BAB III Metodologi Penelitian
3.5 MetodeAnalisis Data
3.5.3 Pengujian Hipotesis
2,47 – 2.90 = tanpa kesimpulan
>2,91 = ada autokorelasi
40
ttabel dan thitung>ttabel, maka variabel independen secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen.
3.5.3.2Uji Statistik F (Signifikansi Simultan)
Uji F digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh CAR(Capital Adequacy Ratio), Biaya Operasi/Pendapatan Operasi (BOPO), NPF (Non Performing Finance), NIM (Net Interest Margin), dan FDR (Finance to Deposit Ratio) terhadap Return on Asset (ROA)secara simultan. Langkah–langkah yang dilakukan adalah (Gujarati,1995):
a. Merumuskan Hipotesis (Ha)
Ha diterima: berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan.
b. Menentukan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0.05 (α=0,05) c. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel
1. Bila F hitung < F tabel, variabel independen secara bersama- sama tidak berpengaruh terhadap variabeldependen.
2. Bila F hitung > F tabel, variabel independen secara 3.5.3.3 Uji Koefisien Determinasi (Uji R2)
Nilai koefisien determinansi adalah antara 0 dan 1. Nilai R2 yangkecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam
Nilai yang mendekati 1 (satu) berarti variabel–variabel independenmemberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 4.1.1 Deskriptif Penelitian
Bab ini akan menyajikan hasil dari analisis data berdasarkan sejumlah variabel yang dipakai dalam model regresi. Sebagaimana diuraikan pada bab sebelumnya, penelitian ini melibatkan satu variabel dependen yaitu Return On Total Aset dan empat (4) variabel independen yaitu NPF, FDR, BOPO dan CAR.
Populasinya adalah seluruh Bank Umum Syariah. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 12 Bank Umum Syariah. Penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling. Kriteria penentuan sampelnya adalah Bank Umum Syariah yang menerbitkan laporan keuangan tahunan yang terdapat di dalamnya yaitu rasio keuangan yang berupa ROA, NPF, FDR, BOPO dan CAR dari tahun 2013–2015. Berdasarkan kriteria – kriteria tersebut, maka diperoleh 11Bank Umum Syariah sebagai sampel yang dapat dilihat pada Table 4.1.
Tabel 4.1
Kriteria Sampel Penelitian
No Kriteria Jumlah
1 Bank Umum Syariah 12
2 Bank Umum Syariah yang menerbitkan laporan tahunan yang berisi NPF, FDR, CAR, BOPO dan ROA pada tahun 2013 -2015
11
Jumlah sampel penelitian 33
Sumber : Peneliti
4.1.2 Deskriptif Statistik
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, maka di dalam Tabel 4.2 berikut akan ditampilkan karakteristik sampel yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi: jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata sampel (mean)untuk masing-masing variabel.
Tabel 4.2 Statistik Deskriptif
ROA NPF FDR CAR BOPO
Mean 0.159091 4.784242 96.95030 20.57818 95.85121
Median 0.760000 4.060000 93.61000 16.31000 92.29000
Maximum 3.610000 35.15000 157.7700 59.41000 192.6000
Minimum -20.13000 0.100000 81.99000 11.10000 67.79000
Std. Dev. 3.801528 5.937603 16.39418 10.99027 21.59565
Skewness -4.786211 4.186491 2.779275 2.248101 3.062576
Kurtosis 26.19399 22.12172 10.58227 7.609320 13.96208
Jarque-Bera 865.6895 599.1523 121.5340 57.00979 216.8165 Probability 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000
Sum 5.250000 157.8800 3199.360 679.0800 3163.090
Sum Sq. Dev. 462.4517 1128.164 8600.614 3865.150 14923.90
Observations 33 33 33 33 33
Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa jumlah data yang digunakan di dalam penelitian ini sebanyak 33 data yang diambil dari Laporan Keuangan
44
Publikasi Tahunan Bank Umum Syariah yang diterbitkan oleh masing masing bank periode 2013 hingga 2015. Data Return On Asset (ROA) menunjukkan bahwa rasio ini memiliki nilai terendah (minimum) sebesar -20.13000% dan nilai tertinggi (maksimum) sebesar 3.610000%. Sementara itu, perhitungan mean atau nilai rata-rata dari Return On Asset (ROA) sebesar 0.159091%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya Return On Asset (ROA)sudah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dalam Surat Edaran No.9/24/DPbS Perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Syariah dimana berdasarkan kriteria penilaian peringkat, bank dikatakan baik apabila memiliki ROA > 1,5%.
