• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Disamping menggunakan buku-buku dan referensi yang relevan, peneliti juga melihat hasil penelitian terdahulu agar nantinya tidak terjadi kesamaan, dari hasil kajian penelitian terdahulu yang berkaitan dengan variabel yang diteliti, antara lain:

1. Hanifah Anggraini (210312127), Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas VII MTsN Sidorejo Wungu Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2015/2016. Adapun hasil penelitiannya yaitu: 1) Hasil analisa data tentang Tingkat keadaan lingkungan keluarga siswa kelas VII MTsN Sidorejo Wungu Kabupaten Madiun dalam kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dengan prosentase jawaban siswa sebesar 73% atau sebanyak 73 siswa dari 100 responden. 2) Tingkat motivasi pelajar siswa kelas VII MTsN Sidorejo Wungu Kabupaten Madiun dalam kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dengan prosentase jawaban siswa sebesar 71% atau sebanyak 71 siswa dari 100 responden. 3) Tingkat prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih kelas VII MTsN Sidorejo Wungu Kabupaten Madiun dalam kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dengan dokumentasi nilai

55 Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, 104.

UAS mata pelajaran Fiqih siswa sebesar 71% atau sebanyak 71 siswa dari 100 responden. 4) Variabel lingkungan keluarga dan motivasi belajar siswa berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar mata pelajaran Fiqih siswa kelas VII MTsN Sidorejo Wungu Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2015/2016. Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan Fhitung = 17,087029 dan dibandingkan dengan Ftabel dengan taraf signifikansi 5% yaitu 3,09. Maka Fhitung > Ftabel. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi (R2) di atas didapatkan nilai yaitu 34,87

%. artinya lingkungan keluarga dan motivasi belajar siswa berpengaruh sebesar 34,87 % terhadap prestasi belajar mata pelajaran Fiqih dan 65,13% sisanya dipengaruhi faktor-faktor lain.56

Terdapat beberapa persamaan antara penelitian yang akan dilakukan peneliti kali ini, yaitu terkait dengan variabel dependennya yaitu sama-sama meneliti tentang prestasi belajar siswa. Selain itu dalam penelitian ini juga sama-sama menggunakan analisis regresi.

Perbedaannya adalah telaah terdahulu variabel independennya yaitu lingkungan keluarga dan motivasi belajar, sedangkan penelitian kali ini variabel independennya yaitu lingkungan sekolah dan tipe kepribadian.

56 Hanifah Anggraini, Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas VII MTsN SidorejoWungu Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2015/2016. (Skripsi: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo, Jurusan Tarbiyah, 2016).

2. Dian Rusdiana Triastuti (210612042), Korelasi Tipe Kepribadian Dengan Kemampuan Berkomunikasi Siswa Kelas IV dan V MI Ma’arif Al-Ishlah Kalisat Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2015-2016. Adapun hasil penelitiannya yaitu: 1) Mayoritas tipe kepribadian Siswa Kelas IV dan V MI Ma’arif Al-Ishlah Kalisat Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2015- 2016, dapat dikatakan bertipe kepribadian ekstrovert. Hal ini dapat diketahui dari skor tipe kepribadian siswa kelas IV dan V MI Ma’arif Al- Ishlah Kalisat Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2015-2016 dalam kategori tipe kepribadian ekstrovert terdapat 12 responden dengan prosentase 52,17%, dan pada kategori tipe kepribadian introvert terdapat 11 responden dengan prosentase 47,83%. 2) Mayoritas kemampuan berkomunikasi siswa kelas IV dan V MI Ma’arif Al-Ishlah Kalisat Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2015-2016, dapat dikatakan cukup.

