Supervisi/pembinaan program TBC bertujuan untuk meningkatkan kinerja petugas, melalui suatu proses yang sistematis sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta memperbaiki sikap dan motivasi petugas dalam bekerja. Dalam upaya melakukan supervisi/pembinaan program TBC di fasyankes, maka dibentuk jejaring pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam bentuk kegiatan berupa seperti supervisi,
Sumber Data TBC 01, 03
Numerator Jumlah pasien TBC yang diobati sampai pengobatan lengkap (TBC 01, TBC 03) Denominator Jumlah pasien baru TBC paru terkonfirmasi bakteriologis yang diobati (TBC 03)
Rumus
Jumlah Pasien Baru TBC ParuTerkonfirmasi Bakteriologis yang sembuh x 100%
Jumlah seluruh kasus terkonfirmasi bakteriologis yang diobati (TBC 01, 03)
Manfaat 1) Menilai kualitas pelayanan pengobatan di fasilitas kesehatan 2) Indikator ini dapat digunakan untuk menilai PMO
3) Indikator ini untuk menilai kepatuhan pasien minum obat 4) Menilai keberhasilan program TBC
5) Mengetahui pasien yang resistan obat
102
pertemuan monitoring dan evaluasi yang melibatkan seluruh fasyankes pemerintah dan swasta.
Tahapan kegiatan supervisi meliputi: perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pemecahan masalah, dan penyusunan laporan serta memberikan umpan balik secara tertulis. Supervisi secara rutin dan teratur pada semua tingkat bersama-sama dilaksanakan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota dan dinas tenaga kerja kabupaten/kota sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali.
Pada keadaan tertentu frekuensi supervisi perlu ditingkatkan, yaitu pada saat pelatihan baru selesai dilaksanakan, pada tahap awal pelaksanaan program dan bila kinerja dari suatu fasilitas kesehatan dinilai perlu ditingkatkan.
103 BAB VII PENUTUP
Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan kesakitan, kecacatan, dan kematian yang tinggi sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan. Program pencegahan dan pengendalian TBC di tempat kerja merupakan upaya penanggulangan TBC di kalangan perkerja baik melalui kegiatan promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitataif yang bertujuan untuk melindungi kesehatan pekerja agar tetap sehat, bugar dan produktif.
Program penanggulangan TBC di tempat kerja harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh pihak dan diperlukan komitmen pimpinan perusahaan, dukungan dari seluruh unsur yang ada di perusahaan, seluruh pekerja berikut keluarganya, stakeholder sebagai mitra jejaring kemitraan serta pemerintah sebagai pembina/pengawas sehingga terjadi peningkatan keterpaduan pelaksanaan program melalui kemitraan dan layanan keterpaduan pemerintah dan swasta (Public Private Mix).
Dengan tersusunnya Panduan Penanggulangan TBC di Tempat Kerja ini, maka diharapkan upaya penanggulangan TBC di tempat kerja dapat dilaksanakan secara lebih luas, terintegrasi, berkesinambungan dan sesuai dengan standar yang berlaku; dan petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan TBC secara bermutu dan terpadu.
104 Daftar Pustaka
1. Badan Pusat Statistik, 2019. Keadaan Pekerja di Indonesia Agustus 2019.
Kementerian Kesehatan RI, 2022a.
2. Barnes et all. Silica-associated lung disease: An old-world exposure in modernindustries.2019.
3. Departemen Kesehatan RI, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI 2008, Pedoman Penanggulangan TBC di tempat kerja (work place) 4. ILO, Tuberculosis, Guidelines for workplace control activities.
5. Perarturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 66 Tahun 2016 tentang K3 Rumah Sakit
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis
7. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 52 Tahun 2018 tentang K3 Fasyankes
8. Kementerian Kesehatan RI. Tim Kerja TBC-ISPA. Direktorat P2PM 2022, Update Kebijakan Penanggulangan Tuberkulosis. Disampaikan pada Pertemuan Sosialisasi Pemberian SKP bagi Dokter terkait Pelayanan Tuberculosis.
9. Kementerian Kesehatan R.I. , Tim Kerja TBC-ISPA. Direktorat P2PM 2022, Update Tatalaksana (Diagnosis dan Pengobatan) Tuberkulosis dan peran KOPI TBC dalam Eliminasi Tuberculosis 2030. Disampaikan pada Pertemuan Sosialisasi Pemberian SKP bagi Dokter terkait Pelayanan Tuberkulosis.
10. Kementerian Kesehatan RI, 2022, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Pelayanan Kesehatan Penyakit Akibat Kerja.
