• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tes Kemampuan Number Sense Subjek IK

Dalam dokumen (Qur’an surah Al -Insyirah: 5-6) (Halaman 91-142)

Indikator : Pemahaman Konsep dan Pengaruh Dari Operasi Bilangan.

1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek IK pada soal nomor satu a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.21 Hasil jawaban tes subjek IK nomor satu Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa yang anda pahami dari soal ini? (sambil menunjuk ke arah soal) N : Yazid menabung uang koin sebesar Rp 500,00 sehingga setelah dibuka

celengannya, jumlah tabungannya sebesar Rp 46.960,00 P : Kemudian apa yang ditanyakan di soal tersebut?

N : Jumlah uang koin sebesar Rp 500,00

P : Darimana anda tau jumlah uang koin sebesar Rp 500,00 tersebut?

N : Dari total jumlah tabungan Yazid sebesar Rp 46.960,00 P : Apa perintahnya?

N : “Tanpa melakukan perhitungan”

P : Oke, berarti jawabannya berapa?

N : 93.

P : Kenapa bisa jawabannya 93?

N : Tinggal dikalikan 46 x 2 sama dengan 92 terus sisa koin Rp. 500,00 ada di 960 itu kak sehingga jumlah koinnya menjadi 93 seperti itu hitungan saya kak.

P : Kenapa tidak mengambil koin yang 460?

N : Karena tidak cukup jadi Rp 500,00 kak kan yang di mintak koin Rp 500,00.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian, subjek IK mampu memahami soal yang diberikan. Terlihat subjek mampu menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal tersebut dan mampu menjawab dengan benar tanpa harus melakukan perhitungan terlebih dahulu. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor satu pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.22 Hasil jawaban tes subjek IK nomor satu Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa yang anda pahami dari soal ini? (sambil menunjuk ke arah soal) N : Yazid menabung uang koin sebesar Rp 500,00 sehingga setelah dibuka

celengannya, jumlah tabungannya sebesar Rp 46.960,00 P : Kemudian apa yang ditanyakan di soal tersebut?

N : Jumlah uang koin sebesar Rp 500,00

P : Darimana anda tau jumlah uang koin sebesar Rp 500,00 tersebut?

N : Dari total jumlah tabungan Yazid sebesar Rp 46.960,00

P : Apa perintahnya?

N : “Tanpa melakukan perhitungan”

P : Oke, berarti jawabannya berapa?

N : 93.

P : Kenapa bisa jawabannya 93?

N : Tinggal dikalikan 46 x 2 sama dengan 92 terus sisa koin Rp. 500,00 ada di 960 itu kak sehingga jumlah koinnya menjadi 93 seperti itu hitungan saya kak.

P : Kenapa tidak mengambil koin yang 460?

N : Karena tidak cukup jadi Rp 500,00 kak kan yang di mintak koin Rp 500,00.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada tes kedua, subjek IK tetap konsisten dengan jawabannya dimana subjek IK mampu memahami soal yang diberikan. Terlihat subjek mampu menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal tersebut dan mampu menjawab dengan benar tanpa harus melakukan perhitungan terlebih dahulu. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor satu pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang mampu.

2. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek IK pada soal nomor enam a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.23 Hasil jawaban tes subjek IK nomor enam Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa alasan anda mengatakan bahwa tidak mungkin menemukan hasil kecuali menghitung manual?

N : Karena jika pecahan di jumlahkan dengan desimal kemudian tidak di hitung secara manual maka akan mendapatkan hasil yang keliru dan bingung cara untuk menghitungnya kak.

P : Oke, jika hasilnya hanya dapat ditemukan dengan cara menghitung, apakah langkah yang akan anda lakukan untuk mendapatkan hasil?

N : Langkah yang saya gunakan untuk mendapatkan hasil dari + 1,2 adalah dengan cara mengubah pecahan menjadi desimal yaitu 2,5 sehingga tinggal dijumlahkan 2,5 + 1,2 = 3,7.

P : Apakah memiliki makna yang sama dengan 2,5?

N : Iya sama kak.

P : Bagaimana jika (2 + 1) + (0,5 + 0,2) apakah hasilnya atau nilainya sama dengan 3,7 atau sama dengan jawaban yang anda miliki?

N : Iya sama kak 3,7 juga.

P : Berikan alasan anda mengapa anda harus merubah pecahan kedalam bentuk desimal?

N : Karena proses penyelesaiannya lebih cepat kak sedangkan kalau dirubah ke dalam bentuk pecahan harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu.

