• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Data dan Analisis Data

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA

B. Penyajian Data dan Analisis Data

Penyajian dan analisis data memuat tentang uraian data dan temuan yang diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang diuraikan seperti bab III. Uraian ini terdiri atas deskripsi data yang disajikan dengan

110Tata Usaha MAN 3 Banyuwangi, Banyuwangi, 14 Agustus 2019.

topik sesuai dengan pernyataan-pernyataan penelitian. Hasil analisis data merupakan temuan penelitian yang disajikan dalam bentuk pola, tema, kecenderungan, dan motif yang muncul dari data. Di samping itu, temuan dapat berupa penyajian kategori, sistem klasifikasi, dan tipologi.111

1. Penguatan Pendidikan Karakter dalam nilai religius siswa melalui Laskar Zakat, Infaq dan Shadaqah di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi Tahun 2019

Penguatan pendidikan karakter nilai religius yang dilakukan oleh Laskar ZIS tidak bisa di lepaskan dengan konsep atau paradigma dasar arti religius yang meliputi tiga aspek nilai dasar, yaitu hubungan manusia dengan Tuhannya, hubungan manusia dengan sesama manusia dan manusia dengan alam. Hubungan manusia dengan Tuhannya seperti menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya, hubungan manusia dengan sesama manusia seperti membantu teman ketika sedang kesusahan, hubungan manusia dengan alam.

Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap yang dilakukan oleh Laskar ZIS pada tanggal 10 Mei 2019 yang dikenal dengan jum’at berZIS, sebagai sarana penguatan karakter religius karena mereka semua terlihat dengan jelas melakukan secara sukarela dan ikhlas.

Disamping kegiatan-kegiatan yang bersentuhan langsung dengan Zakat, Infaq dan Shadaqah yang dilakukan Laskar ZIS dalam upaya penguatan pendidikan karakter dalam aspek religius yang dilakukan

111Tim Penyusun. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. (Jember: IAIN Jember, 2018)., 76.

Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi melalui Laskar ZIS salah satu aspek religius yang disentuh yaitu dalam rangka penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT, Laskar ZIS juga terlibat dalam membaca al- Qur’an, shalat dhuha berjamaah, dan shalat dhuhur berjamaah.

a. Habl min Allah (Hubungan manusia dengan Allah).

Dalam hal ini Hablum Minallah atau hubungan manusia dengan Tuhannya bermakna menjaga hubungan dengan Allah dengan selalu melaksankan segala perintahnya serta meninggalkan segala larangannya. Untuk membangun hubungan manusia dengan Allah, kita mempunyai kewajiban untuk menunaikan hak-hak Allah. Dimana yang dimaksud disini ialah mentauhidkan-nya dengan tidak menyekutukan dengan yang lain, serta menjalankan segala perintahnya melalui membaca al-Qur’an, shalat dhuha berjamaah, shalat dhuhur berjamaah seperti yang dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi.

Karena kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian amalan-amalan yang termasuk dalam persoalan ibadah yang berkhubungan dengan Allah tanpa melibatkan manusia lain dalam artian menjalankan ibadah dalam pribadi masing-masing.

Selain tiga ibadah yang telah di sebutkan diatas, terdapat kegiatan lain yang merupakan termasuk dalam ibadah Hablum Minallah, yaitu menunaikan zakat, Infaq, dan Shadaqah. Menunaikan zakat merupakan ciri-ciri orang yang bertaqwa kepada Allah SWT, karena zakat menempati posisi ketuga setelah shalat. Zakat dan shalat

merupakan dua ibadah yang paling utama bagi setiap umat muslim, karena tujuan dari melaksanakan ibadah shalat yaitu untuk membersihkan manusia dari dosa dan kotoran dengan amalah jasmaniah dan rohaniah. Sedangkan zakat bertujuan untuk membersihkan dosa dan kotoran dengan amalan maliah (harta) sebagai rasa syukur kita atas nikmat harta yang telah Allah berikan, Begitu juga dengan Infaq dan Shadaqah yang merupakan perintah Alla SWT yang harus dijalankan.

