• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telaah Pustaka

Dalam dokumen pola pengelolaan bumdes syari'ah dalam (Halaman 40-49)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Telaah Pustaka

1. Skripsi Hawsah, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Perbankan Syariah UIN Mataram, dengan judul “Respon Masyarakat Terhadap Manajemen Strategi Pengelolaan Bumdes Syariah Di Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur”.41

Fokus penelitian ini untuk menjelaskan (1) Bagaimana Manajemen Strategi Pengelolaan BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur? (2) Bagaimana Respon Masyarakat Terhadap Manajemen Strategi Pengelolaan BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur? Jenis dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan maksud mendeskripsikan permasalahan yang terjadi dilapangan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa manajemen strategi pengelolaan

41 Haswah,”Respon Masyarakat Terhadap Manajemen Strategi Pengelolaan Bumdes Syariah Di Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur”, (Skripsi, UIN Mataram Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Mataram 1 Agustus 2020).

dengan cara melakukan sosialisasi terhadap kebijakan-kebijakan yang dirumuskan pengurus BUMDES Syariah, pengelolaan memberikan kemudahan pembiayaan, melakukan penanganan kredit macet, melakukan pengelolaan tabungan/simpanan, melakukan inovasi-inovasi wisata yang berkearifan lokal, mengambil putusan berdasarkan musyawarah pengurus dan masyarakat dan memberikan atau menyisihkan keuntungan dana CSR masyarakat. Respon masyarakat ada 2 yaitu respon positif dan respon negatif. Respon poitif, masyarakat mendukung dan antusias terhadap keberadaan BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning, masyarakat semangat terhadap kemudahan mengambil pembiayaan di BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning, antusias masyarakat terhadap simpanan tabungan wadi’ah BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning. Respon negatif, masyarakat menginginkan jumlah yang banyak dalam pembiayaan BUMDES Syariah Desa Kembang Kuning dan masyarakat tidak sejalan dengan pemerintah desa Kembang Kuning/perbedaan sosial dan politik.

Hal yang menjadi kesamaan dalam penelitian Hawsah ini dengan yang peneliti kaji adalah sama-sama membahas Pengelolaan BUMDes dengan sistem Syariah menunjang pertumbuhan serta stabilitas perekonomian masyarakat yang bersinambungan. Namun peneliti dalam penelitian lebih memfokuskan penelitiannya untuk mengetahui efektivitas BUMDes.

Adapun yang menjadi pembeda adalah rumusan masalah penelitian. Yakni pada penelitian Haswah ini hanya merumuskan masalah manajemen strategi BUMDes Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur dan

Bagaimana respon masyarakat terhadap manajemen strategi pengelolaan BUMDES Syariah di Desa Kembang Kuning Kabupaten Lombok Timur.

Sedangkan penelitian ini berfokus pada Pola Pengelolaan Bumdes Syari’ah Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Studi Kasus Di Desa Kembang Kuning Kec. Sikur Kab.Lombok Timur.

2. Ayu Susanti, dengan judul Skripsi “Analisis Perilaku Masyarakat Terhadap Minat Bertransaksi Pembiayaan Mudharabah Di Bumdes Syariah Kembang Kuning Sikur Lombok Timur”.42

Fokus Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi minat masyarakat Kembang Kuning dalam bertransaksi pembiayaan mudharabah dan bagaimana perilaku dari masyarakat desa Kembang Kuning dalam memilih produk pembiayaan mudharabah.

Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang dilakukan dengan mencari data langsung kelapangan.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi minat masyarakat dalam melakukan transaksi pembiayaan mudharabah di BUMDES Syariah Kembang Kuning Sikur Lombok Timur yaitu faktor internal dan eksternal. Adapun faktor internal terdiridari factor pribadi, kepribadian dan gaya hidup, dan factor

42 Ayu Susanti, ”AnalisisPerilaku Masyarakat Terhadap Minat Bertransaksi Pembiayaan Mudharabah Di Bumdes Syariah Kembang KuningSikur Lombok Timur”, (Skripsi, UIN Mataram Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Mataram 3 Agustus 2020).

psikologis. Sedangkan factor eksternal terdiri dari factor kebudayaan dan factor sosial. Dari dua factor tersebut menghasilkan perilaku dari masyarakat di mulai pada pra, saat dan pasca melakukan transaksi pembiayaan mudharabah.