Non Performing Financing (NPF) memiliki nilai terendah (minimum) sebesar 0.100000% dan nilai tertinggi (maksimum) sebesar 35.15000% dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 5.194848%. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik, pada periode penelitian nilai Non Performing Financing (NPF) Bank Umum Syariah tidak melebihi standar maksimal yang ditetapkan BI yaitu sebesar 5%.
Financing to Deposit Ratio (FDR) memiliki nilai terendah (minimum) sebesar 81.99000% dan nilai tertinggi (maksimum) sebesar 157.7700% dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 96.95030%. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik, pada periode penelitian, nilai Financing to Deposit Ratio (FDR) Bank Umum Syairahtidak melebihi standar maksimal yang ditetapkan BI yaitu 100%.
Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki nilai terendah (minimum) sebesar 11.10000% dan nilai tertinggi (maksimum) sebesar 59.41000% dengan rata-rata (mean) sebesar 20.57818%. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya
Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Umum Syariah sudah memenuhi standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu minimal 8%.
Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) memiliki nilai terendah sebesar 67.79000% dan nilai tertinggi sebesar 192.6000%
dengan nilai rata-rata (mean) sebesar 95.85121%. Sementara itu, standar deviasi variabel BOPO sebesar21.59565%, sehingga simpangan data pada variabel BOPO ini dapat dikatakan baik karena nilai standar deviasinya lebih kecil dari nilai mean-nya.
4.2 Analisis Data 4.2.1 Uji Normalitas
Menurut Ghozali (2006) disebutkan bahwa tujuan uji normalitas untuk menguji apakah model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji histogram normality test dilakukan dengan melihat nilai probabilitas signifikansi data residual, jika angka probabilitas < α = 0.05 maka hasilnya berupa variabel tidak terdistribusi normal, namun sebaliknya jika probabilitas > α = 0.05 maka variable terdistribusi dengan normal dan membandingkan nilai J-B <chi-square maka terdistribusi normal. Dengan histogram normality test maka didapat hasil sebagai berikut :
46
Gambar 4.1
Histogram Normality Test
Sumber : Data sekunder yang diolah, 2016.
Dari gambar diatas histogram normality test menunjukan bahwa p-value pada uji tersebut bernilai 0,693907> α=0,05. Hal ini menggambarkan hipotesis error terdistribusi normal dapat diterima. Model logit mengharuskan error terdistribusi secara normal, dengan adanya asumsi ini persyaratan tersebut terpenuhi.
4.2.2 Uji Analisis Data Panel
Menurut Ajija (2011), data panel atau pooled data merupakan kombinasi dari data time series dan cross-section. Dengan mengakomodasi informasi baik yang terkait dengan variabel-variabel cross-section maupun time series., data panel secara substansial mampu menurunkan masalah omitted-variables, model yang mengabaikan variabel yang relevan.
0 1 2 3 4 5 6
-2.0 -1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Series: Residuals Sample 1 33 Observations 33
Mean -3.84e-16 Median -0.018890 Maximum 1.735237 Minimum -1.800010 Std. Dev. 0.860696 Skewness -0.116150 Kurtosis 2.308948 Jarque-Bera 0.730836 Probability 0.693907
Tabel 4.3 Uji Chow
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 1.314747 (10,18) 0.2943
Cross-section Chi-square 18.095922 10 0.0534
Berdasarkan data pada tabel diatas, Hasil tampilan output Eviews pada Tabel 4.3 pada Prob. Chi-Square sebesar 0.0534 dengan jelas menunjukan mempunyai nilai probabilitas> 0,05, sehingga pada data panel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Common Effect.
