PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan utama dalam penelitian ini adalah seperti apa tradisi ritual tersebut. Mabbaca Doang Tomate” di Coppeng-Coppeng, Desa Soga, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng dari sudut pandang Islam. Bagaimana pandangan Islam terhadap tradisi Mabbaca Doang Tomate di Coppeng Copeng Desa Soga Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini difokuskan pada tradisi tomat mabba doang di Coppeng-Coppeng, Desa Soga, Kabupaten Soppeng. Sub fokus dalam uraian fokus dapat dilihat dari perspektif antara lain bagaimana Islam memandang tradisi Mabbaca Doang Tomate. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumentasi yang diperoleh dari berbagai kegiatan Mabbaca Doang Tomate di Coppeng-Coppeng Desa Soga Kabupaten Soppeng.
Yang dimaksud Mabbaca Doang, khususnya Mabbaca Doang Tomate, dalam tradisi masyarakat Coppeng-Coppeng, Desa Soga, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng. Apakah tradisi Mabbaca Doang Tomate layak dipertahankan di masyarakat, khususnya Komunitas Coppeng-Coppeng Desa Soga Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng?
TINJAUAN PUSTAKA
Tradisi Mabbaca Doang Tomate(tahlilan)
- Pengertian Tradisi Mabbaca Doang Tomate
- Dasar Hukum Tahlilan
- Bacaan Tahlilan
- Sejarah Tahlilan
Amalan mabbaca doang tomate (tahlilan) yang sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia khususnya di Kabupaten Soppeng memiliki ciri dan warna tersendiri dalam pelaksanaannya. Dalam hal ini peneliti mencoba memberikan penjelasan bagaimana Islam memandang kematian dan tradisi mabbaca doang tomate pada masyarakat Coppeng-Coppeng Desa Soga Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Mengenai objek penelitian yaitu pemuka agama yang memahami tradisi mabbaca doang tomate di Coppeng-Coppeng Desa Soga Kabupaten Soppeng.
Dari eksplorasi umum ini, peneliti akan mendapatkan gambaran umum yang masih dipermukaan keyakinan Islam tentang tradisi Mabbaca Doang Tomate di Coppeng-Coppeng Desa Soga Kabupaten Soppeng. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dengan tokoh agama di Desa Coppeng-Coppeng Soga Kabupaten Soppeng yang memahami pandangan Islam terhadap tradisi Mabbaca Doang Tomate yang kemudian akan dikembangkan dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan. Interview/Wawancara yaitu dengan melakukan wawancara langsung dengan subyek yang menjadi obyek untuk digali guna mengetahui pandangan Islam terhadap tradisi Mabbaca Doang Tomate.
Pendokumentasian yaitu dengan merekam data langsung di lapangan, dengan cara didaftarkan atau diminta oleh masyarakat yang pernah melakukan tradisi Mabbaca Doang Tomate disamping penelitian yang dilakukan. Hal ini dilakukan karena desa ini masih mempertahankan tradisi Mabbaca Doang Tomate sebagai suatu keharusan yang dilakukan untuk menghormati orang yang telah meninggal dunia. Mabbaca Doang Tomate merupakan kegiatan pembacaan doa yang dilakukan secara kolektif dengan melantunkan ayat-ayat suci Al-.
Tomat Mabbaca Doang merupakan tradisi yang masih melekat pada masyarakat Bugis di Copeng Copeng, Desa Soga. Saat ini, sistem pengajian ala kalampang pada acara Mabbaca Doang Tomate sudah tidak dijumpai lagi, meskipun diakui bahwa z. Namun pementasan Mabbaca Doang Tomate biasanya dilakukan setelah selesainya acara malam ketujuh (wenni pitunna tau mate) dan dapat berlangsung selama bertahun-tahun.
Meski tidak ada waktu khusus untuk pelaksanaannya, namun mayoritas masyarakat Bugis melakukan tradisi Mabbaca Doang Tomate pada waktu yang sama pada malam ketujuh orang yang meninggal atau malam-malam ganjil lainnya. Ada beberapa tujuan yang diharapkan dalam acara Mabbaca Doang Tomate seperti yang disampaikan oleh Bpk. Syamsu Haddade, S.Ag.
