- Efektivitas Penyaluran Dana Disbursement Effectiveness 3.00 3.00
- Kolektibilitas Penyaluran Dana Collectible Disbursement 3.00 2.00
Sub Total Sub Total 15.00 13.00
Total Total 100.00 94.00
Kriteria Criteria Sehat AAA Sehat AA
Penjelasan:
• Aspek Keuangan
Kinerja perusahaan dalam aspek keuangan memperoleh skor 66,00. Hal yang belum memenuhi target adalah Return on Investment, dan Total Aset turn Over.
• Aspek Operasional
Kinerja perusahaan dari aspek operasional mencapai skor 15,00 dari 15,00 yang direncanakan.
• Aspek Administrasi
Penilaian aspek administrasi mencapai skor 13,00 dikare- nakan penyerahan laporan periodik dan Kolektabilitas pe- nyaluran dana PKBL hanya memperoleh skor 2.
Adapun tingkat kinerja perusahaan 6 tahun terakhir adalah sebagai berikut:
2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013
Kinerja performance
93.25 (AA)
95.50 (AAA)
95.50 (AAA)
95.70 (AAA)
97.00 (AAA)
98.20 (AAA)
94.00 (AA) Kinerja perusahaan selama 6 tahun terakhir masih menunjukan
kinerja yang sehat.
Grafik Peningkatan Kinerja Pupuk Indonesia
2012 2011
2010 2009
2008
2007 2013
98,20
97,00
95,70
95,50
95,50
93,25 94,00
explanation:
• Financial Aspects
Performance of companies in the financial aspects of obtaining a score of 66.00. It is not yet meet the target is a return on investment, and Total Assets Over turn.
• Operational aspects
Operational aspects of the company's performance to achieve a score of 15.00 from 15.00 planned.
• Administrative aspects
Administrative aspects of the assessment reach a score of 13.00 due to the submission of periodic reports and disbursement Kolektabilitas PKBL only scored 2.
The level of performance of the company last 6 years is as follows:
Performance of the company over the last 6 years still showed a healthy performance.
Increased performance chart Fertilizers Indonesia
Kemampuan membayar hutang jangka pendek dan jangka panjang
Likuiditas
Likuiditas atau kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajibannya terutama kewajiban jangka pendek yang dapat ditunjukan dengan tingkat rasio lancar (Current ratio) yaitu dengan membandingan antara aktiva lancar dengan utang lancar perusahaan. Rasio lancar Pupuk Indonesia tahun 2013 yaitu 1,96:1 yang menunjukan kategori baik dikarenakan sejumlah aktiva lancar dapat menanggung hutang lancar perusahaan.
Perusahaan sangat memperhatikan dalam hal Risiko likuiditas. Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya. Dalam pengelolaan risiko likuiditas, Manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan Entitas Anak untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.
Ability to pay debt in short and long term
Liquidity
Liquidity or the Company’s ability to meet its obligations, especially short-term liabilities that can be showed by current ratio level is by comparing the current assets by the current liabilities of the company. Pupuk Indonesia current ratio in 2013 1,96 : 1 which showed good categories due to a number of current assets can bear the company's current debt.
Company concerns to the Liquidity Risk. Liquidity risk is the risk arising when the cash flow position of the Company and Subsidiaries are not enough to cover the liabilities. In the managing liquidity risk, the Management monitors and maintains a level of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the Company and Subsidiaries operations and to mitigate the effects of fluctuation in cash flows. The Management also regularly evaluates the projected and actual cash flows, including loan maturity profiles, and markets for opportunities to obtain optimal funding sources.
Tabel Kemampuan Membayar Hutang Jangka Pendek Tahun 2008-2013.
Table Ability to Pay Debt in Short Term in 2008-2013
rasIo KeuaNgaN terKaIt deNgaN:
FINaNcIal ratIo related wIth: 2013 2012 2011 2010 2009 2008
Rasio Lancar
Current Ratio 1,96:1 2,75:1 2,42:1 2,29:1 1,99:1 1,67:1
kEmamPuan mEmbayaR huTang Dan TingkaT kOLEkTabiLiTas PiuTang
abIlITy To Pay debT and level of receIvables collecTIbles
Solvabilitas
Solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam membayar seluruh utang. Pada tahun 2013, kemampuan Perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya atau kemampuan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban ditunjukan dengan tingkat rasio utang terhadap modal sendiri pada level 61:39.
Kolektibilitas Piutang
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan kredit untuk menetapkan batas kredit pelanggan dan memantau saldonya secara berkelanjutan. Kualitas kredit dinilai setelah mempertimbangkan posisi keuangan dan pengalaman masa lalu pelanggan.
The table below summarizes the maturity profile of the Company and Subsidiaries financial liabilities based on contractual payments as of December 31, 2013
Solvency
Solvency is a ratio used to see the company's ability to pay the entire debt. In 2013, the Company's ability to meet its long-term obligations or ability to meet the obligations showed by the ratio level of equity at level 61:39.
Collectability of receivables
The Company and its Subsidiaries have a credit policy to set customer credit limits and monitor sustainable balances. Credit quality was assessed after considering the financial position and past experience of customers.