P : Bagaimana jika 1,2 diubah menjadi pecahan menjadi sehingga +

=, apakah hasilnya akan sama dengan 3,7?

N : iya sama kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian, subjek IK tidak dapat memahami maksud dari soal yang diberikan. Terlihat subjek tidak dapat menjelaskan apa yang diketahui dari soal tersebut dan tidak mampu menjawab dengan benar yakni dengan jawaban tidak mungkin menemukan hasil kecuali menghitung secara manual. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor enam pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.24 Hasil jawaban tes subjek IK nomor enam

Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa alasan anda mengatakan bahwa tidak mungkin menemukan hasil kecuali menghitung manual?

N : Karena jika pecahan di jumlahkan dengan desimal kemudian tidak di hitung secara manual maka akan mendapatkan hasil yang keliru dan bingung cara untuk menghitungnya kak.

P : Oke, jika hasilnya hanya dapat ditemukan dengan cara menghitung, apakah langkah yang akan anda lakukan untuk mendapatkan hasil?

N : Langkah yang saya gunakan untuk mendapatkan hasil dari + 1,2 adalah dengan cara mengubah pecahan menjadi desimal yaitu 2,5 sehingga tinggal dijumlahkan 2,5 + 1,2 = 3,7.

P : Apakah memiliki makna yang sama dengan 2,5?

N : Iya sama kak.

P : Bagaimana jika (2 + 1) + (0,5 + 0,2) apakah hasilnya atau nilainya sama dengan 3,7 atau sama dengan jawaban yang anda miliki?

N : Iya sama kak 3,7 juga.

P : Berikan alasan anda mengapa anda harus merubah pecahan kedalam bentuk desimal?

N : Karena proses penyelesaiannya lebih cepat kak sedangkan kalau dirubah ke dalam bentuk pecahan harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu.

P : Bagaimana jika 1,2 diubah menjadi pecahan menjadi sehingga +

=, apakah hasilnya akan sama dengan 3,7?

N : iya sama kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian, subjek IK masih tidak dapat menangkap maksud dari soal yang diberikan. Terlihat subjek tidak mampu menjelaskan apa yang diketahui dari soal tersebut dan tidak mampu menjawab dengan benar yakni dengan jawaban tidak mungkin menemukan hasil kecuali menghitung secara manual. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor enam pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.

3. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek IK pada soal nomor tujuh a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.25 Hasil jawaban tes subjek IK nomor tujuh Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa yang anda ketahui mengenai soal tersebut?

N : Danu memiliki uang Rp. 120.890,00 kemudian digunakannya untuk membeli baju sebesar Rp. 55.590,00.

P : Kemudian apa yang ditanyakan di soal tersebut?

N : Sisa uang Danu.

P : Mengapa anda menggunakan proses pengurangan?

N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu saat ini.

P : Mengapa anda tidak menggunakan operasi kali?

N : Mmm...kalau menggunakan perkalian akan menjadi banyak kak hasilnya hampir 6 juta dan saya rasa itu tidak mungkin.

P : Mengapa tidak menggunakan operasi pembagian?

N : Kalau menggunakan operasi pembagian hasilnya menjadi 2,17... kak.

P : Mengapa tidak menggunakan operasi penjumlahan?

N : Karena yang ditanyakan sisa uang Danu yang sudah terpakai bukan total keseluruhan uang Danu.

P : Mengapa anda harus mengurangi 120.890 dengan 55.590 mengapa tidak sebaliknya?

N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu yang sudah terpakai sebelumnya.

P : 120.890 - 55.590 = 65.300 sama atau tidak dengan (100.000 + 20.000 + 800 + 90) – (50.000 + 5.000 + 500 + 90)?

N : (Sambil melihat jawaban) Eee... tidak sama kak.

P : Apakah hasil dari 120.890 - 55.590 = ((50.000 x 2) + (5.000 x 4) + (445 x 2)) – ((25.000 x 2) + (2.500 x 2) + (295 x 2))?

N : Hadduhh bingung kak... (sambil garuk kepala) Sepertinya tidak kak.

P : Apakah hasil dari 120.890 – 55.590 = 120.000 + (1.780 : 2) – 55.000 + (1.180 : 2)?

N : Tidak kak.

P : Apakah hasil dari (60.445 x 2) – (27.795 x 2) = (120.000 + 890) – (55.000 + 590)?

