BAB IV Analisis Dan Pembahasan
4.2 Analisis Data
4.2.3 Uji Asumsi Klasik
4.2.3.2 Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi atau sempurna antar variabel independen (Ghozali,2011:105). Hubungan variabel independen ditunjukan oleh angka VIF. Di mana apabila VIF < 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas antara variabel independen dalam model regresi. Dari uji multikolinearitas dengan menggunakan Eviewsdiperoleh output seperti tampak pada Tabel 4.5 yaitu:
Tabel 4.5 Uji Multikolerasi
Coefficient Uncentered Centered
Variable Variance VIF VIF
NPF 0.004448 9.894941 5.926794
FDR 0.000341 128.5278 3.467657
CAR 0.000684 14.41255 3.122680
BOPO 0.000335 126.0433 5.913233
C 5.918051 230.6755 NA
Pada Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa setiap variabel bebas mempunyai nilai VIF < 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi
4.2.3.3 Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya) (Ghozali,2011:110). Pengujian terhadap adanya fenomena autokorelasi dalam data yang dianalisis dapat dilakukan dengan menggunakan Durbin- Watson Test (DW). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi (Ghozali,2011:110).
Untuk mendiagnosis adanya korelasi dalam suatu model regresi dilakukan pengujian terhadap uji DW dengan ketentuan sebagai berikut
Tabel 4.6
Pengukuran Uji Durbin Watson
DW Kesimpulan
< 1,10 Ada Autokolerasi 1,10 – 1,54 Tanpa Kesimpulan 1,55 – 2,46 Tidak ada autokolerasi 2,46 – 2,90 Tanpa kesimpulan
>2,91 Ada autokolerasi Tabel 4.7
Uji Autokorelasi
R-squared 0.948739 Mean dependent var 0.159091
Adjusted R-squared 0.941417 S.D. dependent var 3.801528 S.E. of regression 0.920122 Akaike info criterion 2.810107 Sum squared resid 23.70551 Schwarz criterion 3.036851 Log likelihood -41.36677 Hannan-Quinn criter. 2.886400 F-statistic 129.5574 Durbin-Watson stat 1.712946 Prob(F-statistic) 0.000000
50
Berdasarkan hasil uji autokorelasi dengan menggunakan Eviews 7 diperoleh hasil seperti tampak pada tabel 4.7. Pada tabel 4.7 menunjukan nilai Durbin Watson sebesar 1.712946. Berdasarkan Tabel 4.6 dapat diketahui pada penelitian ini tidak terjadi gejala autokorelasi karena nilai Durbin Watson sebesar 1.712946berada antara 1,55- 2,46.
4.2.4 Uji Hipotesis
Tabel 4.8 Analisis Statistik
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 4.944551 2.432704 2.032532 0.0517
NPF? -0.381785 0.066691 -5.724661 0.0000
FDR? 0.053782 0.018476 2.910996 0.0070
BOPO? -0.067796 0.018315 -3.701607 0.0009
CAR? -0.081385 0.026153 -3.111848 0.0043
R-squared 0.948739 Mean dependent var 0.159091
Adjusted R-squared 0.941417 S.D. dependent var 3.801528 S.E. of regression 0.920122 Akaike info criterion 2.810107 Sum squared resid 23.70551 Schwarz criterion 3.036851 Log likelihood -41.36677 Hannan-Quinn criter. 2.886400 F-statistic 129.5574 Durbin-Watson stat 1.712946 Prob(F-statistic) 0.000000
Pengolahan data menggunakan analisis regresi berganda pada program Eviews 7 dengan variabel dependen ROA dan variabel independen NPF, FDR, CAR dan BOPO diperoleh hasil seperti pada Tabel 4.8 Berdasarkan analisis regresi berganda diperoleh koefisien untuk konstan sebesar 4.944551, NPF (X1) -0.381785, FDR (X2) 0.053782, BOPO (X3) -0.067796 dan CAR (X4) -0.081385. Dari hasil tersebut diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :
Persamaan regresi linier berganda di atas dipengaruhi oleh nilai koefisien β1, β2, β3, β4. Nilai koefisien positif maka dapat diartikan bahwa setiap kenaikan nilai X satu satuan maka akan diikuti kenaikan nilai Y satu satuan. Kebalikannya jika nilai koefisien negatif maka dapat diartikan bahwa setiap kenaikan nilai X satu satuan maka akan mengurangi nilai Y satu satuan, dengan asumsi bahwa variabel lain konstan. Persamaan regresi tersebut mempunyai makna sebagai berikut:
1. Konstanta = 4.944551