Pandangan islam terhadap tahlilan
- Kalangan yang tidak melaksanakan tahlilan
Jenis Penelitian
Lokasi Dan Objek Penelitian
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Sampel Sumber Data
Instrumen Penelitian
Tradisi Mabbaca Doang Tomate biasanya dilakukan pada malam ketiga, ketujuh, keempat puluh dan keseratus setelah seseorang meninggal dunia atau sewaktu-waktu sesuai dengan kesempatan dan kemampuan keluarga yang ditinggalkan. Mabbaca Doang Tomate juga merupakan kegiatan pembacaan doa yang dilakukan secara berjamaah dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Quran hingga selesai dari Juz I sampai Juz 30 kemudian dilanjutkan dengan tahlil dan ta'ziyah pada malam-malam tertentu. Sejarah Tradisi Mabbaca Doang Tomate di Coppeng-Coppeng Mabbaca doang atau Tahlilan merupakan salah satu bentuk ritual keagamaan Mabbaca doang atau Tahlilan merupakan bentuk ritual keagamaan yang penuh dengan puji syukur kepada Allah SWT.
Menurut sejarahnya tradisi ritual Mabbaca Doang Tomate pada masyarakat Bugis khususnya pada masyarakat tempat tinggal peneliti, dilakukan penelitian bahwa tradisi Mabbaca Doang Tomate ini ada bersamaan dengan ketaatan penduduk setempat terhadap ajaran Islam. Setahu saya dan amati, tradisi Mabbaca Doang Tomate ini sudah dilakukan warga sekitar sejak muda bersamaan dengan keberadaan agama Islam di desa ini. Dulu, sebelum upacara Mabbaca Doang Tomate dimulai, masyarakat setempat menyiapkan ruangan besar yang disebut kalampang di bawah rumah atau di samping rumah.
Dalam berbagai sumber yang peneliti peroleh melalui literatur dan wawancara tidak ditemukan adanya waktu-waktu tertentu untuk pementasan tradisi Mabbaca Doang Tomate. Cara pelaksanaan acara Mabbaca Doang Tomate adalah dengan cara masyarakat berkumpul untuk membacakan ayat-ayat suci Al Quran hingga selesai dari Juz I hingga Juz 30. Kita semua paham bahwa acara Mabbaca Doang Tomate atau tahlilan adalah sebuah ritual seremonial upacara yang biasa dilakukan oleh masyarakat umum Indonesia untuk memperingati hari kematian.
Tradisi ritual Mabbaca Doang Tomate adalah kegiatan tradisi ritual membaca doa yang dilakukan secara berjamaah dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Quran hingga selesai dari juz I sampai dengan Juz 30 yang ditujukan kepada orang yang meninggal dunia dan setelah itu dilakukan dilanjutkan dengan membaca doa tahlil dan ta'ziyah. Kebiasaan Mabbaca doang Tomate/mattampung merupakan simbol sosial, yaitu simbol kebersamaan dalam memikul beban sehingga muncul kesadaran sosial yang dapat mempengaruhi kehidupan suatu komunitas. Dalam prosesi pementasan Mabbaca Doang Tomate selalu ada sesaji makanan tertentu, kenapa harus ada sesajen dan apa makna dibaliknya.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
Tradis Mabbaca Doang
Tradisi Mabbaca Doang Tomate
- Sejarah Tradisi Mabbaca Doang Tomate Di Coppeng-
- Waktu Pelaksanaan Mabbaca Doang Tomate
- Tata Cara Pelaksanaan Mabbaca Doang Tomate
Selain sebagai doa untuk orang yang sudah meninggal, tradisi ini juga menjadi tempat berkumpulnya keluarga yang biasanya tinggal di daerah yang jauh dari kampung halamannya. Pelaksanaan kegiatan tahlilan secara tidak sadar dirumuskan menjadi adat atau kebiasaan yang mengikat, akibatnya tidak jarang keluarga yang ditinggalkan tidak menyelenggarakan acara tersebut dengan berbagai alasan. Misalnya, ketakutan moral akan diasingkan dari arena sosial, dianggap acuh tak acuh terhadap anggota keluarga yang telah meninggal, dan melanggar adat dan nilai.
Orang-orang yang terlibat dalam pengajian tidak sembarang orang, karena mereka harus bisa membaca Al-Qur'an dengan baik baik dalam keterampilan membaca maupun tajwid. Dikatakan dari berbagai sumber bahwa tradisi Mangaji Kalampang merupakan ajang untuk menunjukkan kepiawaian seseorang dalam membaca Al Quran. Setelah pembacaan Al-Qur'an ala Kalampang, diadakan pembacaan doa atau tahlilan, pasal dan tata cara membaca seperti sekarang sebagaimana tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dalam kegiatan Mabbaca Doang.