4.2.3 Uji Asumsi Klasik
4.2.3.1 Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dan residual pada satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali,2011:139)
Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat digunakan uji Glejser. Uji Glejser digunakan dengan meregresikan nilai absolut residual terhadap variabel independen. Berdasarkan hasil uji Glejser dengan menggunakan Eviewsdiperoleh hasil seperti tampak pada tabel 4.4
Tabel 4.4 Uji Glejser
F-statistic 1.657691 Prob. F(4,28) 0.1878
Obs*R-squared 6.318521 Prob. Chi-Square(4) 0.1766 Scaled explained SS 4.571828 Prob. Chi-Square(4) 0.3341
48
Jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi terjadi Heteroskedastisitas. Hasil tampilan output Eviews pada Tabel 4.4 pada Prob. Chi-Square(4) sebesar 0.1766 dengan jelas menunjukan mempunyai nilai signifikansi > 0,05, sehingga tidak ada variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen (return on total asset).
4.2.3.2 Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atau sempurna antar variabel independen (Ghozali,2011:105). Hubungan variabel independen ditunjukan oleh angka VIF. Di mana apabila VIF < 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas antara variabel independen dalam model regresi. Dari uji multikolinearitas dengan menggunakan Eviewsdiperoleh output seperti tampak pada Tabel 4.5 yaitu:
Tabel 4.5 Uji Multikolerasi
Coefficient Uncentered Centered
Variable Variance VIF VIF
NPF 0.004448 9.894941 5.926794
FDR 0.000341 128.5278 3.467657
CAR 0.000684 14.41255 3.122680
BOPO 0.000335 126.0433 5.913233
C 5.918051 230.6755 NA
Pada Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa setiap variabel bebas mempunyai nilai VIF < 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi
4.2.3.3 Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali,2011:110). Pengujian terhadap adanya fenomena autokorelasi dalam data yang dianalisis dapat dilakukan dengan menggunakan Durbin- Watson Test (DW). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi (Ghozali,2011:110).
Untuk mendiagnosis adanya korelasi dalam suatu model regresi dilakukan pengujian terhadap uji DW dengan ketentuan sebagai berikut
Tabel 4.6
Pengukuran Uji Durbin Watson
DW Kesimpulan
< 1,10 Ada Autokolerasi 1,10 – 1,54 Tanpa Kesimpulan 1,55 – 2,46 Tidak ada autokolerasi 2,46 – 2,90 Tanpa kesimpulan
>2,91 Ada autokolerasi Tabel 4.7
Uji Autokorelasi
R-squared 0.948739 Mean dependent var 0.159091
Adjusted R-squared 0.941417 S.D. dependent var 3.801528 S.E. of regression 0.920122 Akaike info criterion 2.810107 Sum squared resid 23.70551 Schwarz criterion 3.036851 Log likelihood -41.36677 Hannan-Quinn criter. 2.886400 F-statistic 129.5574 Durbin-Watson stat 1.712946 Prob(F-statistic) 0.000000
50
Berdasarkan hasil uji autokorelasi dengan menggunakan Eviews 7 diperoleh hasil seperti tampak pada tabel 4.7. Pada tabel 4.7 menunjukan nilai Durbin Watson sebesar 1.712946. Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui pada penelitian ini tidak terjadi gejala autokorelasi karena nilai Durbin Watson sebesar 1.712946berada antara 1,55- 2,46.