N : Sama dengan jawaban diatas tidak juga kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek IK, dapat memahami soal yang diberikan dan dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan algoritma . Akan tetapi ketika dihadapkan dengan operasi bilangan yang baru subjek seperti terlihat kebingungan, subjek seperti merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut dan pada operasi bilangan dari soal itu subjek hanya dapat menyelesaikannya dengan operasi pengurangan saja. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tujuh pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.26 Hasil jawaban tes subjek IK nomor tujuh Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa yang anda ketahui mengenai soal tersebut?

N : Danu memiliki uang Rp. 120.890,00 kemudian digunakannya untuk membeli baju sebesar Rp. 55.590,00.

P : Kemudian apa yang ditanyakan di soal tersebut?

N : Sisa uang Danu.

P : Mengapa anda menggunakan proses pengurangan?

N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu saat ini.

P : Mengapa anda tidak menggunakan operasi kali?

N : Mmm...kalau menggunakan perkalian akan menjadi banyak kak hasilnya hampir 6 juta dan saya rasa itu tidak mungkin.

P : Mengapa tidak menggunakan operasi pembagian?

N : Kalau menggunakan operasi pembagian hasilnya menjadi 2,17... kak.

P : Mengapa tidak menggunakan operasi penjumlahan?

N : Karena yang ditanyakan sisa uang Danu yang sudah terpakai bukan total keseluruhan uang Danu.

P : Mengapa anda harus mengurangi 120.890 dengan 55.590 mengapa tidak sebaliknya?

N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu yang sudah terpakai sebelumnya.

P : 120.890 - 55.590 = 65.300 sama atau tidak dengan (100.000 + 20.000 + 800 + 90) – (50.000 + 5.000 + 500 + 90)?

N : (Sambil melihat jawaban) Eee... tidak sama kak.

P : Apakah hasil dari 120.890 - 55.590 = ((50.000 x 2) + (5.000 x 4) + (445 x 2)) – ((25.000 x 2) + (2.500 x 2) + (295 x 2))?

N : Hadduhh bingung kak... (sambil garuk kepala) Sepertinya tidak kak.

P : Apakah hasil dari 120.890 – 55.590 = 120.000 + (1.780 : 2) – 55.000 + (1.180 : 2)?

N : Tidak kak.

P : Apakah hasil dari (60.445 x 2) – (27.795 x 2) = (120.000 + 890) – (55.000 + 590)?

N : Sama dengan jawaban diatas tidak juga kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek IK, masih dapat memahami soal yang diberikan dan dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan algoritma . Akan tetapi ketika dihadapkan dengan operasi bilangan yang baru subjek seperti terlihat kebingungan, subjek seperti merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut dan pada operasi bilangan dari soal itu subjek tidak hanya menyelesaikannya dengan operasi pengurangan saja namun dikaitkan dengan operasi pengurangan.

Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tujuh pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.

Indikator : Pemahaman Konsep dan Besaran Bilangan.

1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek IK pada soal nomor dua

a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.27 Hasil jawaban tes subjek IK nomor dua Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Mengapa anda menjawab bahwa ada satu bilangan diantara 1,2 dan 1,3?

N : Alasannya karena terdapat 1,20 diantaranya sedangkan kalau mengambil 1,30 tidak mungkin.

P : Mengapa anda tidak memilih pilihan A?

N : Karena piilihannya tidak ada padahal ada satu yaitu 1,20.

P : Mengapa anda tidak memilih pilihan C?

N : Karena pilihannya banyak sedangkan pilihan yang tepat hanya satu dan angkanya adalah 1,20.

P : Apakah sama makna dari 1,2 dengan 1,20?

N : Eeee....beda kak.

P : Apakah 1,2000 memiliki makna yang sama dengan 1,2?

N : Eeee... beda juga kak. (sambil menatap dengan ragu – ragu) P : Apakah 0 termasuk bilangan?

N : Iya termasuk kak.

P : Apakah sama makna dari 1,210 dengan 1,2?

N : Tidak sama kak karena 1,210 lebih besar dari 1,2.

P : Apakah 1,21 berada dintara 1,2 dan 1,3?

N : Tidak kak. Bilangan 1,21 berada setelah angka 1,3 karena angka dibelakang komanya besar yaitu 21.

P : Apakah 1,223 berada diantara 1,2 dan 1,3?

N : Sama dengan yang ini juga kak.

P : Apakah 1,201 berada diantara 1,2 dan 1,3?

N : Tidak kak.

P : Berdasarkan banyak hal tersebut nyatakan kesimpulan anda mengenai bilangan diantara 1,2 dan 1,3?

