• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tes Kemampuan Number Sense Subjek DW

Dalam dokumen (Qur’an surah Al -Insyirah: 5-6) (Halaman 142-168)

Indikator : Pemahaman Konsep dan Pengaruh Dari Operasi Bilangan.

1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek DW pada soal nomor satu a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.61 Hasil jawaban tes subjek DW nomor satu Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa yang anda pahami dari soal ini? (sambil menunjuk ke arah soal) N : Eeee... disini Yazid sudah lama menabung uang koin sebesar Rp

500,00 sehingga setelah dibuka celengannya, jumlah tabungannya sebesar Rp 46.960,00 kak.

P : Kemudian apa yang ditanyakan di soal tersebut?

N : Berapa jumlah uang koin sebesar Rp 500,00

P : Darimana anda tau jumlah uang koin sebesar Rp 500,00 tersebut?

N : Dari total jumlah tabungan Yazid sebesar Rp 46.960,00 P : Apa perintahnya?

N : “Tanpa melakukan perhitungan”

P : Oke, berarti jawaban anda berapa?

N : 93.

P : Kenapa anda bisa menjawab 93?

N : Karena 40 ribu itu hitungannya 80 koin Rp 500,00 terus 6 ribu itu hitungannya 12 koin Rp 500,00 kemudian sisa koin Rp 500,00 di 960 jadi kalau di totalin jumlah koin Rp 500,00 ada 93 kak.

P : Kenapa tidak mengambil koin yang 460?

N : Karena tidak cukup jadi Rp 500,00 kak kan yang di mintak koin Rp 500,00.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian, subjek DW mampu memahami soal yang diberikan. Terlihat subjek mampu menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal tersebut dan mampu menjawab dengan benar namun dengan melakukan perhitungan terlebih dahulu. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor satu pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.62 Hasil jawaban tes subjek DW nomor satu Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa yang anda pahami dari soal tersebut? (sambil menunjuk ke arah soal)

N : Kan Yazid sudah lama menabung uang koin sebesar Rp 500,00 sehingga setelah dibuka celengannya, jumlah tabungannya sebesar Rp 46.960,00

P : Kemudian apa yang ditanyakan dari soal tersebut?

N : Jumlah uang koin sebesar Rp 500,00

P : Darimana anda tau jumlah uang koin sebesar Rp 500,00 tersebut?

N : Dari total jumlah tabungan Yazid sebesar Rp 46.960,00 P : Apa perintahnya?

N : “Tanpa melakukan perhitungan”

P : Oke, berarti jawabannya berapa?

N : 93.

P : Kenapa bisa jawabannya 93?

N : Karena 40 ribu itu hitungannya 80 koin Rp 500,00 terus 6 ribu itu hitungannya 12 koin Rp 500,00 kemudian sisa koin Rp 500,00 di 960 kak jadi kalau di totalin jumlah koin Rp 500,00 ada 93 kak.

P : Kenapa tidak mengambil koin yang 460?

N : Karena tidak cukup jadi Rp 500,00 kak kan yang di inginkan koin Rp 500,00.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada tes kedua, subjek DW tetap konsisten dengan jawabannya dimana subjek DW mampu memahami soal yang diberikan. Terlihat subjek mampu menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal tersebut dan mampu menjawab dengan benar tanpa harus melakukan perhitungan terlebih dahulu. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor satu pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang mampu.

2. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek DW pada soal nomor enam a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.63 Hasil jawaban tes subjek DW nomor enam Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa alasan anda mengatakan bahwa jawabannya lebih dari 3,5?

N : Hanya memperkirakan bahwa hasil dari + 1,2 akan lebih dari 3,5 kak.

P : Oke, jika hasilnya hanya dapat ditemukan dengan cara tanpa menghitung, apa langkah yang akan anda lakukan untuk mendapatkan hasil?

N : Langkah yang saya gunakan untuk mendapatkan hasil dari + 1,2 adalah dengan cara mengubah pecahan menjadi desimal yaitu 2,5 sehingga tinggal dijumlahkan 2,5 + 1,2 = 3,7.

P : Apakah memiliki makna yang sama dengan 2,5?

N : Iya sama kak.

P : Apakah bisa menghitung dengan menjadikan kedua bilangan menjadi pecahan?

N : Bisa kak.

P : Bagaimana jika (2 + 1) + (0,5 + 0,2) apakah hasilnya atau nilainya sama dengan 3,7 atau sama dengan jawaban yang anda miliki?

