• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Implementasi Pendekatan Saintifik

3. Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

a. Untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

b. Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan sesuatu masalah secara saintifik.

c. Diperolehnya hasil belajar yang tinggi.

d. Untuk mengembangkan karakter siswa.46

43 Kemendikbud, “Pendekatan, Jenis Dan Metode Penelitian Pendidikan”, (Jakarta:

T.P. 2013), h.208.

44 Kemendikbud, “Pendekatan dan Strategi Pembelajaran”, (Jakarta: t.p., 2013), h.1.

45Abdul Majid dan Chaerul Rochman, “Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum 2013”, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), hal. 70.

46 M. Hosna, “Pendekatan Saintifik dan Kontekstual” …, hal. 36.

20

4. Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik

Dalam pembelajaran pendekatan saintifik yang dimaksud disini adalah mengamati (observing), menanya (questioning), menggali informasi /mencoba (experimenting), menalar/ mengasosiasi (associating), dan mengkomunikasikan (communicating). 47

a. Mengamati (Observing)

Pengamatan yang dilakukan secara langsung pada objek yang dipelajari dengan cara apakah ada teks dalam buku tersebut yang mengarahkan siswa untuk melakukan pengamatan, membaca, menyimak, dan melihat sehingga objek yang dianalisis bisa membuat siswa mendapatkan fakta berbentuk data sesuai tingkat perkembangannya.48 Pengamatan yang dilakukan melatih mereka untuk memperhatikan objek penting dalam pembelajaran dengan alat-alat pencatatan seperti kamera, gambar, skala rentang, catatan berkala, dan lain sebagainya agar pembelajaran semakin efektif.49 b. Menanya (Questioning)

Setelah mengamati selanjutnya adalah menanya yakni mengajukan suatu pertanyaan terhadap informasi yang masih belum dipahami dari pengamatan yang dilakukan sebelumnya untuk mendapatkan informasi tambahan. Dalam hal ini untuk membentuk pikiran kritis siswa maka kreativitas dan rasa ingin tahu dan kemampuan dalam merumuskan pertanyaan harus terus dikembangkan.50 Menurut Sudirman dalam Hosnan mengatakan bahwa metode tanya jawab merupakan penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, siswa kepada guru atau dari siswa ke siswa.51

47 M. Hosna, “Pendekatan Saintifik dan Kontekstual” …, hal. 39.

48 M. Hosna, “Pendekatan Saintifik dan Kontekstual” …, hal. 39.

49 Daryanto, “Pendekatan Pembelajaran Saintifik” …, hal. 63.

50Permendikbud RI Nomor 8IA tentang Pedoman Umum Pembelajaran, (Jakarta:

Permendikbud RI, 2013), hal. 5.

51 M. Hosnan, “Pendekatan Saintifik dan Kontekstual” …, hal. 50.

21

c. Menggali Informasi/Mencoba (Experimenting)

Selanjutnya tindak lanjut dari menanya yaitu menggali informasi. Dalam aktivitas untuk mengumpulkan dan menggali informasi, siswa dapat membaca buku lebih banyak, memperhatikan fenomena atau objek yang lebih teliti atau melakukan eksperimen.

Selain aktivitas di atas siswa juga dapat mengumpulkan informasi melalui membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kajian/aktivitas wawancara dengan narasumber.52

d. Menalar

Dari aktivitas mengumpulkan sejumlah informasi tersebut, menjadi dasar bagi kegiatan selanjutnya yaitu memproses informasi untuk menemukan keterkaitan antara suatu informasi dengan informasi yang lainnya.53 Dalam aktivitas menalar ini, pada teori belajar asosiasi dalam konteks pembelajaran dengan pendekatan ilmiah banyak mengacu kepada kemampuan mengelompokkan beragam ide dan peristiwa-peristiwa lalu menjadikannya sebagai penggalan memori di otak.54

Ada dua cara menalar; penalaran induktif yakni cara menalar dengan menarik kesimpulan dari fenomena yang bersifat umum.

