Apa tujuan negara sebagai suatu bentuk pergaulan hidup bersama manusia atau sebagai organisasi sosial? Jawaban pertanyaan yang dikemukakan di atas dibicarakan dalam teori-teori tujuan negara. Akan tetapi, menurut penulis, teori-teori tujuan negara kurang mendapat perhatian dari para pakar dalam pembahasan buku-buku Ilmu Negara.234 Padahal, pokok bahasan tentang teori-teori tujuan negara sangat penting dibicarakan dalam Ilmu Negara sebagai ilmu pengetahuan yang menyelidiki atau mengkaji negara sebagai organisasi sosial dan sebagai badan hukum (korporasi).
Kelangkaan buku-buku Ilmu Negara yang membicarakan teori-teori tujuan negara menimbulkan pertanyaan sebagai berikut. Apa sebab perhatian para pakar Ilmu Negara terhadap teori-teori tujuan negara sangat kurang atau sangat minim? Menurut penulis, barangkali salah satu penyebabnya adalah karena tujuan negara mengandung nilai-nilai ideal. Sebagai nilai-nilai ideal tujuan negara dianggap merupakan objek kajian Filsafat.
Namun, menurut penulis, meskipun tujuan negara mengandung nilai-nilai ideal sebagai cita-cita bersama suatu bangsa sehingga lebih tepat sebagai objek kajian Filsafat, hal itu tidak merupakan alasan untuk tidak perlu membicarakan teori-teori t\ujuan negara dalam
234 Sebagai contoh, buku Soehino dan Abud Daud Busroh berjudul Ilmu Negara membahas masalah tujuan negara dalam 1 (satu) halaman. Buku Padmo Wahyono berjudul Ilmu Negara sama sekali tidak menyinggung tujuan negara. Buku Sjachran Basah berjudul Ilmu Negara (Pengantar, Metode dan Sejarah Perkembagan) juga tidak menyinggung tujuan negara. Beberapa buku Ilmu Negara yang membahas tujuan negara adalah karya Kranenburg, Ramdlon Naning dan Hendra Nurtjahyo.
Ilmu Negara. Suatu hal yang tidak lengkap jika membicarakan negara tanpa membahas tujuan negara.
Diskusi tentang negara tidak mungkin dapat menghasilkan suatu pemahaman yang menyeluruh tentang negara tanpa membicarakan tujuan negara. Tujuan negara adalah salah satu aspek yang sangat penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bahkan, mungkin merupakan aspek yang terpenting karena tujuan negara mempengaruhi dan menentukan segenap aspek lain dari negara dan kehidupan bernegara. Dengan demikian, sebagai salah satu pokok bahasan Ilmu Negara yang sangat penting, tujuan negara sesungguhnya layak mendapat perhatian yang cukup memadai dari para pakar ilmu kenegaraan sehingga teori-teori tujuan negara perlu dibicarakan dalam porsi yang pantas dalam buku ini.
Teori-teori tujuan negara adalah teori-teori Ilmu Negara yang bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang tujuan negara sebagai suatu bentuk kehidupan bersama manusia atau sebagai organisasi sosial. Teori-teori tujuan negara mutlak perlu dibicarakan dalam Ilmu Negara karena tujuan negara merupakan hal yang sangat penting bagi eksistensi (keberadaan) negara karena tidak ada negara yang tidak memiliki tujuan.
Soehino misalnya mengemukakan pendapat mengenai hal tersebut dengan mengemukakan bahwa bagaimanapun juga orang tidak boleh melupakan pentingnya pembicaraan tentang tujuan negara.235 Penulis sepaham dengan pandangan Soehino mengenai urgensi pembahasan teori-teori tujuan negara sehingga seharusnya teori-teori tersebut perlu dibicarakan dalam porsi yang sangat memadai dalam setiap buku Ilmu Negara.
