• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tumbuhan dan HewanBab

Dalam dokumen PDF KelasIX IPA BG - Universitas Padjadjaran (Halaman 157-161)

A. PENGANTAR

Materi yang disajikan pada bab 2 ini adalah reproduksi tumbuhan dan hewan. Materi tersebut disajikan dalam tiga subbab, yaitu reproduksi tumbuhan, reproduksi hewan, kelangsungan hidup tumbuhan dan hewan.

Bagian pertama yaitu reproduksi tumbuhan membahas reproduksi tumbuhan secara seksual dan aseksual. Pembahasan mencakup golongan tumbuhan Spermatophyta yang terbagi menjadi Angiospermae dan Gymnospermae, Pteridhophyta, dan Bryophyta. Bagian kedua yaitu reproduksi hewan membahas reproduksi hewan secara aseksual dan seksual, metamorfosis yang terjadi pada hewan serta teknologi reproduksi pada hewan ternak. Bagian ketiga, yaitu tentang kelangsungan hidup organisme membahas adaptasi pada tumbuhan dan hewan serta seleksi alam. Materi ini diajarkan melalui kegiatan diskusi; menginvestigasi; menganalisis data; mencari informasi melalui media massa, media elektronik ataupun lingkungan sekitar; dan melakukan percobaan. Setelah mempelajari seluruh bagian yang terdapat pada bab 2, peserta didik menyelesaikan proyek. Proyek yang akan dikerjakan oleh peserta didik adalah melakukan percobaan perkembangbiakan vegetatif pada tumbuhan. Setelah melakukan pekerjaan proyek peserta didik diminta membuat suatu laporan dari kegiatan yang telah dilakukan.

1. Kompetensi Dasar

3.2 Memahami reproduksi pada tumbuhan dan hewan, sifat keturunan, serta kelangsungan makhluk hidup.

4.2 Menyajikan karya hasil perkembangbiakan pada tumbuhan.

2. Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi bab 2 tentang reproduksi pada hewan dan tumbuhan ini dikembangkan dengan mengacu pada KI dan KD yang tercantum pada lampiran Permen dikbud No 58 tahun 2014. Pada kegiatan pembelajaran di lapangan, guru dapat mengembangkan sendiri Indikator Pencapaian Kompetensi dengan disesuaikan pada kondisi peserta didik masing-masing. Berikut ini dipaparkan contoh Indikator Pencapaian Kompetensi yang dapat dijabarkan dari KD 3.2 dan KD 4.2.

ƒ Menjelaskan reproduksi aseksual pada tumbuhan.

ƒ Menjelaskan reproduksi seksual pada tumbuhan.

ƒ 0HQJLGHQWL¿NDVL EDJLDQ WXPEXKDQ \DQJ EHUSHUDQ GDODP SURVHV reproduksi aseksual.

ƒ Menyebutkan macam reproduksi aseksual pada tumbuhan.

ƒ Menjelaskan perbedaan reproduksi seksual dan reproduksi aseksual pada tumbuhan.

ƒ 0HQJLGHQWL¿NDVLDODWUHSURGXNVLVHNVXDOSDGDWXPEXKDQ

ƒ Menjelaskan proses penyerbukan.

ƒ Menyebutkan macam-macam perantara penyerbukan.

ƒ Menjelaskan proses pembuahan.

ƒ Menjelaskan proses penyebaran biji.

ƒ Menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap perkecambahan.

ƒ Menyebutkan macam teknologi reproduksi pada tumbuhan.

ƒ Menyebutkan macam reproduksi aseksual pada hewan.

ƒ Memprediksi regenerasi dari Planaria.

ƒ Menjelaskan penggolongan hewan berdasarkan perkembangan embrio pada reproduksi seksual.

ƒ Membedakan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

ƒ Menjelaskan teknologi reproduksi pada hewan.

ƒ Menjelaskan proses adaptasi pada makhluk hidup.

ƒ Menjelaskan proses seleksi alam pada makhluk hidup.

3. Alokasi Waktu

Pembelajaran dan penilaian Bab II tentang Reproduksi pada Tumbuhan dan Hewan diperkirakan memerlukan waktu 10 sampai 15 jam atau 4 sampai 6 kali tatap muka (TM) (dengan asumsi 5 JP/minggu diorganisasikan menjadi dua kali TM, yakni 3 JP dan 2 JP).

