• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRANSKRIP WAWANCARA Narasumber : Herman Nazaruddin Latief Jabatan : Pengembangan Kurikulum Instansi : Dinas Pendidikan Kota Magelang Tanggal : 4 November 2022

No. Pertanyaan Jawaban

1 Apa latar belakang pembuatan kebijakan AN di Kota

Magelang?

Itu dari merdeka belajar, merdeka belajar, dari mas Nadiem kan memang dengan dirangkainya ANBK ujian dikembalikan ke satuan pendidikan terus diganti dengan asesmen. Karena memang kebijakan dari pemerintah seperti itu dan pada waktu 2 tahun yang lalu awal mula waktu itu masih pak direktur masih pak Jumeri. Apapun yang terjadi harus jalan, ya udah kita langsung suruh monggo dilaksanakan. Memang yang jenjang SD agak kewalahan ini kemarin, ya kan karena baru pertama kali.

Kami di Kota Magelang ibaratnya jemput bola, satu langsung mengakomodir, dalam kata kita berkomunikasi dengan PemDa. Alhamdulilah, dapat bantuan komputer khusus sekolah negeri itu satu sekolah dapat 14 unit. Di semua sekolah negeri sudah terfasilitasi, jadi memang ya ibaratnya ya mendukung percepatan kurikulum merdeka yang berhubungan dengan Asesmen. SD langsung diberikan semua nanti. Jadi sudah dua kali ini itu dipakai

197

semua. Itu yang paling menonjol di Kota Magelang, kebetulan walikota kok langsung acc.

2 Bagaimana pelaksanaannya? Jadi itu ada POSnya, terus nanti setelah ada POS, kita kebetulan juga ada bantuan dari kemendikbud, di Jawa Tengah memang ada dan Kota Magelang itu mendapat tahun ini ada sekitar dari TUP 1 sampe TUP 3 jenjang SMP, SD difokuskan dalam pelaksanaan ANBK.

Pendampingan intinya begitu, itu memang yang proktor itu sudah 2 kali kita latih di Wisma Sejahtera waktu itu, anggarannya dari pusat. Kita juga sosialisasi selain pendampingan, kita sosialisasi intern terus

pendampingan door to door kita datang ke lapangan.

Ada tim teknis kami, jadi kalau kita selain pakai tim sewer, terus grup, grup WA, nanti ada kesulitan dimana, tim kami pasti datang kesana. Walaupun nyampe

malam, pasti kita, kita dampingi.

3 Apakah dari pemerintah pusat ikut andil dalam

melatih/melakukan sosialisasi?

Kalau dari pusat, kemarin ada cuman sayangnya, apa ya, agak-agak, agak terlambat. Karena harusnya namanya, karena di Surabaya kemarin baru berapa, sekitar 1 minggu menjelang ANBK. Padahal kan dimulai dari persiapan, simulasi, gladi bersih, baru pelaksanaan, nah itu baru diundang ke Surabaya. Tapi ya gapapa,

kebetulan kami juga jemput bola dengan sosialisasi dengan pendampingan, terus tadi kita, proktor kita latih, kita seperti itu. Ya, pusat ikut andil. Pusat, provinsi, terus daerah juga banyak support. Terus apa, dari dinas juga kita intern, kita sering sosialisasi, terus verifikasi data, sinkronnya segala macam, terus koordinasi dengan

198

K3S. Persiapan, misalkan kaya kemarin pengisian SuLingJar, dari pusat ada data sekian, dapat guru-guru yang belum ini-ini. Lalu coba kita verifikasi ke satuan pendidikan, kan hubungannya semua dengan SuLingJar, karena yang survey lingkungan belajar kan bapak-ibu guru. Kok ada berapa bapak-ibu guru yang belum

ngecek, belum ngisi, setelah kita verifikasi ternyata tidak sesuai, datanya sudah meninggal, sudah keluar, lah ternyata seperti itu. Tapi secara apa, yang aktif sudah 100%. Jadi kita memang koordinasi full dengan K3S dan MKKS, baik SD, SMP sama.