235 Soehino, op. cit., hlm. 147.
Apa sebab Teori-teori Tujuan Negara perlu dibicarakan dalam porsi yang memadai? Teori-teori Tujuan Negara perlu dibicarakan dalam porsi yang memadai karena memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan negara adalah titik tolak (patokan) dalam menata segenap aspek kehidupan bernegara seperti bentuk negara, bentuk pemerintahan, struktur organisasi negara, fungsi, tugas dan wewenang organ negara dan sebagainya. Fungsi penting tujuan negara dalam konteks kehidupan bernegara sebagaimana dipaparkan di atas tercermin dari pendapat Soehino yang mengemukakan sebagai berikut:
“Pentingnya pembicaraan tentang tujuan negara ini terutama berhubungan dengan bentuk negara, susunan negara, organ-organ negara atau badan-badan negara yang harus diadakan, fungsi dan tugas daripada organ-organ tersebut, serta hubungannya antara organ yang satu dengan yang lain yang selalu harus disesuaikan dengan tujuan negara.”236
Tujuan negara ditentukan oleh cara pandang suatu bangsa (masyarakat) mengenai sifat hakikat negara sedangkan cara pandang tersebut bergantung pada landasan falsafah yang dianut. Sebagai contoh, tujuan negara Indonesia ditentukan oleh cara pandang bangsa Indonesia mengenai sifat hakikat negara Indonesia. Cara pandang tersebut ditentukan oleh landasan falsafah bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Sesuai dengan landasan falsafah Pancasila, menurut pandangan bangsa Indonesia, negara adalah suatu sarana atau alat untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia yaitu masyarakat yang adil dan makmur atau keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Negara Indonesia adalah sarana atau alat untuk menyelenggarakan kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia. Berdasarkan pandangan tentang sifat hakikat negara Indonesia sebagaimana dikemukakan di atas, Alinea Keempat Pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa
236 Ibid.
tujuan negara Republik Indonesia adalah untuk menyelenggarakan kesejahteraan umum bagi seluruh rakyat Indonesia. Makna kesejahteraan umum dalam Pembukaan UUD 1945 sama kualitasnya dengan makna Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam Sila Kelima Pancasila.
Sebagaimana sudah dikemukakan, pandangan mengenai sifat dan hakikat negara menentukan tujuan negara sehingga tujuan negara menjadi titik tolak dalam menetapkan segenap aspek negara. Bentuk negara, bentuk pemerintahan, struktur organ-organ negara, fungsi, tugas dan wewenang organ-organ negara, sistem pembagian kekuasaan dan lain- lain ditetapkan sesuai dengan atau berdasarkan tujuan negara. Di samping hal-hal yang dikemukakan di atas, Soehino juga mengemukakan penjelasan lebih lanjut tentang hubungan tujuan negara dengan aspek lain dari negara yakni sebagai berikut “Lagi pula dengan mengetahui tujuan negara itu, kita dapat menjawab soal legitimasi kekuasaan yaitu kekuasaan daripada organisasi negara juga dapat mengetahui sifat daripada organisasi negara. Karena semuanya itu harus sesuai dengan tujuan negara.”237
Ada pakar lain yang juga menyinggung tentang relevansi tujuan negara dengan berbagai aspek kehidupan bernegara sehingga semakin memperkuat alasan untuk mengemukakan bahwa tujuan negara sangat penting dibicarakan dalam porsi yang sangat memadai dalam setiap buku Ilmu Negara seperti sudah dikemukakan di atas. Ramdlon Naning misalnya mengemukakan komentar tentang hal tersebut sebagai berikut:
“Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang merupakan persekutuan masyarakat dan merupakan alat untuk mencapai tujuan bersama. Dengan mengetahui tujuan suatu negara akan dapat dikaji sifat serta legitimasi kekuasaan dari organisasi negara tersebut. Selain itu, dapat pula dipahami orientasi dan motivasi terbentuknya negara dan ke arah mana cita-cita yang hendak diwujudkannya melalui organisasi negara tersebut. Dengan mengetahui tujuan
237 Ibid.
suatu negara dapat juga dikenal tatanan dan pengendalian organisasinya dengan keadaan lingkungan warga negara.”238
Jika bertitik tolak dari pendapat kedua pakar Ilmu Negara di atas jelas bahwa tujuan negara sangat penting bagi suatu negara karena berkaitan dengan segenap aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuan negara adalah jantung atau pusat kehidupan negara dan kehidupan bernegara. Dengan mempelajari tujuan negara dapat diperoleh manfaat yang sangat berguna dalam mengkaji negara. Manfaat yang dimaksud adalah cakrawala pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara seperti bentuk negara, bentuk pemerintahan, kedaulatan dan sebagainya. Pengetahuan tentang berbagai hal mengenai negara yang dikemukakan di atas merupakan bekal yang sangat penting untuk dapat memahami dengan lebih baik kaidah-kaidah hukum tata negara yang mengatur berbagai aspek kenegaraan dan kehidupan bernegara.