4. Materi Esensial

a. Tumbuhan dan hewan dapat melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual.

b. Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melibatkan sel kelamin (sel sperma dan sel telur) serta melalui proses fertilisasi (peleburan inti sel sperma dan inti sel telur) untuk membentuk zigot. Zigot akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru. Reproduksi aseksual ialah re produksi tanpa melalui proses fertilisasi. Reproduksi berlangsung dengan menggunakan potongan bagian tubuh hewan atau tumbuhan yang selanjutnya dapat tumbuh menjadi individu baru.

c. Reproduksi aseksual pada tumbuhan adalah perbanyakan tumbuhan tanpa melewati proses fertilisasi dan menggunakan bagian tubuh

tumbuhan untuk menghasilkan tumbuhan baru. Reproduksi aseksual disebut juga reproduksi vegetatif.

d. Tumbuhan Angiospermae bereproduksi secara aseksual alami dengan menggunakan rizhoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, tunas adventif daun, dan tunas. Reproduksi aseksual buatan dapat dilakukan melalui cangkok, merunduk, menyambung, menempel dan stek.

e. Reproduksi seksual pada tumbuhan melibatkan sel kelamin berupa sel sperma yang dihasilkan dari perkembangan benang sari dan sel telur yang dihasilkan pada putik. Reproduksi seksual pada tumbuhan diawali dengan peristiwa penyerbukan. Setelah proses penyerbukan dilanjutkan dengan pembuahan atau fertilisasi membentuk zigot.

f. Penyerbukan adalah peristiwa menempelnya serbuk sari atau polen ke kepala putik. Setelah peristiwa penyerbukan akan terjadi proses fertilisasi atau pembuahan yang membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi embrio. Embrio akan berkembang menjadi biji.

g. Jenis penyerbukan berdasarkan perantaranya antara lain: anemogami, entomogami, ornitogami, kiropterogami, dan antropogami.

h. Jenis penyebaran biji berdasarkan perantaranya antara lain: anemokori, hidrokori, zookori, dan antropokori.

i. Perkecambahan adalah berakhirnya masa dormansi biji dan biji tum- buh menjadi individu baru. Perkecambahan biji dapat dipengaruhi oleh faktor luar diantaranya air.

j. Tumbuhan Angiospermae, Gymnospermae, Pteridophyta (paku), dan BryophytaOXPXWPHQJDODPLWDKDSVSRUR¿WGDQWDKDSJDPHWR¿WVHODPD PDVD KLGXSQ\D 7DKDS VSRUR¿W DGDODK WDKDS WXPEXKDQ PHPEHQWXN VSRUD7DKDSJDPHWR¿WDGDODKWDKDSWXPEXKDQPHPEHQWXNVHOJDPHW k. 7DKDS6SRUR¿WSDGDWXPEXKDQAngiospermae dimulai ketika biji tumbuh

hingga menjadi tumbuhan dewasa yang menghasilkan bunga. Di dalam EXQJD WHUGDSDW VHOVHO PHJDVSRUD GDQ PLNURVSRUD 7DKDS JDPHWR¿W dimulai ketika sel-sel megaspora dan sel-sel mikrospora mengalami PHLRVLV6HOPHJDVSRUDPHQJDODPLPHLRVLVGDQPHQJKDVLONDQJDPHWR¿W betina berupa kantung lembaga yang tersusun atas 7 sel dan 8 inti: 3 sel antipoda, 2 sel sinergid, 1 sel telur dan 1 sel kandung lembaga sekunder.

Mikrospora mengalami meioses di dalam anthera atau kepala sari dan membentuk serbuk sari. Serbuk sari akan jatuh ke kepala putik dan membentuk buluh serbuk. Buluh serbuk akan berkembang diantaranya akan membentuk dua inti sel sperma.

l. Reproduksi seksual pada tumbuhan Gymnospermae melalui penyerbukan dan pembuahan yang terjadi pada strobilus atau runjung.

