• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

3. Perpindahan

2.6 Transportasi

sesuai dengan klasifikasi jalan yang tersedia, sehingga menimbulkan gangguan dalam perjalanannya.

Moda transportasi sangat erat berhubungan gengan logistik. Proses logistik pada dasarnya diarahkan untuk mengoptimalkan faktor produksi, yaitu untuk melakukan optimasi terhadap biaya, waktu dan kualitas. Penyerahan tepat waktu dan aman dari barang dan orang sangat penting bagi perekonomian dan tekanan untuk memberikan lebih cepat, lebih jauh dan selalu ada ketika dibutuhkan. Oleh karena itu, untuk bisa menyerahkan barang secara tepat waktu dan aman diperlukan infrasruktur yang baik dari moda transportasi. Dalam hal ini secara tidak langsung moda transportasi dapat mempengaruhi tinggi rendahnya biaya dari proses logistik.

Moda transportasi terdiri dari beberapa jenis, diantaranya adalah:

1. Moda Transportasi Darat 2. Moda Transportasi Laut 3. Moda Transportasi Udara 4. Moda Transportasi Kereta Api 5. Moda Transportasi Pipa

Derived Demand atau bersifat turunan merupakan sifat dari pada permintaan jasa angkutan. Permintaan jasa angkutan baru terjadi, bila ada faktor–faktor lain yang mendorongnya. Faktor–faktor tersebut memberikan pengaruh pada manusia didalam pemilihan moda transportasinya.

Adapun faktor–faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan moda transportasi, antara lain :

1. Sifat – sifat dari Muatan 2. Biaya Transportasi 3. Tarif Transportasi

4. Pendapatan pemakai Jasa 5. Kecepatan Angkutan 6. Kualitas Pelayanan

Setiap Moda Transportasi mempunyai kelebihan–kelebihan dan kekurangan-kekurangan. Banyaknya moda transportasi dalam kehidupan manusia, menjadikan manusia lebih leluasa dalam memilih moda transportasi yang digunakan. Namun, supaya lebih mudah dan tepat dalam memilihnya manusia juga harus mengetahui akan kelebihan dan kekurangan dari tiap moda transportasi itu. Adapun kelebihan dan kekurangannya antara lain :

1. Transportasi Darat

Transportasi darat merupakan moda transportasi yang paling sering kita jumpai sehari-hari, tinggal keluar rumah sajapun sudah dapat ditemui.

Itu merupakan salah satu dari sekian banyak keunggulan moda transportasi jenis ini.

Kelebihan :

a. Fleksibel dalam hal pelayanan karena sangat mungkin untuk mengubah tujuan/haluan;

b. Pencapaian secara langsung ke tempat tujuan;

c. Kecepatan tinggi;

d. Rentangannya luas dalam hal pengangkutan barang, dapat menangani ukuran barang yang besar;

e. Memungkinkan untuk mengubah tujuan di tengah perjalanan (mempersingkat waktu tempuh antara rumah dan tempat bekerja);

f. Membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan;

g. Pelayanan untuk perorangan maupun kelompok;

h. Pertukaran dan penyampaian informasi;

i. Memenuhi kebutuhannya akan pangan, sandang;

j. Mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat dapat dikembangkan atau diperluas

Kekurangan:

a. Perlu pemeliharaan yang terus menerus;

b. Dapat menjadi sangat lambat;

c. Sering terjadi penundaan;

d. Menyebabkan polusi, kemacetan,kecelakaan dan kebisingan.

2. Transportasi Laut

Moda transportasi ini merupakan moda transportasi yang digunakan oleh nenek moyang kita (Nenek moyangku seorang pelaut). Moda transportasi ini jugalah yang mengantarkan para manusia purba mengarungi samudera untuk mencari daerah baru yang lebih subur.

Kelebihan : a. Murah;

b. Jaringan alamiah;

c. Dapat menggunakan jalur mana saja;

d. Servis yang fleksibel;

e. Kanal memacu tumbuhnya industri.

f. Polusi rendah;

Kekurangan :

a. Tidak cocok untuk barang-barang yang mudah rusak/membusuk;

b. Tidak cocok untuk jarak dekat;

c. Kanal perlu biaya mahal untuk pembangunanya;

d. Route tidak fleksibel.

3. Transportasi Udara

Sekilas dalam pikiran, moda transportasi ini paling nyaman, cepat tapi mahal.

Kelebihan :

a. Sistem cepat dan efisien;

b. Cocok untuk barang-barang yang sangat penting, mudah membusuk, dan mahal;

c. Dapat mencapai area yang sulit dijangkau;

d. Memungkinkan gerakan yang bebas ke mana saja.