Intinya proses penarikan simpulan dari kasus yang bersifat nyata secara spesifik menjadi simpulan umum. Sedangkan penalaran deduktif yakni fenomena yang bersifat umum menjadi spesifik.55 e. Mengkomunikasikan

Selanjutnya yang terakhir adalah mengomunikasikan dengan menyampaikan hasil pengamatan dan kesimpulan berdasarkan analisis sebelumnya yang secara lisan, tertulis atau dengan media.56 Dalam hal ini siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan atau

52 M. Hosnan, “Pendekatan Saintifik dan Kontekstual” …, hal. 507.

53 Wachyu Sundayana, “Pembelajaran Berbasis Tema”, (Jakarta: Erlangga, 2014), hal. 29.

54 M. Hosnan, “Pendekatan Saintifik dan Kontekstual” …, hal. 67.

55 Daryanto, “Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013”, (Yogyakarta, Gava Media, 2014), hal. 75-76.

56 Kemendikbud, Diklat Guru Dalam Rangka Implementasi Kurikulum 2013 (Jakarta: t.p., 2013), hal. 80.

22

mempresentasikan hasil temuan apa yang sudah dipelajari di kelas lalu ditampilkan di depan khalayak ramai dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar siswa atau kelompok siswa, sehingga rasa keberanian dan percaya diri dapat lebih diasah, dan siswa yang lain pun bisa memberikan komentarnya, saran atau perbaikan yang sudah dipresentasikan oleh temannya.57

5. Model Pembealajaran dengan Pendekatan Saintifik

a. Pembelajaran Berbasis Penemuan (Discovery Learning)

Discovery Learning adalah model pembelajaran yang cenderung berorientasi pada konsep, makna dan hubungan melalui proses intuitif yang pada akhirnya sampai pada suatu kesimpulan.58 Model ini lebih mengacu pada ditemukannya suatu konsep, atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui. Sebab materi atau bahan ajar tidak tersampaikan dalam bentuk akhir, namun siswa di dorong untuk mencari tahu masalah apa sebenarnya ingin mereka ketahui dan dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri lalu mengorganisasikan apa yang mereka ketahui dan pahami dalam bentuk final. Intinya adalah ketika menerapkan model ini maka tidak semua materi pelajaran harus dipresentasikan siswa dalam bentuk final, tapi ada beberapa bagian yang harus dicari diidentifikasi dahulu.59 Adapun tahapan atau prosedur yang harus dilakukan dalam mengaplikasikan model Discovery Learning:

1. Stimulation (Stimulasi/Pemberian Rangsangan)

Pada tahapan pertama ini siswa dihadapkan pada sesuatu yang memunculkan kebingungan dan muncul juga keinginan untuk menyelidiki secara personal. Sehingga guru dapat memulai kegiatan pembelajaran di dalam kelas dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca, dan aktivitas belajar lainnya yang

57 Daryanto, “Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013” …, hal. 80.

58 Budiningsih, C Asri. “Belajar dan Pembelajaran”. (Jakarta: Rineka Cipta.2005) hlm 43.

59 Slameto. 2003. “Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya”. (Jakarta:

Rineka Cipta.2003) hlm 24.

23

mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Disinilah peran pendidik harus kuasai teknik dalam memberikan stimulus kepada peserta didik sehingga output mengaktifkan peserta didik bereksplorasi dapat tercapai.

2. Problem Statement (Pernyataan/Identifikasi Masalah)

Setelah dilakukan tahapan pertama, selanjutnya adalah memberi kesempatan kepada siswa untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin suatu masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, lalu kemudian salah satunya dipilih dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara dalam pertanyaan diajukan).

3. Data Collection (Pengumpulan Data)

Selanjutnya adalah guru memberikan kesempatan kepada siswa, siswa tersebut melakukan eksperimen atau eksplorasi untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis tersebut dengan cara melalui membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

4. Data Processing (Pengolahan Data)

Dari semua informmasi yang diperoleh selanjutnya adalah mengolah data lalu ditafsirkan.