4 Temuan apa yang dihasilkan dari riset sebelum dibuatnya

kebijakan ini?

UNBK di tahun-tahun sebelumnya, baik ANBK, Ujian Nasional, sampai yang ANBK ini yang Asesmen, Alhamdulilah Kota Magelang tu bagus. Karena kalau lihat rapor pendidikan kan patokannya rapor pendidikan, jadi kita ke satuan pendidikan bukan individu karena, apa, yang dinilai kan satuan pendidikannya, kalau UNBK/Ujian Nasional ke peserta didik. Jadi ini kan boleh dibilang secara rapor pendidikan sudah biru warnanya, jadi sudah melebihi standar nasional. Jadi Kota Magelang, Alhamdulilah ada Jawa Tengah tu ada 3 ya salah satu diantaranya ya Kota Magelang. AN ini di Kota Magelang termasuk kedalam kategori peningkatan.

Terus paling tidak kita waktu koordinasi, sosialisasi dengan, apa, kepala sekolah (K3S & MKKS) kan sering memberikan arahan sesuai dengan kebijakan

keMenterian. Jadi, yang namanya Asesmen, kan tujuannya untuk arah pendidikan. Ibaratnya sekolah,

199

mau dibawa kemana, lha hasil dari asesmen, rapor pendidikan tiap satuan pendidikan itu kan disuruh menganalisa. Nanti, diperhatikan tahun depan, oh sekolah kebijakannya begini. Sebelum membuatkan RAKSnya itu analisa dulu rapor pendidikan. Jadi ibaratnya kan antara sekolah dengan yang di keMenterian itu kan sinkron, seperti itu.

5 Apakah sosialisasi dilakukan segera sesudah dikeluarkannya kebijakan mengenai AN?

Kalau kita tu apa ya, memang kita secara anggaran DPA kami juga ada untuk sosialisasi proktor, tapi secara intern kadang kita lewat yang penyebarluasan berbagai lini informasi. Kalau memang ada perubahan terbaru lha baru kita intens seperti itu. Jadi sering. Terus pelatihan dari apa, pelatihan proktor dari anggaran dinas juga ada, memang kita latih walaupun hanya sebatas tim teknis kecil, kita ga masalah, kita seperti itu. Tapi

Alhamdulilah kaya tahun ini, lancar. Kemarin yang singkup Kota Magelang, yang SD lancar. Kalau yang SMP memang agak trouble kemarin karena full online.

Kendalanya server pusatnya memang down, iya down.

Kalau yang SD, ini kan semi. Terus kita arahkan ke gelombang yang ke 1, gelombang 1 semi saja. Kalau daripada nanti bermasalah, lebih baik kita kan ada gelombang keduanya, nah itu kita gelombang

pertamanya. Tapi Alhamdulilah kok lancar semua, ya sudah. Terus sampai pagi ini sudah di share, terus kemarin waktu saya masih ke luar kota juga sama, pagi ini juga sama. Jadi ibaratkan ya, hubungannya dengan asesmen juga. Jadi ada beberapa kabupaten/kota yang

200

belum menyelesaikan, ya semacam administrasi asesmen ya, berita acara, apa segala macam.

Alhamdulilah Kota Magelang sudah tidak ada, jadi Alhamdulilah lancar. Memang kita yang namanya, apa ya, kalau secara kendala memang apa ya namanya kalau SD tu tidak ada guru mapel TIK, itu memang kita agak- agak kerepotannya disitu. Jadi, memang ya mereka tu ya proktor, ya teknisi, ya guru kelas, kadang dapodik, kadang ngurusi ini. Ya, jadinya seperti itu, kita kendalanya seperti itu, disitu.