N: Iya sama kak 3,7 juga.

P : Berikan alasan anda mengapa anda harus merubah pecahan kedalam bentuk desimal?

N: Karena proses penyelesaiannya lebih cepat kak sedangkan kalau dirubah ke dalam bentuk pecahan harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu.

P : Bagaimana jika 1,2 diubah menjadi pecahan menjadi sehingga +

=, apakah hasilnya akan sama dengan 3,7?

N : iya sama kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian, subjek DW peka terhadap soal yang diberikan. Namun tanpa melakukan perhitungan terlihat subjek seperti merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut dan apa yang diketahui dari soal itu, subjek mampu menjawab dengan benar hanya saja subjek harus menyelesaikannya secara prosedural. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor enam pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.64 Hasil jawaban tes subjek DW nomor enam Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa alasan anda mengatakan bahwa tidak mungkin menemukan hasil kecuali menghitung manual?

N : Karena jika pecahan di jumlahkan dengan desimal kemudian tidak di hitung secara manual maka akan mendapatkan hasil yang keliru dan bingung cara untuk menghitungnya kak.

P : Oke, jika hasilnya hanya dapat ditemukan dengan cara menghitung, apakah langkah – langkah yang akan anda lakukan untuk mendapatkan hasil?

N : Langkah yang saya gunakan untuk mendapatkan hasil dari + 1,2 adalah dengan cara mengubah pecahan menjadi desimal yaitu 2,5 sehingga tinggal dijumlahkan 2,5 + 1,2 = 3,7.

P : Apakah memiliki makna yang sama dengan 2,5?

N : Iya sama kak.

P : Apakah bisa menghitung dengan menjadikan kedua bilangan menjadi pecahan?

N : Bisa kak.

P : Bagaimana jika (2 + 1) + (0,5 + 0,2) apakah hasilnya atau nilainya sama dengan 3,7 atau sama dengan jawaban yang anda miliki?

N : Iya sama kak 3,7 juga.

P : Berikan alasan anda mengapa anda harus merubah pecahan kedalam bentuk desimal?

N : Karena proses penyelesaiannya lebih cepat kak sedangkan kalau dirubah ke dalam bentuk pecahan harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu.

P : Bagaimana jika 1,2 diubah menjadi pecahan menjadi sehingga +

=, apakah hasilnya akan sama dengan 3,7?

N : Iya sama kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian, subjek DW tidak dapat memahami maksud dari soal yang diberikan. Terlihat subjek tidak mampu menjelaskan apa yang diketahui dari soal tersebut dan tidak mampu menjawab dengan benar yakni dengan jawaban tidak mungkin menemukan hasil kecuali menghitung secara manual. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor enam pada indikator

pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belom mampu.

3. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek DW pada soal nomor tujuh a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.65 Hasil jawaban tes subjek DW nomor tujuh Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa yang anda ketahui mengenai soal tersebut?

N : Danu memiliki uang Rp. 120.890,00 kemudian digunakannya untuk membeli baju sebesar Rp. 55.590,00.

P : Kemudian apa yang ditanyakan di soal tersebut?

N : Sisa uang Danu.

P : Mengapa anda menggunakan proses pengurangan?

N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu yang sudah terpakai.

P : Mengapa anda tidak menggunakan operasi kali?

N : Mmm...kalau menggunakan perkalian sisa uang Danu menjadi banyak kak hampir 6 juta dan saya rasa itu tidak mungkin.

P : Mengapa tidak menggunakan operasi pembagian?

N : Kalau menggunakan operasi pembagian hasilnya menjadi 2,17... kak.

P : Mengapa tidak menggunakan operasi penjumlahan?

N : Karena yang ditanyakan sisa uang Danu yang sudah terpakai bukan total keseluruhan uang Danu.

P : Mengapa anda harus mengurangi 120.890 dengan 55.590 mengapa tidak sebaliknya?

N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu yang sudah terpakai sebelumnya.

P : 120.890 - 55.590 = 65.300 sama atau tidak dengan (100.000 + 20.000 + 800 + 90) – (50.000 + 5.000 + 500 + 90)?

N : (Sambil melihat jawaban) Eee... tidak sama kak.

P : Apakah hasil dari 120.890 - 55.590 = ((50.000 x 2) + (5.000 x 4) + (445 x 2)) – ((25.000 x 2) + (2.500 x 2) + (295 x 2))?

N : Hadduhh bingung kak... (sambil garuk kepala) Sepertinya tidak kak.

