• Tidak ada hasil yang ditemukan

218

TRANSKRIP WAWANCARA BU DARIYAH

219

juga, e keterampilan menulisnya gitu kan?

Kemudian yang numerasi juga hitung- hitungannya juga. Cuman, e, mungkin soal- soalnya itu kadang tidak sesuai dengan yang diajarkan di sekolah, gitu. Ya karna, apa ya?

Terlalu kemampuan berpikir tingkat tinggi gitu mas, nek saya lihat di nganu jane. Walaupun di numerasi tapi literasinya masuk ketika anak-anak mengerjakan numerasi itu. Misalnya, e, anak- anak itu mengerjakannya biasanya cuma satu langkah, dia harus berputar-putar dulu untuk mencari jawabannya, ya, itu, sebenernya bagus, cuman karna kemarin juga ada pandemi covid 2 tahun. Itu kalau menurut saya yang kemarin itu ya, yang kemarin itu bener-bener, heh, kaya mulai dari nol itu kan juga semester 1 ya ketika diujikan di ini, yang di tahun ini kan semester 1.

Anak-anak itu merasakan kaget, ketika, apa namanya? Latihan, itu kan soalnya itu ituu, selalu, selalu itu gitu ya yang berulang itu.

Kemudian, bukunya yang kita punya juga tidak berubah dari yang tahun kemarin sampe tahun sekarang gitu. Tapi, ternyata ketika pelaksanaan, soalnya, wah, kok (beda) seperti ini gitu lho.

Jadinya anak-anak merasa kesulitan, kemarin juga orangtua menyampaikan lewat WA juga,

“apa soalnya memang sulit apakah cuma anak saya saja yang merasa kesulitan, atau yang

220

lainnya juga?” gitu. Ternyata semuanya juga merasakan itu. Tapi kalo misalnya memang, apa, diasah dari awal, maksudnya, ga cuma ketika kelas 5. Misalnya dari kelas 3, kelas 1 mungkin ya, itu sudah mulai diasah literasi, numerasinya, insyaallah nanti bisa ketika kelas 5. Cuman kemaren memang agak mengagetkan gitu.

Mendadak ndangdut yo, tiba-tiba ada. Iya. Ya walaupun tahun kemarin sudah ada, cuman kan belum, jalannya kan kita masih lambat (baru penjajakan). Gitu. Tapi bagus ada hal-hal seperti itu. Kalo ujian, bener-bener ga ada ujian dari pemerintah, kita ga ada tantangan juga sekolah.

Anak-anak juga gak ada tantangan juga, seperti itu. Itu sih kalau menurut saya.

3 Bagaimana pandangan

orangtua/masyarakat mengenai AN ini?

E, pertama itu waktu pandemi, orangtua, e, langsung banyak yang tidak tau menggunakan pembelajaran secara online, daring itu, orang tua, ya, banyak yang tidak memiliki HP, sehingga kendala pada siswa itu sulit untuk belajar. Namun kalau yang sudah punya, sudah dirumah itu sudah terbiasa menggunakan komputer, itu, semakin, itu dia semakin, belajarnya semakin lancar.

Namun, banyak kendala orangtua-orangtua yang barusaja, karena memiliki HP hanya untuk komunikasi saja, bukan untuk aplikasi pembelajaran, sehingga, ya, banyak kesulitan lah setelah pandemi. (belum lagi yang HPnya 1 dipakai gantian ya?) iya.

221 3 Bagaimana sosialisasi yang telah

dilakukan kepada siswa dan orangtua/masyarakat mengenai kebijakan AN ini?

(tapi untuk sosialisasinya sudah disampaikan ya? Cuman karena keterbatasan itu ya) ya terutama keterbatasan karna disini itu termasuk ekonomi lemah. Kalau untuk kita harus menyediakan alat seperti itu kan, orangtua banyak yang mengeluh, tidak bisa menyediakan

aplikasinya, tidak bisa menyediakan alatnya, (belum lagi kuotanya) iya. Betul. Ya ada bantuan biasanya, tapi nganu nggih. Memang dari dinas juga ada bantuan, ada bantuan kuota, cuman berhenti di kapan itu kok

kayanya. (sosialisasi dari dinas atau sekolah membuat sendiri?) yang asesmen? Engga ada. Mboten enten nggih bu? Ga ada sosialisasi, ga ada sosialisasi dari dinas, nah kemarin-kemarin kan sudah berapa tahun nggih? (ini yang tahun kedua ya?) nah kan yang tahun kemarin kan sudah mungkin ya, jadi yang tahun ini itu untuk ke orangtuanya belum ada sosialisasi. Dari sekolah juga menurut saya masih kurang juga, maksudnya orangtua juga tidak tau AN itu seperti apa, kurang memahami ngoten lho. Cuma kalau lihat bukunya yang kita berikan,

“oh, ya” ada gambaran kaya gitu, kaya gini. (mereka bisa paham dikit lah ya?) Nggih

4 Bagaimana informasi yang telah diperoleh sekolah mengenai kebijakan ini, apakah cukup jelas dan konsisten untuk

diimplementasikan?