4.2.4 Uji Hipotesis
Tabel 4.8 Analisis Statistik
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 4.944551 2.432704 2.032532 0.0517
NPF? -0.381785 0.066691 -5.724661 0.0000
FDR? 0.053782 0.018476 2.910996 0.0070
BOPO? -0.067796 0.018315 -3.701607 0.0009
CAR? -0.081385 0.026153 -3.111848 0.0043
R-squared 0.948739 Mean dependent var 0.159091
Adjusted R-squared 0.941417 S.D. dependent var 3.801528 S.E. of regression 0.920122 Akaike info criterion 2.810107 Sum squared resid 23.70551 Schwarz criterion 3.036851 Log likelihood -41.36677 Hannan-Quinn criter. 2.886400 F-statistic 129.5574 Durbin-Watson stat 1.712946 Prob(F-statistic) 0.000000
Pengolahan data menggunakan analisis regresi berganda pada program Eviews 7 dengan variabel dependen ROA dan variabel independen NPF, FDR, CAR dan BOPO diperoleh hasil seperti pada Tabel 4.8 Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh koefisien untuk konstan sebesar 4.944551, NPF (X1) -0.381785, FDR (X2) 0.053782, BOPO (X3) -0.067796 dan CAR (X4) -0.081385. Dari hasil tersebut diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
Persamaan regresi linier berganda di atas dipengaruhi oleh nilai koefisien β1, β2, β3, β4. Nilai koefisien positif maka dapat diartikan bahwa setiap kenaikan nilai X satu satuan maka akan diikuti kenaikan nilai Y satu satuan. Kebalikannya jika nilai koefisien negatif maka dapat diartikan bahwa setiap kenaikan nilai X satu satuan maka akan mengurangi nilai Y satu satuan, dengan asumsi bahwa variabel lain konstan. Persamaan regresi tersebut mempunyai makna sebagai berikut:
1. Konstanta = 4.944551
Dari hasil persamaan tersebut menunjukan bahwa konstanta sebesar 4.944551menyatakan jika NPF (X1), FDR (X2), BOPO (X3)dan CAR (X4) konstan maka ROAadalah sebesar 4.944551 2. Koefisien X1= -0.381785
Jika variabel NPF (X1) mengalami peningkatan sebesar satu satuan sementara FDR (X2), BOPO (X3)dan CAR (X4) konstan, maka akan menyebabkan penurunanROA sebesar -0.381785 3. Koefisien X2= 0.053782
Jika variabel FDR (X2) mengalami peningkatan sebesar satu satuan sementara NPF (X1), BOPO (X3)dan CAR (X4) konstan, maka akan menyebabkan kenaikan ROA sebesar 0.053782
4. Koefisien X3 = -0.067796
Jika variabel BOPO (X3)mengalami peningkatan sebesar satu satuan sementara NPF (X1), FDR (X2) dan CAR (X4) konstan, maka akan menyebabkan penurunanROA sebesar -0.067796
52
5. Koefisien X4 = -0.081385
Jika variabel CAR (X4) mengalami peningkatan sebesar satu satuan sementara NPF (X1), FDR (X2) dan BOPO (X3)konstan, maka akan menyebabkan penurunanROA sebesar -0.081385
4.2.4.1 Uji F
Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2006). Hasil perhitungan Uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 129.5574 dengan probabilitas 0,000. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi Return On Asset (ROA) atau dapat dikatakan CAR, BOPO, NPF, dan FDR secara bersama-sama berpengaruh terhadap ROA pada Bank Umum Syariah.
4.2.4.2 Uji T
Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi dengan taraf signifikansi α (0,05). Apabila nilai signifikansi hasil perhitungan kurang dari nilai signifikansi α (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Nilai t hitung NPF (X1) pada Tabel 4.8 sebesar -5.724661 dengan signifikansi sebesar 0.0000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha
diterima, artinya NPF secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.
Nilai t hitung FDR (X2) pada Tabel 4.8 sebesar 2.910996 dengan signifikansi sebesar 0.0070 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya FDR secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap ROA.
Nilai t hitung CAR (X3) pada Tabel 4.8 sebesar -3.111848 dengan signifikansi sebesar 0.0043 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya CAR secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA.
Nilai t hitung BOPO (X4) pada Tabel 4.8 sebesar -3.701607 dengan signifikansi sebesar 0.0009 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.
4.2.4.3 Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2006). Artinya seberapa jauh variabel NPF, FDR, BOPO, dan CAR menjelaskan variabel ROA. Dalam penelitian ini untuk mencari koefisien determinasi digunakan nilai Ajusted R2. Hasil pengujian dengan menggunakan Eviews 7 dapat dilihat pada Tabel 4.8
Hasil dari pada Tabel 4.8 menunjukan besarnya nilai koefisien determinasi (Ajusted R-Square) sebesar 0.941417atau 94,14%, Hal
54
ini berarti variabel independen secara bersama–sama dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 93,14%, sedangkan sisanya 5.86% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian.