Tabel profil jangka waktu pembayaran liabilitas Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan pembayaran dalam kontrak per 31 Desember 2013
< 1 tahuN Year 1 - 2 tahuN Years > 2 tahuN Years total total
Utang Usaha
Trade Payables 3,462,739,351,726 - - 3,462,739,351,726
Beban Akrual
Accrued Expenses 3,332,182,597,152 - - 3,332,182,597,152
Pinjaman Jangka Pendek
Short Term Loans 9,841,826,847,784 - - 9,841,826,847,784
Pinjaman Jangka Panjang
Long Term Loans 1,576,583,365,413 16,649,037,878,075 - 18,225,621,243,488
Utang Obligasi
Bond Payable 660,000,000,000 - - 660,000,000,000
Sukuk
Sukuk 131,000,000,000 - - 131,000,000,000
Total 19,004,332,162,076 16,649,037,878,075 - 35,653,370,040,151
Tabel Rasio hutang Pupuk Indonesia terhadap modal Sendiri
tahun 2008-2013 Table Payables Ratio of Pupuk Indonesia to 2008-2013
rasIo KeuaNgaN terKaIt deNgaN :
FINaNcIal ratIo related wIth 2013 2012 2011 2010 2009 2008
Rasio Hutang Terhadap Modal Sendiri
Debt to EquityRatio 61:39 55:45 55:45 53:47 59:41 61:39
Tabel Rincian Umur Piutang Usaha Setelah Tanggal
Faktur Tahun 2010-2013 Accounts Receivable Aging Analysis Table After The Invoice Date Year 2010-2013
rINcIaN umur PIutaNg usaha dIhItuNg sejaK taNggal FaKtur
agINg oF trade receIvaBles BY INvoIce dates
2010 2011 2012 2013
< 3 bulan months 638,915,763,766 1,425,382,254,560 2,916,908,324,357 2,658,607,618,036
> 3 - 6 bulan months 279,186,035,243 411,206,358,032 432,501,300,206 1,088,675,348,214
> 6 - 12 bulan months 308,590,031,168 532,915,424,514 366,480,359,108 300,656,872,730
> 1 tahun years 270,587,048,538 159,301,953,018 550,725,486,707 637,574,253,349 Jumlah Total 1,497,278,878,715 2,528,805,990,124 4,266,615,470,378 4,685,514,092,328 Penyisihan Penurunan Nilai
Allowance for Impairment (200,197,756,899) (184,606,754,487) (258,717,389,988) (263,587,240,659)
Total 1,297,081,121,817 2,344,199,235,637 4,007,898,080,390 4,421,926,851,670
Tahun 2013 angka Piutang yang berumur < 3 bulan sebesar Rp2.658.607.618.036 menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Piutang berumur > 3 - 6 bulan sebesar Rp1.088.675.348.214 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, berumur > 6 - 12 bulan sebesar Rp300.656.872.730 menurun dibandingkan tahun sebelumnya sedangkan berumur > 1 tahun sebesar Rp637.574.253.349 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemampuan Perusahaan dalam Membayar Utang
Kemampuan Perusahaan untuk menagih Piutang yang dimiliki tercermin pada tingkat kolektibilitas Piutang (collection periode). Pada tahun 2013 tingkat Kolektibilitas Perusahaan adalah sebesar 29 hari.
Kualitas Kredit Aset Keuangan
Perusahaan dan entitas anak mengelola risiko kredit yang terkait dengan simpanan di bank dan piutang derivative dengan memonitor reputasi, peringkat kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak. Untuk bank, hanya pihak-pihak independen dengan predikat baik yang diterima.
Perusahaan akan membentuk suatu penyisihan yang merupakan estimasi kerugian yang terjadi dalam akun Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain. Penyisihan digunakan untuk mencatat kerugian atas penurunan nilai suatu akun kecuali, jika Perusahaan merasa yakin bahwa tidak ada pemulihan yang mungkin terjadi terhadap tagihan tersebut. Pada saat itu, aset keuangan dianggap tidak tertagih dan beban penyisihannya dihapuskan atas nilai tercatat dari aset keuangan.
In 2013 the number of accounts receivable aged <3 months at Rp2.658.607.618.036 decreased compared to the previous year.
Receivable aged > 3-6 months at Rp1.088.675.348.214 increased over the previous year, aged> 6-12 months at Rp300.656.872.730 decreased compared to the previous year, while age> 1 year at Rp637.574.253.349 increased over the previous year.
The Ability of the Company to Pay Debt
The Company’s ability to collect held receivables is reflected to the level of receivable collectability (collection period). In 2013, the collectability level of the Company’s is equal to 29 days.
Credit Quality of Financial Assets
The Company and its subsidiaries manage risk credit related to bank deposits and derivative receivables by monitoring the reputation, credit rating, and limiting the aggregate risk of each party to the contract. For banks, only independent parties with a good rating are welcome.
The Company will establish an allowance to estimate losses that are occurring in accounts receivable and other receivables. Allowance is used to record losses o the decline of account value except, if the Company is confident that there is no possible recovery against the bill. At that point, the financial asset is considered uncollectible and allowance expenses are eliminated on recorded value of the financial assets.
Pupuk Indonesia menyadari bahwa struktur modal perusahaaan harus berada pada keseimbangan antara risiko dan pengembalian yang memaksimumkan harga saham, oleh karena itu pihak manajemen sangat mempertimbangkan secara matang struktur modal perusaan. Pada tahun 2013 Aset Perusahaan dibiayai oleh 60,94% dari Liabilitas dan 39,06% dari Ekuitas.
Pupuk Indonesian realizes that the capital structure of company should be on the balance between risk and return that maximizes stock price; therefore, the management is very carefully consider the company 'capital structure. In 2013, the Company’s Assets was financed by 60.94% of the liabilities and 39.06% of the equity.
Tabel struktur modal Pupuk indonesia tahun 2008 -2013 Tabel struktur modal Pupuk indonesia tahun 2008 -2013 (dalam persen in %)