Sebagaimana hasil wawancara dengan bapak Samsul ma’arif selaku waka kesiswaan pada tanggal 09 Mei 2019 sebagai berikut:

“Gini mbk, disini ada beberapa program yang dikembangkan madrasah guna membentuk dan menguatkan karakter siswa, program ini dibantu oleh anak-anak kami dari Laskar ZIS, nah kenapa kok dari anak Laskar ZIS, karena pihak sekolah sudah memberi amanat dan mempercayakan kepada Laskar ZIS untuk memantau jalannya kegiatan tersebut, jadi mereka yang membantu mengingatkan teman-temannya ketika ada yang tidak melaksanakan ibadah membaca al-Qur’an, shalat dhuha, dan shalat dhuhur yang ada di Man 3 Banyuwangi.”112

Berdasarkan wawancara dengan bapak Eko selaku wali kelas XI Agama pada tanggal 10 Mei 2019 dengan hasil wawancara sebagai berikut:

“Iya memang Laskar ZIS berpengaruh besar dalam kegiatan religius tersebut, selain kegiatan sholat dhuha dan sholat dzuhur, kegiatan awal sebelum proses pembelajaran dimulai yang dilakukan adalah membaca al-Qur’an. Disini Laskar ZIS berperan untuk mengarahkan seluruh siswa masuk dalam kelasnya masing-masing sebelum kegiatan membaca al-Qur’an

112Samsul Ma’arif,Wawancara, Banyuwangi, 09 Mei 2019.

dimulai, dimana pembacaan al-Qur’an dipandu oleh salah satu guru dari kantor berdasarkan jadwal-nya.”113

Hal ini sesuai dengan hasil dokumentasi sebagai berikut:114 Gambar 4.1 shalat dhuha dan shalat dhuhur berjamaah.

Dalam dokumentasi di atas siswa sedang melaksanakan shalat Dhuha berjamaah di masjid Al-Hidayah dan halaman masjid Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi pada hari Kamis tanggal 08 Agustus 2019 pada pukul 09.38 WIB. Guru, warga sekolah dan siswa tampak melaksanakan ibadah shalat Dhuha berjamaah secara khusyuk.115

113Eko Suyitno, Wawancara, Banyuwangi, 10 Mei 2019.

114Peneliti, Observasi, Banyuwangi, 17 Mei 2019.

115Peneliti, Observasi, Banyuwangi, 08 Agustus 2019.

b. Habl min an-nas (Hubungan manusia dengan sesama).

Ada beberapa akhlak terhadap sesama, yakni: a. Berbuat baik kepada tetangga. b. Ta’awun (Saling Menolong). c. Tawadhu ( Merendahkan Diri terhadap Sesama). d. Hormat kepada Teman dan Sahabat. e. Silaturahim dengan Kerabat.

Dari beberapa akhlak yang telah disebutkan diatas, ada salah satu point yang sangat menarik, yakni Ta’awun (Saling Menolong), sikap tolong menolong merupakan akhlak yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena menolong sesama merupakan suatu nilai ibadah dihadapan Allah SWT.

Setiap ibadah yang diperintahkan Allah tentunya bertujuan untuk meningkatkan hubungan secara vertikal dan horizontal secara seimbang. Selain hubungan vertikal yakni hubungan dengan Allah (Habl min Allah), hubungan horizontal yakni hubungan manusia dengan sesama manusia (Habl min an-nas) juga perlu di jalankan, karena keduanya terdapat keterkaitan yang sangat erat. Hablum minannas bermakna menjaga hubungan dengan baik, menjaga tali silaturahim, saling menghormati dan juga tenggang rasa.

Tidaklah dikatakan orang baik yang menjaga hubungan dengan Allah namun mengabaikan hubungan dengan sesama, begitu juga sebaliknya, karena yang perlu di ingat kita adalah makhluk sosialyang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.