Perbedaan skripsi Ayu Susanti dengan yang sedang diteliti sekarang yang sedang di kaji peneliti sekarang adalah penelitian Ayu Susanti yaitu mengetahui faktor yang mempengaruhi minat masyarakat dalam melakukan transaksi pembiayaan mudharabah dan perilaku masyarakat desa Kembang Kuning Sikur Lombok Timur dalam memilih pembiayaan mudharabah di BUMDES Syariah Kembang Kuning. Sedangkan pada penelitian sekarang ini meneliti Pola Pengelolaan Bumdes Syari’ah Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Studi Kasus Di Desa Kembang Kuning Kec. Sikur Kab. Lombok Timur

3. Yuli Widiastuti Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung, dengan judul “Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pujokerto Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Perspektif Ekonomi Islam.”43

Fokus penelitian bertujuan untuk melihat bagaimana peran BUMDes Sejahtera dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa Pujokerto Kec. Trimurjo Kab. Lampung Tengah. Berdasarkan hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa BUMDES sejahtera berdiri sejak tahun 2013 dan memiliki tiga unit usaha yaitu unit usaha penyewaan hand

43Yuli Widiastuti,” Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pujokerto Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah Perspektif Ekonomi Islam”, (Skripsi, UIN Raden Intan Lampung, Bandar Lampung 13 Juli 2017).

traktor, unit usaha ternak sapi dan unit usaha pasar desa. Unit usaha yang paling berkembang yaitu unit usaha penyewaan hand traktor sedangkan untuk unit usaha lainnya belum ada perubahan dalam membantu mensejahterakan masyarakat pujokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif.

Hal yang menjadi kesamaan penelitian ini dengan yang peneliti kajian adalah sama-sama membahas peran bumdes terhadap kesejahteraan masyarakat. Namun peneliti dalam penelitian ini lebih memfokuskan penelitiannya dalam upaya kesejahteraan masyarakat pujokerto kecamatan trimurjo kabupaten lampung tengah. Adapun yang menjadi pembeda adalah fokus dan lokasi penelitian. Yakni pada penelitian yang di lakukan yuli widiastuti ini hanya berfokus terhadap meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Sedangkan penelitian ini terfokus pada penerapan Pola Pengelolaan Bumdes Syari’ah Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Studi Kasus Di Desa Kembang Kuning Kec.Sikur Kab.Lombok Timur

4. Tri Mayasari Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam IAIN METRO, dengan Judul Pengembangan potensi ekonomi desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa adijaya kecamatan pekalongan kabupaten lampung timur.44

44Tri Mayasari, “Pengembangan Potensi Ekonomi Desa Melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Adijaya Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur”, (Skripsi, IAIN METRO, Metro 2019)

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekonomi desa melalui badan usaha milik desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dan yang menjadi populasi sekaligus sampel dalam penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ada peningkatan kesejahteraan dengan adanya program yang dilaksanakan oleh BUMDes Bestasari Adijaya Sentosa Kepada masyarakat, terlihat dari banyaknya masyarakat yang merasakan adanya dampak positif diantaranya bertambahnya pendapatan dari hasil penjualan kotoran ternak, dapat membeli pupuk organic dengan harga terjangkau, menambah sedikit lapangan pekerjaan, pengetahuan tentang pengolahan pupuk organik, dan semakin lancarnya pembangunan desa.

Hal yang menjadi kesamaan penelitian ini dengan yang peneliti kajian adalah sama-sama membahas tentang efektivitas BUMDes. Adapun yang menjadi pembeda adalah fokus dan lokasi penelitian.

5. Chindy Sasauw, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP-Unsrat, dengan judul “Efektivitas Badan Usaha Milik Desa Dalam Meningkatkan Masyarakat di Desa Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe”.45

Fokus Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengelolaan dana yang dilakukan pada BUMDes Desa Langaneng sudah efektif dan sesuai prinsip pengelolaan dana.Penelitian ini ialah penelitian deskriptif

45Chindy Sasauw,”Jurnal Jurusan Ilmu Pemerintahan” Efektivitas Badan Usaha Milik Desa Dalam Meningkatkan Masyarakat di Desa Lenganeng Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe”, Eksekutif, Vol 1 No. 1 Tahun 2018, hlm 15.

dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan pencapaian dari BUMDes cukup baik dilihat dari berjalannya roda organisasi BUMDes secara teratur dan juga neraca organisasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hal yang menjadi kesamaan penelitian ini dengan yang peneliti kajian adalah sama-sama membahas peran BUMDes terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun peneliti dalam penelitian ini lebih memfokuskan penelitiannya dalam upaya meningkatkan masyarakat di desa lenganeng. Adapun yang menjadi pembeda adalah fokus dan lokasi penelitian. Yakni pada penelitian yang di lakukan penelitian berlokasi di desa langenang kecamatan tabukan utara kabupaten kepulauan sanghie.

