BAB II KAJIAN TEORITIS
F. Teori Aspek Perkembangan Seni pada Kelas B
28
Gambar 2. 3 Hasil kegiatan pembuatan mochi pelangi.24
membedakan, menciptakan dan mengekspresikan sebuah seni peserta didik secara kreatif. Kreativitas seni sepantasnya dikembangkan sejak usia dini dengan tujuan memberikan pengalaman bagi peserta didik untuk mengasah sensitivitas dan menstimulus ide-ide kreatif dan imajinatif dari peserta didik.26
Kemampuan seni merupakan proses kerja dan gagasan manusia yang melibatkan kemampuan fisik motorik halus dan motorik kasar, terampil, kreatif, kepekaan indera, kepekaan hati dan pikir untuk menghasilkan suatu karya yang memiliki kesan keindahan yang bernilai seni.27
Pengertian seni adalah suatu bentuk ungkapan dan penampilan yang tidak pernah menyimpang dari kenyataan, dan seni itu meniru alam. Menurut Ki Hajar Dewantara, arti seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat mempengaruhi perasaan seseorang yang melihatnya, dan seni merupakan perbuatan manusia yang bisa mempengaruhi dan menimbulkan perasaan indah. Belajar seni ialah pemahaman estetika (keindahan) dan pengungkapan kembali estetika dalam sebuah karya seni. Memahami estetika ialah peristiwa memasukkan estetika melalui pengindraan rasa dan pikir untuk mengobyektifikasikan. Belajar seni atau estetika melalui metode kontruktivisme merupakan peserta didik akan mendapatkan objek keindahan melalui pengalaman langsung, peserta didik akan
26 Ika Nurhanifah. (2019). Pengembangan Kreativitas Seni Anak Usia Dini Di Kelompok Bermain Wadas Kelir Purwokerto Selatan (Doctoral dissertation, IAIN). 2019.h.21
27 S Nurwita. (2020). Meningkatkan Perkembangan Seni Anak Menggunakan Media Smart Hafiz di PAUD Aiza Kabupaten Kepahiang. Early Childhood Research and Practice, 1(01), 2020.h.34
30
mengamati sebuah karya seni, dan akhirnya dapat mencontoh atau menirukan sehingga merasakan dan mengalami indahnya proses, bentuk dan hasilnya.28
Perkembangan seni penting untuk dikembangkan pada anak usia dini, karena seni merupakan salah satu upaya dalam mengekspresikan kreativitas dan imajinasi anak. Pada usia 5-6 tahun, seharusnya peserta didik sudah mampu menggambar berbagai macam bentuk yang beragam dan melukis dengan berbagai cara dan objek dalam membuat suatu karya.29
Seni merupakan hasil atau proses kerja dan gagasan manusia melibatkan kemampuan trampil, kreatif, kepekaan indera, kepekaan hati dan piker untuk menghasilkan suatu karya yang memiliki kesan keindahan, keselarasan, bernilai seni dan lainnya.30
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk pengembangan otak peserta didik ialah melalui seni. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk estetik, makhluk yang mempunyai perasaan dan kemampuan untuk menghayati keindahan. Demikian juga dengan anak usia dini mempunyai kemampuan menghayati dan merespon berbagai hal yang dialaminya dengan perasaan dan caranya sendiri sesuai dengan tingkat perkembangannya. Kemampuan tersebut tidak langsung dimiliki anak sebagai kemampuan yang langsung bisa digunakan, melainkan diperoleh melalui belajar dan pengaruh dari lingkungan.31
28 S. Nurwita. Meningkatkan Perkembangan Seni Anak Menggunakan Media Smart Hafiz di PAUD Aiza Kabupaten Kepahiang. Early Childhood Research and Practice, 1(01), 2020.h.34
29 Kalyna Naomi Abdul. Penerapan Kegiatan Finger Painting Untuk Mengembangkan Seni Lukis Pada Anak Usia Dini di TK Bunda Kandung Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini.2020. h.1
30 Nurwita. Meningkatkan Perkembangan Seni Anak Menggunakan Media Smart Hafiz di PAUD Aiza Kabupaten Kepahiang. Early Childhood Research and Practice, 1(01), 2020.h.36
31 Muhiyatul Huliyah. Pengembangan Daya Seni Pada Anak Usia Dini. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(02), 2016.h.149
Setiap orang mempunyai naluri seni, walaupun kadarnya berbeda-beda.