Sejalan dengan penjelasan diatas, kegiatan yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi yakni membaca al-Qur’an yang dilakukan secara bersama-sama serta shalat dhuha berjamaah dan shalat dhuhur berjamaah oleh seluruh siswa-siswi dan guru, maka hal ini dapat semakin baik dalam menjalin ukhuwah Islamiyah dengan sesama muslim. Melalui kegiatan tersbut yang dilaksanakan bersama- sama dapat menumbuhkan rasa kasih sayang, serta saling mengingatkan dalam hal kebaikan, terutama dalam aspek beribadah kepada Allah SWT.

Dalam pelaksanaan shalat misalnya, yang diawali dengan takbirotul ikhrom dan diakhiri dengan salam yang mendoakan seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini, artinya dalam pembacaan shalatpun ada hubungan manusia dengan Allah dan juga ada sesama manusia, menjaga ukhuwah atau persaudaraan sudah menjadi tugas kita sebagai umat muslim. Maka dengan terlaksananya kegiatan tersebut ukhuwah akan terjalin dengan kuat dan hubungan antara manusia dengan sesama manusia dapat terjalin dengan baik.

Selanjutnya kegiatan zakat, Infaq, dan Shadaqah, Disini zakat mempunyai andil besar dalam menyebarkan kesentausaan di dalam masyrakat, konsep berbagi dengan sesama dalam syariat Islam disebut Zakat, Infaq, dan Shadaqah. Dengan keberadaan ZIS tersebut terdampak dampak atau pengaruh yang baik bagi si penerima, biasanya penyaluran dana ZIS kepada siswa-siswi itu sesuai dengan kebutuhan,

misalkan siswa atau siswi yang beberapa bulan orang tuanya belum mampu untuk membayar, maka tim Laskar ZIS-lah yang membantu meringankan beban mereka. Penyaluran dana yang selanjutnya yaitu melalui BASNAZ, biasanya setiap dua atau tiga bulan sekali dana disetorkan ke BASNAZ untuk di salurkan ke bencana alam dan juga kepada masyarakat dan terdata kurang mampu.

Berdasarkan wawancara dengan bapak Munir selaku guru PAI pada tanggal 09 Mei 2019 sebagai berikut:

“Dalam penguatan pendidikan karakter disini mengedepankan kegiatan religius pada siswa, nah kegiatan religius itu juga dibantu oleh tim Laskar ZIS, termasuk menyiapkan dalam keperluan sholat dhuha dan sholat dzuhur seperti menggelar karpet, mengecek kran air wudhu, selain itu tim Laskar ZIS juga menertibkan siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut, karena dengan adanya contoh tim Laskar ZIS, diharapkan siswa-siswi dapat mengingatkan teman sekitarnya dalam konteks beribadah atau kebaikan lainnya.”116

Berdasarkan yang disampaikan oleh Bu Shofi selaku guru pendamping Laskar ZIS pada tanggal 17 mei 2019 sebagai berikut:

“Saat bel istirahat bunyi semua anggota tim Laskar ZIS segera mempersiapkan tempat untuk shalat dhuha, karena masjidnya belum memadahi dikarenakan siswa setiap tahun semakin banyak, jadi sebelum sholat dhuha harus menggelar karpet terlebih dahulu, tetapi setelah selesai melaksnakan shalat dhuha biasanya sama anak-anak tidak dilipat kembali, mereka hanya melingkup saja karena masih akan dilaksanakan untuk shalat dhuhur, baru setelah shalat dhuhur anggota tim Laskar ZIS melipat dan mengembalikan pada semula, dan seterusnya setiap hari itu adalah tugasnya anak-anak Laskar ZIS. Jadi Laskar ZIS tidak hanya mengurus kegiatan Zakat, Infaq dan Shadaqah saja, tetapi juga kegiatan yang berkaitan dengan Hablum Minallah, seperti membaca al-Qur’an, sholat dhuha, dan shalat dhuhur.