Dari hasil persamaan tersebut menunjukan bahwa konstanta sebesar 4.944551menyatakan jika NPF (X1), FDR (X2), BOPO (X3)dan CAR (X4) konstan maka ROAadalah sebesar 4.944551 2. Koefisien X1= -0.381785
Jika variabel NPF (X1) mengalami peningkatan sebesar satu satuan sementara FDR (X2), BOPO (X3)dan CAR (X4) konstan, maka akan menyebabkan penurunanROA sebesar -0.381785 3. Koefisien X2= 0.053782
Jika variabel FDR (X2) mengalami peningkatan sebesar satu satuan sementara NPF (X1), BOPO (X3)dan CAR (X4) konstan, maka akan menyebabkan kenaikan ROA sebesar 0.053782
4. Koefisien X3 = -0.067796
Jika variabel BOPO (X3)mengalami peningkatan sebesar satu satuan sementara NPF (X1), FDR (X2) dan CAR (X4) konstan, maka akan menyebabkan penurunanROA sebesar -0.067796
52
5. Koefisien X4 = -0.081385
Jika variabel CAR (X4) mengalami peningkatan sebesar satu satuan sementara NPF (X1), FDR (X2) dan BOPO (X3)konstan, maka akan menyebabkan penurunanROA sebesar -0.081385
4.2.4.1 Uji F
Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2006). Hasil perhitungan Uji F diperoleh nilai F hitung sebesar 129.5574 dengan probabilitas 0,000. Karena probabilitas jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi Return On Asset (ROA) atau dapat dikatakan CAR, BOPO, NPF, dan FDR secara bersama-sama berpengaruh terhadap ROA pada Bank Umum Syariah.
4.2.4.2 Uji T
Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai signifikansi dengan taraf signifikansi α (0,05). Apabila nilai signifikansi hasil perhitungan kurang dari nilai signifikansi α (0,05), maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Nilai t hitung NPF (X1) pada Tabel 4.8 sebesar -5.724661 dengan signifikansi sebesar 0.0000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha
diterima, artinya NPF secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.
Nilai t hitung FDR (X2) pada Tabel 4.8 sebesar 2.910996 dengan signifikansi sebesar 0.0070 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya FDR secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap ROA.
Nilai t hitung CAR (X3) pada Tabel 4.8 sebesar -3.111848 dengan signifikansi sebesar 0.0043 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya CAR secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA.
Nilai t hitung BOPO (X4) pada Tabel 4.8 sebesar -3.701607 dengan signifikansi sebesar 0.0009 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.
4.2.4.3 Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi (R2) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2006). Artinya seberapa jauh variabel NPF, FDR, BOPO, dan CAR menjelaskan variabel ROA. Dalam penelitian ini untuk mencari koefisien determinasi digunakan nilai Ajusted R2. Hasil pengujian dengan menggunakan Eviews 7 dapat dilihat pada Tabel 4.8
Hasil dari pada Tabel 4.8 menunjukan besarnya nilai koefisien determinasi (Ajusted R-Square) sebesar 0.941417atau 94,14%, Hal
54
ini berarti variabel independen secara bersama–sama dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 93,14%, sedangkan sisanya 5.86% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian.
4.3 Analisis Pembahasan Hasil
1. Non Performing Finance(NPF) terdapat pengaruh signifikan terhadap Return On Total Asset(ROA)
Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa variabel Non Performing Finance (NPF) berpengaruh negative signifikan terhadap return on Total Asset (ROA). NPF merupakan total pembiayaan yang dikategorikan sebagai pembiayaan bermasalah.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini tidak konsisten dengan penelitian Pandu Mahardia (2008) yang menyatakan Non Performing Loan (NPL) pada penelitian ini secara statistik tidak berpengaruh terhadap Return on Asset (ROA).
Sedangkan Nurani Eka Safitri (2012) menyatakan hal yang berbeda dalam penelitiannya, Variabel NPL berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ROA.