6. Fajrin, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang berjudul “Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat (Studi Kasus BUMDes Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah).”46

Fokus penelitian ini untuk mengetahui peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengetahui kendala yang dihadapi oleh BUMDes dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Metodepenelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis peran dan kendala yang di hadapi

46Fajrin, Peran Badan Usaha MilikDesa(BUMDes) Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat (Studi Kasus BUMDes Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah), (Skripsi, Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Mataram 12 Agustus 2020).

BUMDes dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; peran BUMDes telah membantu dalam peningkatan pendapatan masyarakat dengan berbagai macam perannya yaitu; menyediakan layanan simpan pinjam, menyediakan bahan baku kain tenun, penjualan tiket dan pelayanan pembayaran tagihan., dan kendala yang dihadapi adalah anggapan masyarakat bahwa uang yang pinjaman adalah uang pemerintah untuk masyarakat, SDM masih rendah, kurangnya sosialisasi, sumber daya modal masih kurang, dan prasarana.

Hal yang menjadi kesamaan penelitian ini dengan yang peneliti kajian adalah sama-sama menganalisis peningkatan masyarakat. Namun peneliti dalam penelitian ini lebih memfokuskan penelitiannyadalam upaya meningkatkan dan mengetahui kendala BUMDes.Adapun yang menjadi pembeda adalah fokus dan lokasi penelitian. Yakni pada penelitian yang di lakukan penelitian berlokasi di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, dan rumusan masalah yang menganalisis BUMDes dalam meningkatkan pendapatan masyarakat Desa sukarara.

C. Kerangka Berpikir

Dalam skripsi ini akan dibahas, Pola Pengelolaan Bumdes Syari’ah Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Kembang Kuning Kec. Sikur Kab. Lombok Timur)

Bagan Kerangka Berpikir : Badan Usaha Milik

Desa (BUMDes) Syariah Kembang

Kuning

a. Transparansi b. Akuntabilitas c. Responsibilitas d. Independensi/Profesio

nalitas

e. Kewajaran Dan Kesetaraan Pola Pengelolaan

Program Unit Usaha Badan Usaha Milik

Desa (BUMDes) Syariah

Dampak Pola Pengelolaan BUMDes

Pendapatan Masyarakat

1. Meningkatkan perekonomian desa 2. Meningkatkanpendap

atan asli desa 3. Meningkatkan

pengolahan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat 4. Menjadi

tulangpunggung pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pedesaan.

37 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif, yakni melakiskan dan menafsirkan keadaan yang pernah ada sekarang. Penelitian ini berkenaan dengan kondisi atau hubungan yang ada, praktek-praktek yang sedang berlaku, sudut pandang atau sikap yang dimiliki, proses-proses yang sedang berlangsung, pengaruh-pengaruh yang dirasakan atau kecendrungan-kecendrungan yang sedang berkembang. Adapun tujuannya adalah menggambarkan keadaan sesuatu atau yang sedang terjadi pada saat penelitian berlangsung.47

2. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Kualitatif merupakan sebuah penelitian yang menemukan analisis proses berfikir secara induktif yang berkaitan dengan dinamika hubungan antara fenomena yang diamati, dan senantiasa menggunakan logika ilmiah. Sehingga menghasilkan data deskriftif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati.48

Dengan menggunakan pendekatan ini, peneliti diharapkan mampu mendeskripsikan dan menggambarkan secara jelas tentang polapengelolaan BUMDes syari’ah dalam meningkatkan pendapatan

47Arif Furchan, Pengantar Penelitian, (Yogyakarta; Pustaka Pelajar, 2007), hlm. 39

48Imam gunawan, Metode Penelitian KualitatifTeori Dan Praktik, (Jakarta: Bumiaksara, 2013), hlm. 80.

masyarakat studi kasus di desa kembang kuning kec. Sikur kab. Lombok Timur

3. Waktu dan Tempat Penelitian a. Waktu penelitian

Penelitian observasi awal dilakukan oleh peneliti pada tanggal 1 November 2020, dan peneliti melakukan penelitian pada 1 Maret 2021.

b. Kehadiran Peneliti

Dalam penelitian ini peneliti terjun langsung dilapangan untuk mengumpulkan data, melihat, mencermati, meneliti dan menelaah keadaan yang diteliti guna memperoleh data yang akurat terlebih lagi penelitian menganalisis. Kehadiran peneliti dalam penelitian ini benar- benar dapat dibuktikan dan dipercaya, dan kehadiran peneliti dilokasi bertindak sebagai instrumen kunci sekaligus sebagai pengumpul data.

c. Tempat penelitian

Penelitian ini dilakukan di BUMDes Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Alasan memilih lokasi, berdasarkan hasil pengamatan awal penelitian ada beberapa alasan utama penelitian ini dilakukan dilokasi ini antara lain bahwa tinjauan polapengelolaan sangat penting dan lokasi penelitian lumayan berkembang dan maju.