4.3 Analisis Pembahasan Hasil
1. Non Performing Finance(NPF) terdapat pengaruh signifikan terhadap Return On Total Asset(ROA)
Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa variabel Non Performing Finance (NPF) berpengaruh negative signifikan terhadap return on Total Asset (ROA). NPF merupakan total pembiayaan yang dikategorikan sebagai pembiayaan bermasalah.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian Pandu Mahardia (2008) yang menyatakan Non Performing Loan (NPL) pada penelitian ini secara statistik tidak berpengaruh terhadap Return on Asset (ROA).
Sedangkan Nurani Eka Safitri (2012) menyatakan hal yang berbeda dalam penelitiannya, Variabel NPL berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ROA.
2. Finance to Deposit Rasio (FDR) terdapat pengaruh signifikan terhadap Return On Total Asset(ROA)
Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa Finance to Deposit Rasio (FDR) secara parsial berpengaruh positif signifikan
kemampuan bank mamp membayar hutang dan membayar kembali kepada deposan dan dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini konsisten dengan penelitian Dhian Dayinta Pratiwi (2012) dan Nurani Eka Safitri (2012) yang menyatakan Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA)
3. BOPO terdapat pengaruh signifikan terhadap Return On Total Asset (ROA)
Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. BOPO mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini tidak konsisten dengan Listyorini Wahyu Widati (2012) yang menyatakan BOPO berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA. Sedangkan Pandu Mahardia (2008) menyatakan BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.
4. Capital Adequacy Ratio (CAR) terdapat pengaruh signifikan terhadap Return On Total Asset(ROA)
Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR)secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA. Capital Adequacy Ratio (CAR) Mengukur aktiva bank yang mengandung risiko ( kredit, penyertaan , surat berharga, tagihan pada bank
56
lain ) ikut di biaya dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana – dana dari di luar bank.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini konsisten dengan penelitian Dhian Dayinta Pratiwi (2012)yang menyatakan Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Sedangkan Listyorini Wahyu Widati (2012) menyatakan Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai peumusn masalah dalam penelitian ini didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa variabel Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negative signifikan terhadap return on Total Asset (ROA). NPF merupakan total pembiayaan yang dikategorikan sebagai pembiayaan bermasalah. NPF secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan semakin besar NPF maka semakin kecil ROA yang di dapat.
2. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa Financing to Deposit Rasio (FDR) secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap ROA.
Finance to Deposit Rasio (FDR) mengukur seberapa besar kemampuan bank mampu membayar hutang dan membayar kembali kepada deposan dan dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan. FDR secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan semakin besar FDR maka semakin besar pula ROA yang di dapat.
3. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. BOPO mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional
58
4. terhadap pendapatan operasional. BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan semakin besar BOPO maka semakin kecil ROA yang di dapat.
5. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR)secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA. Capital Adequacy Ratio (CAR) Mengukur aktiva bank yang mengandung risiko ( kredit, penyertaan , surat berharga, tagihan pada bank lain ) ikut di biaya dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana – dana dari di luar bank. CAR secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan semakin besar CAR maka semakin kecil ROA yang di dapat.
5.2 Implikasi
Berdasar hasil analisis diatas mengindikasikan bahwa:
1. NPF berpengaruh negatif dan signifikan pada bank syariah, oleh karena itu agar dapat meningkatkan ROA, bank syariah harus memperhatikan besarnya NPF, sehingga diperlukan pengelolaan aset yang baik melalui minimalisasi kredit macet. NPF dapat dijadikan acuan untuk melihat kemampuan solvabilitas (rasio yang menunjukkan kemampuan bank dalam membayar hutang jangka panjang) perbankan dengan modal besar sehingga menjadi salah satu dasar dalam rancangan Arsitektur Perbankan Indonesia tanpa perlu diakuisisi oleh pihak lain.