2. Finance to Deposit Rasio (FDR) terdapat pengaruh signifikan terhadap Return On Total Asset(ROA)
Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa Finance to Deposit Rasio (FDR) secara parsial berpengaruh positif signifikan
kemampuan bank mamp membayar hutang dan membayar kembali kepada deposan dan dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini konsisten dengan penelitian Dhian Dayinta Pratiwi (2012) dan Nurani Eka Safitri (2012) yang menyatakan Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA)
3. BOPO terdapat pengaruh signifikan terhadap Return On Total Asset (ROA)
Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. BOPO mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini tidak konsisten dengan Listyorini Wahyu Widati (2012) yang menyatakan BOPO berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA. Sedangkan Pandu Mahardia (2008) menyatakan BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.
4. Capital Adequacy Ratio (CAR) terdapat pengaruh signifikan terhadap Return On Total Asset(ROA)
Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR)secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA. Capital Adequacy Ratio (CAR) Mengukur aktiva bank yang mengandung risiko ( kredit, penyertaan , surat berharga, tagihan pada bank
56
lain ) ikut di biaya dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana – dana dari di luar bank.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini konsisten dengan penelitian Dhian Dayinta Pratiwi (2012)yang menyatakan Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Return On Asset (ROA). Sedangkan Listyorini Wahyu Widati (2012) menyatakan Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif signifikan terhadap ROA.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan mengenai peumusn masalah dalam penelitian ini didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa variabel Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negative signifikan terhadap return on Total Asset (ROA). NPF merupakan total pembiayaan yang dikategorikan sebagai pembiayaan bermasalah. NPF secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan semakin besar NPF maka semakin kecil ROA yang di dapat.
2. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa Financing to Deposit Rasio (FDR) secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap ROA.
Finance to Deposit Rasio (FDR) mengukur seberapa besar kemampuan bank mampu membayar hutang dan membayar kembali kepada deposan dan dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan. FDR secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan semakin besar FDR maka semakin besar pula ROA yang di dapat.
3. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA. BOPO mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional
58
4. terhadap pendapatan operasional. BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan semakin besar BOPO maka semakin kecil ROA yang di dapat.
5. Berdasarkan hasil uji t diperoleh keterangan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR)secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ROA. Capital Adequacy Ratio (CAR) Mengukur aktiva bank yang mengandung risiko ( kredit, penyertaan , surat berharga, tagihan pada bank lain ) ikut di biaya dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana – dana dari di luar bank. CAR secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan semakin besar CAR maka semakin kecil ROA yang di dapat.
5.2 Implikasi
Berdasar hasil analisis diatas mengindikasikan bahwa:
1. NPF berpengaruh negatif dan signifikan pada bank syariah, oleh karena itu agar dapat meningkatkan ROA, bank syariah harus memperhatikan besarnya NPF, sehingga diperlukan pengelolaan aset yang baik melalui minimalisasi kredit macet. NPF dapat dijadikan acuan untuk melihat kemampuan solvabilitas (rasio yang menunjukkan kemampuan bank dalam membayar hutang jangka panjang) perbankan dengan modal besar sehingga menjadi salah satu dasar dalam rancangan Arsitektur Perbankan Indonesia tanpa perlu diakuisisi oleh pihak lain.
2. FDR berpengaruh positif dan signifikan pada bank syariah, oleh karena itu agar dapat meningkatkan ROA, bank syariah harus memperhatikan
besarnya FDR, dimana bank syariah mengelola asetnya dengan baik dengan terus menjaga besarnya FDR. FDR perlu dijaga, karena merupakan pengingat yang penting bagi kesehatan, terutama bagi bank yang memiliki visi masa depan untuk menjadi salah satu bank dari sedikit bank yang bisa beroperasi di Indonesia sesuai dengan ketentuan Arsitektur Perbankan Indonesia.
3. BOPO berpengaruh negatif dan signifikan pada bank syariah, oleh karena itu agar dapat meningkatkan ROA, bank syariah harus melakukan pengelolaaan aktivitas operasional bank yang efisien dengan memperkecil biaya operasional bank karena BOPO sangat mempengaruhi besarnya tingkat keuntungan bank yang tercermin dalam ROA. Bank yang efisien dalam operasional mampu menghasilkan ROA yang tinggi sehingga bank perlu mengambil kebijakan yang tepat dalam memangkas biaya-biaya yang tidak perlu.