Hal ini dapat diketahui dari skor kemampuan berkomunikasi siswa kelas IV dan V MI Ma’arif Al-Ishlah Kalisat Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2015-2016 dalam kategori baik terdapat 3 responden dengan prosentase 13.04%, dalam kategori cukup terdpat 15 responden dengan prosentase 65,22% dan dalam kategori kurang terdapat 5 responden dengan prosentase 21,74%. 3) terdapat korelasi yang positif antara tipe kepribadian dengan kemampuan berkomunikasi siswa kelas VI dan V MI Ma’arif Al-Ishlah Kalisat Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2015-2016

dengan korelasi sebesar 0,610. Hal ini terlihat pada taraf signifikansi 5%

r0 =0,610, r1= 0,413 sehingga r0 > r1= 0,610 > 0,413, maka Ho di tolak atau Ha di terima. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini berbunyi terdapat korelasi yang positif anatar tipe kepribadian dengan kemampuan berkomunikasi siswa kelas VI dan V MI Ma’arif Al-Ishlah Kalisat Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2015-2016.57

Terdapat beberapa persamaan antara penelitian yang akan dilakukan peneliti kali ini, yaitu terkait dengan variabel independennya yaitu sama-sama meneliti tentang tipe kepribadian. Perbedaannya adalah telaah terdahulu hanya terdiri dari satu variabel independen yaitu tipe kepribadian dan satu variabel dependen yaitu kemempuan berkomunikasi, sedangkan penelitian kali ini terdapat dua variabel independen yaitu lingkungan sekolah dan tipe kepribadian. Selain itu telaah terdahulu menggunakan teknik analisis korelasi, sedangkan penelitian kali ini menggunakan teknik analisis regresi.

3. Siti Nasa Bandiyah (210311157), Pengaruh Lingkungan Keluarga Dan Lingkungan Sekolah Terhadap Sikap Keagamaan Siswa Kelas XI di SMAN 1 Balong Ponorogo Tahun Ajaran 2014/2015. Adapun hasil penelitiannya yaitu: 1) Hasil perhitungan korelasi kondisi lingkungan

57 Dian Rusdiana Triastuti, Korelasi Tipe Kepribadian Dengan Kemampuan Berkomunikasi Siswa Kelas IV dan V MI Ma’arif Al-Ishlah Kalisat Bungkal Ponorogo Tahun Pelajaran 2015-2016.

(Skripsi: Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ponorogo, Jurusan Tarbiyah, 2016).

keluarga dengan sikap keagamaan, didapatkan nilai Rxy sebesar 0,590 dengan r tabel 0,272 pada taraf signifikansi 1 %. Karena rxy > r tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara kondisi lingkunga keluarga dengan sikap keagamaan siswa. 2) Hasil perhitungan korelasi kondisi lingkungan sekolah dengan sikap keagamaan, didapatkan nilai rxy sebesar 0,447 dengan r tabel 0,272 pada taraf signifikansi 1 %. Karena rxy > r tabel maka dapat disimpulkan bahwa ada korelasi yang signifikan antara kondisi lingkungan sekolah dengan sikap keagamaan siswa. 3) Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, pengaruh lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah terhadap sikap keagamaan didapatkan nilai F hitung sebesar 34,783 dengan F tabel sebesar 4,82 pada taraf signifikansi 1 %. Karena F hitung > F tabel maka dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah berpengaruh secara signifikan terhadap sikap keagamaan siswa kelas XI SMAN 1 Balong Ponorogo Tahun Ajaran 2014/2015. Kemudian diperoleh koefisien determinasi 44,40%. Artinya lingkungan skeluarga dan lingkungan sekolah berpengaruh sebesar 44,40% terhadap sikap keagamaan siswa, dan sisanya 55,6 % dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian.

Terdapat beberapa persamaan antara penelitian yang akan dilakukan peneliti kali ini, yaitu terkait dengan variabel independennya

yaitu sama-sama meneliti tentang lingkungan sekolah. Selain itu sama- sama menggunakan analisis regresi. Perbedaannya adalah telaah terdahulu variabel dependennya yaitu tingkah laku siswa sedangkan penelitian kali ini variabel dependennya yaitu prestasi belajar siswa.58

Dokumen terkait