TRANSKRIP WAWANCARA Narasumber : Erna Kristianawati
Jabatan : Kepala Sekolah Instansi : SD Pantekosta Tanggal : 30 November 2022
No. Pertanyaan Jawaban
1 Berapa jumlah siswa di sekolah ini?
Saat ini? Kira-kira 200an
2 Bagaimana pendapat anda mengenai kebijakan pemerintah mengenai AN?
Apa ya? Kalau AN ini kan bukan menilai individu ya?
Menilainya sekolah ya. Tapi ya nek menurut Bu Erna, ya belum bisa menilai secara keseluruhan. Belum bisa menilai secara keseluruhan, gitu lah. Ya karena yang diniliai kan hanya literasi, numerasi, dan apa ya, survey lingkungan belajar. Itupun kan yang tertuang di soalnya aja. Misalnya tentang survey karakter, hanya itu aja, sedangkan yang lain-lainnya kan mungkin tidak tertuang didalam pertanyaan, gitu. (Jadi kurang menyeluruh ya?) Ya pastilah, nek itu pasti, ndak mungkin bisa
menyeluruh. Karna penilaian apapun tak kira, ndak bisa menyeluruh.
3 Bagaimana sosialisasi yang telah dilakukan kepada siswa dan
Kalau sosialisasi ke orangtua, pasti. Cuman kan yang pertama kemarin pas pandemi, jadi sosialisasinya online.
Pakai aplikasi mobisen waktu itu. Jadi bikin rekaman,
212 orangtua/masyarakat mengenai
kebijakan AN ini?
tak bikinin, apa namanya, power point, penjelasan gitu.
Karna anaknya sendiri juga kan waktu itu gak masuk, iya kan masih online.
4 Apa tanggapan dari orangtua setelah dilakukan sosialisasi AN?
Kalau itu, mungkin yang lebih tau wali kelas ya, wali kelas 5. Karena Bu Erna kan bentuknya rekaman, jadi tak kasi ke wali kelas 5. Terus wali kelas 5 yang share ke grup orangtua. Tapi pada prinsipnya engga ada komplen, engga ada apa, mereka emang nerima sih. E, bahkan mereka sepertinya seneng karena ga ada ujian nasional, jadi digantikan dengan itu, gitu. Engga terlalu ribet.
5 Bagaimana informasi yang telah diperoleh sekolah mengenai kebijakan ini, apakah cukup jelas dan konsisten untuk
diimplementasikan?
Dari, dari banyak sumber. Karna di, yang namanya asesmen di google aja juga banyak kan? Jadi, dari banyak sumber lah. Kota juga ngasi, Cuma kan untuk dibuat ppt nya kan, e, kita ambil kira-kira biar orangtua jelas itu yang mana aja, gitu. (Apakah ada surat
khusus/pemberitahuan?) oh, kalau itu, sepertinya ada surat, cuman Bu Erna lupa. Kalau kamu minta suratnya, Bu Erna lupa, tapia da suratnya sih. Itu ada. Bahkan itu kan masuk di ini juga, apa namanya, Merdeka Belajar yang ke … berapa ya? Engga tau kebijakan yang ke berapa, lupa. Itu sih. Dan setiap kali ada pelatihan, pasti diomongin, e, kebijakan yang pertama apa, yang kedua apa, itu selalu diomongin.
6 Apakah sekolah menerima pedoman pelaksanaan kebijakan AN ini?
Heem, heem. Ya, ada. POSnya
213 7 Bagaimana peran
orangtua/masyarakat dalam AN ini?
Kalau dalam pelaksanaan sih, mereka ngga ikut ya. Tapi tentunya dalam proses persiapan, di rumah yang pasti.
Karna memang kan orangtua sudah dikasi tau bahwa ndak akan ada ujian tapi diganti dengan ini. Otomatis kan mereka berpikir bahwa, oh ini berarti kayak ujian, gitu. Ya perannya orangtua dalam memotivasi anak pasti ada, dan memfasilitasi. Karena pada waktu itu kita juga membeli buku Latihan AKM. (Berarti supportnya dalam bentuk material ya?) ya, dan motivasi juga, he em.
8 Bagaimana bentuk komunikasi antara sekolah dengan dinas dan antar sekolah mengenai
keikutsertaannya dalam melaksanakan AN?
Pasti. Dan kan ada grup, khusus untuk proktor, karena, misalnya kalau ada kendala apa gitu, langsung ada di grup itu. Kalau di kantor sekolah juga ketika kita K3S, ya kami saling, saling membicarakan hal itu. Karena waktu itu kan banyak SD yang belum punya komputer.
