Pendahuluan
LatarBelakangMasalah
Dendawijaya (2003) menambahkan bahwa semakin besar ROA suatu bank, maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang diperoleh bank tersebut dan semakin baik pula posisi dan pemanfaatan aset bank tersebut. Tingkat kesehatan bank merupakan hasil penilaian terhadap kondisi bank yang dikaitkan dengan risiko dan kinerja bank, atau dalam arti lain tingkat kesehatan bank merupakan cerminan bahwa suatu bank dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Kesehatan dan kinerja keuangan suatu bank merupakan ukuran terpenting bagi bank, karena kegiatan operasionalnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
IdentifikasiMasalah
Dalam menghitung hasil keuangan bank ada beberapa perhitungan yang perlu dihitung, pada metode RBBR perhitungan tersebut adalah pengaruh NPF, FDR, BOPO dan CAR terhadap ROA. Perbedaannya dengan penelitian sebelumnya adalah penulis mengambil tahun yang berbeda dari penelitian sebelumnya penulis memerlukan waktu 3 tahun yaitu . PENGARUH NPF, FDR, BOPO DAN BIL TERHADAP ROA BANK UMUM SYARIAH INDONESIA PERIODE TAHUNAN.
RumusanMasalah
TujuanPenelitian
ManfaatPenelitian
Untuk mengetahui pengaruh Capital Adequecy Ratio terhadap Return on Assets Ratio pada Bank Umum Syariah di Indonesia pada periode tersebut. Perbedaan dalam penelitian ini adalah penulis menggunakan penelitian pada bank umum syariah di Indonesia periode tahun dengan menggunakan empat variabel yaitu NPF, FDR, BOPO dan ROA.
SistematikaPembahasan
LandasanTeori
TinjauanPustaka
- Pengertian Bank Syariah
- Karateristik Bank Syariah
Keputusan pendirian bank syariah di Indonesia dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tanggal 18 – 20 Agustus 1990. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 menjelaskan bahwa bank syariah wajib menghindari MAGHRIB dalam menjalankan aktivitasnya. yaitu Maysir, Gharar, Riba dan Bathil.
Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah
Apabila terdapat permasalahan pada bank konvensional, penyelesaiannya dilakukan di pengadilan negeri atau berdasarkan undang-undang negara. Dalam perbankan syariah, jika terjadi perbedaan pendapat atau perselisihan antara bank dengan nasabahnya, maka kedua belah pihak tidak menyelesaikannya di pengadilan negeri, tetapi menyelesaikannya sesuai dengan prosedur dan hukum syariah.
Tingkat Kesehatan Bank Syariah
- Rentabilitas
- Capital
Dhian Dayinta Pratiwi dengan judul Pengaruh CAR, BOPO, NPF dan FDR Terhadap Return On Assets (ROA) Bank Umum Syariah (Studi Kasus Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun. Pratiwi “Pengaruh CAR, BOPO, NPF dan FDR terhadap Return On Asset (ROA) Bank Umum Syariah (Studi Kasus Bank Umum Syariah di Indonesia. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus Bank Umum dengan Total Aset Kurang dari 1 Triliun))” (2005).
Dalam penelitian ini digunakan seluruh 12 Bank Umum Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia. Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Umum Syariah telah memenuhi standar yang ditetapkan Bank Indonesia yaitu minimal sebesar 8%. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat menyelidiki seluruh bank syariah, tidak hanya bank umum syariah saja.
Pengaruh CAR, BOPO, NPF dan FDR Terhadap Return on Assets (ROA) Bank Umum Syariah (Studi Kasus Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Keuangan Bank Umum di Indonesia (Studi Kasus Bank Umum bank Bank dengan total aset kurang dari 1 triliun). Analisis pengaruh rasio keuangan terhadap kinerja bank umum di Indonesia (studi empiris pada bank umum yang beroperasi di Indonesia).
Penelitian Terdahulu
Kerangka Pemikiran
- Pengaruh NPF terhadap ROA
- Pengaruh FDR terhadap ROA
- Pengaruh BOPO terhadap ROA
- Pengaruh CAR terhadap ROA
Perusahaan tersebut berada pada salah satu sektor industri yaitu sektor perbankan dan jenis bank yang digunakan adalah Bank Umum Syariah. Berdasarkan kriteria di atas maka dapat diambil sampel sebelas bank umum syariah karena Bank Tabungan Pensiunan Syariah Nasional (BTPN Syariah) baru ada pada tahun 2014 sehingga tidak ada laporan keuangan pada tahun 2013. Caranya adalah dengan menyediakan seluruh data yang diperlukan untuk penelitian ini sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan tahunan masing-masing bank umum syariah.