Ada, sbenernya itu tu di awal mas. Dulu proktor itu dikumpulkan sekali itu, tapi kalo saya ngambil intinya itu diminta untuk selalu, e, apa ya? Lihat di laman ANBKnya itu. Jadi kita harus mandiri ngelihat itu (website?) websitenya, kalau misalnya engga ya kita bakal ketinggalan info. Tapi alhamdulilah, yang dari dinas juga sering ngupdate juga di grup (Ada grup

222

WA?) Nggih. Tapi untuk pendampingan ke sekolahnya, per sekolah itu kaya yang dulu mungkin ada nggih bu?

Pendampingan ke sekolah, kok kebetulan pas di sekolah ini kemarin njuk belajar sendiri. Belum ada, belum. Saya kan juga awal juga ya. Belum sampai ada pendampingan kesini. Nggih. Saya juga pertama me ini, menyoba aes, Asesmen ini waktu kemarin nganu programnya yang aplikasinya juga akhirnya belajar sendiri. Gitu. Sama ya itu sering-sering waktu, apa? udah tanggal-tanggal asesmen itu harus sering buka websitenya. Kalau engga yaa …. Akan ketinggalan info. Itu.

5 Apakah sekolah menerima pedoman pelaksanaan kebijakan AN ini?

(Berarti pedoman sama itu, lain-lain itu?) sudah ada di website semua. Iya. Iya, nggih. Membantu secara onlibe semua. Tapi kalau sudah punya pengalaman yang tahun kemarin, sudah tau, sudah biasa. Tapi kalau yang awal, baru ya wajib belajar mandiri. Pendampingan secara tatap muka itu, ke siswa terutama, itu gaada.

6 Bagaimana peran

orangtua/masyarakat dalam AN ini?

Kalau bantuan dari orangtua ya, itu yang utama hanya dukungan. Dukungan, support dari orangtua untuk belajar karena kalo asesmen ini kan mengerjakannya di sekolahan dan ini sudah disediakan (sudah difasilitasi) iya. Alatnya sudah disediakan dan dibantu dari dinas, jadi ga pake kuota dari anak-anak. Jadi anak-anak dijadwalkan untuk ke sekolah, mengerjakannya di sekolah, ya, seperti itu. Jadi orangtua hanya mendukung.

Hehehe, nggih. Karna kalau pakai HP mungkin agak kesulitan. Iya bu, karna kan harus pake aplikasi juga to setiap anak kalau mau masuk. Tokennya, terus data-data,

223

biodatanya itu. (jadi anak-anak mengerjakan disini, gitu?) iya. Tapi bergantian, karna kita juga terbatas.

Yang tahun ini anaknya 20 pesertanya, bantuannya hanya separo, ini ada separo. Iya ada satu kelasnya kan ada 28, ini bantuannya 14. Ya, 14. Jadi 2 shift. Hehehe.

Ada pagi, ada siang gitu. (Apakah orangtua/anaknya keberatan ga dengan sistem ini? Atau teko yaa?) Nggih, ya, karna keadaan sudah, iya, iya. Karna keadaan langsung orangtua juga hanya mengikuti saja. Nggih.

7 Bagaimana bentuk komunikasi antara sekolah dengan dinas dan antar sekolah mengenai

keikutsertaannya dalam melaksanakan AN?

(Katanya ada grup WA ya?) Nggih ada. Ya dari grup itu aja sih mas, kalau misalnya, kalau yang bentuk asesmen ya grup proktor itu. Nggih. Iya, yang komunikasi. Baik itu di sesama anggota grup, dan ke dinas, dengan dinas.

Itu hanya ada lewat grup proktor. (jadi dua arah ya?) Nggih. Iya, kalau kesulitan ya biasanya disitu nanti ada yang bantuin gitu. Tapi membantu liwat WA sama tim viewer itu biasanya. Ya, dilihat dari situ. Kalau ada kesulitan, dari situ.

