• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

F. Teknik Penjaminan Keabsahan Data

Untuk menjamin keabsahan data, penulis menggunakan teknik triangulasi data. Triangulasi data adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Teknik-teknik triangulasi bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data yang telah ada. 61

Triangulasi data dengan sumber lainnya berarti membandingkan data mengecek baik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Hal ini dapat dicapai dengan jalan:

60 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015) h. 338-345

61 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D,

(Bandung: Alfabeta, 2015) h. 330

1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara 2. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa

yang dikatakan secara pribadi.

3. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penulis dengan dokumentasi yang berkaitan.

Untuk mengetahui keabsahan data yang penulis teliti, maka penulis membandingkan hasil pengamatan dan wawancara.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

Penelitian ini peneliti lakukan untuk mendapatkan informasi tentang kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SMP N 2 Palupuh. Peneliti melakukan wawancara dengan guru BK dan guru mata pelajaran IPA menggunakan pedoman wawancara yang berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang dibuat berdasarkan beberapa indikator, yang menurut peneliti merupakan bagian yang dapat mewakili dan memberikan informasi untuk menjawab pertanyaan kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SMP N 2 Palupuh. Selain wawancara peneliti juga melakukan observasi yaitu mengamati langsung bagaimana kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Adapun deskripsi penelitian yang peneliti paparkan sebagai berikut:

A. Bentuk Kerjasama Guru BK dengan Guru Mata Pelajaran IPA 1. Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan seorang guru BK terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru mata pelajaran IPA yaitu tentang memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, ia menyatakan bahwa:

“Untuk memasyarakatkan BK kepada siswa-siswi saya dibantu oleh para guru mata pelajaran kami saling bekerjasama dalam hal ini”62

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran IPA terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, ia menyatakan bahwa:

“Dalam memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling saya membantu memperkenalkannya kepada siswa-sisiwi sebatas sepengetahuan saya tentang BK seperti kalau ada diantara kalian yang memiliki masalah bisa dibicarakan kepada guru BK dan guru BK lah yang nantinya akan menyelesaikannya”63

Selanjutnya peneliti juga mewawacarai guru IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, ia menyatakan bahwa:

“kalau saat belajar siswa-siswi kelihatan tidak fokus saya akan memperkenalkan BK kepada mereka saya bilang kalau kalian tidak konsentrasi dalam belajar mata pelajaran Ibu maka Ibu akan menyuruh guru BK memanggil kalian dan masuk keruagan BK dan akan ditanya-tanyai di sanan ”64

Selanjutnya peneliti juga mewawancarai guru IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, ia menyatakan bahwa :

62 S M H P (Guru Bimbingan dan Konseling) Wawancara, 31 Juli 2018, SMP N 2 Palupuh

63 N Y (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 1 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

64 R (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawacara, 2 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

“Saya membantu guru BK dalam memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling dengan cara, saya menceritakan kepada siswa-siswi tentang BK yang saya ketahui seperti kalau ada siswa yang bermasalah dalam hal apapun bisa diceritakan kepada guru BK diruangannya dan kerahasiaan akan dijamin oleh guru BK dan guru BK akan mencari jalan keluar dari persoalan ataupun masalah tersebut dan perkenalan BK lebih mendalam tentu guru BK lah yang lebih bisa menjelaskan kepada siswa-siswi” 65

Dan hasil Obervasi yang peneliti lakukan terkait dengan kerjasama yang dilakukan oleh guru BK dan guru mata pelajaran IPA dalam memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling ada terjadi seperti kalau dalam proses belajar mengajar ada siswa-siswi yang melamun atau kelihatan kurang memperhatikan atau kurang fokus maka guru mata pelajaran IPA mengatakan bahwa kalau ada diantara kalian yang memiliki masalah boleh diceritakan kepada guru BK dan akan dirahasiakan oleh guru BK .

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran IPA dalam memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa-siswi sudah terjadi guru mata pelajaran membantu mengenalkan BK kepada siswa-siswi disela-sela proses belajar mengajarnya dengan cara mereka masing-masing.

65 N (guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 3 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

2. Membantu guru BK mengidentifikasi masalah siwa-siswi

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru BK terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru mata pelajaran IPA yaitu tentang mengidentifikasi masalah siswa-siswi, ia menyatakan bahwa:

Iya, saya mnerima informasi-informasi dari guru mata pelajaran IPA terkait dengan bagaimana cara siswa-siswi tersebut mengikuti mata pelajaran IPA yang diajarkan oleh guru yang bersangkutan saya menerima informasi tersebut secara lisan”66

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran IPA terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, ia menyatakan bahwa:

“Iya, saya melakukan identifikasi kepada siswa-siswi tentu terhadap mata pelajaran yang saya ajarkan saya melihatnya bagaimana cara siswa-siswi tersebut mengikuti mata pelajaran yang saya ajarkan”67

