• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Penelitian

Dalam dokumen 16.2500.023.pdf - Repository IAIN PAREPARE (Halaman 30-35)

KATA PENGANTAR

1.3 Tujuan Penelitian

Pada dasarnya segala sesuatu hal yang dilakukan mempunyai tujuan, dimana tujuan tersebut dicapai setelah melakukan suatu kegiatan, demikian pula halnya dengan kegiatan Penelitian ini juga mempunyai tujuan yang ingin dicapai.

Adapun Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Untuk mengetahui Analisis jarimah Qishash Terhadap Pertimbangan- pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor. 221/Pid.B/2016/PN.Pre 2. Untuk mengetahui implementasi konsep qishash dalam kasus

pembunuhan berencana Putusan Nomor. 221/Pid.B/2016/PN.Pre

3. Untuk mengetahui Analisis jarimah Qishash Terhadap Eksekusi Terpidana Pembunuhan Berencana dalam Putusan Nomor.

221/Pid.B/2016/PN.Pre 1.4 Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan Penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.4.1 Bagi Penyusun

Secara teoritis Penelitian dibuat sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Srata Satu (S1) Hukum Pidana Islam pada Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare.

Secara praktis sebagai bahan untuk memperluas wawasan dan khazanah keilmuan bagi penulis, mahasiswa, dan masyarakat dalam memperoleh ilmu pengetahuan khususnya di bidang hukum pidana Islam.

1.4.2 Bagi Pembaca

Diharapkan bagi siapa saja yang membaca Penelitian ini agar kiranya dapat menambah pemahaman mengenai tindak pidana pembunuhan berencana dalam konsep hukum pidana islam.

Diharapkan bagi siapa saja yang membaca Penelitian ini agar kiranya dapat menjadi Penelitian dasar untuk Penelitian selanjutnya.

1.4.3 Bagi Institut Terkait

Sebagai masukan bagi institusi terkait, yaitu Pengadilan Negeri Parepare

7 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu

Riswandi Rahmat R “Tinjauan Yuridis Terhadap Pidana Pembunuhan Berencana (Studi Kasus Putusan Nomor: 78/Pid.B/2014/PN.Mks)” Penelitian ini fokus pada masalah bagaimana penerapan unsur-unsur tindak pidana pembunuhan berencana berdasarkan pasal 340 KUHP dalam putusan No.78/Pid.B/2014/PN.Mks?

dan bagaimana pertimbangan majelis hakim dalam penjatuhan hukuman terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dalam perkara putusan No.78/Pid.B/2014/PN.Mks?

Hasil Penelitian ini dikemukakan bahwa penerapan unsur-unsur tindak pidana pembunuhan berencana berdasarkan pasal 340 KUHP dalam putusan No.78/Pid.B/2014/PN.Mks adalah tepat. Jaksa penuntut umum menggunakan dakwaan yaitu dakwaan kesatu primair pasal 340 KUHP, dakwaan subsidiair 338 KUHP, dakwaan lebih subsidiair 351 ayat (3) KUHP dan dakwaan kedua 285 KUHP.

Diantara pasal-pasal yang ditawarkan oleh Jaksa Penuntut Umum tersebut, dengan mempertimbangkan dakwaan kesatu primair yang terbukti secara sah dan meyakinkan dilakukan oleh terdakwa. Selanjutnya, Pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan Nomor.78/Pid.B/2014/PN.Mks menurut penulis sudah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku seperti yang diharapkan oleh penulis.

Karena berdasarkan keterangan saksi dan terdakwa yang sah, yang dalam kasus yang diteliti penulis ini, Majelis Hakim berdasarkan fakta dipersidanagn menilai bahwa terdakwa dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan pertimbangan bahwa pada saat terdakwa melakukan perbuatannya dengan pertimbangan bahwa

pada saat terdakwa melakukan perbuatannya terdakwa dalam keadaan dan mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh perbuataanya.8

Persamaan dengan Penelitian yang akan dikaji adalah sama-sama menjelaskan tentang Pembunuhan Berencana, adapun perbedaan Penelitian yang akan dikaji adalah menjelaskan tentang Analisis jarimah Qishas Terhadap Eksekusi Terpidana Pembunuhan Berencana dalam Putusan Nomor. 221/Pid.B/2016/PN.Pre dan implementasi konsep qishas dalam kasus pembunuhan berencana Putusan Nomor. 221/Pid.B/2016/PN.Pre. Sementara dari Penelitian sebelumnya menjelaskan tentang penerapan unsur-unsur tindak pidana pembunuhan berencana berdasarkan pasal 340 KUHP dalam putusan No.78/Pid.B/2014/PN.Mks dan pertimbangan majelis hakim dalam penjatuhan hukuman terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dalam perkara putusan No.78/Pid.B/2014/PN.Mks .