4. CAR bepengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROE, dalam hal ini pihak perbankan tidak perlu mengatur berapakah CAR minimal yang harus dikelola Bank Umum Syriah. Bank cukup mematuhi saja peraturan minimal CAR perbankan oleh pemerintah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
60
5.3 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat penulis berikan adalah sebagai berikut :
1. Bagi Bank Syariah diharapkan bisa meningkatkan lagi kinerja bank syariah sehingga bisa bersaing terhadap bank konvensional lainnya dan masyarakat lebih percaya dan lebih yakin terhadap bank syariah tersebut.Serta dimohon adanya data perhitungan RBBR atau RBBR Score yang bisa dijadikan bahan pengujian untuk penelitian selanjutnya. Dimana pada penelitian ini penulis ingin meneliti tentang pengaruh RBBR tetapi karena keterbatasan data sehingga penulis tidak bisa meneliti kajian tersebut.
2. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan bisa meneliti seluruh Bank Syariah bukan hanya pada Bank Umum Syariah saja. Dan diharapkan dapat menambah variable lain seperti GCG dan menambahkan metode RBBR karena pada penelitian ini penulis mengalami keterbatasan data dalam menggunakan metode RBBR di karenakan barunya Bank Umum Syariah menggunkan metoe RBBR sehingga data yang di dapat belum mencukupi untuk di lakukan penelitian saat ini .Menggunakan rentang waktu yang lebih lama (5 tahun atau lebih) denganrentang waktu yang lebih lama diharapkan hasil akan semakin akurat dan menunjukan hasil yang lebih baik.
Menggunakan Metode SCOR (Supply Chain Operation Reference) dan AHP (Analytical Hierarchy Process) Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Fakultas Teknologi Industri : Universitas Islam Indonesia Ardiyanto, Moh. Didik, Thyas Rafelia. 2013. Pengaruh CAR, FDR, NPF, dan
BOPO Terhadap ROE Bank Syariah Mandiri Periode Desember 2008- AGUSTUS 2012
Astutik, Puji. Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank Menurut Risk Based Bank Rating terhadap Kinerja Keuangan (Studi pada Bank Umum Syariah di Indonesia)
Bapepam dan LK
Ekaputri, Cahaya. 2014. Tata Kelola, Kinerja, Rentabilitas, dan Risiko pembiayaan Perbankan Syariah.
Eka Safitri, Nurani. 2012. Analisis PengaruhCapitl Adequacy Ratio(CAR ), Efisiensi (BOPO ), Non Performing Loan(NPL) danLoanTo Deposit Ratio(LDR) TerhadapReturn On Assets(ROA)(Studi Pada Bank Persero Pemerintah).
Dayinta Pratiwi, Dhian. 2012. Pengaruh CAR, BOPO, NPF dan FDR Terhadap Return On Asset (ROA) Bank Umum Syariah (Studi Kasus pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2005 –2010)”
Fadhila, Alizatul., Dkk. 2015. Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode Risk Based Bank Rating (RBBR) (Studi pada Bank Milik Pemerintah Pusat yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013)
Fiqhus Sunnah Karya Sayid Sabiq III/220
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Undip.
62
Ghozali, Imam. 2011. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, Damodar, 1995. Ekonometrika Dasar. Penerbit Erlangga, Jakarta http://www.bankmuamalat.co.id/hubungan-investor/laporan-tahunan http://www.bcasyariah.co.id/laporan-keuangan/tahunan/2015-2/
http://www.bi.go.id/id/peraturan/perbankan/Pages/SE%20No.13_24_DPNP_2011 .aspx
http://www.bnisyariah.co.id/category/investor-relations/laporan-tahunan http://www.brisyariah.co.id/?q=laporan-tahunan
http://www.megasyariah.co.id/
http://www.syariahbukopin.co.id/id/laporan
http://www.syariahmandiri.co.id/category/investor-relation/
http://www.ojk.go.id/id
Lukman, Dendawijaya. 2000. Manajemen Perbankan. Ghalia Indonesia : Jakarta . Luciana Spica Almilia, S.E., M.Si. dan Winny Herdiningtyas, S.E. 2005. Analisis
Rasio CAMEL terhadap Prediksi Kondisi Bermasalah pada Lembaga Perbankan Perioda 2000-2002
Mahardian, Pandu. 2008. Analisis Pengaruh Rasio CAR, BOPO, NPL, NIM DAN LDR Terhadap kinerja Keuangan Perbankan (Studi Kasus perusahaan perbankan yang Tercatat di BEJ Periode Juni 2002 – Juni 2007)
Mawardi, Wisnu. 2005. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus Pada Bank Umum dengan Total Assets Kurang dari 1 Triliun)
Nugroho, Aluisius Wishnu. Analisis Pengaruh FDR, NPF, BOPO, KAP dan PLO Terhadap ReturnOn Asset Studi pada Bank Syariah di Indonesia periode tahun 2006 – 2010.