11. Kementerian Kesehatan RI, 2022b. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/1186/2022 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Kementerian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021.
105
12. Kementerian Kesehatan RI 2020, Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia , 2020-2024.
13. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan 2020.
14. Kementerian Kesehatan RI, 2019. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/755/2019 tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis.
15. Kementerian Kesehatan RI, 2019, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2019 tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi di Lingkungan Kementerian Kesehatan
16. Kementerian Kesehatan RI, 2018, Peraturan Menteri Kesehatan RI No 52 Tahun 2018 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan.
17. Kementerian Kesehatan RI, 2017, Peraturan Menteri Kesehatan RI No 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
18. Kementerian Kesehatan RI. Petunjuk Teknis Pemeriksaan TBC dengan TCM, Tahun 2017.
19. Kementerian Kesehatan RI, 2016, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis 20. Kementerian Kesehatan RI, 2016, Peraturan Menteri Kesehatan RI No 66
tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit 21. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Ketenagakerjaan RI, 2015,
Panduan Pengendalian Tuberkulosis di Tempat Kerja.
22. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, 2008. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.25/Men/XII/2008 tentang Pedoman Diagnosis dan Penilaian Cacat Karena Kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja.
106
23. Lanzafame, M., Vento, S., Mini Review Siliko Tuberkulosis, Journal of Clinical Tuberculosis and other Mycobacterial diseases, May 23, 2021, Published online 2021 Feb 2. doi: 10.1016/j.jctube.2021.100218
24. NIOSH. Hierarchy of Controls.
https://www.cdc.gov/niosh/topics/hierarchy/default.html
25. P. Jamshidi et all. Silicosis and tuberculosis: A systematic review and meta- analysis. 2023.
26. Panduan Penerapan Jejaring Layanan TBC di Fasyankes Pemerintah dan Swasta Berbasis Kab/Kota (District-based Public Private Mix/DPPM).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 17 Juli 2019.
27. Panduan Umum Praktik Klinis Penyakit Paru dan Pernapasan, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 2020; hal 68 – 76.
28. Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Tuberkulosis di Indonesia, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), 2021
29. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Januari 2020
30. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No.13 Tahun 2022 tentang Penanggulangan Tuberkulosis di Tempat Kerja
31. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No: PER. 03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja
32. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per.02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Menyelenggarakan Keselamatan Kerja
33. Peraturan Pemerintah Nomor 88 Tahun 2019 tentang Kesehatan Kerja 34. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021 tentang
Penanggulang Tuberkulosis
35. Peta Jalan Eliminasi Tuberkulosis di Indonesia tahun 2020-2030, Kementerian Kesehata Republik Indonesia, Juni 2019
107
36. Petunjuk Teknis Penanganan Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTBC), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020
37. Probandari, A., Harbianto, D., Meyanti, F., Houben, R., Rudman, J., Fiekert, K., Ahmadova, S.R., Jatilaksono, S., 2020. Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020- 2024. Kementerian Kesehatan RI, Pertemuan Konsolidasi Nasional Penyusunan STRANAS TB.
38. Soemarko, D., Sulistomo, A., 2014. Tujuh Langkah Diagnosis Okupasi sebagai Penentu Penyakit Akibat Kerja, ed. 2 revisi. PERDOKI.
39. Soemarko, D., Sulistomo, A., Mansyur, M., Wibawanti, R., Ali, S., Handoko, A., 2019. Konsensus Tatalaksana Penyakit Akibat Kerja di Indonesia. Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI.
40. Soemarko, D.S., Sulistomo, A.B., Wibowo, S., Puspitasari, A., Sampekalo, P., 2017. Pedoman Klinis Diagnosis dan Tatalaksana Kasus Penyakit Akibat Kerja. PERDOKI-KKOI.
41. Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020-2024, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Mei 2020.
42. Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/III.1/936/2021 Tentang Perubahan Alur Diagnosis dan Pengobatan Tuberkulosis di Indonesia.
43. The End TBC Strategy, Worl Health Organization, 2015 WHO Operational handbook on tuberculosis 2022, Modul 5. Management of tuberculosis in children and adolescence.
44. Wibowo, D.R., Puspitasari, A., Sampekalo, P., 2021. Pedoman Klasifikasi Diagnosis Penyakit Akibat Kerja, ed. 1. PERDOKI-KKOI.
108
Lampiran
1 FORM TB 01
2 FORM TB 01
3 FORM TB 02
4 FORM TB 03
5 FORM TB 04
1 FORM TB 05
1 FORM TB 06
1 FORM TB 09
1 FORM TB 10
2 FORM TB 13
1 FORM TB 14