8 Bagaimana upaya yang dilakukan untuk memenuhi kualifikasi tenaga pendidik yang disyaratkan dalam pelaksanaan AN?

Kalau untuk kualifikasi, karna, e, apa, untuk pendidik ini sudah sesuai dengan anjuran ketentuannya yaitu

minimal S1. Kemudian kita menindaklanjuti, mengikuti pengembangan diri, baik itu, e, berkelanjutan itu ya?

Nggih. Ikut seminar, workshop. (lalu, kalau untuk proktornya sendiri itu apakah dari pemerintah ada kualifikasi khusus, atau, e, bisa siapa aja?) bisa siapa saja nggih? Ada yang operator jadi proktor juga bisa.

(berarti ngga khusus ya?) engga. Ya, dari kepala sekolah nanti mengutus siapa. Iya menunjuk petugas siapa,

224

otomatis yang sudah terbiasa, e, menggunakan aplikasi, gitu. Kalau untuk operator sekolah, itu sebetulnya juga, e, ditunjuk sebagai, bisa ditunjuk sebagai proktor, namun nanti pekerjaannya, tambah banyak, naahh ya sekolahan yaa. Trus dilimpahkan ke guru kelas, guru kelas 5, terutama yang mengampu kelas 5 (karna yang ada asesmen ya?) ya karna yang anaknya di kelas 5, yang melakukan asesmen kelas 5.

9 Apa usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk melatih sekolah dan tenaga pendidik dalam keikutsertaannya melaksanakan AN?

Paling petunjuk-petunjuk video itu mas. Ada itu, video, sama yang memberikan juknis yang ya lumayan

lengkap, sama terstruktur juga, jadi jelas perinciannya, cuma terlalu banyak jadinya. Sebelum pelaksanaan itu ada POS, iya, dari, anu, dari sana itu ada POSnya.

Nggih. POS AN, kemudian diolah di sekolahan, di, siapa yang menjadi ketuanya, pelatihnya, proktornya, teknisi, ya. Kemarin juga dari dinas mengundang, em, apa, yang TIK SMA itu untuk coba mengajari ini, yang penting tu ini, ini, ini, yang dipelajari ini, ngoten.

(Teknisnya?) Nggih, tapi tetep mengacunya di

websitenya ANBKnya itu. Juknisnya disuruh membaca disitu. Aplikasi juga sudah ada disitu semua. Sudah tersedia sih kalau dari pemerintah fasilitasnya.

10 Bagaimana anggaran dan pemenuhan fasilitas untuk program ini?

Iya, kalau awalnya sih, awalnya kan belum ada rencana untuk anggaran dimasukan untuk AN karna seperti apa bentuk nya AN itu nanti kedepan, ya, kan belum tau.

Terus yang dianggarkan apa saja, kan juga belum tau.

Kalau kemarin itu secara mendadak, kita ambil anggaran, ya trus, e, em, memangkas yang lain. Ya.

225

Yang sekiranya belum begitu perlu, belum begitu mendadak, diambil anggaran untuk AN ini. Karna AN yang tiba-tiba datang dan belum ada bantuan, tapi sudah mulai latihan. Nah, belum ada alatnya ini, sudah mulai latihan, ya, trus ini menggunakan laptop sekolahan, sama laptop yang dipunya masing-masing guru. Itu awalnya. Terus penambahan listrik, daya listrik, e, ini juga kita terus menganggarkan. Meja, ini, belum ada bantuan dari sana ya? Hmm. Meja. Ini juga, baru-baru semua ini, hehehe. Yang paling baru nggih bu? Yang ini? Kan, kalau yang meja sudah dari sana itu sudah ada tempat cpunya itu. Ini kan masih belum ada mas, masih dibawah. Masih dibawah untuk sementara, jadi bantuan dari dinas ini hanya komputernya sama PC nggih? Iya.

PC itu kita juga anu sendiri, terus kita menambah daya listrik, terus anggaran, e, ini, ruangan ini saja, ini belum sesuai ketentuan. Karna memang tidak ada ruangan, tiba-tiba kan (mendadak itu tadi). Iya. Harus

mengadakan ruangan untuk Lab. Dulunya kan Lab itu belum ada kalau di SD. (ngga wajib ya?) iya. Belum ada, hanya di perpustakaan itu kalau untuk alat peraga- alat peraga itu juga dijadikan satu di ruang perpustakaan.

Lha ini, trus ada program AN ini, kan harus. Ada bantuan komputer sejumlah 14. Kan harus mengadakan ruangan. Yaa. Dan ruangannya harus tertutup. Nggih.

