Berdasarkan hasil tes GEFT dan pertimbangan guru mengenai kemampuan mengemukakan pendapat dan jalan pikirannya, maka diperoleh subjek DW dan KH sebagai subjek FI. Berikut daftar subjek penelitian disajikan pada tabel 2.3 berikut.
Tabel 2.3 Daftar subjek penelitian No Inisial Subjek Gaya Kognitif
1 NK Field Dependent (FD)
2 IK Field Dependent (FD)
3 DW Field Independent (FI)
4 KH Field Independent (FI)
N : “Tanpa melakukan perhitungan”
P : Oke, berarti jawabannya berapa?
N : 93.
P : Kenapa bisa jawabannya 93?
N : Karena...(masih mikir) kan 40 ribu itu hitungannya 80 koin Rp 500,00 terus 6 ribu itu hitungannya 12 koin Rp 500,00 kemudian sisa koin Rp 500,00 di 960 kak jadi kalau di totalin jumlah koin Rp 500,00 ada 93 kak.
P : Kenapa tidak mengambil koin yang 460?
N : Karena tidak cukup jadi Rp 500,00 kak kan yang di mintak koin Rp 500,00.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian, subjek NK mampu memahami soal yang diberikan. Terlihat subjek mampu menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal tersebut dan mampu menjawab dengan benar tanpa harus melakukan perhitungan terlebih dahulu. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor satu pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang mampu.
b. Tes Number Sense Kedua
Gambar 2.2 Hasil jawaban tes subjek NK nomor satu Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Apa yang anda pahami dari soal tersebut?
N : Kan Yazid sudah lama menabung uang koin sebesar Rp 500,00 sehingga setelah dibuka celengannya, jumlah tabungannya sebesar Rp 46.960,00
P : Kemudian apa yang ditanyakan dari soal tersebut?
N : Jumlah uang koin sebesar Rp 500,00
P : Darimana anda tau jumlah uang koin sebesar Rp 500,00 tersebut?
N : Dari total jumlah tabungan Yazid sebesar Rp 46.960,00
P : Apa perintahnya?
N : “Tanpa melakukan perhitungan”
P : Oke, berarti jawabannya berapa?
N : 93.
P : Kenapa bisa jawabannya 93?
N : Karena 40 ribu itu hitungannya 80 koin Rp 500,00 terus 6 ribu itu hitungannya 12 koin Rp 500,00 kemudian sisa koin Rp 500,00 di 960 kak jadi kalau di totalin jumlah koin Rp 500,00 ada 93 kak.
P : Kenapa tidak mengambil koin yang 460?
N : Karena tidak cukup jadi Rp 500,00 kak soalnya yang di inginkan itu adalah koin Rp 500,00.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada tes kedua, subjek NK tetap konsisten dengan jawabannya dimana subjek NK mampu memahami soal yang diberikan. Terlihat subjek mampu menjelaskan apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal tersebut dan mampu menjawab dengan benar tanpa harus melakukan perhitungan terlebih dahulu. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor satu pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang mampu.
2. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek NK pada soal nomor enam a. Tes Number Sense Pertama
Gambar 2.3 Hasil jawaban tes subjek NK nomor enam Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Apa alasan anda mengatakan bahwa tidak mungkin menemukan hasil kecuali menghitung manual?
N : Karena jika pecahan di jumlahkan dengan desimal kemudian tidak di hitung secara manual maka akan mendapatkan hasil yang keliru dan bingung cara untuk menghitungnya kak.
P : Oke, jika hasilnya hanya dapat ditemukan dengan cara menghitung, apa langkah yang akan anda lakukan untuk mendapatkan hasil?
N : Langkah yang saya gunakan untuk mendapatkan hasil dari + 1,2 adalah dengan cara mengubah pecahan menjadi desimal yaitu 2,5 sehingga tinggal dijumlahkan 2,5 + 1,2 = 3,7.