N : Jadi, tidak terdapat bilangan diantara 1,2 dan 1,3.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek IK, subjek menjawab terdapat satu bilangan diantara 1,2 dan 1,3 Akan tetapi ketika diminta untuk menentukan apakah 1,210 memiliki makna yang sama dengan 1,2 subjek pun menjawab tidak sama kemudian di pancing secara terus menerus tetap dengan jawabannya tidak sama. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor dua pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang belum mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.28 Hasil jawaban tes subjek IK nomor dua Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Mengapa anda menjawab bahwa ada satu bilangan diantara 1,2 dan 1,3?

N : Alasannya karena terdapat 1,20 diantaranya sedangkan kalau mengambil 1,30 tidak mungkin.

P : Mengapa anda tidak memilih pilihan A?

N : Karena piilihannya tidak ada padahal ada satu yaitu 1,20.

P : Mengapa anda tidak memilih pilihan C?

N : Karena pilihannya banyak sedangkan pilihan yang tepat hanya satu dan angkanya adalah 1,20.

P : Apakah sama makna dari 1,2 dengan 1,20?

N : Eeee....beda kak.

P : Apakah 1,2000 memiliki makna yang sama dengan 1,2?

N : Eeee... beda juga kak. (sambil menatap dengan ragu – ragu) P : Apakah 0 termasuk bilangan?

N : Iya termasuk kak.

P : Apakah sama makna dari 1,210 dengan 1,2?

N : Tidak sama kak karena 1,210 lebih besar dari 1,2.

P : Apakah 1,21 berada dintara 1,2 dan 1,3?

N : Tidak kak. Bilangan 1,21 berada setelah angka 1,3 karena angka dibelakang komanya besar yaitu 21.

P : Apakah 1,223 berada diantara 1,2 dan 1,3?

N : Sama dengan yang ini juga kak.

P : Apakah 1,201 berada diantara 1,2 dan 1,3?

N : Tidak kak.

P : Berdasarkan banyak hal tersebut nyatakan kesimpulan anda mengenai bilangan diantara 1,2 dan 1,3?

N : Jadi, tidak terdapat bilangan diantara 1,2 dan 1,3.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek IK, subjek menjawab terdapat satu bilangan diantara 1,2 dan 1,3 Akan tetapi ketika diminta untuk menentukan apakah 1,210 memiliki makna yang sama dengan 1,2 subjek pun menjawab tidak sama kemudian di pancing secara terus menerus tetap dengan jawabannya tidak sama. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor dua pada indikator menentukan suatu bilangan diantara bilangan – bilangan yang lain pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang belum mampu.

2. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek IK pada soal nomor lima a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.29 Hasil jawaban tes subjek IK nomor lima Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa alasan anda menjawab

dan ?

N : Karena selain bilangan pecahan terdapat pecahan

dan diantara dan 1.

P : Oke, kalau seandainya saya ambil

bagaimana?

N : Tidak bisa kak.

P : Kenapa tidak bisa?

N : Soalnya bilangan pecahan yang diambil diantara dan 1 sedangkan tidak termasuk.

P : Bukannya

dan jika disederhanakan akan menjadi ? N : Eee... (merenung sambil berfikir)

P : Oke... (tersenyum) apakah 0,6 =

kemudian 0,8 = ? N : Sama kak.

P : Kalau

= atau

=

? N : Saya rasa tidak sama kak.

P : Berarti

dan

tidak termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?

N : Iya tidak termasuk kak.

P : berarti bilangan pecahan

tetap tidak termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?

N : Mmm.... saya rasa tidak kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek IK, subjek menjawab ada dua bilangan diantara dan 1 selain pecahan adalah

dan . Akan tetapi ketika dituliskan pecahan yang lebih besar untuk menentukan apakah pecahan tersebut berada diantara dan 1 atau tidak, subjek menjawab dengan keraguan antara sama atau tidak begitupun di berikan lagi bilangan – bilangan yang lain tujuannya untuk mengetahui tingkat kepekaan siswa terhadap bilangan namun sepertinya subjek kurang memahami dan kurang mengerti dengan bilangan yang diberikan. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor lima pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang belum mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.30 Hasil jawaban tes subjek IK nomor lima Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Apa alasan anda menjawab dan ?

N : Karena selain bilangan pecahan terdapat pecahan dan diantara dan 1.

P : Oke, kalau seandainya saya ambil

bagaimana?