Belum punya komputer dan akhirnya di fasilitasi oleh pemerintah, walaupun yang pertama dulu datangnya komputer terlambat. Jadi pakai apa yang ada lah waktu itu. Itu yang pertama lho ya, jadi datangnya terlambat.
Terkendala di Singapura kalau ga salah waktu itu, tertahan, jadi belum sampai sini. Padahal sudah mau pelaksanaan. (Jadi tadi ada grup WA ya? Dan khusus untuk proktor ya?) Ya, ada
9 Bagaimana upaya yang dilakukan untuk memenuhi kualifikasi tenaga pendidik yang disyaratkan dalam pelaksanaan AN?
Kalau dari SarPrasnya, saya pikir, cukuplah ya untuk Sekolah Pantekosta sudah cukup, e, walaupun kita melaksanakannya 2 sesi, karena jumlah siswanya kan yang dinilai ada 30 anak, kita komputernya 20an, 20an lah. Akhirnya kita buat 2 shift. Kemudian kalau untuk, apanya? Tendiknya? Nah kalau untuk tendiknya, untuk
214
proktornya itu sudah sesuai karena dia juga lulusan dari komputer, lulusan dari komputer. (Berarti sudah
memenuhi kriteria ya?) hmm. Malah, tak tambahi sedikit, malah dia itu yang, untuk pantekosta ya? Dia malah jadi pembimbing untuk sekolah-sekolah negeri.
Jadi dimintain tolong “mbok tulung, ini, anu, tulung”, nah gitu. Seperti itu. (berarti melebihi kriteria ya?) iya.
10 Apa usaha yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk melatih sekolah dan tenaga pendidik dalam keikutsertaannya melaksanakan AN?
Sepertinya dulu itu, pak budi sama pak fajar itu ada pelatihannya dulu. Sepertinya untuk proktor dan teknisi ya. Kalau untuk, untuk guru kelas 5 ya hanya seperti, apa ya? Informasi, sosialisasi, gitu sih. E, jadi dipanggil untuk diberitau kira-kira soalnya nanti bentuknya seperti ini, gitu. Itu yang guru kelasnya. Lebih ke sosialisasinya kalau yang tendiknya, yang teknisnya, mereka ada pelatihan sendiri. (jadi lebih banyak pelatihannya itu ke proktor dan teknisi ya?) he’eh, tapi juga diberi
kesempatan untuk berlatih. Ketika teknisi, proktor sudah, ketika sudah mendapat pelatihan kita minta di ruang komputer. Jadi sebelum AKM, anak-anak sudah tahu “oh cara ngisi identitas seperti ini”, seperti
simulasi, simulasinya gitu, ya ngerjakan soal juga, gitu.
Sebelum hari h nya kan sudah simulasi lah. Kan kita ambil dari edu, kita kerjasama dengan edubrain. Atas rekomendasi dari dinas, rekomendasinya dari dinas. SD, SMP itu malahan.
11 Bagaimana anggaran dan pemenuhan fasilitas untuk program ini?
Itu dari BOSNas, diambil dari BOSNas. (lalu dari BOSNas itu dikelola seperti apa?) e, yang pasti ketika pelaksanaan, itu boleh untuk, kalau pelaksanaan lho ya.
215
Itu boleh untuk konsumsi siswa, lalu honor proktor dan teknisi, serta penjaga kan kita ini, silang. Kita
penjaganya silang (pengawas silang?) ya. Kalau sebelumnya ya untuk pembelian buku, buku latian itu boleh. Cuman kalau yang pertama pembelian buku latian itu, kami ngambilnya dari BOSDa bukan BOSNas.
12 Apa penghargaan yang sudah diberikan bagi siswa/guru yang memiliki komitmen tinggi dan berprestasi dalam mengikuti AN?
Kalau AN kok gaada ya, hahaha. Ya, dan lagi kan sekarang istilahe sudah kan itu mesti kaya ranking gitu ya, dah kaya penghargaan ranking gitu yo. Engga, engga ada. Kita masih memberikannya justru di Ujian Sekolah, bukan di Asesmennya. Ganti bertanya Bu Erna, Apakah itu perlu? Bahkan raportpun sekarang gaada kok,
ranking-ranking juga gak. Iya, ya maksudnya kan itu ada hubungannya dengan penilaian kan? Itu penghargaan tadi maksudnya untuk prestasinya kan ya? Bukan untuk kinerjanya kan ya? Prestasi siswa yang mendapat nilai bagus, gitu maksudnya. Karena AN kan sifatnya sekolah, bukan per orangan, gitu lho richi. Jadi kita ga memberikan penghargaan secara perorangan, engga.