6 Bagaimana pembagian koordinasi dan

pertanggungjawaban dalam kebijakan ini?

Emm, MonEvnya kita berbagai anu. Ada dari tim kami ada, terus dari pengawas juga ada. Kemarin-kemarin yang pengawas untuk jenajng yang SD yang ini kan dari KorWasnya Pak Janiman. Jadi, suruh meMonEv untuk yang SD sama yang apa, yang kesetaraan. Terus dari LPMP juga ada. Jadi memang, apa ya, kaya dari pengawas juga sering datang kesini, jadi MonEv ke satuan pendidikan satu sisi dari yang LPMP juga MonEv ke Posko kami disini. Jadi secara kesekretariatan, secara administarasi ibaratkan SK panitia, SK tim

kesekretariatan, trus apa begitu. Mereka memang meminta memang, terus dari direktorat juga ada. Jadi direktorat dateng juga, seperti itu. Kebetulan yang dari LPMP kemarin malah MonEvnya mereka langsung ke satuan pendidikan, ke SD Cacaban 3, yang satu yang dapet ke tim istilahnya terus langsung sini Bu

Endangnya gitu. Tapi yang ini langsung ke SD Cacaban 3, oalah nggihpun mboten nopo-nopo. Jadi itu kan

201

langsung, malah dianter sana, yang tim sana malah langsung kesini. Ya gapapa.

7 Bagaimana pembagian tugas khusus, apakah ada JobDesc nya?

Iya, ada instrumennya. Jadi mulai dari persiapan, jumlah fisik, terus POS, pengawas silangnya segala macam, dan pengawas silangnya juga sudah kita siapkan. Lalu untuk yang jenjang SD, SMP itu total ada 221 pengawas silang. Silang, ya antar sekolah begitu dan surat tugasnya juga dari kami. Kalau data memang kita koordinasi dengan K3S. Bu, data pengawas pundi, kita siapkan pengawasnya SK tugasnya dan lain-lain. Lalu kita kirim, kita buatkan. Jadi memang seperti itu. Yang SMP juga sama syaratnya, jadi ya sesuai regulasi yang ada lah. Jadi posnya di satuan pendidikan juga ada suruh nyiapkan, terus data pesertanya gitu. Walaupun kemarin juga ada, kayak apa ya, kayak dibilang kendala tapi ya namanya anak ya, jadi ga mau berangkat dari rumah.

Pertama mau, terus keduanya ga mau, tapi setelah dibujuk akhirnya ya kadang namanya anak kecil, ya karna kelas 5. Kalau Ujian Nasional UNBK kan kelas 6, paling engga berapa persen jadi penentu kelulusan, kalau ini kan tidak. Tapi diuntukkan kelas 5, kelas 5 dan SMPnya kelas 8. Jadi ya memang agak-agak beda, walaupun dari kami dari apa, dari dinas juga sudah mulai, apa ya, tahun kemarin kita coba kembangkan e- learning juga sama aplikasi asesmen juga, biar nanti bisa digunakan juga untuk persiapan itu (AN), persiapan yang menghadapi ANnya lalu yang keduanya, bisa digunakan untuk Asesmen Kelas walaupun baru

202

launching kemarin, cuman secara data kita masih ini karena baru, apa, latihan bapak/ibu guru, karna soalnya belum banyak. Terus kemarin dari tim pembuat soalnya juga, apa, ini jangan dulu untuk tahun ini karena kita mulai ini mau ngobrak-ngabrik tapi servernya belum berani, kenapa? Karena mau pelaksanaan ANBK, daripada nanti. Ya ini kalau kita pakai untuk tahun besok sajalah selesai ANBK yang SD kita kompliti, baru nanti silahkan kita serahkan ke satuan pendidikan mau digunakan untuk apa. Kalau yang e-learning sudah banyak yang ini, karena memang satu sisi dari

pengawas, terus kita juga mantau lewat sini. Misalkan hari ini sekolah mana yang memakai Asesmen/E- learning itu, kan jadi satu, kan kita Kerjasama dengan Gesschool Jogja. Itu malah secara server dan aplikasinya gratis dari sana, kita seperti itu.

