BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
D. Tradisi Mabbaca Doang Tomate dalam Pandangan Islam
masyarakat, karena semakin berkembangnya juga pemikiran tokoh-tokoh masyarakat yang ada.
Ada beberapa tujuan yang diharapkan dalam acara Mabbaca Doang Tomate ini seperti yang di kemukakan oleh bapak syamsu haddade, S.Ag. sewaktu wawancara, yakni:
Turut menyampaikan belasungkawa (turut berduka cita) atau mappakuru sumange.
Mempererat jalinan silaturrahim dan ukhwah Islamiyah.
Mendo‟akan almarhum yang telah meninggal dunia.
Menghibur keluarga yang berduka agar tidak larut pada kesedihan yang mendalam.
Bentuk turut berduka cita, dengan cara berkumpul bersama keluarga.
Dianalisis dari aspek bacaannya, meskipun di dalamnya berupa ayat ayat suci alquran,Namun dalam pelaksanaaan Mabbaca Doang Tomate ini cara pembacaanya doa tersebut tidak sesuai dengan tajwid dan penyebutan sebagaimana mestinya, karna bacaan tersebut dibawakan seakan akan menyanyikan bacaan tersebut sehingga bisa menimbulkan ketidaksesuaian penngunaan tanda baca serta makna yang salah.
Dilihat dari aspek makanannya, Memang secara sepintas pula, penyajian hidangan untuk para tamu merupakan perkara yang terpuji bahkan dianjurkan sekali didalam agama Islam. Namun manakala penyajian hidangan tersebut dilakukan oleh keluarga si mayit baik untuk sajian tamu undangan tahlilan ataupun yang lainnya maka memiliki hukum tersendiri. Tidak lepas pula dalam acara tersebut penjamuan yang disajikan pada tiap kali acara diselenggarakan. Model penyajian hidangan biasanya selalu variatif, tergantung adat yang berjalan di tempat tersebut.
Namun pada dasarnya menu hidangan "lebih dari sekedarnya" cenderung mirip menu hidangan yang berbau kemeriahan. Sehingga acara tersebut terkesan pesta kecil-kecilan, dan semuanya itu dibebankan oleh keluarga si mayit.sedangkan yang semestinya disunnahkan bagi tetangga keluarga mayit yang menghidangkan makanan untuk keluarga mayit, supaya meringankan beban yang mereka alami. Sebagaimana bimbingan Rasulullah shalAllahu alaihi wasallam dalam hadistnya:
ٍُُُِٙغْشُ٠ ٌشَِْأ ُُْ٘بَرَأ ْذَمَفّ بًِبَؼَط َشَفْؼَج ِي٢ اُٛؼَْٕط
اArtinya :
Hidagkanlah makanan buat keluarga ja‟far, karena sesungguhnya telah datang perkara (kematian) yang menyibukkan mereka.(H.R Abu Daud, At Tirmizi).
Melihat dari hadis tersebut diatas maka yang menyediakan makanan adalah tetangga untuk keluarga si mayit, bukan yang terkena musibah menyediakan makanan buat orang yang datang.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sang peneliti dapat menyimpulkan bahwa:
1. Pandangan Islam tentang kematian bukanlah sesuatu yang buruk, karena disamping mendorong manusia untuk meningkatkan pengabdiaannya dalam kehidupan dunia ini, ia juga merupakan pintu gerbang untuk memasuki kebahagiaan abadi, serta mendapatkan keadilan sejati.
2. Tradisi ritual Mabbaca Doang Tomate adalah sebuah aktivitas tradisi ritual pembacaan doa yang dilakukan secara berjamaah dengan cara membacakan ayat suci Al-Qur‟an sampai khatam mulai juz I hingga Juz 30 yang diniatkan pahalanya kepada orang yang meninggal dunia dan setelah itu diikuti dengan pembacaan doa tahlil dan ta‟ziyah.
3. Pandangan islam terhadap Tradisi Mabbaca Doang Tomate ini sebaiknya Ditinggalkan karena disamping Rasulullah dan para sahabat tidak pernah mencontohkanya serta tidak ada dalil yang jelas, ada beberapa faktor yang peneliti ambil sebagai perbandingan yakni:
1. Membebani keluarga si mayit yang mana mereka menganggap bahwa ini sesuatu kebiasaan yang harus
58
dilakukan dan akan menjadi malu jika tidak melaksanakannya.
2. Merepotkan keluarga si mayit yang sudah kehilangan anggota keluarga mereka yang dicintai dengan berbagai jamuan yang harus disungguhkan dan beban biaya yang tidak sedikit.
3. Adanya ketidak sesuaian dengan hadist, sebagaimana menurut hadist itu yang harus membuatkan makanan itu adalah tetangga simayit untuk keluarga si mayit bukan sebaliknya.
B. Saran
Kebiasaan Mabbaca doang Tomate/mattampung merupakan simbol sosial yaitu simbol kebersamaan dalam menanggung beban sehingga muncul kesadaran sosial yang dapat mempengaruhi kehidupan suatu masyarakat. Namun disamping itu masyarakat harus mampu mempelajari sesuatu terlebih dahulu sebelum melakukan hal tersebut. Kita tidak boleh asal ikutan saja tanpa mengetahui asa mulanya dari mana tradisi tersebut. Dan marilah kita dalam beragama bersandarkan kepada dalil-dalil yang shahih karena dengan berdasar hujjah ( dalil ) yang kuat maka kita akan selamat. Kita tidak boleh beragama hanya mengikuti orang lain yang tidak mengetahui tentangnya karena di akhirat kelak kita akan dimintai pertanggung jawaban terhadap yang telah kita lakukan di dunia.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran dan terjemahnya.