P : Apakah memiliki makna yang sama dengan 2,5?
N : Iya sama kak.
P : Bagaimana jika (2 + 1) + (0,5 + 0,2) apakah hasilnya atau nilainya sama dengan 3,7 atau sama dengan jawaban yang anda miliki?
N : Iya sama kak 3,7 juga.
P : Berikan alasan anda mengapa anda harus merubah pecahan kedalam bentuk desimal?
N : Karena proses penyelesaiannya lebih cepat kak sedangkan kalau dirubah ke dalam bentuk pecahan harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu.
P : Bagaimana jika 1,2 diubah menjadi pecahan menjadi sehingga +
=, apakah hasilnya akan sama dengan 3,7?
N : Iya sama kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian, subjek NK belum mampu menangkap maksud dari soal yang diberikan. Terlihat subjek terlihat subjek tidak dapat menjelaskan apa yang diketahui dari soal tersebut dan tidak mampu menjawab dengan benar yaitu dengan jawaban tidak mungkin menemukan hasil kecuali menghitung secara manual. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor enam pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.
b. Tes Number Sense Kedua
Gambar 2.4 Hasil jawaban tes subjek NK nomor enam
Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Apa alasan anda memilih jawabannya lebih dari 3,5?
N: Karena jika pecahan dijumlahkan dengan 1,2 maka akan menghasilkan 3,10 sehingga jawaban yang tepat adalah yang A kak.
P : Oke, jika hasilnya hanya dapat ditemukan dengan cara menghitung, apa langkah yang akan anda lakukan untuk mendapatkan hasil?
N : Langkah yang saya gunakan untuk mendapatkan hasil dari + 1,2 adalah dengan cara mengubah pecahan menjadi desimal yaitu 2,5 sehingga tinggal dijumlahkan 2,5 + 1,2 = 3,10.
P : apakah ada perintah lain dari soal tersebut?
N : ada kak, tanpa melakukan perhitungan.
P : Apakah memiliki makna yang sama dengan 2,5?
N : Iya sama kak.
P : Bagaimana jika (2 + 1) + (0,5 + 0,2) apakah hasilnya atau nilainya sama dengan 3,7 atau sama dengan jawaban yang anda miliki?
N : Iya sama 3,7 kak.
P : Berikan alasan anda mengapa anda harus merubah pecahan kedalam bentuk desimal?
N : Karena proses penyelesaiannya lebih cepat kak sedangkan kalau dirubah ke dalam bentuk pecahan harus menyamakan penyebutnya terlebih dahulu.
P : Bagaimana jika 1,2 diubah menjadi pecahan menjadi sehingga +
=, apakah hasilnya akan sama dengan 3,7?
N : Tidak kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian, subjek NK kurang peka terhadap soal yang diberikan. Terlihat subjek seperti merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut dan apa yang diketahui dari soal itu, subjek mampu menjawab dengan benar hanya saja subjek menyelesaikan soal tersebut secara manual. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor enam pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.
3. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek NK pada soal nomor tujuh a. Tes Number Sense Pertama
Gambar 2.5 Hasil jawaban tes subjek NK nomor tujuh Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Apa yang anda ketahui mengenai soal tersebut?
N : Danu memiliki uang Rp. 120.890,00 kemudian digunakannya untuk membeli baju sebesar Rp. 55.590,00.
P : Kemudian apa yang ditanyakan di soal tersebut?
N : Sisa uang Danu.
P : Mengapa anda harus mengurangi 120.890 dengan 55.590 mengapa tidak sebaliknya?
N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu yang sudah terpakai sebelumnya.
P : 120.890 - 55.590 = 65.300 sama atau tidak dengan (100.000 + 20.000 + 800 + 90) – (50.000 + 5.000 + 500 + 90)?
N : (Sambil melihat jawaban) Eee... tidak sama kak.