N : Tidak bisa kak.

P : Kenapa tidak bisa?

N : Soalnya bilangan pecahan yang diambil diantara dan 1 sedangkan tidak termasuk.

P : Bukannya dan lebih kecil dari ? N : Eee... (merenung sambil berfikir) P : Oke... (tersenyum) apakah 0,6 =

kemudian 0,8 = ? N : Sama kak.

P : Kalau

= atau

=

? N : Saya rasa tidak sama kak.

P : Berarti

dan

tidak termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?

N : Iya tidak termasuk kak.

P : berarti bilangan pecahan

tetap tidak termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?

N : Mmm.... saya rasa tidak kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek IK, subjek menjawab ada dua bilangan diantara dan 1 selain pecahan adalah dan . Akan tetapi ketika dituliskan pecahan yang lebih besar untuk menentukan

apakah pecahan tersebut berada diantara dan 1 atau tidak, subjek menjawab dengan keraguan antara sama atau tidak begitupun di berikan lagi bilangan – bilangan yang lain tujuannya untuk mengetahui tingkat kepekaan siswa terhadap bilangan namun sepertinya subjek kurang memahami dan kurang mengerti dengan bilangan yang diberikan. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor lima pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang belum mampu.

Indikator : Pemahaman dan Penggunaan Representasi Bilangan Yang Setara.

1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek IK pada soal nomor tiga a. Tes Number Sense Pertama

Gambar 2.31 Hasil jawaban tes subjek IK nomor tiga Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Oke, kenapa posisi bilangan pecahan

berada disini dan berada disini...(sambil menunjuk ke arah jawaban siswa).

N : Karena pecahan

jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,1 dan 0,1 lebih keci dari 0,5 sedangkan pecahan jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,8 dan 0,8 lebih besar dari 0,5.

P : Apakah bisa menentukan posisinya jika tanpa mengubah pecahan menjadi desimal?

N : Bisa kak.

P : Oke, kalau kakak pakek bilangan pecahan

disini dan

disini bisa tidak? (sambil menulis bilangan pecahan pada garis bilangan).

N : Bisaa... (menjawab dengan ragu ragu) P : Kenapa bisa ?

N : Soalnya pecahan

lebih kecil dari

. P : Kalau dengan

mana yang lebih besar?

N : Eeee....

kak.

P : Oke,.... (sambil tersenyum) kalau saya taruh

dan

bagaimana?

N : sepertinya tidak bisa kak karena angkanya terlalu besar.

P : Kalau

dan

bagaimana?

N : sama juga kak.

P : Berarti apa yang anda simpulkan?

N : pecahan

berada diantara 0 dan 0,5 kemudian pecahan berada diantara 0,5 dan 1.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek IK, subjek mampu memahami maksud dari soal tersebut sehingga ketika diminta untuk menempatkan posisi bilangan pecahan

dan pada garis bilangan yang sudah di cantumkan subjek dapat menuliskan letak posisi dari bilangan pecahan

dan dengan cara merubah pecahan tersebut menjadi pecahan desimal. Sehingga ketika di berikan bilangan pecahan berbeda pun subjek dapat menempatkan posisi dari bilangan pecahan tersebut. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tiga pada indikator pemahaman dan pengunaan representasi bilangan yang setara terbilang mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.32 Hasil jawaban tes subjek IK nomor tiga Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

P : Oke, kenapa posisi bilangan pecahan

berada disini dan berada disini...(sambil menunjuk ke arah jawaban siswa).

N : Karena pecahan

jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,1 dan 0,1 lebih keci dari 0,5 sedangkan pecahan jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,8 dan 0,8 lebih besar dari 0,5.

P : Apakah bisa menentukan posisinya jika tanpa mengubah pecahan menjadi desimal?

N : Bisa kak.

P : Oke, kalau kakak pakek bilangan pecahan

disini dan

disini bisa tidak? (sambil menulis bilangan pecahan pada garis bilangan).

N : Bisaa... (menjawab dengan ragu ragu) P : Kenapa bisa ?

N : Soalnya pecahan

lebih kecil dari

. P : Kalau dengan

mana yang lebih besar?

N : Eeee....

kak.

P : Oke,.... (sambil tersenyum) kalau saya taruh

dan

bagaimana?

N : sepertinya tidak bisa kak karena angkanya terlalu besar.

P : Kalau

dan

bagaimana?

N : sama juga kak.

P : Berarti apa yang anda simpulkan?