5. Verification (Pentahkan/Pembuktian)

Tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis dan dihubungkan dengan hasil data processing.

6. Generalization (Menarik Kesimpulan/Generalisasi)

Terakhir adalah menarik kesimpulan yang merupakan proses dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama dengan memperhatikan hasil verifikasi.60

60 Syah, Muhibbin. “Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru”. (Bandung:

Remaja Rosda Karya.2004) hlm 244.

24

b. Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)

Menurut Trianto model pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang membutuhkan penyelidikan dan penyelesaian nyata didasarkan pada permasalahan.61 Sedangkan menurut Rusman PBL merupakan inovasi dalam pembelajaran yang disebabkan karena kemampuan berpikir siswa melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis sehingga siswa dapat memberdayakan, menguji, mengasah, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan.62 Proses PBL ini merupakan bagian dari pembelajaran mengelola diri sebagai sebuah kecakapan hidup. Selain dapat memberikan kecakapan hidup bagi siswa, ia juga dapat mengatasi masalah yang ada di lingkungan.63 Langkah-Langkah Problem Based Learning:

1. Mengorientasikan Siswa pada Masalah

Dalam hal ini guru membahas tujuan pembelajaran, mendeskripsikan dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah.

2. Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar

Disamping mengembangkan pemecahan masalah guru membantu siswa untuk mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar.

3. Membantu Investigasi Mandiri/Kelompok

Setelah itu guru mendorong siswa mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen dan mencari penjelasan dan solusi.

4. Mengembangkan dan Mempresentasikan Hasil

Selanjutnya adalah guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan hasil-hasil yang tepat berupa

61 Trianto, “Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi dan Implementasinya Dalam KTSP” (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 90.

62 Rusman, “Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru

(Jakarta: Rajawali Pers cet 5, 2014), h. 229.

63 M. Taufiq Amir, “Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning”, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009) hal. 85.

25

laporan, rekaman, dan model-model untuk membantu mereka menyajikan kepada orang atau kelompok.

5. Menganalisa dan mengevaluasi proses mengatasi masalah

Terakhir adalah guru membantu siswa untuk melakukan refleksi terhadap investigasinya dan proses-proses yang mereka gunakan.64

c. Pembelajaran Berbasis Projek (Project Based Learning)

Model project based learning adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan suatu proyek dalam pembelajaran yang bertujuan agar siswa bisa lebih tertarik lagi dalam belajar.65 Model pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang melibatkan proyek. Dimulai dari bagaimana membuat perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.66 Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Projek:

1. Dimulai Pertanyaan Esensial

Pertama mengambil topik sesuai realitas dan dimulai dengan investigasi untuk memancing pengetahuan, tanggapan, kritik dan ide siswa terkait tema proyek yang akan diangkat.

2. Perencanaan Aturan Pengerjaan Projek

Dengan perencanaan inilah dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial yang digunakan dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu dalam penyelesaian projek.

3. Membuat Jadwal

Guru dan siswa berkolaboratif dalam menyusun jadwal aktivitas untuk menyelesaikan projek agar bisa mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan dalam pengerjaan projek.

64 Rusman, “Model-Model Pembelajaran”, (Jakarta: Raja Grafindo, 2011), h. 243.

65 Risa Agustin, “Kamus Ilmiyah Populer”, (Surabaya : Serba Jaya, 2010), 440

66 Daryanto, “Pendekatan Pembelajaran saintifik kurikulum 2013”, (Yogyakarta:

Penerbit Gava Media, 2014) h. 42.

26

4. Memonitoring Perkembangan Projek Siswa

Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas siswa selama menyelesaikan projek dengan cara memfasilitasi hasil kerja siswa.

5. Penilaian Hasil Kerja Siswa

Penilaian ini dilakukan untuk membantu guru dalam menakar ketercapaian standard dan berperan dalam mengevaluasi kemajuan siswa, memberikan umpan balik terkait pemahaman yang sudah dicapai dan membantu siswa dalam menyusun strategi pembelajarn.