P : Apakah hasil dari 120.890 – 55.590 = 120.000 + (1.780 : 2) – 55.000 + (1.180 : 2)?

N : Tidak kak.

P : Apakah hasil dari (60.445 x 2) – (27.795 x 2) = (120.000 + 890) – (55.000 + 590)?

N : Sama dengan jawaban diatas tidak juga kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek DW, dapat memahami soal yang diberikan dan dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan algoritma . Akan tetapi ketika dihadapkan dengan operasi bilangan yang baru subjek seperti terlihat kebingungan, subjek seperti merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut dan pada operasi bilangan dari soal itu subjek hanya dapat menyelesaikannya dengan operasi pengurangan saja. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tujuh pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.66 Hasil jawaban tes subjek DW nomor tujuh Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa yang anda ketahui mengenai soal tersebut?

N : Danu memiliki uang Rp. 120.890,00 kemudian digunakannya untuk membeli baju sebesar Rp. 55.590,00.

P : Kemudian apa yang ditanyakan di soal tersebut?

N : Sisa uang Danu.

P : Mengapa anda menggunakan proses pengurangan?

N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu yang sudah terpakai.

P : Mengapa anda tidak menggunakan operasi kali?

N : Mmm...kalau menggunakan perkalian sisa uang Danu menjadi banyak kak hampir 6 juta dan saya rasa itu tidak mungkin.

P : Mengapa tidak menggunakan operasi pembagian?

N : Kalau menggunakan operasi pembagian hasilnya menjadi 2,17... kak.

P : Mengapa tidak menggunakan operasi penjumlahan?

N : Karena yang ditanyakan sisa uang Danu yang sudah terpakai bukan total keseluruhan uang Danu.

P : Mengapa anda harus mengurangi 120.890 dengan 55.590 mengapa tidak sebaliknya?

N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu yang sudah terpakai sebelumnya.

P : 120.890 - 55.590 = 65.300 sama atau tidak dengan (100.000 + 20.000 + 800 + 90) – (50.000 + 5.000 + 500 + 90)?

N : (Sambil melihat jawaban) Eee... tidak sama kak.

P : Apakah hasil dari 120.890 - 55.590 = ((50.000 x 2) + (5.000 x 4) + (445 x 2)) – ((25.000 x 2) + (2.500 x 2) + (295 x 2))?

N : Hadduhh bingung kak... (sambil garuk kepala) Sepertinya tidak kak.

P : Apakah hasil dari 120.890 – 55.590 = 120.000 + (1.780 : 2) – 55.000 + (1.180 : 2)?

N : Tidak kak.

P : Apakah hasil dari (60.445 x 2) – (27.795 x 2) = (120.000 + 890) – (55.000 + 590)?

N : Sama dengan jawaban diatas tidak juga kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek DW, dapat memahami soal yang diberikan dan dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan algoritma . Akan tetapi ketika dihadapkan dengan operasi bilangan yang baru subjek seperti terlihat kebingungan, subjek seperti merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut dan pada operasi bilangan dari soal itu subjek hanya dapat menyelesaikannya dengan operasi pengurangan saja. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tujuh pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.

Indikator : Pemahaman Konsep dan Besaran Bilangan.

1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek DW pada soal nomor dua a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.67 Hasil jawaban tes subjek DW nomor dua Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Mengapa anda menjawab bahwa banyak bilangan diantara 1,2 dan 1,3?

N : Alasannya karena setelah angka 1,2 terdapat 1,21; 1,22; 1,23; 1,24; ...

;1,3 kak.

P : Mengapa anda tidak memilih pilihan A?

N : Karena bilangan diantara 1,2 dan 1,3 memiliki jarak dan angka diantaranya sangat banyak.

P : Mengapa anda tidak memilih pilihan B?

N : Karena banyak bilangan yang bisa disebutkan diantara 1,2 dan 1,3 tidak hanya satu.

P : Apakah sama makna dari 1,2 dengan 1,20?

N : Iya sama kak.

P : Apakah 1,2000 memiliki makna yang sama dengan 1,2?

N : Iya sama juga kak. (sambil menatap bilangan tersebut) P : Apakah 0 termasuk bilangan?

N : Iya termasuk kak.

P : Apakah sama makna dari 1,210 dengan 1,2?

N : Mmm.... sama kak karena 1,210 termasuk bilangan diantara 1,2 dan 1,3.

P : Apakah 1,21 berada dintara 1,2 dan 1,3?

N : Iya. Bilangan 1,21 berada diantara bilangan 1,2 dan 1,3.

