Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk bertukar pikiran dengan orang- orang beriman dalam urusan mereka, kalau semua diputuskan oleh Allah, maka tentu tidak ada gunanya beliau bertukar pikiran.

Rasulullah saw meninggal pada saat dhuha, pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 8 Juni 632 M. Beliau pulang ke rahmat Allah dalam usia 63 tahun 3 bulan. Ini terjadi sesudah beliau menyampaikan risalahnya, menunaikan amanat, memberikan bimbingan dan petun-

44 Ibid. hlm. 125.

SAMPLE

juk kepada seluruh umat manusia, memberikan keteladanan terbaik, menegakkan keadilan dan mengisi seluruh hidupnya dengan akhlak terpuji.45

45 Samsul Munir Amin. 2015. Sejarah Peradaban Islam. hlm. 85.

SAMPLE

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM

Dalam dokumen BUKU - SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM.pdf (Halaman 33-38)