Makalah oleh: Mukminah, NIM berjudul, “Analisis Makna Bilangan Siswa Kelas VII MT Nurul Hakim Ditinjau dari Gaya Kognitif Domain Dependent dan Domain Independent”. Judul : Analisis Makna Bilangan Siswa Kelas VII Nurul Hakim Berdasarkan Gaya Kognitif Tipe Field-Dependent dan Field-Independent. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) hasil analisis kemampuan number sense siswa MT yang memiliki gaya kognitif domain-dependent dan (2) hasil analisis kemampuan number sense siswa Depkes yang memiliki gaya kognitif domain- gaya kognitif mandiri.
Artinya, siswa dengan gaya kognitif berbeda dapat merasakan angka secara berbeda saat menyelesaikan soal matematika. Selanjutnya, analisis dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai investigasi dan deskripsi kemampuan persepsi angka siswa MT ditinjau dari gaya kognitif field-dependent dan field-dependent.16 b. Peneliti hanya sebatas melakukan tes untuk mengetahui kemampuan persepsi bilangan siswa VII. kelas MT Nurul Hakim.
Untuk itu fokus dalam penelitian ini adalah pada pembahasan analisis number sense siswa kelas VII MTs Nurul Hakim ditinjau dari gaya kognitif tipe field dependent dan field independent.
Paparan Data pada tes GEFT
Berdasarkan hasil tes GEFT yang diperoleh, peneliti akan mengambil 4 subjek penelitian dari kelas VII A dan VII F dimana 2 orang dengan gaya kognitif field dependent tinggi dan rendah kemudian 2 orang dengan gaya kognitif field independent tinggi dan rendah. Berdasarkan hasil tes GEFT diperoleh 2 siswa dengan nilai tes GEFT tinggi dan rendah yaitu siswa berinisial NK dengan skor 2 dan siswa berinisial IK dengan skor 9. Kedua mata pelajaran ini merupakan mata pelajaran yang memiliki kecenderungan paling kuat terhadap gaya kognitif field-dependent (FD) karena memiliki skor mendekati 0-9 dari skor setiap siswa kelas VII A dan VII F yang mengikuti tes GEFT.
Kedua subjek ini merupakan subjek yang memiliki kecenderungan Field-Independent Cognitive Style (FI) paling kuat karena memiliki skor mendekati 10-18 dari skor setiap siswa Kelas VII A dan VII F yang mengikuti tes GEFT. Berdasarkan hasil tes GEFT dan pertimbangan guru mengenai kemampuan mengemukakan pendapat dan pemikiran, maka diperoleh mata pelajaran DW dan KH sebagai mata pelajaran FI.
Tes Kemampuan Number Sense Subjek NK
Berdasarkan hasil penelitian pada tes kedua, subjek NK tetap konsisten dengan jawabannya dimana subjek NK mampu memahami soal yang diberikan. Dengan demikian, kemampuan pemahaman bilangan subjek pada soal nomor dua pada indikator pemahaman konsep dan ukuran bilangan dianggap kurang. Dengan demikian, kemampuan pemahaman bilangan subjek soal nomor lima pada indikator pemahaman konsep dan ukuran bilangan cukup mampu.
Dengan demikian, kemampuan subjek dalam memahami bilangan pada soal nomor tiga pada indikator memahami dan menggunakan representasi bilangan padanan cukup baik. Dengan demikian, kemampuan subjek dalam memahami bilangan pada soal nomor tiga pada indikator memahami dan menggunakan representasi bilangan padanan cukup mahir. Berdasarkan hasil penelitian pada tes pertama, subjek NK kurang mampu memahami soal yang diberikan sehingga memberikan jawaban yang salah.
Dengan demikian, kemampuan subjek dalam memahami bilangan pada soal nomor empat pada indikator memahami dan menggunakan representasi bilangan padanan dianggap kurang. Berdasarkan hasil penelitian pada tes kedua, subjek NK mampu memahami soal yang diberikan sehingga jawabannya benar. Dengan demikian, kemampuan subjek dalam memahami bilangan pada soal nomor empat pada indikator memahami dan menggunakan representasi bilangan padanan cukup mahir.
