• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN PEMIKIRAN

2.2. Tinjauan Studi

Penelitian yang terkait mengenai “Strategi Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Media Iklan Menggunakan Integrasi Analytical Hierarchy Process dan Teori himpunan Fuzzy” adalah :

1. Analisa Efektifitas Iklan sebagai salah stu strategi pemasaran perusahaan percetakan dan penertiban PT.Rambang dengan menggunakan metode Epic Model [Yudi : 2005]. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas iklan yang sudah digunakan oleh PT Rambang sebagai salah satu strategi pemasaran yang sudah dilakukan dipandang dari tingkat empathy (empati), persuasion (persuasi), impact (dampak) serta communication (komunikasi). Efektifitas iklan dari empat faktor EPIC didaptkan hasil perhitungan dari masing-masing variabel ternyata faktor communication menjadi faktor yang paling dominan diantara faktor lainnya. Perusahaan dapat lebih menekankan pada peningkatan dan mempertahankan faktor dominan ini dalam upaya mempertahankan efektifitas iklan.

2. Integreated Fuzzy AHP and Weighted-Fuzzy Goal programing approach to solve supplier selection problem with subjective Faktor [Annas : 2007 ].

Penelitian ini membahas tentang Proses seleksi pemasok menggunakan metode Fuzzy goal programming (FGP) menunjukkan belum adanya preferensi pengambil keputusan terhadap setiap goals. Maka untuk mengakomodasi preferensi pengambil keputusan, dalam penelitian . ini preferensi diekspresikan dengan memberikan bobot pada Fuzzy goals, sehingga metode yang dikembangkan disebut weighted Fuzzy goal Programing (WFGP). Metode ini digunakan untuk memecahkan permasalahan

( 2.16 )

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

seleksi pemasok internasional. Fungsi Objectives yang dikembangkan adalah minimasi persentase cacat, minimasi late delivery minimasi harga pembelian, dan maksimasi business relationship. Fungsi tujuan maksimasi business relationship ditujukan agar pemasok mendapatkan perolehan alokasi yang sebanding dengan nilai business relationship-nya. Fungsi kendala yang dipertimbangkan diantaranya adalah total demand, kapasitas pasokan maksimal pemasok, harga pembelian berdasarkan owner estimate, dan jumlah order minimal yang disyaratkan pemasok. Penilaian kriteria-kriteria yang terdapat dalam faktor business relationship menggunakan variabel linguistik sehingga penilaiannya bersifat kualitatif. Fuzzy analytic hirarchy process (FAHP) digunakan untuk mengkuantifikasi sifat kualitatif sehingga diperoleh konstanta numerik pada fungsi objective business relationship. Pendekatan dengan metode WFGP menghasilkan solusi yang lebih mewakili preferensi pengambil keputusan pada goals yang dipentingkan bila dibandingkan dcngan metode FGP. Hal ini ditunjukkan dengan keselarasan antara nilai goals terbobot dengan capaian pada goals terbobot.

3. Model Keputusan pemilihan teknologi menggunakan integrasi Brown-Gibson model , Analytic Hierarchy Process dan teori Himpunan Fuzzy [Ida 2008].tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model keputusan pemilihan teknologi dengan mengintegrasikan Brown-Gibson model, Analytic Hierarchy Process (AHP), dan teori himpunan fuzzy. Brown- Gibson model dengan AHP memberikan kerangka yang menyeluruh dalam mengevaluasi faktor finansial dan faktor non-finansial yang mempengaruhi keputusan pemilihan teknologi. Konsep fuzzy digunakan untuk mengakomodasi faktor ketidakpastian dan informasi yang tidak sempurna dalam pengambilan keputusan pemilihan teknologi. Model yang dikembangkan dalam penelitian ini menggunakan bilangan fuzzy triangular.

Model diterapkan pada dua kasus yang berbeda, yaitu menggunakan data hipotetik pada penelitian sebelumnya dan pengambilan keputusan pemilihan teknologi sistem telepon ITB. Pada kasus yang pertama, hasil yang diperoleh konsisten dengan hasil yang didapat dengan model pada penelitian sebelumnya. Sedangkan pada kasus kedua, terdapat dua pilihan

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

teknologi sistem telepon yang dipertimbangkan untuk menggantikan sistem PABX saat ini, yaitu sistem hybrid PBX dan integrated IP-PBX. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum, sistem integrated IP-PBX lebih unggul daripada sistem hybrid PBX

4. Perancangan Metode Pembobotan Kriteria Pemilihan Pemasok Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Fuzzy AHP (Studi Kasus Pemilihan Pemasok Jasa Pemeliharaan Fasilitas Off Shore di PT.X) [Elena : 2005 ]. Tujuan penelitian ini adalah Memperoleh kriteria dan sub kriteria untuk memilih pemasok jasa fasilitas offshore di PT. X ,Membobotkan dan mendapatkan prioritas dari kriteria dan sub kriteria pemilihan pemasok jasa fasilitas offshore di PT. X, Membandingkan metode pembobotan kriteria pemilihan pemasok dengan AHP dan Fuzzy AHP. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus, yaitu pemilihan pemasok jasa pemeliharaan fasilitas off shore di PT. X. Pertama-tama kriteria dan sub kriteria yang digunakan untuk memilih pemasok jasa pemeliharaan fasilitas off shore, dipilih oleh Procurement Specialist di PT. X kemudian dilakukan pembobotan kriteria dan sub kriteria dengan menggunakan metode AHP dan Fuzzy AHP.Dari penelitian ini didapatkan 7 kriteria dan 34 sub kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memilih pemasok. Kriteria Kesehatan, Keselamalan dan Lingkungan merupakan kriteria yang memilild prioritas dan bobot tertinggi untuk memilih pemasok. Sedangkan kedua metode yang digunakan memberikan hasil pembobotan yang tidak jauh berbeda satu sama Iain dengan rata-rata perbedaan bobot sebesar 0,032.

5. Analisa Pengaruh media iklan terhadap pengambilan keputusan membeli air minum dalam kemassan merk Aqua pada masyarakat kota palembang [ Nasir : 2007 ] . Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui besarnya pengaruh media iklan terhadap keputusan membeli pada konsumen air minum dalam kemasan merek Aqua. Untuk mengetahui iklan yang paling tepat dan efektif yang digunakan PT Aqua Golden Mississippi. Hasil penelitian terhadap 126 responden di kota Palembang diperoleh hasil bahwa media iklan televisi, iklan surat kabar, iklan majalah, iklan radio, iklan papan reklame dan iklan spanduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan konsumen dalam

Program Pascasarjana Magister Ilmu Komputer STMIK Nusa Mandiri

membeli air minum dalam kemasan merek Aqua yang dinyatakan oleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,525 atau 52,5 persen. Sedangkan sisanya sebesar 47,5 persen dipengaruhi oleh faktor lain. Secara parsial terlihat bahwa dari enam variabel bebas yang ada hanya ada tiga variabel bebas yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen dalam memebeli air minum dalam kemasan merek Aqua, yaitu media iklan televisi, iklan majalah dan iklan spanduk. Yang paling dominan berpengaruh dan signifikan adalah media iklan televisi dilihat dari besarnya koefisien regresi Beta 0,649.

Dokumen terkait