B. Sumber dan Jenis Data 1. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh. Sumber data adalah tempat didapatkannya data yang diinginkan.

Pengetahuan tentang sumber data merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui agar tidak terjadi kesalahan dalam memilih sumber data yang sesuai dengan tujuan penelitian.49

a. Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh peneliti dari sumber asli.

Proses pengumpulan datanya perlu dilakukan dengan memperhatikan siapa sumber utama yang dijadikan objek penelitian.50Dalam hal ini data primer yang diperoleh peneliti bersumber dari Kepala Desa, Manajer BUMDes dan Warga atau nasabah BUMDes Kembang Kuning Lombok Timur.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah sumber data diperoleh dengan cara melakukan studi pustaka yaitu usaha yang dilakukan untuk memperoleh data-data sekunder yang diperoleh dengan cara membaca, mempelajari, menelaah dan menganalisis sumber kepustakaan yang relevan seperti buku, serta catatan kuliah yang berkaitan dengan bahasa penelitian sebagai paradigma antara teori yang relevan praktek yang terjadi di

49Ismail Nurdin,SriHartati, Metodologi Penelitian Sosial,(Surabaya; Media Sahabat Cendekia,2019), hlm. 171

50Muhammad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif (Yogyakarta: UPFE-UMY, 2005), hlm. 60

lapangan dan dari beberapa jurnal yang mempunyai keterkaitan variabel dengan judul penelitian.51

Dalam penelitian ini data sekunder berupa data yang diambil dari buku-buku, majalah ilmiah, sumber dari arsip, serta dokumen-dokumen lainnya yang dibutuhkan terkait dengan masalah dalam penelitian ini.

2. Jenis Data

a. Data kualitatif yaitu, data yang disajikan dalam bentuk kata verbal bukan dalam bentuk angka, yang termasuk data kualitatif diperoleh dari gambaran umum, obyek penelitian meliputi : Letak geografis, Visi dan Misi, Struktural Organisasi BUMDes dan lain-lain.

b. Data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung, yang berupa informasi atau penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau bentuk angka.Data kuantitatif dalam hal ini data yang diperlukan adalah catatan keuangan, dan lain-lain.

C. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus

“divalidasi” seberapa jauh peneliti kualitataif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan.Validasi terhadap peneliti sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode peneltian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya. Yang

51Iqbal Hasan, Analisis Data Penelitian Dengan Statistik, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2004), hlm. 19

melakukan validasi adalah penelti sendiri, melalui evaluasi diri seberapa jauh pemahaman terhadap metode kualitatif, penguasaan teori dan wawasan terhadap bidang yang diteliti,serta kesiapan dan bekal memasuki lapangan.

Penelitian kualitatif sebagai human instrument, berfungsi menetapkan focus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan pembuatan kesimpulan atas temuannya.52

Instrument yang digunakan adalah melalui observasi dan wawancara.

Observasi yang dilakukan peneliti meliputi apa saja focus kajian diteliti yaitu sebagai berikut:

1. Pengelolaan, merupakan proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan.

2. Sistem Syariah, merupakan salah satu sistem yang di gunakan dengan menggunakan metode prinsip islami dasar syariah sebagai acuannya, juga menggunakan dasar hokum islam sebagai pedoman.

3. Pendapatan Masyarakat, adalah arus uang yang mengalir dari pihak dunia usaha kepada masyarakat dalam bentuk upah, gaji, bunga, sewa, dan laba.

D. Metode Pengumpulan Data

Adapun metodepe ngumpulan data adalah langkah-langkah yang digunakan penelitian untuk mengumpulkan data-data atau informasi yang ada

52Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan Penelitian Gabungan, (Jakarta: Kencana,2017), hlm 222

dilapangan.Teknikpengumpulan data yang digunakan penelitian adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Observasi merupakan metode pengamatan dan pencatatan dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan, pengumpulan dan pencatatan data yang gunakan untuk mengumpulkan data penelitian dengan pengamatan dan pengindraan.53Dari segi proses pelaksanaan metode observasi ini dapat dibagi menjadi dua yaitu:

a. Observasi Partisipan.