6. Evaluasi Pengalaman Siswa

Pada akhir proses pembelajaran, guru dan siswa melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil yang sudah dijalankan. Pada tahap ini siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalaman selama menyelesaikan projek.67

D. Konten Buku Teks Kurikulum 2013 dan Pendekatan Saintifik

Konten buku terdiri dari dua jawaban penilaian yaitu “terpenuhi dan

“tidak terpenuhi”. Pilihan ini didasarkan pada pedoman penilaian dengan skala Guttman, yaitu skala yang membutuhkan jenis jawaban afirmatif seperti jawaban benar atau salah, ya atau tidak, pernah atau tidak pernah, tinggi atau rendah, baik atau buruk, dan sebagainya. Sementara jawaban positif seperti misalnya setuju, benar, ya, pernah dan semacamnya diberi skor 1, sedangkan jawaban negatif seperti tidak setuju, salah, atau tidak, tidak pernah dan lainnya diberi skor 0.68

Tabel 2.2 Deskripsi Penskoran

Skor Status Keterangan

1 Terpenuhi Indikator buku terpenuhi 0 Tidak Terpenuhi Indikator buku tidak terpenuhi

67 Trianto Ibnu Badar Al-Tabany, “Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif dan Kontekstual: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada kurikulum 2013 (kurikulum tematik Integratif)”, (Jakarta: Kencana, 2014), h. 52-53.

68 Djaali, P. M., “Pengukuran dalam Bidang Pendidikan”, (Jakarta: PT. Grasindo, 2008), hlm. 28.

27

Selanjutnya ada indikator yang harus dipenuhi dalam penelitian ini adalah menilai kesuaian konten tersebut dengan pendekatan saintifik.

Indikator ini diperoleh dari penjelasan penerapan pendekatan saintifik pada Bab 2 kajian teori halaman 23.

Tabel 2.3 Deskripsi Indikator

No Aspek Indikator Keterangan

1. Langkah Pembelajaran

Mengamati Mengamati dengan cara apakah ada teks dalam buku tersebut yang mengarahkan siswa untuk melakukan pengamatan dengan melihat objek dan bentuk permisalan dalam kehidupan yang ada.

Menanya Bertanya terhadap hal yang di amati sebelumnya ataukah ada pertanyaan yang muncul dalam buku teks tersebut Menggali

Informasi

Memahami dengan cara apakah ada aktivitas atau contoh soal yang mengarah pada informasi yang ingin dicapai.

Menalar Mengolah informasi dengan hasil berupa jawaban atau soal lain yang harus di kerjakan.

Mengkomuni kasikan

Menyampaikan hasil pengamatan dan kesimpulan berdasarkan analisis sebelumnya atau diskusi kelompok.

2. Model

Pembelajaran

Discovery Learning

Model pembelajaran yang lebih mengacu pada konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui.

28 Problem

Based Learning

Model pembelajaran yang menekankan siswa untuk memecahkan suatu masalah atau contoh perbandingan yag sesuai dengan materi.

Project Based Learning

Model pembelajaran yang melibatkan siswa dalam kegiatan projek yaitu dengan membuat kelompok diskusi.

29 BAB III

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yakni penelitian yang menitikberatkan pada kegiatan ontologis, data yang dikumpulkan berupa kata-kata, kalimat atau gambar yang memiliki makna dan mampu memunculkan suatu gambaran yang lebih nyata daripada sekedar angka atau frekuensi.69 Dalam penelitian ini dilakukan suatu analisis yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan sebuah persentase terhadap keseuaian buku yakni buku teks matematika Kelas VII Semester I Kurikulum 2013 berdasarkan implementasi pendekatan saintifik.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu. Adapun penelitian dilakukan dengan menganalisis Konten Buku Teks Matematika Siswa Kelas VII Semester 1. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 25 April 2022.

C. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu buku siswa matematika kelas VII semester 1 yang berjudul “Matematika Studi dan Pegajaran Untuk Kelas VII SMP/MTs”, diterbitkan oleh PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, Solo pada tahun 2019 dan disusun oleh Umi Salamah.