Peneliti juga melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, ia menyatakan bahwa:

“Saya melakukan identifikasi kepada siswa-siswi yang memiliki hasil belajar yang rendah saya melihat bagaimana tingkah lakunya dalam mengikuti mata pelajaran saya apakah dia sering melamun atau penyebab melamunnya kerena ada masalah kalau saya tidak

66 S M H P (Guru Bimbingan dan Konseling) Wawancara, 31 Juli 2018, SMP N 2 Palupuh

67 N Y (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 1 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

bisa memecahkan persoalan tersebut saya minta bantuan kepada guru BK”68

Saya juga melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling, ia menyatakan bahwa:

“Saya mengidentifikasi siswa-siswi tersebut dengan hasil belajar IPA nya terutama pada nilai UH, karena nilai UH jarang siswa yang memiliki kesempatan untuk mencontek lain dengan PR.

Selain dengan nilai saya juga melihat cara belajar siswa-siswi ada juga siswa-siswi yang rajin dalam belajar tapi di UH hasil rendah“69

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan terkait dengan kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SMP N 2 Palupuh peneliti juga mlihat adanya komunikasi yang terjadi terhadap kedua belah pihak terkait dengan siswa-siswi yang memiliki hasil belajar IPA yang rendah .

Berdasarkan wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa-siswi di SMPN 2 Palupuh guru mata pelajaran IPA mengidentifikasi dengan melihat cara belajar atau tingkah laku siswa-siswi dalam mengikuti proses belajar mengajar di kelas dan mencoba mencari faktor penyebab siswa-siswi tersebut mendaptkan hasil belajar IPA rendah sekiranya guru mata pelajaran IPA tidak bisa memecahkan persoalan tersebut maka minta

68 R (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 2 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

69 N (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 3 Agustus 2018, SMP N 02 Palupuh

bantuan kepada guru BK apa tindak lanjut yang akan dilakukan oleh guru BK.

3. Membantu guru pembimbing mengumpulkan data tentang siswa

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru BK terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru mata pelajaran IPA yaitu tentang membantu guru BK mengumpulkan data tentang siswa-siswi, ia menyatakan bahwa:

“Dalam mengumpulkan data siswa-siswi saya dibantu oleh guru mata pelajaran IPA, guru mata pelajaran IPA memberikan data- data rekomedasi siswa-siswi kepada saya yang sekiranya perlu dilakukan pembinaan untuk meningkatkan hasil belajar IPA”70 Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan guru IPA terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang membantu guru BK mengumpulkan data siswa-siswi, ia menyatakan bahwa:

“Saya membantu guru BK dalam mengumpulkan data tentang peserta didik untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan cara memberikan nilai-nilai peserta didik tersebut”71

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan guru IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang membantu guru BK mengumpulkan data siswa-siswi, ia menyatakan bahwa:

70 S M H P (Guru Bimbingan dan Konseling) Wawancara, 31 Juli 2018, SMP N 2 Palupuh

71 N Y (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 1 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

“Cara saya membantu guru BK dalam mengumpulkan data siswa- siswi untuk meningkatkan hasil belajar IPA yaitu dengan cara melihat absensi dari siswa-siswi tersebut, cara belajar siswa-siswi tersebut dan dari hasil ujian tentunya pada mata pelajara IPA”72

Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan guru IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang membantu guru BK mengumpulkan data siswa-siswi, ia menyatakan bahwa:

“Cara saya membantu guru BK dalam mengumpulkan data siswa- siswi untuk meningkatkan hasil IPA yaitu dengan cara mengamati sikap siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar setelah itu baru saya berikan kepada guru BK ”73

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan terkait dengan kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran IPA tentang membantu guru BK dalam mengumpulkan data siswa-siswi saya melihat ada kerjasama yang terjadi guru mata pelajaran memberikan catatan-catatan kecil tentang siswa-siswi yang nilai IPA nya rendah kepada guru BK.

Berdasarkan hasil observasi dan wawacara dapat disimpulkan bahwa Guru mata pelajaran IPA membantu guru BK dalam mengumpulkan data siswa-siswi yang memiliki hasil belajar IPA rendah dengan cara memberikan hasil belajar siswa-siswa, absensi, dan pengamatan terhadap cara belajar siswa-siswai di kelas dalam mengikuti prosese belajar mengajar kepada guru BK dan guru BK lah yang akan menindak lanjuti.