P : Apakah hasil dari 120.890 - 55.590 = ((50.000 x 2) + (5.000 x 4) + (445 x 2)) – ((25.000 x 2) + (2.500 x 2) + (295 x 2))?
N : Hadduhh bingung kak... (sambil garuk kepala) Sepertinya tidak kak.
P : Apakah hasil dari 120.890 – 55.590 = 120.000 + (1.780 : 2) – 55.000 + (1.180 : 2)?
N : Tidak kak.
P : Apakah hasil dari (60.445 x 2) – (27.795 x 2) = (120.000 + 890) – (55.000 + 590)?
N : Sama dengan jawaban diatas tidak juga kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada subjek NK, dapat memahami soal yang diberikan dan dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan algoritma . Akan tetapi ketika dihadapkan dengan operasi bilangan yang baru subjek seperti terlihat kebingungan, subjek seperti merasa
kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut dan pada operasi bilangan dari soal itu subjek hanya dapat menyelesaikannya dengan operasi pengurangan saja. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tujuh pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.
h. Tes Number Sense Kedua
Gambar 2.6 Hasil jawaban tes subjek NK nomor tujuh Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Apa yang anda ketahui mengenai soal tersebut?
N : Danu memiliki uang Rp. 120.890,00 kemudian digunakannya untuk membeli baju sebesar Rp. 55.590,00.
P : Kemudian apa yang ditanyakan di soal tersebut?
N : Sisa uang Danu.
P : Mengapa anda harus mengurangi 120.890 dengan 55.590 mengapa tidak sebaliknya?
N : Karena untuk mengetahui sisa uang Danu yang sudah terpakai sebelumnya.
P : 120.890 - 55.590 = 65.300 sama atau tidak dengan (100.000 + 20.000 + 800 + 90) – (50.000 + 5.000 + 500 + 90)?
N : Iya sama kak.
P : Apakah hasil dari 120.890 - 55.590 = ((50.000 x 2) + (5.000 x 4) + (445 x 2)) – ((25.000 x 2) + (2.500 x 2) + (295 x 2))?
N : Mmmm tidak kak... (sambil garuk kepala)
P : Apakah hasil dari 120.890 – 55.590 = 120.000 + (1.780 : 2) – 55.000 + (1.180 : 2)?
N : Tidak kak.
P : Apakah hasil dari (60.445 x 2) – (27.795 x 2) = (120.000 + 890) – (55.000 + 590)?
N : Sama dengan jawaban diatas tidak juga kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada subjek NK, masih dapat memahami soal yang diberikan dan dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan algoritma . Akan tetapi ketika dihadapkan dengan operasi bilangan yang baru subjek seperti terlihat kebingungan, subjek seperti merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut dan pada operasi bilangan dari soal itu subjek tidak hanya menyelesaikannya dengan operasi pengurangan saja namun dikaitkan dengan operasi pengurangan.
Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tujuh pada indikator pemahaman konsep dan pengaruh dari operasi bilangan terbilang belum mampu.
Indikator : Pemahaman Konsep dan Besaran Bilangan.
1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek NK pada soal nomor dua a. Tes Number Sense Pertama
Gambar 2.7 Hasil jawaban tes subjek NK nomor dua Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Mengapa anda menjawab bahwa tidak ada bilangan diantara 1,2 dan 1,3?
N : Alasannya karena setelah angka 1,2 pasti dilanjutkan dengan 1,3.
P : Apakah sama makna dari 1,2 dengan 1,20?
N : Eeee....beda kak.
P : Apakah 1,2000 memiliki makna yang sama dengan 1,2?
N : Eeee... beda juga kak. (sambil menatap dengan ragu – ragu) P : Apakah sama makna dari 1,210 dengan 1,2?
N : Tidak sama kak karena 1,210 lebih besar dari 1,2.
P : Apakah 1,21 berada dintara 1,2 dan 1,3?