Dengan demikian, kemampuan mengindera jumlah subjek pada kata angka delapan pada indikator memahami dan menggunakan padanan pernyataan cukup mumpuni. Dengan demikian, kemampuan mengindera jumlah subjek pada soal nomor delapan pada indikator menentukan pemahaman dan penggunaan pernyataan padanan dianggap cakap. Dengan demikian, kemampuan pemahaman subjek nomor soal nomor sembilan untuk indikator pemahaman dan penggunaan padanan pernyataan dianggap kurang.
Tes Kemampuan Number Sense Subjek IK
Tes Kemampuan Number Sense Subjek DW
Sehingga kemampuan subjek dalam mempersepsi bilangan pada soal nomor sepuluh pada indikator perhitungan dan strategi berhitung tergolong kurang mampu. Dengan demikian, kemampuan number sense subjek pada soal nomor satu dinilai kurang memadai sebagai indikator pemahaman konsep dan efek operasi bilangan. Berdasarkan hasil penelitian pada tes kedua, subjek DW tetap konsisten dalam memberikan respon dimana subjek DW mampu memahami pertanyaan yang diberikan.
Dengan demikian, kemampuan deteksi bilangan subjek soal nomor satu pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh operasi bilangan cukup mumpuni. Kemampuan pemahaman bilangan subjek pada soal nomor enam pada indikator untuk memahami konsep dan pengaruh operasi bilangan dianggap kurang. Kemampuan pemahaman bilangan subjek pada soal nomor tujuh pada indikator untuk memahami konsep dan pengaruh operasi bilangan dianggap kurang.
Dengan demikian, kemampuan number sense subjek pada soal nomor dua pada indikator untuk memahami konsep dan ukuran bilangan cukup mumpuni. Dengan demikian, kemampuan number sense subjek pada soal nomor dua pada indikator untuk memahami konsep dan ukuran bilangan cukup mumpuni. Berdasarkan hasil penelitian pada tes pertama, DW tersebut kurang memahami pertanyaan yang diajukan sehingga jawaban yang diberikan salah.
Berdasarkan hasil penelitian pada tes kedua subjek DW mampu memahami soal yang diberikan sehingga jawabannya benar. Sehingga kemampuan deteksi bilangan subjek soal nomor sepuluh pada indikator penghitungan dan strategi penghitungan dirasa kurang.
Triangulasi
Terlihat bahwa subjek tidak dapat menjelaskan apa yang diketahui dari soal dan tidak dapat menjawab dengan benar, dan subjek masih kurang memiliki kepekaan terhadap angka.
Tes 2 Keputusan 1. Pemahaman konsep dan
Temuan Lain
Perbedaan hasil jawaban pada tes pertama dan kedua terdapat pada semua subjek, karena ada beberapa soal yang jawabannya berubah. Berdasarkan hasil tes mata pelajaran NK pada tes pertama dan kedua terdapat perbedaan jawaban nomor 4 dengan indikator pemahaman dan penggunaan representasi bilangan senilai, jawaban benar, namun pada tes kedua tiba-tiba jawaban mata pelajaran NK. diubah karena subjek NK tidak dapat menyelesaikan soal sehingga jawaban menjadi salah. Hal ini juga terjadi pada soal nomor enam yang mengalami perubahan jawaban pada tes pertama dan kedua, subjek NK tidak dapat memahami maksud dari soal nomor enam sehingga jawabannya berubah.