Kriteria penentuan sampelnya adalah Bank Umum Syariah yang menerbitkan laporan keuangan tahunan yang memuat laporan keuangan berupa ROA, NPF, FDR, BOPO dan CAR tahun 2013–2015. 2 Bank Umum Syariah yang menerbitkan laporan tahunan berisi NPF, FDR, CAR, BOPO dan ROA pada tahun 2013 -2015. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik, pada periode penelitian, nilai non-performing loan (NPF) Bank Umum Syariah tidak melebihi standar maksimal yang ditetapkan BI yaitu sebesar 5%.
Karena probabilitasnya jauh lebih kecil dari 0,05 maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi Return On Assets (ROA), atau dapat dikatakan CAR, BOPO, NPF dan FDR secara bersama-sama mempengaruhi ROA pada Bank Umum Syariah.
Hipotesis
Metodologi Penelitian
- Populasidan Sample
- Metode Pengumpulan data
- Data yang Dihimpun
- Teknik Pengumpulan Data
- Operasional Variabel
- Persamaan Penelitian
- MetodeAnalisis Data
- Pengujian AsumsiKlasik
- Analisis Regresi
- Pengujian Hipotesis
Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah terdapat korelasi antar variabel independen dalam suatu model regresi (Ghozali, 2006). Menurut Ghozali (2005), uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi guna mengetahui terjadinya varian yang berbeda pada variabel independen yang berbeda. Uji ini digunakan untuk mengetahui pengaruh individu variabel independen untuk menjelaskan variasi variabel dependen (Ghozali, 2001).
Ha diterima : berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen dan variabel dependen secara simultan. Chi-Square(4) sebesar 0,1766 jelas menunjukkan memiliki nilai signifikansi > 0,05, sehingga tidak ada variabel independen yang secara statistik berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (return on total assets). Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan korelasi yang tinggi atau sempurna antar variabel independen (Ghozali, 2011:105).
Sedangkan jika VIF < 10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen dalam model regresi.
Analisis Dan Pembahasan
Gambaran Umum Objek Penelitian
- Deskriptif Penelitian
- Deskriptif Statistik
Seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, penelitian ini mencakup variabel dependen yaitu return on total aset dan empat (4) variabel independen yaitu NPF, FDR, BOPO dan CAR. Berdasarkan kriteria tersebut maka diambil sampel sebanyak 11 Bank Umum Syariah yang dapat dilihat pada tabel 4.1. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif, karakteristik sampel yang digunakan dalam penelitian ini akan ditunjukkan pada Tabel 4.2 di bawah ini, antara lain: jumlah sampel (N), nilai minimum, nilai maksimum, mean sampel (mean) untuk setiap variabel.
Data Return on Assets (ROA) menunjukkan bahwa rasio ini mempunyai nilai minimum (minimum) dan nilai maksimum (maksimum) sebesar 3,610000%. Hal ini menunjukkan bahwa besaran Return on Asset (ROA) telah sesuai dengan ketentuan Surat Edaran Bank Indonesia No. 24/9/DPbS tentang sistem penilaian tingkat kesehatan bank syariah, dimana suatu bank dikatakan baik jika memiliki ROA > 1,5% berdasarkan kriteria penilaian kredit. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik selama periode penelitian, nilai Funding to Deposit Ratio (FDR) Bank Umum Syairah tidak melebihi standar tertinggi yang ditetapkan BI yaitu 100%.
Sedangkan standar deviasi variabel BOPO sebesar 21,59565%, sehingga simpangan data variabel BOPO ini dapat dikatakan baik karena nilai standar deviasinya lebih kecil dari nilai mean.