N : Tidak kak. Bilangan 1,21 berada setelah angka 1,3 karena angka dibelakang komanya besar yaitu 21.
P : Apakah 1,223 berada diantara 1,2 dan 1,3?
N : Sama dengan yang ini juga kak.
P : Apakah 1,201 berada diantara 1,2 dan 1,3?
N : Tidak kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada subjek NK, subjek menjawab tidak ada bilangan diantara 1,2 dan 1,3 Akan tetapi ketika diminta untuk menentukan apakah 1,20 memiliki makna yang sama dengan 1,2 subjek pun menjawab tidak sama kemudian di pancing secara terus menerus tetap dengan jawabannya tidak sama. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor dua pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang belum mampu.
b. Tes Number Sense Kedua
Gambar 2.8 Hasil jawaban tes subjek NK nomor dua Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Mengapa anda menjawab bahwa tidak ada bilangan diantara 1,2 dan 1,3?
N : Alasannya karena setelah angka 1,2 pasti dilanjutkan dengan 1,3.
P : Apakah sama makna dari 1,2 dengan 1,20?
N : Eeee....beda kak.
P : Apakah 1,2000 memiliki makna yang sama dengan 1,2?
N : Eeee... beda juga kak. (sambil menatap dengan ragu – ragu) P : Apakah sama makna dari 1,210 dengan 1,2?
N : Tidak sama kak karena 1,210 lebih besar dari 1,2.
P : Apakah 1,21 berada dintara 1,2 dan 1,3?
N : Tidak kak. Bilangan 1,21 berada setelah angka 1,3 karena angka dibelakang komanya besar yaitu 21.
P : Apakah 1,223 berada diantara 1,2 dan 1,3?
N : Sama dengan yang ini juga kak.
P : Apakah 1,201 berada diantara 1,2 dan 1,3?
N : Tidak kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada subjek NK, subjek menjawab tidak ada bilangan diantara 1,2 dan 1,3 Akan tetapi ketika diminta untuk menentukan apakah 1,20 memiliki makna yang sama dengan 1,2 subjek pun menjawab tidak sama kemudian di pancing secara terus menerus tetap dengan jawabannya tidak sama. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor dua pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang belum mampu.
2. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek NK pada soal nomor lima a. Tes Number Sense Pertama
Gambar 2.9 Hasil jawaban tes subjek NK nomor lima Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Apa alasan anda menjawab
dan
?
N : Karena jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,5 angka setelah 0,5 itu 0,6; 0,7; 0,8; 0,9; 1 sehingga angka yang saya ambil 0,6 dan 0,7 atau
dan
kak.
P : Oke, kalau seandainya saya ambil
bagaimana?
N : Tidak bisa kak.
P : Kenapa tidak bisa?
N : Soalnya bilangan pecahan yang diambil diantara dan 1 sedangkan
lebih besar dari dan 1.
P : Bukannya
dan
lebih besar dari dan 1?
N : Eee... (merenung sambil berfikir) P : Oke... (tersenyum) apakah 0,6 =
kemudian 0,7 =
? N : Sama kak.
P : Kalau
= atau
=
? N : Iya sama kak.
P : Berarti
dan
termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?
N : Iya termasuk kak.
P : Nah, bagaimana dengan bilangan pecahan
apakah termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?
N : Mmm.... saya rasa tidak kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada subjek NK, subjek menjawab ada dua bilangan diantara dan 1 selain pecahan adalah
dan
. Akan tetapi ketika dituliskan pecahan yang lebih besar untuk menentukan apakah pecahan tersebut berada diantara dan 1 atau tidak, subjek menjawab dengan keraguan antara sama atau tidak begitupun di berikan lagi bilangan – bilangan yang lain tujuannya untuk mengetahui tingkat kepekaan siswa terhadap bilangan namun sepertinya subjek kurang memahami dan kurang mengerti dengan bilangan yang diberikan. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor lima pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang mampu.
b. Tes Number Sense Kedua
Gambar 2.10 Hasil jawaban tes subjek NK nomor lima Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Apa alasan anda menjawab
dan
?
