• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data/Prosedur Penelitian

BAB I PENDAHULUAN

D. Defenisi Oprasional

7. Teknik Pengumpulan Data/Prosedur Penelitian

Pengumpulan data adalah pencatatan peristiwa hal atau keterangan, karakteristik dalam sebagian seluruh elemen populasi yang akan menunjang atau mendukung penelitian. Teknik pengumpulan data adalah langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Pada penelitian ini, untuk memperoleh data yang diperlukan menggunakan metode sebagai berikut:

a. Observasi

Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri spesifik bila dibandingkan dengan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner

58 Sugiono, Metode…, hlm. 137.

selalu berkomunikasi langsung dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain. Observasi dilakukan untuk menggali data yang berupa peristiwa, tempat, benda serta rekaman gambar.

Observasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi lingkungan belajar siswa dan melihat aktivitas pembelajaran guru dan siswa pada masing-masing kelas khususnya mengenai model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL).

b. Tes

Tes merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengukuran, yang di dalamnya terdapat berbagai pertanyaan-pertanyaan atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh peserta didik untuk mengukur aspek perestasi belajar didik.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah kumpulan fakta dan data yang tersimpan dalam bentuk teks.Teknik dokumentasi ini sering digunakan menjadi teknik utama dalam penelitian sejarah atau analisis teks.Namun, hampir setiap penelitian menggunakan teknik ini sebagai teknik pengumpulan data sekunder.

d. Angket

Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah menggunakan koesioner (angket). Adapun bentuk angket yang digunakan pada penelitian ini adalah bentuk pertanyaan tertutup,

dimana responden tidak diberi kesempatan utuk menjawab, dimana alternative jawabannya dari pertanyaan tersebut telah disediakan dalam bentuk objektif yaitu dengan menggunakan skala likert dengan 5 alternatif jawaban yaitu: option A. selalu (diberi 5), B.

sering (diberi skor 4), C. kadang-kadang ( diberi skor 3), D. pernah (diberi skor 2), E. Tidak pernah (diberi skor 1), bila butir soal angket bersifat positif, sedangkan butir soal angket bersifat negatif maka alternatif jawabannya memiliki nilai sebagai berikut: A selalu ( diberi skor 1), B sering (diberi skor 2), C kadang-kadang (diberi skor 3), D pernah (diberi skor 4), E tidak pernah (diberi skor 5).

Sehingga jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain:

a. Setuju/selalu/sangat positif diberi skor 5 b. Setuju/sering/ positif diberi skor 4

c. Ragu-ragu/ kadang-kadang / netral diberi skor 3

d. Tidak setuju/ hamper tidak pernah/ negative diberi skor 2 e. Sangat tidak setuju/ tidak pernah/ diberi skor 1

8.Teknik Analisis Data

Agar data yang sudah dikumpukantersebut dapat dianalisa dan kemudian disimpulan maka data yang telah diperoleh dari angket akan diolah dengan melakukan langkah penyuntingan, pengkodean dan pentabulasian.

Setelah pengolahan data sesuai dengan ketentuan di atas, peneliti

menganalisa data tersebut dengan menggunakan teknik analisa data, diantaranya sebagai berikut:

1) Penyusunan Data

Data-data yang diproleh dari beberapa metode yang digunakan kemudian dikumpulkan dan disusun. Penyususna data dimaksudkan untuk memudahkan dalam proses analisa data. Data yang tersusun dengan baik menghindarkan peneliti dari kekliruan dalam menganalisa data.

2) Pengelolaan Data

Berdasarkan masalah, tujuan dan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, maka teknik analisa data yang digunakan adalah teknik dengan menggunakan rumus “korelasi product moment”

Teknik korelasi Product Moment ini digunakan untuk mencari hubungan dua membuktikan hipotesis hubungan dua variable bila data kedua variabel berbentuk interval atau ratio, dan sumber data dari dua variabel atau lebih tersebut adalah sama.59

Teknik analisa data product moment dengan angka kasar digunakan untuk menemukan Pengaruh model pembelajaran contekstual teaching and learning terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran Fiqih hubungan agama islam dengan pengalaman ibadah siswa. Valid tidaknya suatu item instrument dapat diketahui

59Dini Hawariah, “Hubungan…, hlm. 44.

dengan membandingkan indeks korelasi Product Moment yang digunakan adalah sebagai berikut:60

N (∑ X y) –(∑ X) (∑y)

√{N ∑ X2–(∑ X) 2} {N ∑ y2–(∑ y)2} Keterangan: rxy = Angka korelasi “r”

produk moment N= JumlahSubjek X = Skor VariabelX

Y = Skor Variabely

∑X = Jumlah seluruh skorX

∑ y = Jumlah seluruh skory

∑ Xy = Jumlah seluruh skor X dan y

3) Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis menggunakan taraf signifikan 5% untuk mengetahui r tabelproduct moment.Bila r hitung> r tabelmaka Ha diterima dan Ho ditolak, dan begitu juga dibaliknya.

Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan tersebut besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel berikut.61

60Ibid,hlm. 55

61Sugioyono, Stratistika..,. hlm. 216.

Tabel 5.1

Pedoman Untuk Memberi Interprestasi Terhadap Koefisien Korelasi

Interval lofesien

Tingkat hubungan 0,00-0,19

0,020-0,39 0,40-0,59 0,60-79 0,80-1

Sangat Rendah Rendah

Sedang Baik

Sangat Baik

Tabel di atas merupakanpedoman untuk memberikan interpretasi terhadap koefisien korelasi, setelah peneliti melakukan analisis menggunakan product moment.Sedangkan untuk melakukan uji analisis pengaruh berdasarkan tujuan penelitian, maka teknik yang paling tepat digunakan adalah teknik uji t dengan rumus:

t=

1 2

2

r

n r

Kriteria: Ho ditolak jika thitung > ttabel yang artinya Ha diterima, pada taraf signifikansi 5%.

Hasil perhitunganakan diterjemahkan dengan merujuk pada nilai “r” product moment pada level of significant (tingkat signifikan) 5%.Jika hasil perhitungan lebih besar dari nilai r pada table, maka korelasi dianggap signifikan atau Ho ditolak.Artinya ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)terhadap prestasibelajar.

Namun jika hasil perhitungan lebih kecil dari nilai r pada tabel, maka korelasi dianggap tidak signifikan atau Ho diterima dan Ha ditolak.Ini berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan prestasi belajar.

Mengenai hasil observasi, wawancara, dan penelitian documenakan memperkaya data yang diperoleh dari angket yang berfungsi menjelaskan data tersebut.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Sejarah Singkat Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman Ujan

Dokumen terkait