2. FDR berpengaruh positif dan signifikan pada bank syariah, oleh karena itu agar dapat meningkatkan ROA, bank syariah harus memperhatikan
besarnya FDR, dimana bank syariah mengelola asetnya dengan baik dengan terus menjaga besarnya FDR. FDR perlu dijaga, karena merupakan pengingat yang penting bagi kesehatan, terutama bagi bank yang memiliki visi masa depan untuk menjadi salah satu bank dari sedikit bank yang bisa beroperasi di Indonesia sesuai dengan ketentuan Arsitektur Perbankan Indonesia.
3. BOPO berpengaruh negatif dan signifikan pada bank syariah, oleh karena itu agar dapat meningkatkan ROA, bank syariah harus melakukan pengelolaaan aktivitas operasional bank yang efisien dengan memperkecil biaya operasional bank karena BOPO sangat mempengaruhi besarnya tingkat keuntungan bank yang tercermin dalam ROA. Bank yang efisien dalam operasional mampu menghasilkan ROA yang tinggi sehingga bank perlu mengambil kebijakan yang tepat dalam memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.
4. CAR bepengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROE, dalam hal ini pihak perbankan tidak perlu mengatur berapakah CAR minimal yang harus dikelola Bank Umum Syriah. Bank cukup mematuhi saja peraturan minimal CAR perbankan oleh pemerintah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
60
5.3 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut :
1. Bagi Bank Syariah diharapkan bisa meningkatkan lagi kinerja bank syariah sehingga bisa bersaing terhadap bank konvensional lainnya dan masyarakat lebih percaya dan lebih yakin terhadap bank syariah tersebut.Serta dimohon adanya data perhitungan RBBR atau RBBR Score yang bisa dijadikan bahan pengujian untuk penelitian selanjutnya. Dimana pada penelitian ini penulis ingin meneliti tentang pengaruh RBBR tetapi karena keterbatasan data sehingga penulis tidak bisa meneliti kajian tersebut.
2. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan bisa meneliti seluruh Bank Syariah bukan hanya pada Bank Umum Syariah saja. Dan diharapkan dapat menambah variable lain seperti GCG dan menambahkan metode RBBR karena pada penelitian ini penulis mengalami keterbatasan data dalam menggunakan metode RBBR di karenakan barunya Bank Umum Syariah menggunkan metoe RBBR sehingga data yang di dapat belum mencukupi untuk di lakukan penelitian saat ini .Menggunakan rentang waktu yang lebih lama (5 tahun atau lebih) denganrentang waktu yang lebih lama diharapkan hasil akan semakin akurat dan menunjukan hasil yang lebih baik.
Menggunakan Metode SCOR (Supply Chain Operation Reference) dan AHP (Analytical Hierarchy Process) Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Fakultas Teknologi Industri : Universitas Islam Indonesia Ardiyanto, Moh. Didik, Thyas Rafelia. 2013. Pengaruh CAR, FDR, NPF, dan
BOPO Terhadap ROE Bank Syariah Mandiri Periode Desember 2008- AGUSTUS 2012
Astutik, Puji. Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Menurut Risk Based Bank Rating terhadap Kinerja Keuangan (Studi pada Bank Umum Syariah di Indonesia)
Bapepam dan LK
Ekaputri, Cahaya. 2014. Tata Kelola, Kinerja, Rentabilitas, dan Risiko pembiayaan Perbankan Syariah.
Eka Safitri, Nurani. 2012. Analisis PengaruhCapitl Adequacy Ratio(CAR ), Efisiensi (BOPO ), Non Performing Loan(NPL) danLoanTo Deposit Ratio(LDR) TerhadapReturn On Assets(ROA)(Studi Pada Bank Persero Pemerintah).
Dayinta Pratiwi, Dhian. 2012. Pengaruh CAR, BOPO, NPF dan FDR Terhadap Return On Asset (ROA) Bank Umum Syariah (Studi Kasus pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2005 –2010)”
Fadhila, Alizatul., Dkk. 2015. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode Risk Based Bank Rating (RBBR) (Studi pada Bank Milik Pemerintah Pusat yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013)
Fiqhus Sunnah Karya Sayid Sabiq III/220
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Undip.