Peraturan Bank Indonesia No.8/4/PBI/2006.
Prasnanugraha, Ponttie. 2007. Analisis Pengaruh Rasio-rasio Keuangan Terhadap Kinerja Bank Umum di Indonesia (Studi Empiris Bank-bank Umum Yang Beroperasi Di Indonesia)
Putri, I Dewa Ayu Diah Esti, I Gst Ayu Eka Damayanthi. 2013 Analisis Perbedaan Tingkat Kesehatan Bank Berdasarkan RGEC Pada Perusahaan Perbankan Besar dan Kecil
Riyadi Slamet, 2006. Banking Assets and Liability Management (Edisi Ketiga).
Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2006.
Siamat, Dahlan. 2005. Manajemen Lembaga keuangan Kebijakan Moneter dan Perbankan. Edisi Kelima.
Widati, Listyorini Wahyu. 2012. Analisis Pengaruh CAMEL Terhadap kinerja perusahaan Perbankan yang Go Publik.
Widyaningrum , Hening Asih, Suhadak Topowijono. Analisis Tingkat kesehatan Bank dengan Menggunakan Metode Risk-Based Bank Rating (RBBR) (Studi pada Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dalam IHSG Sub Sektor Perbankan Tahun 2012).
Yessi, Putu Noviantini Permata., Dkk. 2015. Analisis Tingkat Kesehatan Bank dengan Menggunakan Pendekatan RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, Capital) Studi pada PT Bank Sinar Harapan Bali Periode 2010-2012.
LAMPIRAN
Lampiran I Data Penelitian
No Nama Perusahaan Tahun NPF FDR BOPO CAR ROA
1 BRI Syariah
2013
4.06 102.7 90.42 14.49 1.15
2 Mega Syariah 2.98 93.37 86.09 12.99 2.33
3 BCA Syariah 0.1 83.5 86.91 22.4 1.0
4 BNI Syariah 1.86 97.86 83.94 16.23 1.37
5 Bank Muamalat 1.35 99.99 93.86 14.05 0.5
6 Bank Syariah Mandiri 4.33 89.37 86.46 14.1 1.53
7 Victoria Syariah 3.71 84.65 91.95 18.4 0.5
8 BJB Syariah 1.86 97.4 85.76 17.99 0.91
9 Bukopin Syariah 4.27 100.29 92.29 11.1 0.69
10 Panin Syariah 1.02 90.4 81.31 20.83 1.03
11 Maybank Syariah 2.69 152.87 67.79 59.41 2.87
12 BRI Syariah
2014
4.6 93.9 99.47 12.89 0.08
13 Mega Syariah 3.89 93.61 97.61 19.26 0.29
14 BCA Syariah 0.1 91.17 88.11 29.57 0.76
15 BNI Syariah 1.86 92.58 85.03 18.76 1.27
16 Bank Muamalat 6.55 84.14 97.33 14.15 0.17
17 Bank Syariah Mandiri 6.97 82.13 98.49 14.76 0.17
18 Victoria Syariah 7.1 95.19 143.31 15.27 -1.87
19 BJB Syariah 5.84 93.69 96.94 15.83 0.69
20 Bukopin Syariah 4.07 92.89 96.77 14.8 0.27
21 Panin Syariah 0.53 94.04 82.58 25.69 1.99
22 Maybank Syariah 5.04 157.77 69.6 52.13 3.61
23 BRI Syariah
2015
4.86 84.16 93.79 13.94 0.76
24 Mega Syariah 4.26 98.49 99.51 18.74 0.3
25 BCA Syariah 0.7 91.4 94.1 34.3 1.0
26 BNI Syariah 2.53 91.94 89.63 18.11 1.43
27 Bank Muamalat 7.11 90.3 97.41 12.36 0.2
28 Bank Syariah Mandiri 6.14 81.99 94.78 12.85 0.56
29 Victoria Syariah 9.8 95.29 119.19 16.14 -2.36
30 BJB Syariah 6.93 104.75 98.78 22.53 0.25
