BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Pada Bank BJB Syariah Cirebon “.
Berdasarkan hasil Penelitian dan pengujian Hipotesis bahwa Sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil ini dibuktikan dengan pengujian Hipotesis uji t di mana nilai t nilai hitung >t (11,196 >1,734) dan signifikansi < 0,05 (0,000 <
0,05). Apabila sistem pengendalian internal dilakukan maka semakin baik kualitas laporan keuangan akan meningkat.
Novi puspitasari (2016) tentang “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Pengolahan Keuangan Daerah Serta Kinerja Pemerintah Daerah (studi Pemerintahan Maluku Utara)”. Sistem pengendalian intern berpengaruh Signifikan terhadap pengolahan keuangan di Maluku Utara. Hal ini membuktikan bahwa dengan adanya sistem pengendalian intern yang sesuai dengan tujuan dalam memajukan pendapatan daerah akan meningkatkan pengelolaan keuangan daerah dan hal ini membuktikan bahwa dengan adanya pengelolaan keuangan yang direncanakan, laporan, diawasi dan dipertanggung jawabkan. Hal ini akan meningkatkan kinerja pemerintah.
Reni Yendrawati (2015) “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern dan Kapasitas SDM Terhadap Kualitas Informasi Laporan Keuangan dengan Faktor Eksternal Sebagai Variable Moderating“ Sistem pengendalian intern tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.
Namun kapasitas sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan dan faktor eksternal dapat digunakan sebagai moderasi pengaruh sistem pengendalian intern terhadap kualitas laporan keuangan. Akan tetapi faktor eksternal tidak dapat digunakan
sebagai moderasi pengaruh kualitas sumber daya manusia terhadap kualitas informasi laporan keuangan.
Muh Yunus Kasim (2017) tentang “ Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terhadap Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Sigi“ yang menjelaskan bahwa Pengaruh lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan pengendalian intern terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah pemerintahan Sigi. Berdasarkan analisis terhadap pengaruh lingkungan pengendalian, penilain risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan pengendalian intern diperoleh hasil bahwa sama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja satuan kerja perangkat daerah kabupaten Sigi.
Muhammad Sajjaj Sudirman (2016) tentang “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Pada PT. Bintang Manunggal Abadi”. Pengendalian intern berpengaruh positif dan signifikan terhadap sistem informasi dan akuntansi penerimaan kas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan diterapkannya pengendalian intern dengan efektif dan efisien maka dapat meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi penerimaan kas.
Nur Furqani Sani (2016) “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan Kas Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng“. Sejak didirikan sampai sekarang, PDAM Bantaeng telah mengalami perkembangan yang signifikan mulai akhir tahun 2014 PDAM sudah memiliki kapasitas produksi hingga 114ltr/ detik dan melayani 11. 726 sambungan rumah tangga atau 37,37% dari jumlah penduduk pelayanan.
Harijanto Sabijono (2017) “Pengaruh Efektivitas Penerapan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Penerimaan dan Pengeluaran Kas dari RSU Pancaran Kasih GMIM Manado” berkesimpulan bahwa sistem pengendalian intern di RSU Pancaran Kasih GMIM yang diterapkan berdasarkan peraturan pemerintahan No. 60 tahun 2008 tentang sistem pengendalian intern pemerintah cukup efektif dan signifikan, hal ini karena masih banyak unsur – unsur sistem pengendalian intern belum diterapkan.
Anggun Prameswarti Anasti (2015) tentang “Pengaruh Sistem Pengendalian Intern Terhadap Efektivitas Penjualan pada PT. Astra International Tbk-Tso Cabang Jemursari Surabaya“ Pengaruh sistem pengendalian intern terhadap efektivitas penjualan pada perusahaan berdasarkan hipotesis sebagian sudah teruji kebenarannya, karena struktur organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan , praktek yang sehat, tidak berpengaruh terhadap efektivitas penjualan, sedangkan karyawan yg cakap berpengaruh positif terhadap efektivitas penjualan.
C. Kerangka Pikir
suatu laba pada hakikat pengendalian intern merupakan fungsi yang secara langsung untuk mengendalikan perusahaan. Pengendalian intern diterapkan untuk menjaga perusahaan dalam mencapai tujuan laba dan pencapaian misi serta untuk meminimalkan hambatan selama proses berlangsung. Maka dari itu, kerangka mengintegrasikan pengendalian internal COSO, kerangka pengendalian internal yang paling banyak diterima Amerika Serikat, menjelaskan lima komponen pengendalian internal yang dirancang dan diterapkan manajemen untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa tujuan-tujuan pengendalian dapat terpenuhi. Masing-masing
komponen berisi banyak pengendalian, namun auditor memberikan perhatian utama pada pengendalian yang dirancang untuk mencegah atau mendeteksi salah saji material dalam laporan keuangan. Komponen pengendalian internal COSO dan SAP No 78 dalam buku Ashar Susanto (2013) menyatakan bahwa pengendalian intern memiliki lima komponen yaitu:
1. Lingkungan Pengendalian
Pembentukan suasana organisasi serta memberikan kesadaran tentang perlunya pengendalian bagi suatu organisasi, yang merupakan dasar bagi semua komponen pengendalian internal lain yang melahirkan hierarki dalam membentuk struktur organisasi.
2. Penilaian Risiko
Penilaian risiko merupakan kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dalam mengidentifikasi dan menganalisis risiko yang menghambat perusahaan dalam mencapai tujuannya.
3. Pengendalian Aktivitas
Kebijakan dan prosedur yang dimiliki oleh manajemen untuk memberikan jaminan yang meyakinkan bahwa manajemen telah melakukan sebagai mana seharusnya.
4. Informasi dan Komunikasi
Informasi dan komunikasi diperlukan oleh semua tingkatan manajemen organisasi untuk mengambil keputusan, laporan keuangan dan mengetahui kepatuhan terhadap kebijakan yang telah ditentukan. Secara tradisional seorang akuntan mengenal sistem akuntansi sebagai sarana komunikasi intern perusahaan. Sistem akuntansi dengan komponen yang dimilikinya memiliki prosedur dan fakta yang digunakan untuk mengidentifikasi transaksi
akuntansi, menyusunnya, menganalisis, mengklasifikasikan dan melaporkan.
Sistem akuntansi juga menjaga asset dan kewajiban organisasi.
5. Monitoring
Monitoring merupakan proses penilaian terhadap kualitas kinerja dari pengendalian intern.
Seperti yang diilustrasikan diatas, lingkungan pengendalian berfungsi sebagai payung dari empat komponen lainnya. Tanpa faktor kebijakan prosedur yang efektif, keempat komponen lainnya mungkin tidak akan menghasilkan pengendalian internal yang efektif, tanpa menghiraukan kualitasnya.
Berdasarkan pendapat diatas penulis menyimpulkan bahwa pengendalian intern adalah semua metode dan ketentuan-ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan dengan maksud untuk memeriksa ketelitian dan seberapa jauh data akuntansi dapat dipercaya serta meningkatkan efisiensi penyaluran KUPEDES terhadap laba.
Berdasarkan masalah yang dikemukakan diatas, maka penulis menyusun bagan kerangka pikir sebagai berikut:
G a m b a r . 2 1 Kerangka Pikir Penelitian PT.BRI (persero) Unit
Pekkabata Pinrang
Sistem pengendalian Intern
Penyaluran KUPEDES
LABA