Pada mata pelajaran IK, soal nomor lima mengalami perubahan pada tes pertama dan kedua karena mata pelajaran IK belum bisa memahami konsep dan besaran bilangan baik pada tes pertama maupun kedua. Kemudian pada subjek KH dan DW terdapat perbedaan jawaban soal nomor 4 dan 6 dimana kedua subjek tidak dapat menyelesaikan soal nomor, sehingga jawaban tidak konsisten. Seperti yang dikemukakan oleh (Noor, 1993) number sense mengacu pada pengetahuan siswa tentang dunia konseptual bilangan, yang meliputi rasa kemampuan mereka untuk mengukur ketepatan jawaban dan memecahkan masalah yang berguna dan memadai. 62.
Subjek IK, subjek KH dan subjek DW melakukan perhitungan secara prosedural dan menggunakan konsep perhitungan standar yang mereka pahami, namun tidak mengikuti aturan sesuai indikator dan petunjuk dari tugas. Begitu pula untuk soal nomor enam pada indikator pemahaman konsep dan efek operasi bilangan, semua subjek memahami maksud soal, hanya saja ketika subjek diminta melakukan perhitungan tanpa melengkapi objek ternyata sulit, sehingga mereka tidak bisa menjawab sama sekali tanpa melakukan perhitungan terlebih dahulu. Reys dan Yang (1998) mengungkapkan bahwa number sense mengacu pada pemahaman umum seseorang terhadap bilangan dan operasi, sehingga seseorang yang memiliki number sense yang baik harus memahami operasi bilangan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang number sense siswa ditinjau dari gaya kognitif field dependent dan field independent di kelas VII A dan VII F MTs Nurul Hakim Kediri dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Siswa field-dependent (FD) number sense kurang peka terhadap bilangan dan hubungan antar bilangan, kurang peka terhadap dan hubungan antara operasi hitung bilangan bulat dan sifat-sifatnya, tidak mampu menggunakan konsep bilangan dalam memperkirakan (estimating ) perhitungan. Number awareness pada mata pelajaran field independent (FI) peserta didik agak peka terhadap bilangan dan hubungan antar bilangan, agak peka terhadap dan hubungan antara operasi aritmetika bilangan bulat dan sifat-sifatnya, kurang dapat menggunakan konsep bilangan pada saat membuat perkiraan (estimasi) perhitungan.
Saran
Bagi peneliti lain yang meneliti sensitivitas numerik siswa dalam hal gaya kognitif field-dependent dan field-independent, mereka dapat melakukan penelitian di tingkat lain, misalnya siswa SD dan SMA. Selain itu, sebaiknya subjek tes diwawancarai lebih dalam, sehingga dapat lebih mengetahui kemampuan matematika siswa. Arifin, Sandriwati, Profil Pemecahan Masalah Matematika Siswa Ditinjau dari Gaya Kognitif dan Efikasi Diri Siswa Kelas VIII SMPN 1 Watampone, Journal of Mathematical Power, (Online), Vol.
Elok Fatima Azzahro, “Number Sense Bagi Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika”, Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika, Vol. Evi Trinovita, “Deskripsi Kefasihan Prosedural dalam Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif dan Self-Efficacy pada Siswa Kelas IX A SMP Negeri 5 Mandai”, Speciale, FMIPA, Universitas Negeri Makassar, 2017. Masriyah, dkk, “Nummer Sense Siswa SMP Diatur Dari Gaya Kognitif”, Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika, 2016.
Riska Sukmawati, “Pendekatan Antisipatif Didaktik Untuk Mengatasi Hambatan Penjumlahan Pecahan Siswa di MTs”. Number Sense Siswa SMA Negeri 5 Pontianak Dalam Penyelesaian Masalah Pecahan Penyerahan Profil Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif Siswa, Surabaya: Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya, 2010.
Reys, RE & Yang D.C, Hubungan antara prestasi matematika dan pemahaman angka pada siswa kelas enam dan delapan di Taiwan. Wilda Syam Tonra, “Pembelajaran Number Sense Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Pada Materi Pecahan,” Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika, Vol. Yandika Nugraha & Mulhamah, "Analisis Kemampuan Number Sense dalam Pemecahan Masalah Matematika", Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika, Vol.