E. Telaah Pustaka
4. Tujuan pemasaran
Yaitu mengubah orientasi falsafah manajemen pemasaran lain yang ternyata telah terbukti tidak berhasil mengatasi berbagai persoalan, dikarenakan adanya perubahan dalam ciri-ciri pasar dewasa ini yang
30Ibid., h. 138-139
30
cenderung berkembang. Perubahan tersebut terjadi antara lain karena pertambahan jumlah penduduk, pertambahan daya beli, peningkatan dan meluasnya hubungan atau komunikasi, perkembangan teknologi, serta perubahan faktor lingkungan pasar lainnya. Kotler mengemukakan bahwa pemasaran mempunyai tujuan membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan utama pelanggan, pemasok, serta distributor dalam rangka mendapatkan serta mempertahankan referensi dan kelangsungan bisnis jangka panjang mereka.31
Setiap perusahaan biasanya memiliki tujun untuk mempertahaankan kelangsungan hidup dan perkembangannya serta ingin mendapatkan suatu keuntungan yang besar oleh karena itu tujuan dari Strategi Pemasaran adalah:
a. Meningkatkan keuntungan
b. Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan c. Menigkatkan kepuasan perusahaan
d. Meningkatkan kondisi pemasaran yang jauh lebuh baik e. Meningkatkan omset perusahaan
f. Melaksanakan dan meningkatkan marketing mix dan segmentasi pasar.
31Kotler Philip dan Keller K Lane, Manejemen Pemasaran. (New jersey, Prentice Hall.
2007), hlm. 15
31
5. Minat Masyarakat
a. Pengertian Minat
Minat merupakan suatu keadaan seseorang yang mempunyai perhatian dan keinginan dalam diri seseorang pada objek tertentu.
Menurut Ali Hasan mengatakan bahwa minat merupakan kecendrungan yang agak menetap dan merasa tertarik dan senang berkecimpung dalam bidang-bidang tertentu.32
Menurut Witherington minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu persoalan atau situasi tertentu yang mengandung sangkut paut dengan dirinya atau dipandang sebagai sesuatu yang sadar33. Sedangkan menurut Sumadi Suryabrata bahwa minat adalah suatu rasa suka atau daya tarik pada sesuatu atau kegiatan yang disenangi tanpa ada yang menyuruh.
Minat beli yaitu perilaku konsumen yang menunjukkan sejauh mana komitmennya untuk melakukan pembelian. Kebutuhan dan keinginan konsumen akan barang dan jasa berkembang dari masa ke masa dan mempengaruhi perilaku mereka dalam pembelian produk.
Dalam istilah asing, perilaku konsumen disebut sebagai consumer buying behaviour atau consumer’s behaviour. Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa-jasa
32Ali Hasan, Marketing dan Kasus-kasus Pilihan, (Yogyakarta: CAPS, 2013), h.173
33Ibid., h. 174
32
termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan- kegiatan tersebut.34
Jadi dapat disimpulkan minat adalah kesenangan atau ketertarikan terhadap sesuatu yang dapat mempengaruhi tindakan orang tersebut. Minat mempunyai hubungan yang erat dengan dorongan dalam diri sendiri yang dapat menimbulkan hasrat atau keinginan untuk ikut serta dalam hal yang diminati tersebut. Apabila seseorang memiliki minat pada suatu objek maka orang tersebut akan cendrung merasa senang bila berkecimpung pada pada objek tersebut sehinga akan cendrung perhatiannya sangat besar pada objek yang diminati tersebut.
Natalia mengatakan bahwa aspek-aspek yang terdapat dalam minat beli antara lain:35
1. Perhatian, yaitu adanya perhatian yang besar dari konsumen terhadap suatu produk (barang atau jasa).
2. Ketertarikan, yaitu setelah adanya perhatian maka akan timbul rasa tertarik pada konsumen.
3. Keinginan, yaitu berlanjut pada perasaan untuk mengingini atau memiliki suatu produk tersebut.
4. Keyakinan, yaitu kemudian timbul keyakinan pada diri individu terhadap produk tersebut sehingga menimbulkan keputusan (proses
34Ikhwan Susisla dan Fatchurrahman, Service Value: Sebuah Variable Pemediasi Pengaruh kualitas Pelayanan terhadap minat beli, Emperika, Vol.17, No. 1 Juni 2014
35Suyanto, Sugiono, dan Sugiarti, Analisis Faktor-faktor Pembentukan Persepi Kualitas Layanan untuk menciptakan Kepuasan dan Loyalitas, Jurnal Bisnis Strategi, Undip , Vol. 9, Juli 2002.