N : Karena jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,5 angka setelah 0,5 itu 0,6; 0,7; 0,8; 0,9; 1 sehingga angka yang saya ambil 0,6 dan 0,7 atau
dan
kak.
P : Oke, kalau seandainya saya ambil
bagaimana?
N : Tidak bisa kak.
P : Kenapa tidak bisa?
N : Soalnya bilangan pecahan yang diambil diantara dan 1 sedangkan
lebih besar dari dan 1.
P : Bukannya
dan
lebih besar dari dan 1?
N : Eee... (merenung sambil berfikir) P : Oke... (tersenyum) apakah 0,6 =
kemudian 0,7 =
? N : Sama kak.
P : Kalau
= atau
=
? N : Iya sama kak.
P : Berarti
dan
termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?
N : Iya termasuk kak.
P : Nah, bagaimana dengan bilangan pecahan
apakah termasuk bilangan pecahan diantara dan 1?
N : Mmm.... saya rasa tidak kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada subjek NK, subjek tetap menjawab ada dua bilangan diantara dan 1 selain pecahan adalah
dan
. Akan tetapi ketika dituliskan pecahan yang lebih besar untuk
menentukan apakah pecahan tersebut berada diantara dan 1 atau tidak, subjek menjawab dengan keraguan antara sama atau tidak begitupun di berikan lagi bilangan – bilangan yang lain tujuannya untuk mengetahui tingkat kepekaan siswa terhadap bilangan namun sepertinya subjek kurang memahami dan kurang mengerti dengan bilangan yang diberikan.
Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor lima pada indikator pemahaman konsep dan besaran bilangan terbilang mampu.
Indikator : Pemahaman dan Penggunaan Representasi Bilangan Yang Setara.
1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek NK pada soal nomor tiga a. Tes Number Sense Pertama
Gambar 2.11 Hasil jawaban tes subjek NK nomor tiga Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P :Oke, kenapa posisi bilangan pecahan
berada disini dan berada disini...(sambil menunjuk ke arah jawaban siswa).
N : Karena pecahan
jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,1 dan pecahan jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,8.
P : Oke, kalau kakak pakek bilangan pecahan
disini dan
disini bisa tidak? (sambil menulis bilangan pecahan pada garis bilangan).
N : Bisaa... (menjawab dengan ragu ragu) P : Kenapa bisa ?
N : Soalnya pecahan
lebih kecil dibanding
. P : Kalau dengan
mana yang lebih besar?
N : Eeee....(sambil garuk kepala)
P : Oke,.... (sambil tersenyum) kalau saya taruh
dan
bagaimana?
N : Berarti
disini terus
disini (sambil menulis digaris bilangan) P : Kalau
dan
bagaimana?
N : Berarti
disini terus
disini (sambil menulis digaris bilangan) P : Berarti apa yang anda simpulkan?
N : Mmm...
=
=
= 0,1 dan =
=
=
= 0,8 P : Yaa benar sekali.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada subjek NK, subjek mampu memahami maksud dari soal tersebut sehingga ketika diminta untuk menempatkan posisi bilangan pecahan
dan pada garis bilangan yang sudah di cantumkan subjek dapat menuliskan letak posisi dari bilangan pecahan
dan dengan cara merubah pecahan tersebut menjadi pecahan desimal. Sehingga ketika di berikan bilangan pecahan berbeda pun subjek dapat menempatkan posisi dari bilangan pecahan tersebut. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tiga pada indikator pemahaman dan penggunaan representasi bilangan yang setara terbilang baik.
b. Tes Number Sense Kedua
Gambar 2.12 Hasil jawaban tes subjek NK nomor tiga Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Oke, kenapa posisi bilangan pecahan
berada disini dan berada disini...(sambil menunjuk ke arah jawaban siswa).