8 Apakah ada kendala E-Learning? Kalau jaringan, kita Alhamdulilah lancar. Secara alat, SarPrasnya, komputer juga kemarin kita dapet bantuan pemerintah Kota Magelang, bahkan sebelum dapet bantuan saja mereka sudah punya satu lab besar, yang parallel-paralel juga sudah banyak, punya negeri juga rata-rata sudah punya. Cuman kemarin khusus persiapan ANBK memang kita berikan, terus secara jaringan satu, memang sekolah dalam rangka apa, persiapan ANBK, juga termasuk sebelumnya kita kan Kerjasama dengan SOLONET JarDikNas, SOLONET, kita fasilitasi itu, keduanya juga wifi dengan speedy, jadi dua ini. Itu termasuk yang dalam rangka yang mendukung ANBK

203

dan Asesmen ini juga, yang SMP ANBK yang kemarin ANBK termasuk Ujian Nasional itu juga seperti itu. Jadi memang sebelum pelaksanaan itu memang persiapan data pengawas, data, verifikasi data, apa, pesertanya kita cek, terus sampai apa, kemarin itu ya hampir sekitar dua minggu lah, satu minggu-dua minggu. Sebelum

pelaksanaan itu kita kirim ke Telkom, takutnya nanti terjadi kendala apa segala macam, jadi pemberitahuan kalau tanggal ini, ini, ini jenjang SD/SMP melaksanakan ANBK. PLN juga sama, kita saling sinergi, ya kita seperti itu. Alhamdulilah kok lancar semua.

9 Bagaimana pandangan

masyarakat mengenai kebijakan AN ini?

Kalau survey, kita secara bukti fisik, jadi misalkan lewat, apa, aplikasi atau semacam voting kita memang belum ya, kita belum. Cuman kita membuatkan edaran ke satuan pendidikan menjelang pelaksanaan ANBK, itu ada poin, ada poin, diantaranya; kepala sekolah bisa memberikan wajib mensosialisasikan pelaksanaan ANBK kepada peserta didik, guru, orangtua. Kalau memang mereka menjalankan, saya yakin orangtua juga sudah memahami. Karena, nuwunsewu, ternyata sampai sejauh ini kan pelaksanaan ANBK antusias orangtua juga ada, berarti kan sekolah betul-betul menjanjikan.

Memang, secara anu itu, gregetnya kurang sih memang, karena kalau Ujian Nasional kan orangtua “anaku ra lulus”, ya kalau ini kan memang tidak menilai individu siswa tapi yang dinilai kan sistem pendidikannya. Jadi ya itu ya, mau gimana lagi memang kebijakan dari pusat seperti itu.

204 10 Apakah terdapat survey

mengenai AN di Masyarakat?

Belum, kalau secara survey belum. Tapi sosialisasi ke ini, lewat satuan pendidikan sudah dilakukan, sudah kita arahkan dan TuPokSinya sudah kita buatkan seperti itu.

11 Bagaimana dengan anggaran untuk keterlaksanaan kebijakan ini?

Ya, dari pemerintah, kalau yang dari daerah itu hanya untuk sebatas, apa, memang support tapi kan untuk pelatihan-pelatihan proktor ya, pelatihan proktor, sosialisasi.

12 Apa wujud penghargaan yang akan/sudah diberikan kepada sekolah/guru yang memiliki komitmen tinggi dan berprestasi dalam mengikuti program AN ini?