P : Apakah 1,223 berada diantara 1,2 dan 1,3?

N : Eeeee sepertinya iya kak.

P : Apakah 1,201 berada diantara 1,2 dan 1,3?

N : Insya allah iya kak hehehe....(sambil cengengesan)

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek DW, subjek menjawab banyak bilangan diantara 1,2 dan 1,3 kemudian ketika diminta untuk menentukan apakah 1,20 memiliki makna yang sama dengan 1,2 subjek pun menjawab sama kemudian di pancing secara terus menerus tetap dengan jawabannya sama. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor dua pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.68 Hasil jawaban tes subjek DW nomor dua Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Mengapa anda menjawab bahwa banyak bilangan diantara 1,2 dan 1,3?

N : Alasannya karena setelah angka 1,2 terdapat 1,21; 1,22; 1,23; 1,24; ...

;1,3 kak.

P : Mengapa anda tidak memilih pilihan A?

N : Karena bilangan diantara 1,2 dan 1,3 memiliki jarak dan angka diantaranya sangat banyak.

P : Mengapa anda tidak memilih pilihan B?

N : Karena banyak bilangan yang bisa disebutkan diantara 1,2 dan 1,3 tidak hanya satu.

P : Apakah sama makna dari 1,2 dengan 1,20?

N : Iya sama kak.

P : Apakah 1,2000 memiliki makna yang sama dengan 1,2?

N : Iya sama juga kak. (sambil menatap bilangan tersebut) P : Apakah 0 termasuk bilangan?

N : Iya termasuk kak.

P : Apakah sama makna dari 1,210 dengan 1,2?

N : Mmm.... sama kak karena 1,210 termasuk bilangan diantara 1,2 dan 1,3.

P : Apakah 1,21 berada dintara 1,2 dan 1,3?

N : Iya. Bilangan 1,21 berada diantara bilangan 1,2 dan 1,3.

P : Apakah 1,223 berada diantara 1,2 dan 1,3?

N : Eeeee sepertinya iya kak.

P : Apakah 1,201 berada diantara 1,2 dan 1,3?

N : Insya allah iya kak hehehe....(sambil cengengesan) Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek DW, subjek menjawab banyak bilangan diantara 1,2 dan 1,3 kemudian ketika diminta untuk menentukan apakah 1,20 memiliki makna yang sama dengan 1,2 subjek pun menjawab sama kemudian di pancing secara terus menerus tetap dengan jawabannya sama. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor dua pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang mampu.

2. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek DW pada soal nomor lima a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.69 Hasil jawaban tes subjek DW nomor lima Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa alasan anda menjawab

dan

?

N : Karena jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,5 angka setelah 0,5 itu 0,6; 0,7; 0,8; 0,9; 1 sehingga angka yang saya ambil 0,6 dan 0,7 atau

dan

kak.

P : Oke, kalau seandainya saya ambil

bagaimana?

N : Tidak bisa kak.

P : Kenapa tidak bisa?

N : Soalnya bilangan pecahan yang diambil diantara dan 1 sedangkan

lebih besar dari dan 1.

P : Bukannya

dan

lebih besar dari dan 1?

N : Eee... (merenung sambil berfikir) P : Oke... (tersenyum) apakah 0,6 =

kemudian 0,9 =

? N : Sama kak.

P : Kalau

= atau

=

? N : Iya sama kak.

P : Berarti

dan

termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?

N : Iya termasuk kak.

P : Nah, bagaimana dengan bilangan pecahan

apakah termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?

N : Mmm.... saya rasa tidak kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek DW, subjek menjawab ada dua bilangan diantara dan 1 selain pecahan adalah

dan

. Akan tetapi ketika dituliskan pecahan yang lebih besar untuk menentukan apakah pecahan tersebut berada diantara dan 1 atau tidak, subjek menjawab dengan keraguan antara sama atau tidak begitupun di berikan lagi bilangan – bilangan yang lain tujuannya untuk mengetahui tingkat kepekaan siswa terhadap bilangan namun sepertinya subjek kurang memahami dan kurang mengerti dengan bilangan yang diberikan. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor lima pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.70 Hasil jawaban tes subjek DW nomor lima Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa alasan anda menjawab

dan

?

N : Karena jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,5 angka setelah 0,5 itu 0,60; 0,70; 0,80; 0,90; 1 sehingga angka yang saya ambil 0,60 dan 0,80 atau

dan

kak.

P : Oke, kalau seandainya saya ambil

bagaimana?