Editor Suwarni, perancang kulit Daru Sukamto, perancang tatak letak isi Iwan Surya, dan penata letak isi Nurhidayati.

D. Prosedur Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menelaah isi dokumen. Prosedur pengumpulan data dalam menjawab permasalahan penelitian adalah sebagai berikut:

69 Farida Nugrahani, “Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa”, (Surakarta: tp., 2014), hal. 96.

30

1. Mengambil buku teks matematika yang ingin di analisa yakni Buku Teks Matematika Kelas VII Semester I Kurikulum 2013 dengan hak cipta dilidungi undang-undang.

2. Memperoleh informasi atau referensi-referensi perihal pendekatan saintifik baik di buku-buku yang ada, jurnal, dan internet guna meringankan langkah-langkah dalam meneliti.

3. Menyusun instrumen berupa panduan atau pedoman coding atau juga disebut sebagai codebook terkait pelaksanaan langka-langkah saintifik dan penerapan model pembelajaran saintifik.

4. Mengumpulkan data dengan minimal dua orang dengan cara mengecek kesesuaian konten buku yang terdapat dalam Buku Teks Matematika Kelas VII Semester 1 Kurikulum 2013 berdasarkan implementasi pendekatan saintifik.

5. Menganalisa data yang diperoleh.

6. Memperoleh semua hasil data untuk menarik kesimpulan.

E. Analisis Data

Analisis Data yang dilakukan dalam penelitian ini yakni model analisis data interaktif seperti yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman bahwa analisis data memiliki tiga komponen yakni reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan/verifikasi.70 Analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan menjabarkan setiap materi Buku Teks Matematika Kelas VII Semester I Kurikulum 2013 dengan penerapan pendekatan saintifik. Adapun langkah-langkah dalam analisisnya adalah sebagai berikut:

1. Reduksi Data

Peneliti menggunakan proses seleksi, berfokus pada penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis di lapangan. Adapun tahapan-tahapan dalam reduksi data yakni:

a. Menyediakan buku siswa Matematika Kelas VII Semester I Kurikulum 2013.

70 Milles dan Huberman, “Analisis Data Kualitatif”, Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1992, hlm. 16.

31

b. Menentukan dan mempersiapkan setiap materi yang akan di analisis dalam Buku Teks Matematika Kelas VII Semester I Kurikulum 2013.

c. Mengklasifikasikan setiap materi dalam Buku Teks Matematika Kelas VII Semester I Kurikulum 2013 ditinjau dari implementasi saintifik.

2. Sajian Data

Sajian data merupakan kumpulan informasi dengan memberikan kemungkinan-kemungkinan dalam menarik sebuah kesimpulan dan mengambil tindakan. Adapun cara-cara untuk menyajikan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Mensajikan hasil reduksi data pada tiap materi berdasarkan pendekatan saintifik.

b. Memberikan lembar observasi dan buku yang akan diteliti pada teman sejawat dengan beberapa kriteria yaitu : (1) telah menempuh pendidikan S1 Matematika; (2) sedang mengajar di SMP/MTS atau SMA/SMK; dan (3) sudah pernah menganalisis buku teks .71

c. Perhitungan persentase kesesuaian adalah dengan mengkalkulasikan persentase kesesuaian buku dengan kemunculan tiap indikator saintifik antara peneliti 1 dan peneliti 2. Perhitungan ini dilakukan menggunakan rumus:

Kategori persentase kesesuain tahap pendekatan saintifik pada buku teks matematika diterapkan dalam tabel berikut ini.

Tabel 3.1 Kategori Kesesuain Buku

Persentase (p) Kategori

p ≥ 80 Sangat Sesuai

60 ≤ p < 80 Sesuai

50 ≤ p < 60 Cukup Sesuai

p < 50 Tidak Sesuai

71Youla Siscasari , FARABI Analisis Isi Buku Teks Matematika Terbitan Erlangga Kelas VIII Semester I Berdasarkan Pendekatan Saintifik, (Universitas Bengkulu:Bengkulu,vol.4 Nomor 1Juni 2021). hal.26.