N : Karena pecahan
jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,1 dan pecahan jika dirubah ke bentuk desimal menjadi 0,8.
P : Oke, kalau kakak pakek bilangan pecahan
disini dan
disini bisa tidak? (sambil menulis bilangan pecahan pada garis bilangan).
N : Bisaa... (menjawab dengan ragu ragu) P : Kenapa bisa ?
N : Soalnya pecahan
lebih kecil dibanding
. P : Lebih kecil atau lebih besar?
N : Lebih kecil kak.
P : Kalau dengan
mana yang lebih besar?
N : Eeee....(sambil garuk kepala)
P : Oke,.... (sambil tersenyum) kalau saya taruh
dan
bagaimana?
N : Berarti
disini terus
disini (sambil menulis digaris bilangan) P : Kalau
dan
bagaimana?
N : Berarti
disini terus
disini (sambil menulis digaris bilangan) Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada subjek NK, subjek mampu memahami maksud dari soal tersebut sehingga ketika diminta untuk menempatkan posisi bilangan pecahan
dan pada garis bilangan yang sudah di cantumkan subjek dapat menuliskan letak posisi dari bilangan pecahan
dan dengan cara merubah pecahan tersebut menjadi pecahan desimal. Sehingga ketika di berikan bilangan pecahan berbeda pun subjek dapat menempatkan posisi dari bilangan pecahan tersebut. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor tiga pada indikator pemahaman dan penggunaan representasi bilangan yang setara terbilang mampu.
2. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek NK pada soal nomor empat a. Tes Number Sense Pertama
Gambar 2.13 Hasil jawaban tes subjek NK nomor empat Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
N : 61%; 30,5%; 0,3; 0,595;
P : Apa alasan anda sehingga urutan terkecilnya dimulai dari 61%?
N : Karena semua bilangan tersebut dijadikan desimal yaitu 0,595; 0,6;
0,06; 0,3; 0,305 P : Berarti urutannya?
N : Urutannya 0,06; 0,305; 0,3; 0,595; 0,6 atau yang ini kak....(sambil menunjukkan hasil jawaban awal)
P : Oke, kalau misalnya saya rubah semua kedalam bentuk persen bagaimana?
N : Bisa kak.
P : Bagaimana hasilnya?
N : 30%; 59,5%; 60%; 61%; 30,5%
P : Kalau diurutkan hasilnya bagaimana?
N : 30%; 30,5%; 59,5%; 60%; 61%
P : Apakah urutannya tetap sama?
N : Mmm.... (sambil melihat jawaban) beda kak.
P : Baiklah, kalau saya tulis urutan
;
;
;
;
bagaimana?
N : Karena penyebutnya menggunakan 10 kak, kalau penyebutnya menggunakan 100 baru bisa kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada tes pertama, subjek NK kurang mampu memahami soal yang diberikan sehingga membuat jawabannya salah. Untuk melihat number sense atau kepekaan subjek terhadap bilangan, subjek terlihat kurang mampu menjelaskan urutan bilangan tersebut jika dirubah ke dalam bentuk persen ataupun ke dalam
bentuk bilangan pecahan sehingga subjek membuat subjek tidak mampu untuk menjawabnya. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor empat pada indikator pemahaman dan penggunaan representasi bilangan yang setara terbilang belum mampu.
b. Tes Number Sense Kedua
Gambar 2.14 Hasil jawaban tes subjek NK nomor empat Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
N : 0,3; 30,5%; 0,595; ; 61%
P : Apa alasan anda sehingga urutan terkecilnya dimulai dari 0,3?
N : Karena semua bilangan tersebut dijadikan desimal yaitu 0,595; 0,6;
0,61; 0,3; 0,305 P : Berarti urutannya?