N : Tidak bisa kak.

P : Kenapa tidak bisa?

N : Soalnya bilangan pecahan yang diambil diantara dan 1 sedangkan

lebih besar dari dan 1.

P : Bukannya

dan

lebih besar dari dan 1?

N : Eee... (merenung sambil berfikir) P : Oke... (tersenyum) apakah 0,6 =

kemudian 0,9 =

? N : Sama kak.

P : Kalau

= atau

=

? N : Iya sama kak.

P : Berarti

dan

termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?

N : Iya termasuk kak.

P : Nah, bagaimana dengan bilangan pecahan

apakah termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?

N : Mmm.... saya rasa tidak kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek DW, subjek menjawab ada dua bilangan diantara dan 1 selain pecahan adalah

dan

. Akan tetapi ketika dituliskan pecahan yang lebih besar untuk menentukan

apakah pecahan tersebut berada diantara dan 1 atau tidak, subjek menjawab dengan keraguan antara sama atau tidak begitupun di berikan lagi bilangan – bilangan yang lain tujuannya untuk mengetahui tingkat kepekaan siswa terhadap bilangan namun sepertinya subjek kurang memahami dan kurang mengerti dengan bilangan yang diberikan. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor lima pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang mampu.

Indikator : Pemahaman dan Penggunaan Representasi Bilangan Yang Setara.

1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek DW pada soal nomor tiga a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.71 Hasil jawaban tes subjek DW nomor tiga Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P :Oke, kenapa posisi bilangan pecahan

berada disini dan berada disini...(sambil menunjuk ke arah jawaban siswa).

N : Karena pecahan

jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,1 dan pecahan jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,8.

P : Apakah bisa menentukan posisinya jika tanpa mengubah pecahan menjadi desimal?

N : Bisa kak.

P : Oke, kalau kakak pakek bilangan pecahan

disini dan

disini bisa tidak? (sambil menulis bilangan pecahan pada garis bilangan).

N : Bisaa... (menjawab dengan ragu ragu) P : Kenapa bisa ?

N : Soalnya pecahan

lebih kecil dibanding

. P : Lebih kecil atau lebih besar?

N : Lebih kecil kak.

P : Kalau dengan

mana yang lebih besar?

N : Eeee....(sambil garuk kepala)

P : Oke,.... (sambil tersenyum) kalau saya taruh

dan

bagaimana?

N : Berarti

disini terus

disini (sambil menulis digaris bilangan) P : Kalau

dan

bagaimana?

N : Berarti

disini terus

disini (sambil menulis digaris bilangan) Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek DW, subjek mampu memahami maksud dari soal tersebut sehingga ketika diminta untuk menempatkan posisi bilangan pecahan

dan pada garis bilangan yang sudah di cantumkan subjek dapat menuliskan letak posisi dari bilangan pecahan

dan dengan cara merubah pecahan tersebut menjadi pecahan desimal. Sehingga ketika di berikan bilangan pecahan berbeda pun subjek dapat menempatkan posisi dari bilangan pecahan tersebut. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tiga pada indikator pemahaman dan penggunaan representasi bilangan yang setara terbilang mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.72 Hasil jawaban tes subjek DW nomor tiga

Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

N : Ini kak.... (sambil menunjukkan lembar jawaban) P : Oke, kenapa posisi bilangan pecahan

berada disini dan berada disini...(sambil menunjuk ke arah jawaban siswa).

N : Karena pecahan

jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,1 dan pecahan jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,8.

P : Apakah bisa menentukan posisinya jika tanpa mengubah pecahan menjadi desimal?

N : Bisa kak.

P : Oke, kalau kakak pakek bilangan pecahan

disini dan

disini bisa tidak? (sambil menulis bilangan pecahan pada garis bilangan).

N : Bisaa... (menjawab dengan ragu ragu) P : Kenapa bisa ?

N : Soalnya pecahan

lebih kecil dibanding

. P : Lebih kecil atau lebih besar?

N : Lebih kecil kak.

P : Kalau dengan

mana yang lebih besar?

N : Eeee....(sambil garuk kepala)

P : Oke,.... (sambil tersenyum) kalau saya taruh

dan

bagaimana?

N : Berarti

disini terus

disini (sambil menulis digaris bilangan) P : Kalau

dan

bagaimana?

N : Berarti

disini terus

disini (sambil menulis digaris bilangan) P : Berarti apa yang anda simpulkan?

N : Mmm...