N : pecahan

berada diantara 0 dan 0,5 kemudian pecahan berada diantara 0,5 dan 1.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada subjek IK, subjek mampu memahami maksud dari soal tersebut sehingga ketika diminta untuk

menempatkan posisi bilangan pecahan

dan pada garis bilangan yang sudah di cantumkan subjek dapat menuliskan letak posisi dari bilangan pecahan

dan dengan cara merubah pecahan tersebut menjadi pecahan desimal. Sehingga ketika di berikan bilangan pecahan berbeda pun subjek dapat menempatkan posisi dari bilangan pecahan tersebut. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tiga pada indikator pemahaman dan pengunaan representasi bilangan yang setara terbilang mampu.

2. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek IK pada soal nomor empat a. Tes Number Sense Pertama

Gambar Hasil 2.33 Hasil jawaban tes subjek IK nomor empat Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

N : 0,3; 61%; 30,5%; 0,595

P : Apa alasan anda sehingga urutan terkecilnya dimulai dari 0,3%?

N : Karena semua bilangan tersebut dijadikan desimal yaitu 0,595; 0,6;

0,06; 0,3; 0,305 P : Berarti urutannya?

N : Urutannya 0,3; 0,6; 0,61; 0,305; 0,595 atau yang ini kak....(sambil menunjukkan hasil jawaban awal)

P : Oke, kalau misalnya saya rubah semua kedalam bentuk persen bagaimana?

N : Bisa kak.

P : Bagaimana hasilnya?

N : 30%; 5,95%; 60%; 61%; 3,05%

P : Kalau diurutkan hasilnya bagaimana?

N : 30%; 3,05%; 5,95%; 60%; 61%

P : Apakah urutannya tetap sama?

N : Tidak kak.

P : Baiklah, kalau saya tulis urutan

;

;

;

;

bagaimana?

N : Bisa kak.

P : Kenapa bisa?

N : Karena penyebutnya menggunakan 10 kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada tes pertama, subjek IK kurang mampu memahami soal yang diberikan sehingga membuat jawabannya salah. Untuk melihat number sense atau kepekaan subjek terhadap bilangan, subjek terlihat kurang mampu menjelaskan urutan bilangan tersebut jika dirubah ke dalam bentuk persen ataupun ke dalam bentuk bilangan pecahan sehingga subjek membuat subjek tidak mampu untuk menjawabnya. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor empat pada indikator pemahaman dan pengunaan representasi bilangan yang setara terbilang belum mampu.

b. Tes Number Sense Kedua

Gambar 2.34 Hasil jawaban tes subjek IK nomor empat Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.

N : 0,3; 61%; 30,5%; 0,595

P : Apa alasan anda sehingga urutan terkecilnya dimulai dari 0,3%?

N : Karena semua bilangan tersebut dijadikan desimal yaitu 0,595; 0,6;

0,06; 0,3; 0,305

P : Berarti urutannya?

N : Urutannya 0,3; 0,6; 0,61; 0,305; 0,595 atau yang ini kak....(sambil menunjukkan hasil jawaban awal)

P : Oke, kalau misalnya saya rubah semua kedalam bentuk persen bagaimana?

N : Bisa kak.

P : Bagaimana hasilnya?

N : 30%; 5,95%; 60%; 61%; 3,05%

P : Kalau diurutkan hasilnya bagaimana?

N : 30%; 3,05%; 5,95%; 60%; 61%

P : Apakah urutannya tetap sama?

N : Tidak kak.

P : Baiklah, kalau saya tulis urutan

;

;

;

;

bagaimana?

N : Bisa kak.

P : Kenapa bisa?

N : Karena penyebutnya menggunakan 10 kak.

Kesimpulan :

Berdasarkan hasil penelitian pada tes pertama, subjek IK kurang mampu memahami soal yang diberikan sehingga membuat jawabannya salah. Untuk melihat number sense atau kepekaan subjek terhadap bilangan, subjek terlihat kurang mampu menjelaskan urutan bilangan tersebut jika dirubah ke dalam bentuk persen ataupun ke dalam bentuk bilangan pecahan sehingga subjek membuat subjek tidak mampu untuk menjawabnya. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor empat pada indikator pemahaman dan pengunaan representasi bilangan yang setara terbilang belum mampu.

Indikator : Pemahaman dan Penggunaan Pernyataan Yang Setara.

1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek IK pada soal nomor delapan

Dalam dokumen (Qur’an surah Al -Insyirah: 5-6) (Halaman 91-142)

Dokumen terkait