N : Urutannya 0,3; 0,305; 0,595; 0,6; 0,61 atau yang ini kak....(sambil menunjukkan hasil jawaban awal)
P : Oke, kalau misalnya saya rubah semua kedalam bentuk persen bagaimana?
N : Bisa kak.
P : Bagaimana hasilnya?
N : 30%; 59,5%; 60%; 61%; 30,5%
P : Kalau diurutkan hasilnya bagaimana?
N : 30%; 30,5%; 59,5%; 60%; 61%
P : Apakah urutannya tetap sama?
N : Iya sama kak.
P : Baiklah, kalau saya tulis urutan
;
;
;
;
bagaimana?
N : Karena penyebutnya menggunakan 10 kak, kalau penyebutnya menggunakan 100 baru bisa kak.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada tes kedua, subjek NK mampu memahami soal yang diberikan sehingga membuat jawabannya benar.
Untuk melihat number sense atau kepekaan subjek terhadap bilangan, subjek terlihat mampu menjelaskan urutan bilangan tersebut jika dirubah ke dalam bentuk persen namun ketika bilangan diubah ke dalam bentuk bilangan pecahan subjek tidak mampu untuk menjawabnya. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor empat pada indikator pemahaman dan penggunaan representasi bilangan yang setara terbilang mampu.
Indikator : Pemahaman dan Penggunaan Pernyataan Yang Setara.
1. Paparan data hasil tes dan wawancara subjek NK pada soal nomor delapan a. Tes Number Sense Pertama
Gambar 2.15 Hasil jawaban tes subjek NK nomor delapan Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Apa alasan anda memilih jawaban tersebut?
N : Karena hasil yang memiliki arti yang sama dengan soal tersebut adalah pilihan A kak.
P : Bagaimana anda mengatakan bahwa 0,5 sama dengan : 2?
N : Karena hasilnya sama kak sama – sama menghasilkan 0,75.
P : Bagaimana cara anda menghitung : 2 sehingga memiliki hasil yang sama dengan 0,5 ?
N : Kan kalau 0,5 tinggal dikalikan langsung 0,5 dengan 3 setelah itu dibagi 2 sehingga menghasilkan 0,75 sedangkan : 2 itu operasi bagi dirubah menjadi operasi kali sehingga akan menjadi kemudian dikalikan pembilang dengan pembilang penyebut dengan penyebut sehingga menghasilkan 0,75 juga kak.
P : Bagaimana jika 0,5 dijadikan pecahan menjadi
?
N : Bisa kak.
P : Apakah pecahan
memiliki makna yang sama dengan ? N : Iya kak.
P : Apakah nilai : 2 akan memiliki hasil yang sama jika operasi bagi tidak diubah menjadi operasi kali?
N : Iya kak hasilnya akan sama walaupun tidak dirubah operasi baginya.
Kesimpulan :
Berdasarkan hasil penelitian pada tes pertama, dapat memahami soal yang diberikan dan dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan algoritma . Untuk mengetahui hasil jawabannya subjek menyelesaikan satu persatu pilihan tersebut sehingga menemukan hasil yang sama dengan soal kemudian kepekaan subjek terhadap bilangan dapat dikatakan baik. Dengan demikian kemampuan number sense subjek pada soal nomor delapan pada indikator pemahaman dan penggunaan pernyataan yang setara terbilang mampu.
b. Tes Number Sense Kedua
Gambar 2.16 Hasil jawaban tes subjek NK nomor delapan Adapun hasil wawancara dipaparkan sebagai berikut.
P : Apa alasan anda memilih jawaban tersebut?
N : Karena hasil yang memiliki arti yang sama dengan soal tersebut adalah pilihan A kak.
P : Bagaimana anda mengatakan bahwa 0,5 sama dengan : 2?
N : Karena hasilnya sama kak sama – sama menghasilkan 0,75.
P : Bagaimana cara anda menghitung : 2 sehingga memiliki hasil yang sama dengan 0,5 ?