Dalam observasi ini, peneliti melibatkan diri atau menjadi bagian lingkungan social (organisasi) yang tengah diamati, melaui tekhnik partisipan peneliti dapat memperoleh data relatif lebih akurat dan lebih banyak, karena peneliti secara langsung mengamati perilaku dan kejadian atau peristiwa dalam lingkungan sosial tersebut54

b. Observasi Nonpartisipan

Dalam observasi ini, peneliti dalam mengumpulkan data atau informasi tanpa melibatkan diri atau tidak menjadi bagian dari lingkungan sosial/organisasi yang diamati. Cukup seorang peneliti duduk di sudut ruangan tertentu (dengan memperoleh ijin) dan sambil

53Lexy J. Moelong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007), hlm. 201

54Rosadi Ruslan, MetodePenelitian Public Relations Dan Komunikasi, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006), hlm. 35-36.

memperhatikan pihak customer relations (service), ketika jam kerja sibuk sedang melayani para pelanggan yang datang dan pergi.55

Adapun jenis observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi nonpartisipatif artinya peneliti tidak terlibat langsung dalam kegiatan yang menjadi obyek dalam penelitian. Peneliti menggunakan instrumen yang berupa pedoman penelitian untuk mengamati pengelolaan BUMDes Kembang Kuning Lombok Timur.

2. Wawancara

Wawancara merupakan salah satu dari beberapa teknik dalam mengumpulkan informasi atau data. Selamet dalam Fandi Rodi menyebutkan bahwa wawancara adalah cara yang dipakai untuk memperoleh informasi melalui kegiatan interaksi sosial antara peneliti dengan yang diteliti.56

Adapun dalam hal ini peneliti menggunakan teknik wawancara terstruktur yaitu dengan daftar pertanyaan yang sudah disusun dan terperinci. Pihak yang di wawancarai oleh peneliti ialah pihak terkait dengan lokasi penelitian seperti pihak BUMDes, kepala desa, Warga/Nasabah, atau yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti dari BUMDes Kembang Kuning. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana pengelolaan BUMDes.

55Ibid,..

56Fandi RodiSarwo Edi, Teori Wawancara Psikodiagnostik ,(Yogyakarta:PT Leutika Nouvalitera,2016), hlm. 1-2

3. Dokumentasi

Dokumentasi adalah metode pengumpulan data kualitatif sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahasa yang berbentuk dokumentasi.57 Seperti dokumen-dokumen, arsip-arsip, modul, artikel, jurnal, brosur-brosur dan sebagainya yang terkait dengan permasalahan yang dikaji. Kemudian data yang diproleh peneliti di BUMDes Kembang Kuning Lombok Timur berupa dokumen-dokumen tentang data-data program BUMDes.

E. Teknik Analisis data

Dalam penelitian kualitatif teknik analisis data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam- macam (triangulasi), dan dilakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Dengan pengamatan yang terus menerus tersebut mengakibatkan variasi data tinggi sekali. Data yang diperoleh pada umumnya adalah data kualitatif (walaupun tidak menolak data kuantitatif), sehingga teknik analisis data yang digunakan belum ada polanya yang jelas. Oleh karena itu sering mengalami kesulitan dalam melakukan analisis. 58

Analisis data kualitatif dilakukan secara intraktif dan berlangsung terus menerus sampai tuntas, hingga datanya jenuh. Aktivitas tersebut adalah

57Lexy J Moelong, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007),hlm. 32

58Sugiyono,Metode Penelitian Kuantitatif ,Kualitatif Dan R&,(Bandung:CV Alfabeta cet Ke-28,2018), hlm. 243

reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan conclusing drawing verification.59

1. Reduksi data

Reduksi data merupakan proses penelitian dengan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting dan dicari tema beserta polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.

Dalam penelitian ini, pereduksian data dilakukan dengan cara merekam wawancara, kemudian membuat verbatim dari wawancara tersebut, setelah itu memilih data-data yang dapat digunakan dalam laporan penelitian dan menggali ulang data yang masih perlu untuk diperjelas.

2. Penyajian data

Penyajian data peneliti lakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Penyajian data dalam rencana penelitian ini adalah dengan bentuk penyajian teks yang bersifat naratif. Diharapkan dengan mendisplay data semacam ini akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.

59Ibid,hlm. 246

Dalam dokumen pola pengelolaan bumdes syari'ah dalam (Halaman 40-49)

Dokumen terkait