Reproduksi aseksual terjadi melalui tunas akar pada tumbuhan pinus

dan bulbil pada tanaman pakis haji. Tumbuhan Gymnospermae PHQJDODPLWDKDSVSRUR¿WGDQWDKDSJDPHWR¿W7DKDSVSRUR¿WWHUMDGL VDDWWXPEXKDQPHQJKDVLONDQVSRUDGDQWDKDSJDPHWR¿WWHUMDGLNHWLND tumbuhan menghasilkan sel gamet.

m. Reproduksi seksual tumbuhan Pterydhophyta (paku) melalui fertilisasi gamet jantan dan gamet betina. Reproduksi aseksual tumbuhan paku melalui rizhoma. Tumbuhan paku mengalami metagenesis atau SHUJLOLUDQ NHWXUXQDQ PHODOXL WDKDS VSRUR¿W GDQ WDKDS JDPHWR¿W 7DKDS VSRUR¿W WHUMDGL VDDW ]LJRW WXPEXKDQ SDNX PXODL EHUNHFDPEDK kemudian tumbuh menjadi paku dewasa. Tumbuhan paku dewasa akan PHQJKDVLONDQ VSRUD 7DKDSDQ VSRUR¿W GLPXODL NHWLND ]LJRW WXPEXK hingga menjadi tumbuhan paku yang menghasilkan spora. Spora pada WXPEXKDQSDNXGDSDWGLDPDWLGHQJDQMHODV7DKDSJDPHWR¿WGLPXODL ketika spora berkecambah menjadi protalium. Protalium membentuk Anteridium dan Arkegonium. Anteridium menghasilkan sel sperma dan arkegonium akan menghasilkan sel telur.

n. Reproduksi seksual tumbuhan Bryophyta (lumut) melalui fertilisasi gamet jantan dan gamet betina. Reproduksi aseksual tumbuhan lumut dapat melalui gemmae atau kuncup serta fragmentasi. Pergiliran NHWXUXQDQSDGDOXPXWPHODOXLGXDWDKDSDQ\DLWXVSRUR¿WGDQJDPHWR¿W 7DKDS JDPHWR¿W WHUMDGL VDDW VSRUD WXPEXKDQ OXPXW EHUNHFDPEDK kemu dian tumbuh menjadi lumut jantan dan lumut betina. Pada lumut jantan terdapat anteridium yang akan menghasilkan sel sperma. Pada lumut betina terdapat arkegonium yang akan menghasilkan sel telur.

Sel sperma terbawa aliran air menuju arkegonium dan akan terjadi fertilisasi. Zigot hasil fertilisasi akan membentuk spora. Tahapan zigot ber kembang dan membentuk sporogonium yang akan menghasilkan VSRUDLQLODK\DQJPHUXSDNDQWDKDSVSRUR¿W

o. Teknologi reproduksi pada tumbuhan meliputi vertikultur, hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.

p. Hewan dapat melakukan reproduksi aseksual melalui tunas, fragmen- tasi, dan partenogenesis.

q. Hewan yang bereproduksi secara seksual. Berdasarkan perkembangan embrio setelah proses fertilisasi, hewan dibagi menjadi hewan vivipar, ovipar dan ovovivipar. Hewan yang tergolong vivipar ialah hewan yang embrionya berkembang di dalam tubuh induk. Setelah embrio cukup umur, embrio akan dilahirkan oleh induk. Embrio hewan ovipar berkembang di dalam telur dan setelah cukup umur, telur akan menetas dan individu baru keluar dari telur. Hewan ovovivipar embrio berkembang di dalam telur yang berada di dalam tubuh induk dan apabila embrio telah cukup umur, maka embrio akan menetas dan keluar dari tubuh induk, sehingga seolah-olah dilahirkan oleh induknya.

r. Teknologi reproduksi pada hewan ialah melalui inseminasi buatan.

s. Beberapa hewan dapat mengalami tahap reproduksi seksual dan tahap reproduksi aseksual dalam satu kali siklus hidup. Misalnya pada ubur- ubur.

t. Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya.

Metamorfosis dapat digolongkan menjadi metamorfosis sempuna dan metamorfosis tidak sempurna.

u. Upaya hewan dan tumbuhan untuk menjaga kelangsungan hidupnya selain melalui reproduksi juga melalui peristiwa adaptasi dan seleksi alam.

B. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Guru dapat menerapkan pembelajaran Group Investigation (GI), Creative Problem Solving (CPS), Problem Based Learning (PBL), Inquiry, Discovery Learning, ataupun Problem Based Learning (PBL) yang prosesnya berbasis VFLHQWL¿F DSSURDFK pada pembelajaran bab 2 tentang reproduksi pada tumbuhan dan hewan.

Dalam dokumen PDF KelasIX IPA BG - Universitas Padjadjaran (Halaman 157-161)