Abdul rahman al-Suyuthi, Jalaluddin. 1990. Radd al-Muhtar ala al-Dur al- Mukhtar, cet. IV; Beirut: dar al-fik.
al-Nasai, Imam. Sunan al-Nasa‟I, Juz II, Cet. IV; Beirut: Dar al-Kutub al- Ilmiyah, t.th.
al-Syafi‟I. 1992. Muhammad bin Idris al-Umm, Juz VII, Cet. II; Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
An Nakhrawie, Asrifin. Hadiah Terindah Untuk Ahli Kubur, Cet. I:Surabaya:
Ikhtiar Surabaya.
Ash Shiddieqy, Teunku M H. 2003. Dzikir Dan Doa Aspek Hukum Dan Adab, Cet I; Semarang: Pustaka Rizki Putra.
Bungin, M. Burhan. 2013. Metode Penelitian Sosial dan Ekonomi Faktor- Faktor Kuantitatif dan Kualitatif Untuk Studi Sosiologi, Kebijakan Publik, Komunikasi, Manajemen, Dan Pemasaran. Cet.I. Kencana.
Darmadi, Hamid. 2011. Metode Penelitian Pendidikan, dan R&D, Cet. 13 Bandung: CV. Alfabeta.
Ghazali, Al Imam. 2003. Rahasia ketajaman mata hati. Cet. III; Surabaya:
Bintang Usaha Jaya.
Lutfih, Imron. Khilafiyah Nu-Muhammadiyah Masalah Tahlil.Htm.di akses 01 maret 2016
Ma‟luf, Louis. 1997. al-Munjid fi al-Lugah wa al-A‟lam,Cet. XXXVI; Beirut:
Dar al-Masyriq.
Madjid, Nurcholish. 2007. Islam universal, cet. I; Yokyakarta: Pustaka belajar,.
Mahalli, A. Mudjab. 2004. Hadis-hadis Muttafaq „Alaih. Cet. II;Jakarta:
Prenada Media.
Muslim, Imam. 2000. Shahih Muslim, Cet. IV: Kairo: Dar al-Hadis.
Nata, Abuddin. 2010. Ilmu Pendidikan Islam, Cet I; Jakarta: Kencana.
1998. Al-Quran dan Hadist, :Jakarta: Rajawali Pers.
QS.blog, Tradisi Tahlilan dalam Perspektif Masyarakat Indonesia, diakses pada tanggal 01 Maret 2016.
Shihab, M. Quraish. 2006. Perjalanan Menuju Keabadian; Kematian, Surga dan Ayat-Ayat Tahlil, Cet. IV; Jakarta: Lentera Hati.
. 2006. Wawasan Alquran tentang Dzikir dan Doa, Cet. I; Jakarta: Lentera Hati.
. 2008. M. Quraish Menjawab; 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui, Cet. I; Jakarta: Lentera Hati.
. 2007. Wawasan Alquran: tafsir maudhu‟I atas berbagai persoalan umat, Cet. XVIII; Bandung: Mizan.
Sugiono, 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Cet. 21.
Alfabeta: Bandung.
Usman, Husaini dan Akbar, Pornomo, Setiady. 2003. Metodologi Penelitian Sosial. Cet. IV. Jakarta: PT.Bumi Aksara.
Waskito,A.A. 2010. Kamus Praktis Bahasa Indonesia, Cet. IV; Jakarta:
PT.Wahyu Media.
L A M
P
I
R
A
N
1. Apa yang dimaksud dengan Mabbaca Doang khususnya Mabbaca Doang Tomate dalam tradisi masyarakat di coppeng-coppeng desa soga kecamatan marioriwawo kabupaten soppeng?
2. Sejak kapan tradisi Mabbaca Doang Tomate dipraktekkan oleh masyarakat Bugis di desa soga?
3. Bagaimana tata cara pelaksanaan atau prosesi tradisi Mabbaca Doang Tomate itu?
4. Kapan waktu pelaksanaan tradisi Mabbaca Doang Tomate itu?
5. Dalam waktu pelaksanaa tradisi Mabbaca Doang Tomate, ada yang melaksanakannya pada siang hari dan ada juga yang melaksanakannya pada malam hari, apa makna dibalik itu semua?
6. Siapa saja yang terlibat dalam prosesi Mabbaca Doang Tomate itu?
7. Dalam prosesi pelaksanaan Mabbaca Doang Tomate selalu ada suguhan makanan tertentu, mengapa mesti ada suguhan makanan itu dan apa makna di baliknya?
8. Apakah dalam tradisi Mabbaca Doang Tomate itu yang keluar dari koridor ajaran Islam?
9. Apakah tradisi Mabbaca Doang Tomate itu layak untuk dilestarikan di masyarakat khususnya pada masyarakat coppeng-coppeng Desa Soga kecamatan marioriwawo kabupaten soppeng?
DOKUMENTASI PENELITIAN
(Foto bersama Bapak.H.Abd Aziz(Kepala desa soga))
(Foto wawancara)
(Pembacaan ayat-ayat tahlilan yang dipimpin oleh imam kampung(Bapak.Hare)
(Penyunguhan makanan untuk para pembaca tahlil dan tamu undangan)