Namun melihat perkembangan ekonomi saat ini, waktu pelaksanaan Mabbaca Doang Tomate mulai mengalami pergeseran, yaitu sebagian masyarakat melakukan tradisi ini pada malam ketiga bersamaan dengan malam takziyah terakhir. Hal itu dilakukan dengan alasan untuk menekan biaya penyelenggaraan acara adat Mabbaca Doang Tomate sekaligus tidak mengganggu keluarga yang sengaja datang dari luar daerah untuk melayat jenazah dan mengikuti Tahlilan atau Mabbaca Doang. Mattampung merupakan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Bugis untuk menghormati orang yang meninggal dan mendoakan keselamatan.
Dalam tradisi Mattampung ini, biasanya seluruh masyarakat di suatu wilayah setempat akan berkumpul untuk mendoakan orang yang telah meninggal dan juga sebagai penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal. Pada masyarakat Bugis khususnya di daerah penelitian ini, biasanya pada saat berkunjung ke rumah orang yang merayakan, mereka membawa bahan pokok seperti beras, gula bahkan ada yang membawa Passolo (amplop berisi uang) untuk diberikan kepada keluarga almarhum. Pembacaan Al-Fatihah kedua dipersembahkan untuk para nabi dan rasul, para wali dan ulama, para syuhada (orang-orang yang mati syahid), orang-orang saleh, para sahabat dan tabiin, para malaikat yang selalu (dekat dengan Allah). ) dan khususnya kepada Syekh Abdul Qadir Jaelani.
Tradisi Mabbaca Doang Tomate dalam Pandangan Islam
Ditinjau dari aspek bacaannya, meskipun memuat ayat-ayat Al-Qur'an, namun dalam pelaksanaan Mabbaca Doang Tomate cara pembacaan doanya tidak sesuai dengan tajwid dan dzikir sebagaimana mestinya, karena tajwidnya dilakukan seolah-olah bacaannya dinyanyikan sehingga dapat menimbulkan ketidaksesuaian dalam penggunaan tanda baca dan salah arti. Dilihat dari aspek makanan, memang secara sepintas, menghidangkan hidangan kepada tamu merupakan hal yang terpuji bahkan sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, jika hidangan tersebut disajikan oleh keluarga almarhum, baik untuk tamu tahlilan maupun tamu lainnya, memiliki hukum tersendiri.
Sehingga acara tersebut terkesan seperti pesta kecil-kecilan, dan semua ditanggung oleh keluarga almarhum, sementara itu sudah menjadi kebiasaan para tetangga keluarga almarhum untuk menghidangkan makanan kepada keluarga almarhum, untuk meringankan beban yang dialaminya. Dilihat dari hadits di atas, tetanggalah yang menyediakan makanan untuk keluarga almarhum, bukan mereka yang terkena musibah yang menyediakan makanan untuk orang yang datang. Merepotkan keluarga almarhum yang kehilangan orang tercinta dengan berbagai jamuan yang harus disiapkan dan biaya yang tidak sedikit.
Ada ketidaksesuaian dengan hadits tersebut, karena menurut hadits yang harus memasak makanan untuk keluarga almarhum adalah tetangganya, bukan sebaliknya. Kita tidak bisa beragama hanya mengikuti orang lain yang tidak mengetahuinya, karena di akhirat nanti kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita lakukan di dunia ini. Dalam melakukan tradisi Mabbaca Doang Tomate ini ada yang melaksanakannya pada siang hari dan ada juga yang melaksanakannya pada malam hari, apa makna dibalik itu semua.
Membaca ayat tahlilan di bawah arahan Imam kampung (Papak. Hare). Menghidangkan juadah untuk pembaca tahlil dan jemputan).
PENUTUP
Saran
Dan dalam agama hendaklah kita bersandarkan kepada dalil yang sahih, kerana berdasarkan dalil (dalil) yang kuat maka kita akan selamat. Kaedah Penyelidikan Sosial dan Faktor Ekonomi - Faktor kuantitatif dan kualitatif untuk kajian sosiologi, dasar awam, komunikasi, pengurusan dan pemasaran.