31 Bukopin Syariah 2.99 90.56 91.99 16.31 0.79
32 Panin Syariah 2.63 96.43 89.29 20.3 1.14
LAMPIRAN II Deskriptif statistik
ROA NPF FDR CAR BOPO
Mean 0.159091 5.194848 96.95030 20.57818 95.85121
Median 0.760000 4.260000 93.61000 16.31000 92.29000
Maximum 3.610000 35.15000 157.7700 59.41000 192.6000
Minimum -20.13000 0.100000 81.99000 11.10000 67.79000
Std. Dev. 3.801528 6.134153 16.39418 10.99027 21.59565
Skewness -4.786211 3.723650 2.779275 2.248101 3.062576
Kurtosis 26.19399 18.57819 10.58227 7.609320 13.96208
Jarque-Bera 865.6895 409.9457 121.5340 57.00979 216.8165 Probability 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000
Sum 5.250000 171.4300 3199.360 679.0800 3163.090
Sum Sq. Dev. 462.4517 1204.091 8600.614 3865.150 14923.90
Observations 33 33 33 33 33
LAMPIRAN III Uji Normalitas
0 1 2 3 4 5 6
-2.0 -1.5 -1.0 -0.5 0.0 0.5 1.0 1.5
Series: Residuals Sample 1 33 Observations 33 Mean -3.84e-16 Median -0.018890 Maximum 1.735237 Minimum -1.800010 Std. Dev. 0.860696 Skewness -0.116150 Kurtosis 2.308948 Jarque-Bera 0.730836 Probability 0.693907
66
LAMPIRAN IV Uji Chow
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 1.314747 (10,18) 0.2943
Cross-section Chi-square 18.095922 10 0.0534
LAMPIRAN V Uji Heteroskedastisitas
F-statistic 1.657691 Prob. F(4,28) 0.1878
Obs*R-squared 6.318521 Prob. Chi-Square(4) 0.1766 Scaled explained SS 4.571828 Prob. Chi-Square(4) 0.3341
LAMPIRAN VI Uji Multikolerasi
Coefficient Uncentered Centered
Variable Variance VIF VIF
NPF 0.004448 9.894941 5.926794
FDR 0.000341 128.5278 3.467657
CAR 0.000684 14.41255 3.122680
BOPO 0.000335 126.0433 5.913233
C 5.918051 230.6755 NA
LAMPIRAN VII Uji Uji Autokolerasi
LAMPIRAN VIII Uji Hipotesis
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 4.944551 2.432704 2.032532 0.0517
NPF? -0.381785 0.066691 -5.724661 0.0000
FDR? 0.053782 0.018476 2.910996 0.0070
BOPO? -0.067796 0.018315 -3.701607 0.0009
CAR? -0.081385 0.026153 -3.111848 0.0043
R-squared 0.948739 Mean dependent var 0.159091
Adjusted R-squared 0.941417 S.D. dependent var 3.801528 S.E. of regression 0.920122 Akaike info criterion 2.810107 Sum squared resid 23.70551 Schwarz criterion 3.036851 Log likelihood -41.36677 Hannan-Quinn criter. 2.886400 F-statistic 129.5574 Durbin-Watson stat 1.712946 Prob(F-statistic) 0.000000
R-squared 0.948739 Mean dependent var 0.159091
Adjusted R-squared 0.941417 S.D. dependent var 3.801528 S.E. of regression 0.920122 Akaike info criterion 2.810107 Sum squared resid 23.70551 Schwarz criterion 3.036851 Log likelihood -41.36677 Hannan-Quinn criter. 2.886400 F-statistic 129.5574 Durbin-Watson stat 1.712946 Prob(F-statistic) 0.000000