• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknologi Reproduksi 1. Hidroponik

Dalam dokumen PDF KelasIX IPA BG - Universitas Padjadjaran (Halaman 185-191)

Hidroponik merupakan suatu cara penanaman tumbuhan dengan meng- gunakan larutan nutrisi dan mineral dalam air dan tanpa menggunakan tanah. Tanaman darat khusunya sayuran seperti paprika, tomat, timun, melon, terong, selada dapat ditumbuhkan secara langsung dalam wadah yang berisi nutrisi atau dengan ditambah medium yang tak larut dalam air, misalnya kerikil, arang, sekam, spons, serbuk kayu, wool sintetik,dan lain sebagainya.

Ilmu wan menemukan bahwa tumbuhan menyerap nutrisi yang penting dalam bentuk ion-ion yang terlarut dalam air.

Dalam kondisi alami, tanah sebenarnya berfungsi sebagai tempat penyim- pan nutrisi, sedangkan tanahnya sendiri tidak diserap oleh tumbuhan. Jadi ketika nutrisi yang dibutuhkan tumbuhan telah disediakan dengan cara dila- rutkan dalam air secara buatan, maka tanah sudah tidak lagi dibutuhkan bagi tumbuhan untuk tumbuh subur. Keuntungan menggunakan teknik hidro- ponik ini yaitu:

ƒ Tidak memerlukan tanah

ƒ Air yang berada dalam instalasi alat dapat digunakan kembali, sehingga membutuhkan sedikit air.

ƒ Nutrisi dapat dikendalikan, sehingga menghemat penggunaan pupuk

ƒ Tidak ada pencemaran lingkungan akibat pupuk

ƒ Mudah dalam memanen hasil tanam

ƒ Mudah dalam menanggulangi hama dan penyakit.

2. Vertikultur

Vertikultur adalah teknik budidaya tanaman dengan cara membuat ins- talasi secara bertingkat (vertikal) dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah tanaman.Teknik budidaya ini merupakan konsep penghijauan yang cocok untuk daerah perkotaan dan lahan terbatas. Media dalam penanaman meng- gunakan vertikultur dapat menggunakan tanah atau dengan menggunakan air (dipadukan dengan hidroponik).Selain meningkatkan jumah tanaman, tek nik ini akan merangsang seseorang untuk menciptakan kreasi dalam menjaga keanekaragaman hayati di lingkungan tempat tinggal sehingga

men ciptakan suasana alami yang menyenangkan, serta memperoleh hasil pa nenan yang sehat dan berkualitas. Struktur penanaman secara vertikal, da pat memudahkan kita dalam membuat dan memeliharanya.

Model, bahan, ukuran, dan wadah dalam teknik vertikultur sangat bera gam dan dapat disesuaikan dengan kondisi dan keinginan. Pada umum- nya adalah berbentuk persegi panjang, segi tiga, atau dibentuk mirip anak tangga, atau sejumlah rak. Bahan dapat berupa bambu atau pipa paralon, ka leng bekas, bahkan lembaran karung beras pun bisa, karena salah satu

¿ORVR¿GDULYHUWLNXOWXUDGDODKPHPDQIDDWNDQEHQGDEHQGDEHNDVGLVHNLWDU kita. Tanaman yang akan ditanam dengan teknik ini sebaiknya disesuaikan de ngan kebutuhan dan memiliki nilai ekonomis tinggi, berumur pendek, dan berakar pendek. Tanaman sayuran yang sering dibudidayakan secara ver- tikultur antara lain selada, kangkung, bayam, kemangi, tomat, pare, kacang pan jang, mentimun dan tanaman sayuran daun lainnya.

3. Kultur Jaringan Tumbuhan

Kultur jaringan adalah suatu metode per banyakan tumbuhan dengan cara mengambil suatu bagian dari tanaman, seperti sel atau se ke lompok sel, jaringan, atau organ, kemudian me num buhkannya dalam kondisi steril pada medium yang mengandung nutrisi dan zat peng atur tumbuh (hormon) sehingga bagian tersebut dapat memperbanyak diri dan berkembang menjadi tanaman yang memiliki organ yang lengkap yaitu akar, batang, dan daun.

Semuajenis tumbuhan dapat dibiakkan menggunakan metode ini, namun masing-masing membutuhkan perlakuan khusus agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Gambar Tanaman Hasil Kultur Jaringan Tumbuhan

Perbanyakan tanaman menggunakan metode memiliki beberapa ke- untungan bila dibandingkan dengan metode tradisional, yaitu tanaman hasil kultur bebas dari penyakit, waktu pertumbuhan dan perbanyakan tumbuhan relatif lebih singkat, dapat menghasilkan keturunan dalam jumlah yang sangat banyak, tidak membutuhkan lahan yang luas, dan tidak tergantung musim. Untuk menghasilkan tanaman hasil kultur yang baik dan bebas dari penyakit, bagian tumbuhan yang akan dipilih untuk dikulturbiasanya di-

ambil dari bagian meristem tanaman, baik meristem pucuk atau meristem ketiak. Pemilihan jaringan ini dilakukan karena jaringan meristem memiliki daya regenerasi (kemampuan tumbuh) yang sangat tinggi dan sangat kecil ke- mung kinan terinfeksi penyakit. Pelaksanaan metode kultur jaringan ini secara umum meliputi persiapan medium tanam yaitu berupa medium agar ditambah nutrisi tertentu, persiapan eksplan atau bahan tanaman, penanaman bahan tanam pada medium, penumbuhan bahan tanam, serta aklimatisasi atau proses adaptasi dengan lingkungan alami. Proses kultur jaringan secara umum dapat dilihat pada gambar berikut.