Terus pengadaan AC. Iya. Ni juga beda, maksudnya CPUnya antara proktor dengan yang “Client”nya itu juga beda. Ya harus nganu sendiri. Karna ga kuat kalo

226

adminnya pake yang biasa. Harus ditambahi apa gitu namanya, apa ya, lupa. Iya. Untuk servernya ini, untuk servernya yang pusat kan harus beda to? Mengadakan sendiri. Karna dari sana cuma 14, aplikasinya kan 30an giga kayanya mas. Terus… karna kita kan pakenya yang semi online, bukan yang online. Karna yang kemarin awalnya itu kan ketika sosialisasi awal itu dianjurkan yang online. Tapi ketika pelaksanaan yang SMP itu banyak banget kendalanya, padahal kalao SMP itu kan banyak guru TIK yang sudah mumpuni gitu ya. Ha, besok kalau di SD gimana? Padahal kan kita bukan khusus yang TIK, gitu. Terus akhirnya kemarin yang ANBKnya itu kembali lagi seperti yang tahun dulu itu semi-online. Kalau semi-online itu yaa… apa, lebih mudah gitu. Tapi, harus berat nganunya itu. (Kelolanya ya?) Ya, kalo online kan yang penting WiFinya lancar internetnya, stabil gitu kan? Tapi kalo yang ini. Ya, ya, tetep stabil, cuman ga terlalu stabil banget itu bisa. Itu yang bikin berat itu aplikasinya. Kalo yang SMP kan sudah tersedia, ya SMP, untuk labnya karena ujiannya sudah Ujian pake, anu, komputer. Nggih. Kalo SD yang masih terbatas, dan SMP udah UNBK. Hahaha. Kalo yang SD yaa… awal semua lah, baru. Kita mengadakan, ya, ruangnya, nggih, e, apa, alatnya, nggih. Kemarin ya ada yang beli mendadak juga, yang WiFi, apa, eksternal atau apa itu. Karna udah ga nyandak, harus 2, nganu, saluran. (Banyak pasti kendalanya) Nah itu, iya. Hahaha.

Padahal yang kemarin udah beli, beli lagi. hehehe.

227

Iya … cuma SD yang unggulan itu yang sudah siap.

Nggih. Memang fasilitasnya sudah lengkap. Sudah lengkap. Kalau SD-SD yang masih imbas ini, anu, untuk menyediakan itu masih kurang banyak lah. Ya terus pelan-pelan. Ehehehe. Alhamdulilah dilancarkan. (tapi kalau ada kendala begini apakah sudah disampaikan ke dinas?). Sudah, iya, punten. Datanya tidak hanya satu dua saja. Nggih, kan masih banyak yang SD-SD seperti disini. Iya. (lalu dari dinas menyikapinya seperti apa?

apakah ada penambahan biaya mungkin?). Oh, engga, engga. Ga ada cuma ini mba untuk ini ya, gitu. Untuk operasional, kalau uang operasional ya tetep. Iya.

Jumlahnya. Kalo. Terus kasian yang muridnya tidak ada seratus, itu yang untuk mengusahakan anggaran. Nggih.

Agak kesulitan. Cuma memberi jalan keluar aja, cuman bukan materi atau itu, enggak. Itu dari sekolah itu anggarannya. Dah seperti itu semua. (ya, memang cukup, ini, ya? Cukup susah ya?) iya, yang bermasalah kan ga cuma sekolah ini. Mungkin kan ada banyak, yang lain juga gitu kan?

11 Apa penghargaan yang sudah diberikan bagi siswa/guru yang memiliki komitmen tinggi dan berprestasi dalam mengikuti AN?

Selama ini… belum ada. Nggih. Belum pernah diadakan evaluasi atau lomba untuk, khusus untuk AN ini, belum ada. Iya. Dari dinas belum ada. (kalau dari sekolah ke murid?) kemungkinan kalau yang sekolah unggulan, mengikuti lomba-lomba dari luar itu, ada. (tapi kalau untuk asesmennya gaada ya?) iya, kalau untuk satu … paling dikasi snack itu ya bu? Satu dinas itu iya … engga yang gimana gitu, penghargaan ke anak-anak, ya

228

trus dimotivasi gitu kan? Karna kan capek to itu. Ada tambahan juga untuk anak-anak itu setiap rabu itu kan pulang sore karna menguplek-uplek nganu itu yang AN.