Harusnya sekolah yang dikasi penghargaan ya? Nah, hahaha. Dapetnya dari dinas, bener hahaha. Karena kan nilainya bukan perorangan. Nah, bedanya kan itu Ujian Nasional sama Asesmen.
13 Bagaimana komitmen sekolah dan tenaga pendidik dalam melaksanakan AN ini?
Kalau komitmennya ya gini, seperti kemaren AKM pertama kan hasilnya bagus. Saya menilai, bagus hasilnya. Ya komitmennya harus, minimal
mempertahankan. Tapi saya berharap tahun ini ya, lebih
216
bagus dari yang tahun pertama. Karena magelang juga dapet ranking yang bagus di JawaTengah.
14 Apa wujud nyata perubahan yang dialami siswa/sekolah setelah adanya program AN ini?
Gini, richi. Jadi hasil dari AKM itu, itu nanti harus direkomendasikan dan kemudian harus dijadikan untuk pembuatan perencanaan berbasis data (PBD). Ya,
Perencanaan Berbasis Data. Jadi dari hasil itu nanti diliat
“sing kurang apane sih?”. Nah itu nanti harus berkaitan dengan ARKAS, dengan RKAS. “o yang kurang ininya, berarti mungkin harus Latihan guru apa gitu. O yang kurang ininya, berarti harus mengadakan apa gitu”, dan itu baru dicanangkan tahun ini. Ya, jadi baru proses juga. Bahkan Bu Erna juga belum melakukan itu, masih, kan hasil yang ini juga belum keluar. Baru, baru proses lah. Ya, harusnya itu, harusnya, harusnya nantinya itu, seperti yang diharapkan itu. Ada perubahan-perubahan setelah adanya AKM itu. Kalau dari segi siswa saya rasa tetep ada peningkatan, tidak hanya untuk tekno-,
komputer, mereka jadi lebih paham daripada
sebelumnya. Sekolah juga tidak, akhirnya sekolah juga, ini, memfasilitasi anak-anak. Bahkan sekarang, ada ekskul TIK. Jadi anak-anak, kalau tahun kemarin memang ngga ada. Tapi ketika tahun kemaren
gendandapan istilahnya. Ternyata anak, ngetik aja masih raba-raba. O ternyata perlu, nah akhirnya, akhirnya tahun ini kita jadi ada ekskul.
15 Bagaimana pandangan
orangtua/masyarakat mengenai AN ini?
Ya, karna sejak awal sudah kita kasih tahu, bahwa itu dipilih dari pusat, jadi sekolah engga menentukan, gitu.
Jadi dari awal sosialisasi, orangtua sudah dikasih tau,
217
“bu, ini yang diambil hanya 30 anak dan kita tidak berkuasa untuk memilih, nama muncul dari pusat. Jadi siapapun yang sudah terpilih di daftar nama tetap (DNT), nah ya itu yang muncul, gatau siapapun nanti yang mengerjakan”. Dan mereka paham sih tanya “o berarti mbok anakku pinter atau anakku an, belum tentu mengerjakan”, gitu, istilahnya gitu. Iya, bahkan yang tahun ini, jumlah siswa kita 31, yang ga ikut kan cuma 1. Kan yang ga ikut cuma 1, jadi otomatis cadangannya kan cuma dia. Nah, itupun orang tua mengijinkan untuk datang ke sekolah sampai teman-temannya selesai mengerjakan baru diajak pulang. Iya to, lho cuma 1 lho yang dipikir, dan orangtua mengijinkan. Karna memang jadi cadangan ya, kamu harus bertanggung jawab. Kamu harus ke sekolah.
16 Apakah ada keuntungan khusus yang didapat setalah
diberlakukannya AN?
Kuntungan khusus dalam? Dalam apa ya maksudnya ya?
(Apakah ada keistimewaan bagi sekolah yang sudah melaksanakan Asesmen dari 2021?) Kalau keistimewaan sih, engga ya, karena mereka belum melaksanakan karena terkendala beberapa hal, termasuk sarprasnya mungkin. Jadi kalau keistimewaan yo, engga lah ya.
Cuman kan istilahnya yo nek kita ikut itu rasane yo seneng juga kan? Karna kita sudah, nah, karna kita sudah bisa memenuhi apa yang diminta pemerintah, itu sih.
218