Analisis Data
- Uji Normalitas
- Uji Analisis Data Panel
- Uji Asumsi Klasik
- Uji Heteroskedastisitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Autokolerasi
- Uji Hipotesis
- Uji F
- Uji T
- Koefisien Determinasi
Berdasarkan Tabel 4.6 terlihat bahwa tidak terdapat gejala autokorelasi pada penelitian ini karena nilai Durbin Watson sebesar 1,712946 berada di antara 1,55 hingga 2,46. Jika variabel FDR (X2) meningkat sebesar satu satuan sedangkan NPF (X1), BOPO (X3) dan CAR (X4) konstan maka akan menyebabkan peningkatan ROA sebesar 0,053782. Jika variabel BOPO (X3) mengalami kenaikan satu satuan sedangkan NPF (X1), FDR (X2) dan CAR (X4) konstan maka akan menyebabkan penurunan ROA sebesar -0.067796.
Apabila variabel CAR (X4) meningkat sebesar satu satuan sedangkan NPF (X1), FDR (X2) dan BOPO (X3) konstan maka akan menyebabkan penurunan ROA sebesar -0.081385. Nilai t hitung FDR (X2) pada tabel 4.8 sebesar 2,910996 dengan signifikansi 0,0070 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti FDR secara parsial mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap ROA. Nilai t hitung CAR (X3) pada tabel 4.8 sebesar -3,111848 dengan signifikansi 0,0043 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti CAR secara parsial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA.
Nilai t hitung BOPO (X4) pada tabel 4.8 sebesar -3,701607 dengan signifikansi 0,0009 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.
Analisis Pembahasan Hasil
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini tidak sesuai dengan Listyorini Wahyu Widati (2012) yang menyatakan BOPO berpengaruh positif tidak signifikan terhadap ROA. Berdasarkan hasil uji t terlihat bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan tidak signifikan secara parsial terhadap ROA. NPF secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA yang menunjukkan bahwa semakin besar NPF maka semakin kecil ROA yang diperoleh.
Berdasarkan hasil uji t terlihat bahwa Funding to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif signifikan secara parsial terhadap ROA. FDR berpengaruh positif signifikan secara parsial terhadap ROA, hal ini menunjukkan bahwa semakin besar FDR maka semakin besar pula ROA yang diperoleh. BOPO secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA yang menunjukkan bahwa semakin tinggi BOPO maka semakin rendah ROA yang dicapai.
CAR secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA menunjukkan bahwa semakin besar CAR maka semakin kecil ROA yang diperoleh.
Kesimpulan Dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan rumusan masalah dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Berdasarkan hasil uji t terlihat bahwa variabel Non Performing Financing (NPF) mempunyai pengaruh negatif signifikan terhadap Return on Total Assets (ROA). Finance to Deposit Ratio (FDR) mengukur kemampuan bank dalam membayar utang dan melunasi deposan serta memenuhi permohonan kredit yang diajukan tanpa penundaan.
Capital Adequacy Ratio (CAR) Mengukur aset bank yang mengandung risiko (pinjaman, investasi, surat berharga, tagihan terhadap bank lain) termasuk biaya dari dana modal sendiri bank, selain pinjaman dana dari luar bank.
Implikasi
BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap bank syariah, oleh karena itu untuk meningkatkan ROA sebaiknya bank syariah mengelola aktivitas operasional bank secara efisien dengan mengurangi biaya operasional bank karena BOPO mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkat keuntungan bank yang tercermin dalam ROA. CAR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROE, dalam hal ini perbankan tidak perlu mengatur minimum CAR yang harus dikelola oleh Bank Umum Syriah. Bagi Bank Syariah diharapkan dapat lebih meningkatkan kinerja bank syariah agar mampu bersaing dengan bank konvensional lainnya dan masyarakat lebih percaya terhadap bank syariah tersebut.Dan juga diminta adanya RBBR atau RBBR. Data perhitungan skor yang dapat dijadikan bahan tes untuk penelitian selanjutnya.
Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Metode Risk Based Bank Rating (RBBR) (Survei Pada Bank Milik Pemerintah Pusat Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011-2013). Penerbit Erlangga, Jakarta http://www.bankmuamalat.co.id/besar-investor/report-tahunan http://www.bcasyariah.co.id/report-keuangan/tahunan/2015-2/. Analisis Pengaruh FDR, NPF, BOPO, KAP dan PLO Terhadap Kajian Return On Asset Bank Syariah Di Indonesia Periode Tahun Berjalan.
Analisis Tingkat Kekuatan Bank Menggunakan Metode Risk-Based Bank Rating (RBBR) (Studi pada Bank Listing di Indonesia Subsektor Perbankan IHSG 2012).
Saran