Dalam kegiatan-kegiatan tersebut tim Laskar ZIS berperan

116Misbahul Munir, Wawancara, Banyuwangi 09 Mei 2019.

mengondisikan agar siswa mengikuti dengan tertib, sehingga kegiatan berjalan dengan baik.”117

Berdasarkan wawancara dengan Irsya pada tanggal 17 Mei 2019 sebagai berikut:

“Laskar ZIS itu bagus kak untuk pelatihan kami sebagai siswa- siswi yang kurang pelatihan kegiatan keagamaan di rumah kak, karena saya pribadi merasa ada perubahan yang awalnya dirumah tidak pernah shalat dhuha sekarang selain shalat dhuha di sekolah saya sekarang mulai terbiasa shalat sunnah lainnya dirumah.”118

Jadi dapat peneliti simpulkan bahwa pendidikan karakter religius dapat terlaksana dengan baik, hal tersebut terlihat siswa-siswi sudah terampil membaca al-Qur’an yang dipandu oleh Guru dari kantor, melaksanakan sholat dhuha dan sholat dzuhur, dan juga kesadaran diri bahwa Zakat, Infaq, dan Shadaqah merupakan perintah Allah yang harus di laksanakan dengan baik. Jadi tim Laskar ZIS juga berperan dalam terlaksananya kegiatan-kegiatan yang masuk nilai religius tersebut. Dari kegiatan-kegiatan tersebut pula siswa-siswi akan lebih memantapkan nilai religius pada diri siswa sekaligus menguatkan karakter pada diri siswa. Karena secara tidak langsung siswa dipaksa untuk terbiasa melaksanakan kegiatan-kegiatan religius tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu seiring berjalannya waktu karakter pada individu setiap siswa akan terbentuk lebih baik.119

117Shofia wardhani, Wawancara, Banyuwangi, 17 Mei 2019.

118Muhammad Irsya, Wawancara, Banyuwangi 17 Mei 2019.

119Peneliti, Observasi, Banyuwangi, 24 Mei 2019.

2. Penguatan Pendidikan Karakter dalam Nilai Peduli Sosial melalui Laskar ZIS di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi Tahun 2019

Hal ini disampaikan oleh bapak Kosim selaku kepala sekolah Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi pada tanggal 09 Mei sebagai berikut:

“Di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi ini ada 1 kegiatan yang sangat bagus untuk mengembangkan karakter peserta didik, yaitu kegiatan Laskar ZIS, kegiatan ini sudah seringkali mendapatkan penghargaan dari berbagai pihak, salah satunya yaitu penghargaan dari BAZNAS. Pada tanggal 26 februari 2019 ketua BAZNAS beserta anggotanya mendatangi madrasah kita guna mengapresiasi kegiatan Laskar ZIS. Saya bangga atas apresiasi yang telah di capai madrasah kita karena Laskar ZIS ini aktif mengumpulkan dana ZIS dari para siswa, guru, kemudian diserahkan kepada yang berhak atau membutuhkan.”120

Berdasarkan wawancara dengan bu Shofia pada tanggal 16 Mei 2019 selaku pendamping Laskar ZIS MAN 3 Banyuwangi mengatakan bahwa:

“Laskar ZIS, laskar itu sendiri dimaknai sebagai pejuang, disini yang dimaksud Laskar ZIS adalah pejuang pengumpul dana dari siswa-siswi dan semua warga Madrasah Aliyah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi, Laskar ZIS merupakan salah satu program unggulan yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi. Kegiatan Laskar ZIS ini sangat bagus untuk pembentukan karakter dalam nilai peduli sosial siswa mbk, karena dengan diberikan wadah beramal, mereka anak-anak menjadi terbiasa menyisihkan uang jajan untuk membantu teman dan warga sekitar madrasah yang membutuhkan, tetapi yang dinamakan jum’at ber ZIS ini tidak kemudian anak-anak menunaikan zakat setiap hari jum’at itu tidak mbak, kenapa jum’at ber ZIS? Karena untuk urusan Zakat fitrah yang menjadi amil anak-anak Laskar ZIS sendiri, menerima dan doa mereka sendiri, ditimbang, di membagikan ke anak-anak yang kurang mampu dan membagikan ke sekitar warga madrasah itu anak-anak sendiri.”121

120Kosim, Wawancara, Banyuwangi 09 Mei 2019.