Dalam kehidupan, seni digunakan sebagai alat dan penunjang untuk menyempurnakan pekerjaannya. Seni dapat digunakan sebagai alat terapi, mengungkapkan perasaan dan berkomunikasi. Jiwa seni seseorang hadir sejak ia dilahirkan walaupun kualitas dari jiwa seni setiap orang tidak sama. Atas dasar pemaparan tersebut maka upaya mengembangkan kemampuan daya seni pada anak usia dini harus dilakukan. Pembelajaran pada anak usia dini harus memberikan kesempatan penuh untuk mengembangkan kemampuan manusia sebagai makhluk estetik dan mengekspresikannya melalui berbagai cara dan media yang kreatif.32
2. Hakikat Seni bagi Anak Usia Dini
Seni bagi anak merupakan kegiatan menciptakan atau kegiatan berkreasi terhadap pengalaman yang pernah terjadi. Seni rupa atau visual art juga sebagai bentuk ungkapan seni yang mengekspresikan pengalaman hidup, peristiwa yang terjadi, pengalaman estetik atau artistik manusia dengan diungkapkan melalui unsur seni.33 Berikut jenis-jenis hakikat seni bagi anak usia dini, yaitu:
a. Seni sebagai Media Bermain
Peristiwa menggambar atau membuat benda-benda menjadi alih fungsi ini lebih dimaksudkan anak sebagai kegiatan bermain. Anak memperlakukan gambar sebagai bayangan objek yang tidak ditemukan di lingkungan sekitar. Figur yang ada dalam gambar permainan ini satu persatu dihafalkan dan pada suatu ketika
32 Muhiyatul Huliyah. Pengembangan Daya Seni Pada Anak Usia Dini. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(02), 2016. h.149
33 Andika, B., Andiko, B., & Sari, D. P. Metode Pelatihan Bernyanyi dan Bercerita Pada Guru-Guru TK/PAUD Se-Aceh Besar Dalam Mendidik Kreativitas Seni Pada Anak Kabupaten Aceh Besar. Batoboh: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(2), 2020. h.100-112.
32
akan muncul kembali dengan bentuk yang lebih sempurna.34 Terdapat bebarapa bagian ialah sebagai berikut:
1) Bermain Imajinasi
Bermain bagi anak mempunyai peran penting, karena di dalam bermain bentuk anak-anak dapat membayangkan atau berimajinasi tentang kejadian di masa lalu, anak akan menampilkan bermacam-macam ide dan gagasan. Misalnya:
rumah terapung akan memberikan inspirasi baru atas keinginannya membuat rumah yang nyaman tidak diganggu orang lain seperti menikmati lautan dan dapat bergerak di mana saja di laut. Demikian pula rumah angkasa yang menggambarkan rumah balon, dengan inspirasi balon udara. Pada kesempatan lain, anak juga ingin mengutarakan pendapat, bahwa dia ingin berperan. Imajinasi anak tentang peran dirinya ini pada suatu ketika akan tampak pada gambar anak.
Sebagai contoh peran sebagai teman yang baik, kadang kala ingin menjadi superman atau yang lain.35
2) Permainan Ide
Seni rupa bagi anak merupakan alat untuk memainkan ide serta pikiran yang penuh dengan gagasan. Ketika anak masuk sekolah taman kanak-kanak, guru meminta anak menggambar meja yang ada di kelas, mungkin saja anak akan menggambar meja yang ada di rumah. Secara naluriah ide anak itu telah dibawa ke mana saja dan pada suatu ketika akan muncul kembali gagasannya. Meja
34Hajar Pamadi. Ruang Lingkup Seni Rupa Anak. Universitas Terbuka. Jakart. (2018)
35Hajar Pamadi. Ruang Lingkup Seni Rupa Anak. Universitas Terbuka. Jakarta. (2018)
sebagai objek formal (dilihat langsung) oleh anak akan kalah dengan gambaran yang telah dipunyai sebelum menggambar.36
3) Permainan Fisik
Seperti telah diungkapkan di depan bahwa kegiatan menggambar yang dilakukan anak kadangkala disertai dengan gerakan fisik, seperti berlari atau bernyanyi dan bercerita kepada orang lain. Sebenarnya juga sering dijumpai, anak menggambar objek disertai menggerakkan tangan dan menunjukkan kemarahan kepada gambar yang sedang dibuat, kemudian disertai dengan menirukan gerakan menghantam seseorang dengan tenaga dalam. Belum selesai mengacungkan tangan yang siap menghantam lawan, anak kemudian melanjutkan menggambar dan menirukan seolah-olah lawannya terjatuh37.