Ghalib Oktawa Putra, “Analisis Hukum Pidana Islam Terhadap Pembunuhan dan Penganiayaan Luka Berat Berencana (Studi Direktori Putusan Nomor 625/Pid.B/2014/Pn.Btm)”. Penelitian ini fokus pada masalah analisis Hukum Pidana Islam terhadap Pembunuhan Dan Penganiyan Luka Berat Berencana.

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Putusan hakim dalam putusan nomor 625/pid.b/2014/pn.Btm. dalam Hukum Pidana Islam termasuk pembunuhan disengaja dan penganiayaan disengaja. dalam Hukum Pidana Islam sendiri perbuatan terdakwa masuk dalam hukuman pokoknya adalah qishash. Apabila korban atau keluarga korban/ahli waris memaafkan maka terdakwa harus membayar diyat berupa ganti rugi. Diyat atau ganti rugi nilainya diserahkan kepada keputusan ulil amri atau

8 Riswandi Rahmat R “Tinjauan Yuridis Terhadap Pidana Pembunuhan Berencana (Studi Kasus Putusan Nomor: 78/Pid.B/2014/PN.Mks)” (Skripsi Sarjana: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar 2017).

9

hakim. Sedangkan bisa juga hukuman bebas untuk terdakwa asalkan mendapatkan pemaafan dari keluarga korban. Dengan demikian menurut hukum pidana Islam putusan Pengadilan Negeri Batam tentang pembunuhan berencana dan penganiayaan yang mengakibatkan luka berat oleh terdakwa tersebut mendapatkan hukum Qishash/Diat.

Perbedaan dengan Penelitian yang akan dikaji adalah menjelaskan tentang analisis jarimah qishash terhadap pembunuhan berencana. Sementara dari Penelitian sebelumnya menjelaskan tentang analisis hokum pidana islam terhadap pembunuhan dan penganiayaan luka berat berencana.9

Mardian Ari Saputra, “Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Karena Overmacht Dalam Perspektif Fiqh Jinayah”. Penelitian ini mengajukan permasalahan 1. Bagaimana tinjauan fiqh jinayah terhadap sanksi bagi pelaku tindak pidana pembunuhan karena Overmacht? 2. Bagaimana Sanksi overmacht dalam tindak pidana pembunuhan dalam hukum pidana Indonesia?

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dalam menetapkan sanksi hukum bagi pelaku overmacht dalam tindak pidana pembunuhan dalam fiqh jinayah lebih menitikberatkan pada tindak pidana pembunuhan, karena adanya overmacht tidak dapat mempengaruhi hukuman. Sanksi hukuman Pelaku pembunuhan overmacht dalam Islam terdapat perbedaan munurut ulama, ulama Malikiyah dan Hanabilah bagi orang yang memaksa dan dipaksa membunuh keduanya dihukum qishash alasannya keduanya bersekutu, sedangkan sedangkan menurut ulama syafii hukuman bagi orang

9 Ghalib Oktawa Putra “Analisis Hukum Pidana Islam Terhadap Pembunuhan dan Penganiayaan Luka Berat Berencana (Studi Direktori Putusan Nomor 625/Pid.B/2014/Pn.Btm)”

(Skripsi Sarjana: Jurusan Hukum Publik islam Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Ampel 2018).

yang dipaksa membunuh adalah takzir dan menurut Abu Yusuf orang yang memaksa dan dipaksa hukumanya diyat karena pemaksa bukan pelaku dan yang terpaksa dasar perbuatan bukan lahir dari dirinya.

Perbedaan dengan Penelitian yang akan dikaji adalah menjelaskan tentang analisis jarimah qishash terhadap pembunuhan berencana. Sementara Penelitian sebelumnya menjelaskan tentang Sanksi Pidana Terhadap Pelaku Tindak Pidana Pembunuhan Karena Overmacht Dalam Perspektif Fiqh Jinayah.10

2.2 Tinjauan Teoritis

Dalam dokumen 16.2500.023.pdf - Repository IAIN PAREPARE (Halaman 30-35)

Dokumen terkait