32

d. Pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan penilaian pada setiap subbab dalam bab himpunan dan bentuk aljabar dan operasinya pada buku matematika kelas VII semester 1 Kurikulum 2013 berdasarkan Pendekatan Saintifik oleh peneliti dan teman sejawat.

e. Menganalisis data dengan memperhatikan tahapan pendekatan saintifik dan mendeskripsikan hal-hal yang perlu di perbaiki penyajian materi pada buku teks sesuai pendekatan saintifik.

f. Membuat kesimpulan dari menganalisis data yang di dapat untuk mengetahui perbaikan di setiap subbab dalam bab himpunan dan bentuk aljabar dan operasinya berdasakan pendekatan saintifik.

3. Verifikasi Data

Untuk mengetahui kesesuaian implikasi pendekatan saintifik yang ditawarkan dalam buku siswa matematika kurikulum 2013 kelas VII Semester 1 maka ditarik kesimpulan dari hasil penyajian data.

F. Pengecekan Keabsahan Data

Untuk menguji keabsahan data dengan menggunakan uji kesepakatan (uji kappa). Di uji keabsahan datanya menggunakan uji kesepakatan (uji kappa) dengan rumus sebagai berikut:

K =

( ) ( ) ( )

Keterangan:

K : Indeks kappa

( ) : persentase jumlah pengukuran yang konsisten antar penilai/

pengamat/ teman sejawat.

( ) : persentase jumlah perubahan pengukuran antar penilai.

Tabel 3.2 Interpretasi Kappa

Indeks Kappa Kategori

k < 0.40 Buruk

0.40 < k ≤ 0.60 Cukup

0.60 < k ≤ 0.75 Baik

k > 0,75 Sangat Baik

33 Keterangan:

1. Jika indeks kappa k < 0.40 maka kategori kesesuaian hasil analisis antara peneliti dan teman sejawat adalah buruk, sehinnga perlu di analisis kembali.

2. Jika indeks kappa 0.40 < k ≤ 0.60 maka kategori kesesuaian hasil analisis antara peneliti dan teman sejawat adalah cukup sehingga analisis diterima.

3. Jika indeks kappa 0.60 < k ≤ 0.75 maka kategori kesesuaian hasil analisis antara peneliti dan teman sejawat adalah baik sehingga analisis diterima.

4. Jika indeks kappa k > 0,75 maka kategori kesesuaian hasil analisis antara peneliti dan teman sejawat adalah sangat baik sehingga analisis diterima.72

72 Ibid hal, 27.

34 BAB IV

PAPARAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Paparan Data

1. Judul Buku

Buku teks ini berjudul “Matematika – Studi dan Pengajaran”. Buku teks ini adalah Buku Teks Matematika Kelas VII Semester I dan II. Walaupun dalam judul buku ini tidak ada keterangan buku siswa tetapi dalam buku ini dipersiapkan penulis dalam rangka implementasi 2013.

2. Penulis dan Penelaah Buku

Penulis dalam buku teks matematika ini adalah Umi Salamah dan penelaah yang memeriksa buku tersebut adalah Suwarni.

3. Penerbitan Buku

Pada Katalog Dalam Terbitan (KDT) bahwa buku ini diterbitkan oleh PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri dengan ISBN: 978-602-320-165-5 (no. jil. lengkap), 978-602-320-166-2 (jil. 1), Solo pada tahun 2019. Buku ini merupakan buku terbaru cetakan ke-1 yang terdiri dari 418 halaman dan disusun dengan huruf Times News Roman dengan ukuran 12 pt.

4. Penyajian Buku

Terdapat beberapa unsur dalam penyajian buku ini diantaranya adalah halaman judul, disklaimer, kata pengantar, daftar isi, mateti pokok dan daftar kegiatan, daftar pustaka, glosarium, indeks dan profil (penulis, editor dan illustrator).