b. Seni sebagai Media Berkomunikasi
Tidak setiap anak mempunyai perkembangan bicara dan mengutarakan pendapatnya secara lisan, oleh karenanya gambar dapat digunakan sebagai alat untuk mengutarakan pendapat. Sebagai contoh gambar di bawah ini: Cita-cita anak akan menjadi seorang polisi, dia membayangkan kegagahan polisi seperti ayahnya sebagai seorang.38
c. Seni sebagai Ungkapan Rasa
Kegiatan anak dilakukan dengan sadar maupun hanya sekedar mencoret kertas atau dinding, kesemuanya ini tetap diakui sebagai karya rupa atau gambar.
Ketika seorang anak melakukan kegiatan mencoret dinding dengan sadar, maka segala bentuk yang diutarakan kembali dengan urut dan tidak berubah. Kegiatan
36 Hajar Pamadi. Ruang Lingkup Seni Rupa Anak. Universitas Terbuka. Jakarta. (2018)
37 Hajar Pamadi. Ruang Lingkup Seni Rupa Anak. Universitas Terbuka. Jakarta. (2018)
38 Hajar Pamadi. Ruang Lingkup Seni Rupa Anak. Universitas Terbuka. Jakarta. (2018)
34
ini disebut ekspresi seni. Anak-anak mengutarakan sesuatu dengan luas tanpa batas, berupa keinginan terhadap suatu benda, atau sedang bergumam umpatan terhadap ibu atau tidak terkabulnya permintaan anak.39
d. Seni untuk Mengutarakan Ide, Gagasan dan Angan-angan
Kegiatan anak ingin mengutarakan ide dan gagasan yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Ingatan peristiwa masa lalu anak yang sangat terkenang pada suatu ketika bercampur dengan keinginan ataupun khayalan makhluk aneh yang tidak dikenal orang dewasa, akan muncul dalam ruang yang lebar. Karya rupa yang dilakukan anak, lebih cenderung merupakan kebutuhan biasa sebagai makhluk hidup yang harus bercerita kepada orang lain, atau membayangkan sesuatu yang seiring dengan perkembangan usianya. Keterbatasan kata-kata membuat perasaan anak semakin sesak karena keinginannya mengutarakan pendapat tidak diketahui orang lain. Akhirnya, anak hanya mampu mengutarakan lewat gambar dan simbol. Simbol yang muncul dari pikiran anak ini ternyata mempunyai arti yang sangat kompleks, mulai keinginan sesuatu, gagasan serta angan-angan yang meluap atas benda pujaannya.40
3. Manfaat Pendidikan Seni untuk Anak Usia Dini
Manfaat seni bagi anak ialah anak mampu mengungkapkan gagasan dan daya ciptaanya dalam berbagai bentuk yaitu sebagai berikut: anak dapat menggambar sederhana, anak dapat mewarnai, anak dapat menciptakan seseatu dengan berbagai media, anak dapat bergerak sesuai dengan irama musik, anak
39 Hajar Pamadi. Ruang Lingkup Seni Rupa Anak. Universitas Terbuka. Jakarta, (2018)
40 Hajar Pamadi. Ruang Lingkup Seni Rupa Anak. Universitas Terbuka. Jakarta. (2018)
dapat menyanyi, anak dapat bergerak mengikuti benda-benda dilingkungan, dan anak dapat melakukan.41
Dalam proses berkarya seni antara pikiran dan perasaan anak usia dini masih menyatu. Mereka belum bisa membedakan makna berpikir dengan merasakan, semua menyatu dalam kegiatan refleksi. Kegiatan seni bagi anak merupakan perilaku wajar, dikerjakan setiap hari dengan kapasitas yang bervariasi.42