Kekurangan : a. Mahal;

b. Sangat tergantung pada cuaca dan mudah terganggu oleh partikel-partikel yang tersuspensi di udara;

c. Pemeliharaan bandara mahal;

d. Pesawat ukuran besar tidak dapat di bandara yang kecil;

e. Untuk daerah yang tidak ada bandaranya tidak dapat disinggahi;

f. Suara keras dan polusi tinggi.

4. Transportasi Kereta Api

Naik kereta api, kita bisa membantu mengurangi polusi udara,

“Padahal kalau ditilik dari sisi lingkungan, kereta api adalah moda transportasi yang paling hemat, malah 10x lipat lebih hemat energi dari pesawat terbang.

Kelebihan :

a. Memberikan pelayanan yang cepat dan dapat dipercaya;

b. Barang-barang yang banyak dapat diangkut;

c. Cocok untuk pengangkutan penumpang, murah, nyaman, aman;

d. Menawarkan akses yang baik sepanjang jalur itu. Rel KA dapat berfungsi sebagai magnet industri;

e. Merupakan tipe transportasi yang bersih.

Kekurangan :

a. Biaya operasional dan pemeliharaan tinggi;

b. Untuk jarak yang dekat, biayanya tinggi;

c. Pelayanan tidak fleksibel karena jalurnya tidak mudah dialihkan;

d. Rutenya tidakmudah dipindah misal harus memutar;

e. Tidak dapat mengakomodasi muatan yang tak pantas (Jawa : wagu);

f. Jalur yang sudah lama memberikan beban keruangan yang sangat besar;

g. Mengganggu jenis transportasi yang lain misal jalan raya.

5. Moda Transportasi Pipa

Tranportasi pipa merupakan perangkat transportasi angkutan barang melalui pipa. Biasanya digunakan untuk angkutan gas dan cairan dalam jumlah yang besar, tetapi dapat juga untuk mengangkut barang yang dikemas dalam kapsul yang didorong dengan tekanan udara, ataupun dalam bentuk tepung didorong dengan tekanan udara tertentu yang kemudian dipisahkan kembali.

Kelebihan :

a. Distribusi cepat dan bebas hambatan;

b. Tidak memerlukan banyak tenaga orang untuk menjalankannya;

c. Resiko kecil;

d. Perawatan Mudah.

Kekurangan :

a. Membutuhkan ruang dan tempat khusus untuk pemasagan pipa;

b. Biaya pemasangan instalasi pipa lebih tinggi;

c. Terbatas oleh satu jenis muatan / barang yang dikirim;

d. Maintenance yang routine.

Transportasi pada dasarnya mempunyai dua fungsi utama, yaitu melayani kebutuhan akan transportasi dan merangsang perkembangan.

Untuk pengembangan wilayah perkotaan yang baru, fungsi merangsang perkembangan lebih dominan. Hanya saja perkembangan tersebut perlu dikendalikan (salah satunya dengan peraturan) agar sesuai dengan bentuk pola yang direncanakan.

Transportasi perkotaan mempunyai tujuan yang luas, yaitu membentuk suatu kota dimana kota akan hidup jika sistem transportasi berjalan baik. Artinya mempunyai jalan-jalan yang sesuai dengan fungsinya serta perlengkapan lalu lintas lainnya. Selain itu transportasi juga mempunyai tujuan untuk menyebarluaskan dan meningkatkan kemudahan pelayanan, memperluas kesempatan perkembangan kota, serta meningkatkan daya guna penggunaan sumber-sumber yang ada.

Transportasi dan tata guna lahan berhubungan sangat erat, sehingga biasanya dianggap membentuk satu landuse transport sistem. Agar tata guna lahan dapat terwujud dengan baik maka kebutuhan transportasinya harus terpenuhi dengan baik. Sistem transportasi yang macet tentunya akan menghalangi aktivitas tata guna lahannya. Sebaliknya, tranportasi yang tidak melayani suatu tata guna lahan akan menjadi sia-sia, tidak termanfaatkan.

Masalah transportasi atau perhubungan merupakan masalah yang selalu dihadapi oleh negara-negara yang telah maju (developed) dan juga oleh

negara-negara yang sedang berkembang (developing) seperti Indonesia baik di bidang transportasi perkotaan (urban) maupun transportasi antar kota (regional). Terciptanya suatu sistem transportasi atau perhubungan yang menjamin pergerakan manusia dan/atau barang secara lancar, aman, cepat, murah dan nyaman merupakan tujuan pembangunan di sektor perhubungan (transportasi).

Sistem transportasi antar kota terdiri dari berbagai aktivitas, seperti industri, pariwisata, perdagangan, pertanian, pertambangan dan lain-lain.

Aktivitas tersebut mengambil tempat pada sebidang lahan (industri, sawah, tambang, perkotaan, daerah pariwisata dan lain sebagainya). Dalam pemenuhan kebutuhan, manusia melakukan perjalanan antara tata guna tanah tersebut dengan menggunakan sistem jaringan transportasi.

Dokumen terkait