121Shofia Wardani, Wawancara, Banyuwangi, 16 Mei 2019.

Selaras dengan yang disampaikan oleh bapak samsul selaku waka kesiswaan juga mengatakan bahwa:

“Laskar ZIS adalah salah satu program unggulan yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi, seringkali Laskar ZIS ini mendapatkan penghargaan dari BAZNAS. Laskar ZIS berpengaruh besar terhadap karakter siswa-siswi, karena dengan adanya program kegiatan ini mereka menjadi terbiasa menolong teman sebaya, warga sekitar madrasah, saya sering mengamati anak-anak mbak saat penarikan dana, dari seluruh siswa yang ada di kelas hampir semua siswa itu menaruh uang didalam kotak.”122

Hasil wawancara dengan bapak Munir sebagai guru PAI pada tanggal 20 Mei 2019 sebagai berikut:

“Laskar ZIS merupakan suatu organisasi yang mewadahi kegiatan Zakat, Infaq dan Shadaqah baik dari siswa-siswi, guru dan semua warga sekolah, yang menggalang dana dari anggota Laskar ZIS, yang mengelola dari Laskar ZIS dan juga yang menyalurkan dana Dari Laskar ZIS itu sendiri. Anggota Laskar ZIS ini dipilih dari berbagai karakter siswa melalui persyaratan yang telah ditentukan sekolah dan guru, mengenai kegiatan Infaqnya, infaq ini kan pemberian berupa uang, jadi kalau anak-anak ya berInfaq dari uang jajan mereka sendiri,ada yang setiap harinya menyisihkan sendiri lalu saat hari jum’at mrereka kumpulkan ke tim Laskar ZIS, ada yang menyisihkan hanya di hari jum’at itu saja, tetapi dari pengamatan saya anak-anak sudah tertanam dan kesadaran diri bahwa membantu orang lain adalah anjuran agama Islam.”123 Berdasarkan wawancara dengan bapak Eko sebagai guru PAI pada tanggal 16 Mei 2019 sebagai berikut :

“Menurut saya Laskar ZIS adalah jembatan untuk menyalurkan uang jajan anak-anak, jadi Laskar ZIS ini bagus sekali mbk biasanya dilaksanakan pada hari jum’at pagi sebelum proses pembelajaran di mulai, tapi kadang anak-anak itu kalau ada sisa uang jajan selain hari jum’at juga langsung menghubungi anggota Laskar ZIS, kadang juga kalau guru ataupun siswa-siswi menemukan uang di halaman sekolah larinya uang tersebut di Laskar ZIS.124

122Samsul Ma’arif,Wawancara, Banyuwangi, 16 Mei 2019.

123 Misbahul Munir, Wawancara, Banyuwangi, 20 Mei 2019.

124Eko Suyitno, Wawancara, Banyuwangi, 16 Mei 2019.

Berdasarkan wawancara dengan bapak Samsul selalu guru PAI pada tanggal 16 Mei 2019 sebagai berikut:

“kalau saya mempunyai target dengan adanya Laskar ZIS ini ingin membelajari anak-anak agar mempunyai mental kaya, bukan orang kayanya ya, tetapi mentalnya yang kaya, karena banyak orang kaya tetapi mentalnya miskin, pelit, jarang membantu sesama, berarti dia kan hanya orang kaya tetapi mentalnya miskin sekali, sedangkan kalau orang mempunyai mental kaya, apapun keadaan dia, kondisi hidupnya, status sosialnya bahkan tidak berpangkat, tetapi senang membantu orang lain, bahkan rejekinya sendiri sudah dia sisihkan di hari jum’at untuk kebutuhan orang lain, target kami saat ini itu, agar tertanam dulu mental kaya, mental peduli terhadap sesama, selebihnya nanti kalau anak-anak sudah lulus mereka dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari tanpa ada diberi wadah seperti sekarang ini”125