Kegiatan seni memiliki banyak manfaat untuk anak, yaitu:
a. Seni sebagai bahasa visual, artinya seni berfungsi sebagai alat mengutarakan pendapat, dan ungkapan perasaan: duka dan sedih, senang dan gembira, keinginan dan harapan masa yang akan datang, serta mencatat peristiwa yang pernah dialami;
b. Seni membantu pertumbuhan mental, artinya seni dapat digunakan untuk melatih pikiran, imajinasi, penalaran, perasaan, keindahan, sosial, agama, maupun toleransi yang bersifat apresiatif;
c. Seni membantu memudahkan anak ketika belajar bidang studi lain, karena pendidikan seni mengasah visual intelegensi, sehingga mudah mengungkap hal yang visual. Misalnya ketika anak belajar sejarah, imajinasinya akan memvisualkan secara komprehensif suasana masa lalu;
41 Anita, Penilaian Perkembangan Belajar Anak Taman Kanak-Kanak, ( Prenadamedia Group, Jakarta: 2015). h.31
42 Muhiyatul Huliyah. Pengembangan Daya Seni Pada Anak Usia Dini. As-Sibyan:
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(02), (2016). h.150-152
36
d. Seni sebagai media bermain, artinya kegiatan seni bagi anak itu serasa bermain dan bermain merupakan kegiatan menyenangkan.43
4. Pembelajaran Seni Anak Usia Dini
Pembelajaran seni dan kreativitas menekankan pada aspek eksplorasi, ekspresi, apresiasi.
a. Eksplorasi
Pengembangan kemampuan bereksplorasi pada anak Taman Kanak-kanak dilakukan dengan tujuan sebagai berikut:
1) Agar anak dapat melakukan observasi dan mengeksplorasi alam semesta dan diri manusia;
2) Agar anak dapat mengeksplorasi elemen-elemen dari seni dan musik;
3) Agar anak dapat mengeksplorasi tubuh mereka apakah sanggup dalam mengerjakan sesuatu.
b. Ekspresi
Kemampuan berekspresi anak usia prasekolah harus dilakukan dengan tujuan:
1) Agar anak dapat mengekspresikan dan mengkreasikan benda, ide, dan pengalamannya menggunakan jenis media seni, instrumen musik dan gerak;
2) Agar anak mengalami peningkatan rasa percaya diri dalam mengekspresikan kreasi mereka sendiri.
43 Muhiyatul Huliyah. Pengembangan Daya Seni Pada Anak Usia Dini. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(02), (2016) h.10-12
Pengembangan kemampuan berekspresi dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan tindakan-tindakan antara lain sebagai berikut:
1) Mengekspresikan apa yang mereka lihat, pikirkan, dan rasakan tentang ragam seni;
2) Membangun pemahaman dan pengalaman mereka dari dunia mereka melalui seni;
3) Mengekspresikan pikiran dan perasaan melalui kegiatan seni;
c. Apresiasi
Kemampuan apresiasi harus dikembangkan pula dengan tujuan agar anak dapat menilai dan menghargai pengalaman berkesenian dan karya seni. Kegiatan- kegiatan yang dapat dilakukan berkenaaan dengan pencapaian tujuan tersebut antara lain menyajikan berbagai hasil karya dan pertunjukkan kesenian kepada anak disertai dengan penjelasanpenjelasan.
Pendidikan anak usia dini memerlukan pengelolaan sesuai karakteristik anak dan situasi sosial yang kondusif untuk tercapainya keberhasilan belajar anak.