=

=

= 0,1 dan =

=

=

= 0,8 P : Yaa benar sekali.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek DW, subjek mampu memahami maksud dari soal tersebut sehingga ketika diminta untuk menempatkan posisi bilangan pecahan

dan pada garis bilangan yang sudah di cantumkan subjek dapat menuliskan letak posisi dari bilangan pecahan

dan dengan cara merubah pecahan tersebut menjadi pecahan desimal. Sehingga ketika di berikan bilangan pecahan berbeda pun subjek

dapat menempatkan posisi dari bilangan pecahan tersebut. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tiga pada indikator pemahaman dan penggunaan representasi bilangan yang setara terbilang mampu.

2. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek DW pada soal nomor empat a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.73 Hasil jawaban tes subjek DW nomor empat Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

N : 0,3; ; 61%; 30,5%; 0,595

P : Apa alasan anda sehingga urutan terkecilnya dimulai dari 0,3?

N : Karena semua bilangan tersebut dijadikan desimal yaitu 0,595; 0,6;

0,61; 0,3; 0,305 P : Berarti urutannya?

N : Urutannya 0,3; 0,6; 0,61; 0,305; 0,595 atau yang ini kak....(sambil menunjukkan hasil jawaban awal)

P : Oke, kalau misalnya saya rubah semua kedalam bentuk persen bagaimana?

N : Bisa kak.

P : Bagaimana hasilnya?

N : 30%; 59,5%; 60%; 61%; 30,5%

P : Kalau diurutkan hasilnya bagaimana?

N : 30%; 30,5%; 59,5%; 60%; 61%

P : Apakah urutannya tetap sama?

N : Mmm.... (sambil melihat jawaban) beda kak.

P : Baiklah, kalau saya tulis urutan

;

;

;

;

bagaimana?

N : Gak bisa kak.

P : Kenapa tidak bisa?

N : Karena penyebutnya menggunakan 10 kak, kalau penyebutnya menggunakan 100 baru bisa kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada tes pertama, subjek DW kurang mampu memahami soal yang diberikan sehingga membuat jawabannya salah. Untuk melihat number sense atau kepekaan subjek terhadap bilangan, subjek terlihat kurang mampu menjelaskan urutan bilangan tersebut jika dirubah ke dalam bentuk persen ataupun ke dalam bentuk bilangan pecahan sehingga subjek membuat subjek tidak mampu untuk menjawabnya. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor empat pada indikator pemahaman dan penggunaan representasi bilangan yang setara terbilang belum mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.74 Hasil jawaban tes subjek DW nomor empat Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

N : 0,3; 30,5%; 0,595; ; 61%

P : Apa alasan anda sehingga urutan terkecilnya dimulai dari 0,3?

N : Karena semua bilangan tersebut dijadikan desimal yaitu 0,595; 0,6;

0,61; 0,3; 0,305 P : Berarti urutannya?

N : Urutannya 0,3; 0,305; 0,595; 0,6; 0,61 atau yang ini kak....(sambil menunjukkan hasil jawaban awal)

P : Oke, kalau misalnya saya rubah semua kedalam bentuk persen bagaimana?

N : Bisa kak.

P : Bagaimana hasilnya?

N : 30%; 59,5%; 60%; 61%; 30,5%

P : Kalau diurutkan hasilnya bagaimana?

N : 30%; 30,5%; 59,5%; 60%; 61%

P : Apakah urutannya tetap sama?

N : Iya sama kak.

P : Baiklah, kalau saya tulis urutan

;

;

;

;

bagaimana?

N : Karena penyebutnya menggunakan 10 kak, kalau penyebutnya menggunakan 100 baru bisa kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada tes kedua, subjek DW mampu memahami soal yang diberikan sehingga membuat jawabannya benar.

Untuk melihat number sense atau kepekaan subjek terhadap bilangan, subjek terlihat mampu menjelaskan urutan bilangan tersebut jika dirubah ke dalam bentuk persen namun ketika bilangan diubah ke dalam bentuk bilangan pecahan subjek tidak mampu untuk menjawabnya. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor empat pada indikator pemahaman dan penggunaan representasi bilangan yang setara terbilang mampu.

Indikator : Pemahaman dan Penggunaan Pernyataan Yang Setara.

1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek DW pada soal nomor delapan a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.75 Hasil jawaban tes subjek DW nomor delapan Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa alasan anda memilih jawaban tersebut?

Dalam dokumen (Qur’an surah Al -Insyirah: 5-6) (Halaman 142-168)

Dokumen terkait