Penampang melintang akar wortel

Potongan kecil dikultur dalam medium bernutris

Sel dalam medium mulai membelah membentuk jaringan

Plantlet dikultur pada medium agar lalu ditanam di tanah Potongan kecil

Tanaman dewasa Gambar Proses Kultur Jaringan secara Umum

4. Inseminasi Buatan (Kawin Suntik)

Kawin suntik atau dikenal dengan istilah inseminasi buatan (IB) adalah pemasukan sperma (semen) dari sapi jantan yang unggul kedalam saluran reproduksi sapi betina dengan bantuan manusia. Inseminasi buatan ini dila- kukan dengan cara memasukkan sperma (semen) yang telah dibekukan dengan menggunakan alat semacam suntikan. Inseminasi buatan memiliki be berapa manfaat, antara lain:

ƒ Efesiensi waktu

Sebelum dikenal teknologi ini, peternak sapi harus mencari sapi pen- jan tan yang unggul untuk mengawini sapi betina. Namun, dengan inse- minasi buatan, peternak sapi cukup mamanggil inseminator (orang yang menyediakan jasa inseminasi buatan) dan pemilik sapi dapat me nen tukan jenis bibit sperma (semen) yang mereka inginkan.

ƒ Efesiensi biaya.

Dengan inseminasi buatan peternak sapi cukup memelihara sapi betina, tidak perlu memelihara sapi penjantan, sehingga biaya yang di keluarkan dapat dikurangi.

ƒ Memperbaiki kualitas anakan sapi

Dengan inseminasi buatan, sapi jenis lokal dapat menghasilkan anakan sapi yang unggul. Karena bibit sperma (semen) yang dimasukkan dapat berasal dari sapi-sapi unggulan, bahkan dari sapi-sapi luar negeri

E. INTERAKSI DENGAN ORANG TUA

Orang tua dapat terlibat dalam membantu peserta didik mencari bahan amatan maupun menjawab berbagai Aktivitas.

G. KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI

1. Pilihan Ganda

1 B 6 B

2 C 7 B

3 D 8 B

4 B 9 C

5 A 10 C

2. Uraian

1. Untuk membuktikan manakah pendapat yang benar maka biji dapat ditumbuhkan dan ditunggu hingga menghasilkan paprika.

2. Secara seksual tumbuhan berkembang biak dengan menggunakan sel kelamin jantan dan betina yang dihasilkan pada bunga. Diawali de- ngan peristiwa penyerbukan lalu pembuahan atau fertilisasi. Proses me nempelnya serbuk sari ke kepala putik disebut penyerbukan (polinasi). Pada saat terjadi penyerbukan di dalam serbuk sari sudah terdapat sel tabung dan sel generatif. Setelah serbuk sari melekat pada kepala putik (stigma) yang sesuai (berasal dari tumbuhan yang berkerabat dekat atau sejenis), maka serbuk sari akan menyerap air dan berkecambah mem bentuk buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari tumbuh dan meman jang bergerak menuju bakal buah melalui tangkai

putik. Selama per tumbuhan, inti sel generatif membelah menjadi dua membentuk dua sel sperma. Selanjutnya inti sel sperma membuahi sel telur (ovum) mem bentuk zigot (calon individu baru), dan inti sel sperma yang lain mem buahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperm atau cadangan makanan. Zigot yang terbentuk akan berkembang men jadi biji. biji hasil perkembangbiakan secara seksual dapat tumbuh jika berada pada tempat yang sesuai untuk perkecambahan.

3. Tanaman yang ditanam dari hasil cangkok akan memiliki sifat yang sama dengan induk. Pada mangga yang ditanam dari biji dapat memi- liki sifat yang bervariasi dan tidak dapat dipastikan memiliki sifat yang sama dengan satu induk. Sifat dari induk jantan dan betina dapat mun cul pada tumbuhan baru yang ditanam dari biji. Tanaman yang ditanam dengan menggunakan stek dapat berbuah lebih cepat.

4. Andi dapat melakukan pemutusan siklus hidup nyamuk dengan mem- berikan suatu zat kimia ke dalam air sehingga telur yang dihasilkan oleh nyamuk tidak berkembang serta membunuh jentik-jentik nyamuk (larva nyamuk) yang ada di air

5. Ayam petelur tidak dihasilkan melalui proses fertilisasi tetapi karena diberi zat kimia tertentu sehingga dapat menghasilkan telur. Oleh kare nanya telur yang dihasilkan tidak mengandung embrio dan bila dierami tidak akan menetas.

H. KEGIATAN PROYEK

Disediakan dua macam kegiatan proyek. Kegiatan proyek I tentang perkembangbiakan vegetatif pada tanaman kentang dan kegiatan proyek II tentang perkembangan vegetatif buatan. Guru dapat meminta peserta didik membentuk kelompok dalam mengerjakan kegiatan proyek. Guru dapat memilih salah satu kegiatan proyek yang dikerjakan. Dapat pula Guru me- minta sebagian kelompok peserta didik melakukan proyek I dan sebagian kelompok lain melakukan kegiatan proyek II.

Tugas proyek ini dapat dilaksanakan oleh peserta didik selama ± 5 minggu. Pada minggu pertama, peserta didik dapat mulai melakukan pena- naman. Pada minggu kedua hingga minggu kelima peserta didik dapat melak- sanakan pengamatan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selama pelaksanaan tugas proyek ini, peserta didik diharuskan untuk selalu mela- kukan konsultasi dengan Guru.

Kependudukan

Dalam dokumen PDF KelasIX IPA BG - Universitas Padjadjaran (Halaman 185-191)