Berdasarkan wawancara dengan bu Anis selaku guru bahasa arab pada tanggal 17 Mei 2019 sebagai berikut:

“kita semua kan tau ya mbak Zakat, Infaq dan Shadaqah merupakan perintah agama Islam, kalau saya pribadi dengan adanya wadah ber ZIS di hari jum’at inilah kami ingin menguatkan karakter gemar ber ZIS, ZIS kan berarti (Zakat, Infaq dan Shadaqah), zakat itu dilaksanakan sebelum shalat idul fitri, Infaq kan pemberian bantuan berupa uang, kalau shadaqah kan tidak hanya uang, bisa dengan membantu secara tenaga, senyum, barang, dan lain-lain. jadi misalkan saya sebagai wali kelas kok ada beberapa anak yang kurang mampu ya saya laporkan ke tim Laskar ZIS, dapat kita bayangkan kalau tidak ada tim Laskar ZIS anak anak yang ingin membantu tidak ada wadah untuk menyalurkan uang jajannya, atau bahkan tidak ada yang peduli, seperti di kelas saya itu ada 3 anak yang kurang mampu, mereka itu 2 anak yatim dan yang satu dia benar-benar kurang mampu, nah kalau dikelas saya sering mengatakan ini lho keluargamu, mari kita bantu sesuai kemampuan kita, baik secara moral ataupun secara materi.

Contohnya: ketika ada salah satu anak yang mempunyai sepatu tapi ukuranya kebesara atau kekecilan mereka ingin memberikan kepada teman yang kurang mampu ini tadi, tetapi kalau langsung diberikan begitu saja kan takutnya tersinggung, maka sama anak ini tadi diserahkan kepada tim Laskar ZIS, melalui tim Laskar ZIS

125Samsul Ma’arif,Wawancara, Banyuwangi, 16 Mei 2019.

inilah bantuan anak-anak dapat tersampaikan kepada yang lebih membutuhkan.”126

Berdasarkan wawancara dengan bu shofi selaku pendamping Laskar ZIS pada tanggal 16 Mei 2019 sebagai berikut:

“proses penarikan dana atau penggalangan dana itu sendiri dilaksanakan setiap hari jum’at setelah selesai membaca al-Qu’an atau membaca kitab Ta’limul Muta’alim, dana tiap kelas tidak langsung dijadikan satu agar nanti dapat diketahui jumlah tiap kelas setiap minggunya, tim Laskar ZIS yang bertugas keliling setiap minggunya ada 9 anak, setiap kelas X, XI, dan XII ada 3 anak, setelah selesai anak-anak berkumpul di ruang Laskar ZIS yang berada disebelah UKS, setelah dijumlah anak-anak melaporkan kepada saya, kemudian setiap satu bulan sekali kami selalu menyalurkan kepada anak-anak yang kurang mampu dan kami salurkan kepada warga sekitar Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi, tetapi diluar itu kami juga memberikan bantuan pada saat keadaan tertentu, misalkan ada wali murid yang meninggal dunia, ada siswa-siswi yang sakit itu kita juga membantu, selain itu juga setiap dua bulan sekali kami juga menyalurkan dana ke BASNAZ, dan alhamdulilah kami pernah mendapatkan penghargaan menjadi Laskar ZIS terbaik II BAZNAZ Banyuwangi, karena Laskar ZIS Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi sangat bagus dalam penggalangan dan pendistribusiannya.”127

Berdasarkan wawancara dengan Dewi selaku siswi XII pada tanggal 17 Mei 2019 sebagai berikut:

“LaskarZIS adalah sebuah wadah bagi kami, wadah untuk melatih terbiasa shalat dhuha, melatih membantu sesama, belajar membaca kitab dan mengkajinya. Saya merasa beruntung sekolah di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi, karena yang saya tahu tidak semua Aliyah dapat mengkordinir siswa-siswinya mengikuti semua kegiatan dengan baik.Contohnya dalam kegiatan jum’at ber ZIS, saya dulu tidak menyadari akan pentingnya membantu sesama kak, tapi alhamdulilah karena dengan adanya jum’at ber Zakat, Infaq dan shadaqah saya senang dan saya selalu menyisihkan uang saku saya dan pada waktu hari jum’at saya setorkan ke Laskar ZIS.