Apa sesungguhnya tujuan negara sebagai suatu bentuk pergaulan hidup bersama manusia atau sebagai organisasi sosial? Dalam Ilmu Negara tidak ada kesepakatan di antara para pakar mengenai tujuan negara sehingga ada berbagai macam teori tujuan negara. Keanekaragaman teori tujuan negara tersebut terjadi karena keanekaragaman pengertian tentang sifat hakikat negara. Abu Daud Busroh misalnya mengemukakan pendapat mengenai hal itu sebagai berikut “Paham sarjana-sarjana ada yang mengemukakan tujuan negara itu dihubungkan dengan tujuan akhir dari manusia dan ada pula yang menghubungkannya dengan kekuasaan.”239 Lebih lanjut, Soehino membuat pernyataan sebagai berikut “Padahal, tentang tujuan negara ini ada banyak sekali yang
238 Ramdlon Naning, op. cit., hlm. 28.
239 Abud Daud Busroh, op. cit., hlm. 49.
diajukan atau diajarkan oleh para sarjana terutama oleh para ahli pemikir tentang negara dan hukum. Maka, sebagai akibatnya, juga terdapat bermacam-macam pendapat tentang soal-soal kenegaraan seperti telah dikemukakan di atas.”240
Keanekaragaman teori tujuan negara selain disebabkan oleh perbedaan sudut pandang tentang sifat hakikat negara juga karena perbedaan filosofi, kultur (budaya), sejarah dan sebagainya. Setiap bangsa memiliki filosofi, kultur (budaya), sejarah yang berbeda sehingga berbeda juga pandangannya mengenai tujuan negara. Hendra Nurtjahyo juga mengemukakan komentar mengenai hal itu sebagai berikut “Tujuan negara dapat berbeda berdasarkan filosofi, situasi-kondisi dan sejarah dari masing-masing negara yang terbentuk itu.”241
Ada beberapa pakar seperti Kranenburg, Ramdlon Naning dan Hendra Nurtjahyo yang mengemukakan bahwa tujuan negara perlu dibahas sebagai salah satu objek kajian Ilmu Negara. Akan tetapi, ada juga pakar yang menganggap tidak perlu membicarakan teori tujuan negara tersebut dalam Ilmu Negara. Alasan yang dikemukakan yaitu bahwa tujuan negara berkenaan dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan dan nilai-nilai ideal tersebut bukan objek kajian Ilmu Negara tetapi Filsafat Politik atau Filsafat Kenegaraan.
Anggapan demikian terutama dikemukakan oleh ahli-ahli filsafat aliran positivisme.
Salah satu tokoh aliran positivisme hukum yang sangat terkenal adalah Hans Kelsen.
Hans Kelsen tokoh positivisme hukum Jerman tersebut sangat terkenal dengan Teori Hukum Murni dan Teori Norma-norma Hukum yang bertingkat-tingkat (stufenbau des recht).
240 Soehino, op. cit., hlm. 147.
241 Hendra Nurtjahyo, op. cit., hlm. 25.
Sekalipun ada pro kontra mengenai urgensi membicarakan teori-teori tujuan negara dalam Ilmu Negara, penulis tetap berpendapat bahwa pokok bahasan tujuan negara sangat perlu dibicarakan dalam Ilmu Negara. Bahkan, seyogyanya dalam porsi yang sangat memadai. Hal itu bertujuan untuk memperluas dan memperdalam wawasan mengenai sifat hakikat negara dan segenap aspek negara dan kehidupan bernegara sehingga dapat memahami negara secara utuh. Di samping itu, ada alasan lain yakni bahwa metode pendekatan yang dapat dipakai untuk mempelajari negara tidak selalu metode sosiologis dan yuridis saja tetapi dapat juga dengan mempergunakan metode pendekatan lain seperti metode pendekatan filosofis.