33
akhir) untuk memperolehnya dengan tindakan yang disebut membeli.
5. Keputusan, yaitu Disimpulkan bahwa aspek-aspek dalam minat beli adalah sebagai berikut:
a. Ketertarikan (interest) yang menunjukkan adanya pemusatan perhatian dan perasaan senang.
b. Keinginan (desire) ditunjukkan dengan adanya dorongan untuk ingin memiliki.
c. Keyakinan (conviction) ditunjukkan dengan adanya perasaan percaya diri individu terhadap kualitas, daya guna dan keuntungan dari produk yang akan dibeli.
Aspek perhatian tidak digunakan karena masih berupa perhatian belum bisa dikatakan sebagai minat, karena tidak adanya suatu dorongan untuk memiliki. Keputusan dan perbuatan adalah tidak digunakannya tetap sah karena bukan merupakan minat lagi namun adalah menimbulkan reaksi lebih lanjut yaitu keputusan membeli.
b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat
Minat tidak akan muncul dengan sendirinya. Minat muncul pada diri seseorang melalui proses. Super dan Crites menjelaskan
34
bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat, sebagai berikut:36
1. Perbedaan pekerjaan
Yaitu dengan adanya perbedaan pekerjaan dapat diperkirakan minat terhadap tingkat pekerjaan yang ingin dicapainya, aktivitas yang dilakukan, penggunaan waktu senggangnya, dan lain-lain.
2. Perbedaan sosial ekonomi
Yaitu seseorang yang mempunyai sosial ekonomi tinggi akan lebih mudah mencapai apa yang diinginkannya dari pada yang mempunyai sosial ekonomi rendah. Perbedaan social ekonomi sangat mempengaruhi minat seseorang dalam membeli sesuatu contohnya seseorang yang mempunyai social ekonomi yang tinggi akan membeli apa yang mereka iginkan sedangkan orang yang mempunyai social ekonomi yang rendah tidak bisah langsung dalam memenuhi minatnya harus nabung dulu.
3. Perbedaan hobi atau kegemaran
Yaitu Bagaimana seseorang menggunakan waktu senggangnya. Perbedaan hobi atau kegemaran akan mempengaruhi minat belanja seseorang misalnya orang yang suka ngemil otomatis ia akan membeli kue untuk ngemil dan orang yang hobi dandan
36Catur Nugroho, Pengaruh Gambar Peringatan Dan Kesehatan Dan Resiko Yang Dipersepsikan Terhadap Minat Beli Konsumen ( Study Kasus Pada Rokok Sampoerna Mild Kota Yogyakarta ), Skripsi, Yogyakarta, ( Universitas Jogjakarta : Fakultas Ekonomi , 2013 ) H. 37
35
otomatis ia akan membeli alat make up untuk menunjang hobinya tersebut.
4. Perbedaan jenis kelamin
Yaitu minat wanita akan berbeda dengan minat pria, misalnya dalam pola belanja. Wanita lebih memili membeli make up, kue pakaian sedangkan pria lebih suka membeli rokok bagi perokok.
5. Perbedaan usia
Yaitu usia anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua akan berbeda minatnya terhadap suatu barang, aktivitas benda dan seseorang.
Crow and Crow menyebutkan ada tiga faktor yang dapat menimbulkan minat seseorang yaitu:37
a. Faktor dorongan dari dalam yaitu dapat berupa kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani
b. Faktor motif sosial yaitu kebutuhan untuk mendapakan penghargaan di lngkungan mereka tinggal.
c. Faktor emosional adalah ukuran intensitas seseorang dalam menaruh perhatian terhadap sesuatu kegiatan atau obyek tertentu.
37 Ibid., h. 38
36