Latihan ini. Iya. Ya paling snack itu nggih bu? Sama ada honor juga kalau yang apa namanya, proktor sama teknisi ya bu? Sama pengawasnya itu. Setiap kali

pelaksanaan. Iya tapi.. nggih… tapi dari sekolah juga itu mas. Iya. Anggaran dari sekolah, anggarannya dari sekolah, mboten dari pemerintah enggak. Itu anggaran dari sekolah mas. Jadi, boleh dianggarkan, gitu. Snack itu juga dari sekolah untuk anak-anak itu, tapi untuk penghargaan yang lainnya ini kok mboten enten. Ya dari sekolah, karna sekolah kan terbatas juga kan

anggarannya sbenernya juga. Heheheh. Kalau dari pemerintah mau dari uang mana? Engga tau ya?

12 Bagaimana komitmen sekolah dan tenaga pendidik dalam melaksanakan AN ini?

Itu.. iya. Meskipun dengan keterbatasan ya… kita tetep melaksanakan karna itu sudah menjadi, e.., ketentuan dari dinas. Iya betul. Kan kita juga harus membuat laporan kalo sudah melaksanakan, gitu. Iya.

13 Apa wujud nyata perubahan yang dialami siswa/sekolah setelah adanya program AN ini?

Ya paling ubahnya cuma sedikit sih mas. Cuma, kalo misalnya lagi presentasi ya cuma 30-40% yaa, belum ada 50% anak-anak. Terus apa… kan baru 3 kali pelaksanaan. Iya. Karna juga kemarin pandemi covid, trus anak-anak juga latiannya mulai diasah literasi numerasinya itu kan waktu mereka awal masuk gitu lho, awal masuk di kelas 5. Padahal itu pelaksanaannya bulan…. Agustus. Nggih. Agustus/September. Masuk September. (Oh berarti baru-baru ini ya?). padahal ju…

229

Mei ya Juni/Juli itu ya baru masuk. Jadinya nggih, apa, belum bisa kita maksimalkan untuk potensinya anak- anak yang berpikir tingkat tinggi itu. Tapi kalo misalnya anak-anak yang cepet penangkapannya ya ada-ada, langsung biasanya cepet nangkepnya itu. Kan itu nggih tertentu, ngga semua. Ga semua bisa kek gitu, ya jadi berdasarkan prosentase 30-40% itu. Itu yang di kelas 5 tapi, kalau yang di kelas lainnya kan belum heheheh.

Karna di kelas lainnya juga belum diadakan, em, latian.

Nggih. Biar nanti di kelas 5 tidak canggung, nah itu belum ada waktu dan tapi rencana itu, e, ada. Rencana mau, untuk misalnya kelas 4 yang mau naik ke kelas 5 itu terutama. Nggih. Ini.. sudah.. Mulai dikenalkan … nggih. Gitu. Cuma nggih karna ada tuntutan di kelas 4 nya juga, ya mungkin memang kurang maksimal juga nggih. Maksudnya njuk ga bisa fokus disitu, karena kan… (cukup berat ya?) iya.. heheh kan juga ada, apa namanya capaian sendiri di kelas 4nya, di masing- masing kelasnya. Ga bisa kalo fokusnya cuma itu aja, ga bisa. Gitu.

14 Apakah ada keuntungan khusus yang didapat setelah

diberlakukannya AN?

e.. keuntungan khusus yang utama juga anak-anak sudah ikut latian menggunakan aplikasi. Itu keuntungan yang utama. (apakah ada yang lain? Misalnya BOSDa nya ditambah? Atau?) hmm… waahhh, mboten… hahaha.

Terpangkas. Ini malah menurun e. heheheh. Malah menurun, banyak yang dipangkas e. he’eh. Jangan ngomongin anggaran, kalau anggaran itu…. Eheheheh.

Malah menurun. Engga. Iya, malah dirubah, ada yang

230

tidak boleh dimasukkan. Iya. Anggaran juga. Emm, kalau masalah anggaran… mboten.. heheheh.. kita juga, anu, berusaha supaya bisa jalan. Jadi, ini ambil ini, untuk ini ambil ini untuk ini, anggarannya ya… karna, ya, memang keterbatasan anggaran yaa… itu, sehingga terus ini diambil kalau yang ini belum perlu, e,

mendadak, mendesak lha dia diambil dulu untuk yang kegiatan … penting/mendesak, itu. Bagaimana supaya kita tetap jalan. Ya, betul. (tapi kalau ga ditambah ya tetep repot ya?) iya. (kan perbaikannya terus) iya. Nanti coba disampaikan ya mas di tesisnya itu, tambah gitu heheheh…

231

232

Dokumen terkait