35 5. Isi Buku

Buku teks matematika kelas VII semester 1 dan 2 terdiri dari sebelas bab antara lain:

a. Bab I membahas tentang bilangan bulat dan terdiri dari 9 sub bab yaitu bilangan bulat, penjumlahan bilangan bulat, sifat-sifat penjumlahan pada bilangan bulat, invers jumlah atau lawan suatu bilangan, pengurangan bilamgan bulat, perkalian bilangan bulat, pembagian bilangan bulat, operasi hitung campuran dan bilangan bulat berpangkat.

b. Bab II membahas tentang pecahan dan terdiri dari empat sub bab yaitu bilangan pecahan, perbandingan, bentuk, decimal, dan persen, operasi hitung pada pecahan dan urutan operasi hitung.

c. Bab III membahas tentang himpunan dan terdiri dari delapan sub bab yaitu himpunan dan notasinya, anggota himpunan, himpunan kosong dan himpunan bagian, himpunan semesta, diagram venn, operasi pada himpunan, penerapan himpunan, dan sifat-sifat operasi himpunan.

d. Bab IV membahas tentang bentuk aljabar dan operasinya dan terdiri dari empat sub bab yaitu bentuk aljabar, pecahan dalam bentuk aljabar, operasi perkalian bentuk aljabar dan pemfaktoran.

e. Bab V membahas tentang persamaan dan pertidaksamaan linear satu varibael dan terdiri dari tiga sub bab yaitu kalimat terbuka, persamaan linear satu variabel dan pertidaksamaan linear satu variabel.

f. Bab VI membahas tentang perbadingan dan terdiri dari lima sub bab yaitu perbandingan dan skala, perbandingan seharga (senilai), perbandingan berbalik harga (berbalik nilai), membedakan perbandingan senilai dan berbalik nilai dengan menggunakan tabel data, grafik, dan persamaan, penerapan perbandingan.

g. Bab VII membahas tentang aritmetika sosial dan terdiri dari empat bab yaitu nilai keseluruhan dan nilai per unit, harga pembelian, harga penjualan, untung, dan rugi, rabat (diskon), bruto, tara, dan neto, bunga tunggal dan pajak.

36

h. Bab VIII membahas tentang garis dan sudut dan terdiri dari empat sub bab yaitu sudut, garis, hubungan antara garis dan sudut, ruas garis.

i. Bab IX membahas tentang segi empat dan terdiri dari dua sub bab yaitu mengenal bangun segi empat, keliling dan luas bangun segi empat.

j. Bab X membahas tentang segitiga dan terdiri dari tujuh sub bab yaitu mengenal segitiga dan unsur-unsurnya, jenis-jenis segitiga, jumlah sudut pada segitiga, garis-garis pada segitiga, melukis segitga sama kaki dan segitiga sama sisi, sudut dalam dan sudut luar segitiga, keliling dan luas segitiga.

k. Bab XI membahas tentang penyajian dan terdiri dari dua sub bab yaitu pengumpulan data dan penyajian data.

B. Analisis Data

Analisis dalam penelitian ini adalah kesesuaian buku yang terdiri dari dua jawaban penilaian yaitu “terpenuhi dan “tidak terpenuhi”. Pilihan ini didasarkan pada pedoman penilaian dengan skala Guttman, yaitu skala yang membutuhkan jenis jawaban afirmatif seperti jawaban benar atau salah, ya atau tidak, pernah atau tidak pernah, positi atau negatif, tinggi atau rendah, baik atau buruk, dan sebagainya. Sementara jawaban positif seperti misalnya setuju, benar, ya, pernah dan semacamnya diberi skor 1, sedangkan jawaban negatif seperti tidak setuju, salah, atau tidak, tidak pernah dan lainnya diberi skor 0.73

Tabel 4.1 Deskripsi Penskoran

Skor Status Keterangan

1 Terpenuhi Indikator buku terpenuhi 0 Tidak Terpenuhi Indikator buku tidak terpenuhi

73 Djaali, P. M., “Pengukuran dalam Bidang Pendidikan”, (Jakarta: PT. Grasindo, 2008), hlm. 28.

Dokumen terkait