Belum. Sejauh ini belum, ya mungkin keterbatasan anggaran ini. Jadi belum. Tapi kalau secara

penghargaan, apa, bapak/ibu guru yang berprestasi biasanya lewat jalur tersendiri. Jadi ada lomba guru berprestasi (GuPres), itu Ketika berprestasi, lha itu nominasinya memang dapat penghargaan. Tapi kalau sebatas kaya asesmen itu memang, apa ya, ibaratnya kaya suatu, sudah suatu kewajiban, mau tidak mau memang sudah TuPokSinya. Bahkan sampai namanya mengawasi saja, jadi pengawas sekolah itu kan ya ndak boleh di honori. Iya, gak boleh, karna memang ya kebijakan dari pemkot seperti itu. Ya karna mereka kan sudah ada tunjangan profesi guru, di kita kan sama, kegiatan atau apapun juga ga ada honor, jadi ya memang mau tidak mau ya sudah memang sudah TuPokSi

mereka memang seperti itu, karena mereka

penghargaannya sudah dalam tunjangan profesi guru itu.

13 Kendala apa yang dihadapi selama pelaksanaan AN di Kota Magelang ini?

Kalau kita itu kemarin waktu ada monitoring dari pusat juga, dari provinsi, sudah kita sampaikan. Kalau kendala teknis sih memang tidak bisa kita raba ya. Kayak

kemarin konflik 501, 5 ini segala macem itu ada error

205

ini. Cuman ya kita yang SMP kendalanya beda lagi errornya kan gitu. Tapi itu kan teknis, jadi kalau teknis kan kadang bervariasi. Cuman secara umum, yang jadi permasalahan kami itu walaupun sudah kami sampaikan ke direktorat kemarin. Jadi dibedakan antara yang di JukNis dengan yang di webnya kadang jadwal tu beda, lha itu kadang ga matchnya disitu. Kadang kita ga bisa nyambungnya disitu.

14 Bagaimana upaya mengatasi masalah yang terjadi?

Kita koordinasi dengan provinsi. Kan selaku, ibaratkan kaya apa ya, kaya UPTnya, UPTnya untuk Jawa Tengah dihitung dinas provinsi, nah kita koordinasi dengan sana.

Kalau nanti sana tidak ada solusi, lha kita baru ke, lewat kemtisnya lewat ke keMenterian di pusat, kita seperti itu. Jadi secara umum kendalanya ga begitu ini, ya memang karena kita di Jawa ya, Jawa ga terlalu ini ya.

Kalau melihat temen-temen di grup itu ya yang khusus luar Jawa sampai kadang ke gunung, ke laut nyari-nyari.

Kita alhamdulilah enggak ya. Hanya teknis saja.

15 Bagaimana penilaian terhadap keberhasilan AN pada jenjang SMA di Kota Magelang?

Kalau dibilang sudah berhasil ya belum ya. Tapi kalau cukup, saya rasa sudah memadai. Istilahnya

nyuwunsewu, kita diibaratkan kalau ngeliat waktu awal sebelum pelaksanaan, ya kan? Sinkron, gladi bersih, kita lihat jumlah komputer, walaupun kita kota kecil, sekian komputer sinkron. Bahkan mungkin yang kabupaten kan hanya 6 komputer, berapa, brarti kan mereka nginduk kan, tidak mandiri lagi. Kita itu, ya sudah optimis lah, trus secara kendala juga ga terlalu ini. Trus kalau yang tahun ini memang belum karna baru beberapa kemarin

206

kan yang apa yang end ini kan baru yang selasa kemarin kan? Yang kejar paket jumalahan yang sebelumnya.

Jadi, kita, ya semoga saja, kalau kita melihat tahun yang kemarin, Kota Magelang membiru kan? Ibaratkan diatas apa, rata-rata Nasional, semoga kan tahun ini bisa sama gitu dan kenyataannya juga sama. Kayak dulu, mungkin njenengan pernah miring to? Kalau Ujian Nasional, Magelang selalu dapet ranking kan? Ya, moga-moga seperti itu juga. Tapi kalau secara antusias temen-temen, trus siswa, support mendukung, daerah juga mendukung.