Sifat pembelajaran yang kooperatif pada kelompok kecil maupun besar, bertangung jawab, belajar menunggu giliran, bekerja tanpa mengganggu teman, membereskan alat, mengambil keputusan, memilih kegiatan, kesemuanya terjadi tanpa tekanan dan berjalan alamiah.44
44 Muhiyatul Huliyah. Pengembangan Daya Seni Pada Anak Usia Dini. As-Sibyan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(02), (2016).h.13-17
38
5. Perkembangan Daya Seni Anak
Perkembangan seni pada anak usia dini dapat berkembang melalui pemberian stimulasi. Stimulasi yang dapat diberikan antara lain:
a. Mendukung minat anak dengan memberikan media yang disenangi;
b. Memberikan apresiasi berupa pujian yang dapat memotivasi anak;
c. Memberikan fasilitas berupa alat permainan yang dapat mengembangkan aspek seni anak.45
Aspek seni anak usia dini sebaiknya mendapat sorotan (tidak hanya kognitif). Mengembangkan seni anak dapat dimulai dengan memahami psikologi perkembangan anak yang meliputi tumbuh kembang anak serta tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangan sesuai usia. Pemahaman tentang apa dan bagaimana psikologi perkembangan akan membuat orang tua dan guru lebih mudah mengaplikasikan dalam kegiatan bermain pada anak.46
Tingkat pencapaian tertarik dengan kegiatan atau karya seni, terdapat tiga indikator pencapaian yaitu: (1) menggambar dengan menggunakan beragam media seperti cat air, spidol, serta dengan cara seperti finger painting, cat air dll;
(2) membentuk sesuatu dengan plastisin; (3) mengamati dan membedakan benda di sekitarnya yang di luar rumah.47
Untuk menjadikan anak cerdas, kreatif, dan berkarakter, memang harus distimulasi sejak dini. Salah satu upaya untuk mencapai itu adalah memberikan
45 Eka Damayanti dkk. Capaian dan Stimulasi Aspek Perkembangan Seni Pada Anak Kembar Usia 5 Tahun. Indonesian Journal of Early Childhood Education, 3(1), (2020). h.1–17.
46 Eka Damayanti dkk. Capaian dan Stimulasi Aspek Perkembangan Seni Pada Anak Kembar Usia 5 Tahun. Indonesian Journal of Early Childhood Education, 3(1), (2020). h.1–17.
47 Dahlia Patiung dkk. Pencapaian Pada Aspek Perkembangan Anak Usia 3-4 Tahun Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. NANAEKE: Indonesian Journal of Early Childhood Education, 2(1), (2019). h.30
mereka pelajaran seni. Diketahui, usia dini merupakan periode emas untuk melakukan proses stimulasi aktif sebagai bekal perkembangan serta pertumbuhan kelak saat dewasa. Pada usia dini, anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses berpikir melalui otak.48
Pendidikan seni memiliki peran penting untuk merangsang perkembangan belahan otak bagian kanan anak. Pelajaran seni terbukti dapat meningkatkan kepandaian berekspresi anak, pemahaman sisi-sisi kemanusiaan, kepekaan dan konsentrasi yang tinggi, serta kreativitas yang gemilang. Dengan begitu, diharapkan anak yang diberikan kebebasan untuk mengembangkan bakat seninya seperti melukis, menulis puisi, berkreasi dalam kegiatan memasak (fun cooking) bernyanyi atau bermain alat musik, akan mudah menapaki tangga menuju puncak prestasi. Orang tua tentu bangga dengan pencapaian buah hatinya tersebut.49
Peranan kesenian didalam pembelajaran sekolah yaitu sebagai berikut:
Seni adalah dasar untuk berkomunikasi, seni membantu anak membangun kreativitas dan bakat-bakat kreatifnya, mempelajari seni membantu anak untuk belajar memahami makna, mempelajari seni adalah jalan yang terbaik untuk memahami peradaban manusia, mempelajari seni membantu anak untuk membangun disiplin, mempelajari seni di sekolah membantu anak mempersiapkan masa depannya, dan mempelajari seni membantu anak menumbuhkan peniliaan artistik.50
48 Nelva Rolina. Memahami Psikologi Perkembangan Anak Bagi Pengembangan Aspek Seni Anak Usia Dini. Jurnal UNY. . (2019). h.12
49 Nelva Rolina. Memahami Psikologi Perkembangan Anak Bagi Pengembangan Aspek Seni Anak Usia Dini. Jurnal UNY. . (2019). h.13
50 Guslinda, Rita Kurnia, Media Pembelajaran Anak Usia Dini, (Jakad Publishing, Surabaya, 2018).
40