72 R (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 2 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

73 N (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 3 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

4. Mengalih tangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru BK

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru BK terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru mata pelajaran IPA yaitu mengalih tangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru BK, ia menyatakan bahwa:

“Saya ada menerima siswa-siswi yang alih tangan dari guru mata pelajaran IPA kepada saya yaitu tentang siswa-siswi yang dalam proses belajar mengajarnya tidak fokus suka melamun dan suka menggangu teman dalam proses belajar mengajar di kelas”74

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru mata pelajaran IPA terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang mengalih tangankan siswa-siswi yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru BK, ia menyatakan bahwa:

“Kalau ada siswa-siswi yang bermasalah dengan mata pelajaran saya sudah dinasehati masih belum berubah saya akan mengalihkan kepada guru BK”75

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang mengalih tangankan siswa-siswi yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru BK, ia menyatakan bahwa:

74 S M H P (Guru Bimbingan dan Konseling) Wawancara, 31 Juli 2018, SMP N 2 Palupuh

75 N Y (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 1 Agustus 2018, SMP N 02 Palupuh

“Sebelum saya alih tangankan kepada guru BK saya akan memcoba membina seperti kalau dilihat dari nilai siswa-siswi tersebut ada yang rendah (di bawah KKM) akan diadakan remedial kalau tidak berubah maka akan dialih tangankan kepada guru BK dan kalau dari kehadiran 3 kali dalam sebulan tidak datang kesekolah tampa ada keterangan juga saya alihkan kepada guru BK

76

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru IPA selanjutnya terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang mengalih tangankan siswa-siswi yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru BK, ia menyatakan bahwa:

“Sebelum saya alihkan kepada guru BK saya mencoba untuk menyelesaikannya tetapi kalau masih belum ada perubahan dari diri siswa-siswi maupun dari hasil belajarnya baru saya alih tangankan kepada guru BK”77

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan terkait dengan Mengalih tangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru BK sudah terjadi kerjasama diantara kedua belah pihak untuk meningkatkan hasil belajar IPA.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SMP N 2 Palupuh dalam mengalih tangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru BK. Guru mata pelajaran mencoba terlebih dahulu mengatasi

76 R (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 2 Agustus 2018, SMP N 02 Palupuh

77 N (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 3 Agustus 2018, SMP N 02 Palupuh

siswa-siswi yang mengalami masalah pada mata pelajaranya IPA kalau tidak bisa baru guru mata pelajaran IPA mengalih tangankan kepada guru BK. Disini sudah terjadi kerjasama dalam mengalih tangankan siswa-siswi yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepada guru BK.

5. Menerima siswa-siswi alih tangan dari guru BK yaitu siswa-siswi yang menurut guru BK memerlukan latihan perbaikan dan program pengayaan

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru BK terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru mata pelajaran IPA yaitu Menerima siswa-siswi alih tangan dari guru BK yaitu siswa-siswi yang menurut guru BK memerlukan latihan perbaikan dan program pengayaan, ia menyatakan bahwa:

“Setelah saya menerima siswa-siswi alih tangan dari guru mata pelajaran IPA kepada saya, kemudian saya memberikan layanan- layanan yang dibutuhkan oleh siswa-siswi tersebut setelah itu saya kembalikan kepada guru IPA supaya diberikan latihan dan pengayaan khusus”78

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru mata pelajaran IPA terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang Menerima siswa-siswi alih tangan dari guru BK yaitu siswa- siswi yang menurut guru BK memerlukan latihan perbaikan dan program pengayaan, ia menyatakan bahwa:

78 S M H P (Guru Bimbingan dan Konseling), Wawancara, 31 Juli 2018, SMP N 2 Palupuh

“Iya, saya menerima siswa-siswi alih tangan dari guru BK kepada saya”79

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru mata pelajaran IPA terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang Menerima siswa-siswi alih tangan dari guru BK yaitu siswa- siswi yang menurut guru BK memerlukan latihan perbaikan dan program pengayaan, ia menyatakan bahwa:

“Saya menerima siswa-siswi alih tangan dari guru BK yang kata guru BK memerlukan pengajaran yang lebih lagi”80

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru mata pelajaran IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang Menerima siswa-siswi alih tangan dari guru BK yaitu siswa-siswi yang menurut guru BK memerlukan latihan perbaikan dan program pengayaan, ia menyatakan bahwa :

“Iya, saya menerima siswa-siswi alih tangan dari guru BK saya berusaha lebih memperhatikannya saat proses belajar mengajar berlangsung”81

Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan ada terjadi pengalih tangankan dari guru BK kembali ke guru mata pelajaran IPA.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan terkait dengan kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SMP N 2 Palupuh tentang Menerima

79 N Y (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 1 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

80 R (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 2 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

81 N (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 2 Juli 2018, SMP N 2 Palupuh

siswa-siswi alih tangan dari guru BK yaitu siswa-siswi yang menurut guru BK memerlukan latihan perbaikan dan program pengayaan sudah terjadi kerjasama guru BK sudah melaksanakan tugasnya yaitu memberikan layanan-layanan yang dibutuhkan oleh siswa-siswi dan guru mata pelajaran IPA sudah lebih memperhatikan dan berusaha membantu siswa- siswi alih tangan dari guru BK yang memerlukan latihan perbaikan dan program pengayaan.

6. Mambantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru dengan siswa-siswi, dan hubungan siswa-siswi yang menunjang pelaksanaan pelayanan BK

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru BK terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru mata pelajaran IPA yaitu Mambantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru dengan siswa-siswi, dan hubungan siswa-siswi yang menunjang pelaksanaan pelayanan BK, ia menyatakan bahwa:

“Dalam hubungan sosial siswa-siswi di dalam kelas saya dibantu oleh guru mata pelajaran, guru mata pelajaran menciptakan suasana yang kondusif sehingga terjadinya hubungan sosial yang baik dalam proses belajar mengajar baik hubungan guru dengan siswa maupun hubungan siswa-siswi dengan sesamanya itu membantu saya dalam melaksanakan layanan BK yang memerlukan kekompakan dalam suatu kelompok”82

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru mata pelajaran IPA terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK

82 S M H P (Guru Bimbingan dan Konseling) Wawancara, 31 Juli 2018, SMP N 2 Palupuh

yaitu tentang Mambantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru dengan siswa-siswi, dan hubungan siswa-siswi yang menunjang pelaksanaan pelayanan BK, ia menyatakan bahwa

“Untuk menumbuhkan hubungan sosial yang baik di dalam kelas dalam proses belajar mengajar saya menggunakan metode belajar kelompok dan diskusi”83

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru mata pelajaran IPA yang selanjutnya, terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang Mambantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru dengan siswa-siswi, dan hubungan siswa-siswi yang menunjang pelaksanaan pelayanan BK, ia menyatakan bahwa:

“Dalam proses belajar mengajar di kelas supaya tumbuh hubungan sosial yang baik antara guru dengan siswa-siswi dan antara siswa- siswi dengan sesamanya saya mengunakan metode belajar kelompok dimana kelompok tersebut saya yang menunjuk anggotanya supaya siswa-siswi tersebut tidak bisa pilih-pilih teman dan kelompok tersebut sifatnya tidak menetap”

Berdasarkan wawancara peneliti dengan guru mata pelajaran IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang Mambantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru dengan siswa-siswi, dan hubungan siswa-siswi yang menunjang pelaksanaan pelayanan BK, ia menyatakan bahwa :

“Untuk menumbuhkan hubungan sosial yang baik dalam kelas saya mengunakan metode diskusi dan belajar kelompok.”84

83 N Y (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 1 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

84 N (Guru Ilmu Pengethuan Alam) Wawancara, 3 Juli 2018, SMP N 2 Palupuh

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan emang didalam kelas saat proses belajar mengajar berlangsung guru mata pelajaran IPA kadang-kadang menggunakan metode diskusi dan belajar kelompok.

Dari hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran untuk meningkatkan hasil belajar IPA di SMP N 2 Palupuh tentang Mambantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru dengan siswa-siswi, dan hubungan siswa- siswi yang menunjang pelaksanaan pelayanan BK sudah terjadi kerjasama antara guru BK dan guru mata pelajaran IPA.

7. Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa-siswi yang memerlukan layanan BK

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru BK terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru mata pelajaran IPA yaitu tentang memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa-siswi yang memerlukan layanan BK, ia menyatakan bahwa:

“Iya, guru mata pelajaran memberikan kemudahan dan kesempatan kepada siswa-siswi untuk mengikuti layanan BK walaupun itu memakai jam pelajarannya kalau itu mendesak”85

85 S M H P (Guru Bimbingan dan Konseling) Wawancara, 31 Juli 2018, SMP N 2 Palupuh

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru IPA terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa-siswi yang memerlukan layanan BK, ia menyatakan bahwa :

“Iya, saya memberikan kemudahan kepada siswa-siswi saya untuk mengikuti pelayanan BK karena itu bisa membantu meningkatkan hasil belajar IPA nya”86

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa-siswi yang memerlukan layanan BK, ia menyatakan bahwa :

“Iya, saya memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untu mengikuti palayanan BK”87

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan guru IPA yang lain terkait dengan kerjasama yang dilakukan dengan guru BK yaitu tentang memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa-siswi yang memerlukan layanan BK, ia menyatakan bahwa

“Iya, saya memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa- siswi yang mengikuti palayanan BK karena itu juga bisa mambantu meningkatkan hasil bekajar IPA ”88

86 N Y (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 1 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

87 R (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 2 Agustus 2018, SMP N 2 Palupuh

88 N (Guru Ilmu Pengetahuan Alam) Wawancara, 3 Agustus 2018, SMP N 02 Palupuh

Dokumen terkait