128

126Anis Maftukhah, Wawancara, Banyuwangi, 17 Mei 2019.

127Shofia Wardani, Wawancara, Banyuwangi, 16 Mei 2019.

128Dewi, Wawancara, Banyuwangi, 17 Mei 2019.

Jadi berdasarkan wawancara diatas dan Observasi peneliti, Laskar ZIS merupakan sarana guna membentuk karakter peduli terhadap sosial, baik teman sebaya ataupun warga di sekitar madrasah. Dengan beradanya kegiatan Laskar ZIS siswa-siswi yang sudah mempunyai jiwa peduli sosial akan semakin kuat dan siswa-siswi yang belum mempunyai kesadaran peduli sosial juga akan terlatih melalui kegiatan Laskar ZIS.129

Hal ini sesuai dengan hasil dokumentasi sebagai berikut:130 Gambar 4.2

Penggalanagan Dana Zakat, Infaq, dan Shadaqah

Dalam dokumentasi di atas menggambarkan saat tim Laskar ZIS sedang menggalang dana zakat, infaq, dan shadaqah. Pada hari Jum’at 09 Agustus 2019 pukul 07.30 WIB di dalam kelas X Agama dan XI Agama.

Dalam dokumentasi diatas siswa-siswi tampak senang menyumbangkan

129Peneliti, Observasi, Banyuwangi, 09 Mei 2019.

130Peneliti, Observasi, Banyuwangi, 17 Mei 2019.

sebagian uang sakunya untuk diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan.131

3. Penguatan pendidikan karakter dalam nilai tanggung jawab siswa melalui Laskar ZIS di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyuwangi Tahun 2019

Berdasarkan wawancara dengan bapak Kosim selaku kepala sekolah Man 3 Banyuwangi pada tanggal 09 Mei 2019. beliau mengatakan bahwa:

“Bagi saya nilai tanggung jawab harus kita tanamkan sedini mungkin, karena dengan nilai tanggung jawab siswa-siswi merasa butuh dengan belajar, butuh mengaji al-Qur’an, sholat dhuha, sholat dhuhur, butuh bersosial dan lain-lain. Dengan menanamkan nilai tanggung jawab, guru berharap siswa-siswi dapat mengikuti semua proses belajar mengajar dan juga program kegiatan yang ada di Madrasah dengan ikhlas dan juga penuh semangat. Karena mereka ini kan sudah remaja ya mbak, sudah ngerti tanggung jawab mereka adalah belajar, tentunya saat ini mereka hanya membutuhkan bimbingan dan arahan dari sekolah agar semuanya terarah dengan baik.”132

Hasil wawancara dengan bapak Munir selaku guru PAI pada tanggal 10 Mei 2019 sebagai berikut:

“Kalau saya mempunyai cara sendiri untuk menanamkan nilai bertanggung jawab mbak, jadi setiap selesai proses pembelajaran sebelum saya meninggalkan kelas saya selalui memberi anak-anak tugas untuk dikerjakan dirumah, lalu pada pertemuan berikutnya saya minta anak-anak untuk mengumpulkan tugasnya di meja depan, ketika ada anak-anak yang tidak mengerjakan itu kan berarti mereka tidak punya rasa tanggung jawab ya mbk, nah bagi mereka yang tidak mengerjakan saya selalu memberi mereka sanksi, kadang mereka saya suruh mengerjakan beberapa soal di kantor, kadang juga saya beri PR (Pekerjaan Rumah) tambahan untuk minggu berikutnya. Pada intinya saya berusaha menanamkan jiwa

131Peneliti, Observasi, Banyuwangi, 09 Agustus 2019

132Kosim, wawancara, Banyuwangi 09 Mei 2019.

Dokumen terkait