16 Berapa sekolah yang sudah mengalami dampak positif setelah mengikuti program AN ini?

Belum ada data. Cuman hanya kita arahkan, jadi setiap hasil AN keluar dalam wujud rapor gitu kan? Kalau kita di dinas kan rapor pendidikan tingkat daerah kota kita.

Jadi kita download/kita ambil, itu kan satu kota. Terus kalau masing-masing satuan pendidikan kan per sekolahnya masing-masing. Paling tidak kan khusus yang terbaru ini, rilis yang terbaru kan dari keMenterian sudah ada semacam kaya apa ya, analisisnya. Jadi hasil asesmen SDA seperti ini, itu harus gini-gini-gini, nanti kan ada. Lha memang kita, pada waktu sosialisasi, kita sering mengarahkan untuk itu dianalisis. Ternyata dari keMenterian pun juga ada rasa, terus kita juga

menginformasikan itu dituangkan, njenengan butuh apa, oh pengen pengembangan ini, ke pendidik pengen ini, untuk apa ya, mendukung. Itu kan paling gak dari hasil itu kan sudah ketauan. Oh, disini bagusnya disini, minusnya disini. Yang minus itu kan butuh pengembangan, paling tidak kan gitu. Butuh

207

pengembangannya, lha itu dituangkan di RAKasek. Ya, muga-muga mereka jalan. Karena untuk tahun ini, karena hasilnya kita baru ini kita belum tahu, nanti kalau sudah betul keluar terus dituangkan, baru akan ketauan oh ini-ini-ini, gini-gini, nah gitu. Baru nanti akan dilakukan. Tapi untuk analisis secara per-satuan pendidikan, kita belum. Ya karna mungkin masih baru ya, kita jadi belum ini. Ya kalau memang tujuan dari keMenterian pun juga sama seperti itu kan? Asesmen digunakan untuk membenahi sistem pendidikan kan, mutu pendidikan. Sekolah ini mau dibwa kemana, ibarate hasilnya seperti ini, oh kelemahannya disini, oh yang sistemnya yang …. Seperti itu, paling engga kan, kepala sekolah selaku pengambil kebijakan di sekolah kan harus paham dengan itu lah. Baru nanti tahun berikute, oh, saya harus seperti ini biar pendidikannya maju, biar bagus. Kegiatannya yang disini harus dikembangkan, itu kan nanti support dengan ARKAS dan BOS, jadi kan seperti itu kan? Nek jadi supaya sinkron, jadi seperti itu.

17 Berapa sekolah yang sudah melaksanakan secara penuh dan berapa yang belum

melaksanakan?

Kita sudah semua, dari tahun kemarin. Karena begitu dapat bantuan, yang diberikan pemkot itu kita akhirnya mandiri. Kebetulan yang swasta kayak mutual, ihsanul fikri, sekolah-sekolah mampu ya? Terus yang kaya MI, terus apa, yang sekolah-sekolah Kristen kan Yayasan, jadi mereka Yayasan punya, ya memang alhamdulilah kalau begitu setiap mau sinkron, kita sebelum

pelaksanaan, sosialisasi. Terus mau pelaksanaan, mesti

208

kita kumpulkan dulu, jadi kan SD, nanti proktor SD kita kumpulkan sendiri, jadi kita cek SarPrasnya. Terus statusnya kita tawarkan, mau gimana, mau gimana kan.

Setelah data itu mandiri semua, yang SD pun sama, jadi ya sudah. Kecuali yang anu ya, yang apa, kejar paket.

Yang ngurusi kejar paket, lha kita kan kaya pondok itu kan sudah masuknya ke KeMenAg masuke, sudah tidak ini. Iya bukan dibawah dinas, tapi dibawah KeMenAg ya. Tapi kalau yang formal, alhamdulilah sudah mandiri semua.

209

Dokumen terkait