IX. Sosialisasi Per Undang-Undangan Terkait
9.2 Tujuan
Sebagai bentuk penyadaran kepada masyarakat melalui penyerbarluasan produk peraturan perundang-undangan kepada masyarakat sehingga memudahkan masyarakat mengetahui dan memahami informasi dari produk hukum terbaru terkait perikanan.
9.3. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Dalam rangka mensosialisasikan regulasi dan peraturan terkait sektor kelautan dan
perikanan, beberapa hal ini dapat dilakukan oleh Penyuluh Perikanan :
64 1) mencari sumber informasi pada :
http://infohukum.kkp.go.id/index.php/
hukum/
Beberapa peraturan yang perlu disosialisasikan :
a. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia nomor 39/Permen-KP/2017 tentang Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan;
b. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1/Permen-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus pelagicus spp.);
c. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 2/Permen-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia;
d. Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/Permen-KP/2014 Tentang Penghentian Sementara (Moratorium) Perizinan Usaha Perikanan Tangkap Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.
65 2) Mengidentifikasi kebutuhan sasaran yang
sesuai kepada regulasi atau peraturan yang telah ditetapkan;
3) Memberikan pemahaman dan penyadaran kepada pelaku utama dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan. Beberapa metoda dalam proses ini :
a. Menyediakan berbagai media sosialisasi, seperti, brosur, leaflet, poster, CD, dan sebagainya, serta mendistribusikan media tersebut Memasang poster pada papan papan pengumuman dan menyediakan brosur.
1) Leaflet sering juga disebut pamphlet merupakan sehelai kertas dari bahan agak kaku yang mudah dilipat sebagai sarana untuk menginformasi dan mengkomunikasikan produk, jasa, layanan, proses atau prosedur tertentu.
2) Poster berbeda dengan media komunikasi lainnya yakni bahwa poster harus dapat dibaca orang yang sedang bergerak (berkendara atau berjalan kaki) sedangkan brosur, booklet dirancang untuk dibaca secara khusus, sambil duduk atau diam sesaat sambil berdiri. Oleh karena itu poster harus dapat menarik perhatian pembacanya seketika, dan
66 dalam hitungan detik, pesannya harus dimengerti.
3) Billboard adalah bentuk media komunikasi luar ruang dengan ukuran besar yang diletakkan di tempat tertentu yang tinggi dan ramai dilalui orang.
4) Banner yang ukurannya dua hingga empat kali lipat poster atau bahkan lebih besar lagi. Banner ini tidak ditempel di dinding melainkan dipasang pada dudukannya sehingga mudah dipindah pindah. Banner umumnya di pasang di ruang layanan umum
b. Menayangkan pada blogger dan/atau web pada internet.
67 X. PENDAMPINGAN PELESTARIAN SUMBER
DAYA LINGKUNGAN
10.1. Latar Belakang
Lingkungan adalah kawasan hidup manusia, hewan, dan tumbuhan yang mempengaruhi perkembangan kehidupan baik langsung maupun tidak langsung. Pelestarian Lingkungan merupakan upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup terhadap tekanan perubahan dan dampak negatif yang ditimbulkan suatu kegiatan, serta menjaga kestabilan lingkungan untuk menjadi tempat hidup manusia, hewan dan tumbuhan.
Lingkungan bisa kita bedakan menjadi lingkungan biotik, abotik dan sosial. Biotik adalah makhluk hidupnya (manusia, hewan dan tumbuhan) sementara abiotik adalah yang bukan makhluk hidup (udara, tanah, air, gedung, jalan raya, rumah dan lain - lain). Yang ketiga lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem interaksi yang besar peranannya dalam membentuk karakter kepribadian seseorang. Pengkategorian lingkungan ini sangat saling terkait dan saling mempengaruhi.
Pengelolaan sumber daya alam seharusnya mengacu kepada aspek konservasi
68 dan pelestarian lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam yang hanya berorientasi ekonomi hanya membawa efek positif secara ekonomi tetapi menimbulkan efek negatif bagi kelangsungan kehidupan umat manusia. Oleh karena itu pembangunan tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi tetapi juga memperhatikan aspek etika dan sosial yang berkaitan dengan kelestarian serta kemampuan dan daya dukung sumber daya alam.
Pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup menjadi acuan bagi kegiatan berbagai sektor pembangunan agar tercipta keseimbangan dan kelestarian fungsi sumber daya alam dan lingkungan hidup sehingga keberlanjutan pembangunan tetap terjamin.
Pemanfaatan sumber daya alam seharusnya memberi kesempatan dan ruang bagi peran serta masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam satu dekade ini, secara umum, sumber daya alam dan lingkungan hidup banyak mengalami tekanan di hampir seluruh wilayah tanah air. Tekanan lingkungan hidup didominasi oleh berbagai bencana alam, kerusakan sumber daya alam, dan menurunnya fungsi lingkungan hidup sebagai unsur penting dalam penyangga kehidupan. Pengelolaan sumber daya hutan dihadapkan pada permasalahan makin berkurangnya luasan
69 hutan dan rusaknya ekosistem Perairan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang disebabkan maraknya penebangan ilegal dan konversi lahan. Hal serupa juga terjadi dalam pengelolaan sumber daya kelautan. Illegal fishing (terutama di Zona Ekonomi Eksklusif-ZEE) dan penambangan pasir laut illegal merugikan negara.
Permasalahan lainnya adalah pencemaran dan rusaknya ekosistem pesisir dan laut di beberapa wilayah. Deforestrasi hutan mangrove, degradasi terumbu karang, dan padang lamun di kawasan pesisir dan laut mengakibatkan erosi pantai dan berkurangnya keanekaragaman hayati laut.
10.2. Tujuan
Dengan memperhatikan permasalahan dan kondisi sumber daya perairan dan lingkungan hidup dewasa ini, maka tujuan pendampingan pelestarian sumber daya perairan dan lingkungan hidup ditujukan pada upaya: (1) mengelola sumber daya perairan, baik yang dapat diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui melalui penerapan teknologi ramah lingkungan dengan memperhatikan daya dukung dan daya tampungnya, (2) memberdayakan masyarakat dan kekuatan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya perairan dan lingkungan hidup bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, (3) memelihara kawasan konservasi yang sudah
70 ada dan menetapkan kawasan konservasi baru di wilayah tertentu, dan (4) mengikutsertakan masyarakat dalam rangka menanggulangi permasalahan lingkungan.
10.3. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan a) Penyadaran Masyarakat
Penyadaran masyarakat melalui kampanye dan penyuluhan secara langsung dan terus menerus. Upaya kampanye dan penyuluhan yaitu :
a. Memberikan penyadaran dan pemahaman tentang bahaya pencemaran laut
b. Memberikan penyadaran dan pemahaman tentang pemanfaatan sumberdaya ikan yang lestari dan berkelanjutan
c. Mendorong masyarakat untuk hidup bersih guna menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup
d. Mendorong masyarakat untuk berperan serta dalam pengendalian pencemaran laut
e. Kampanye dan penyebarluasan informasi terhadap seluruh lapisan masyarakat f. Penyuluhan dan penyadaran langsung
terhadap masyarakat untuk hidup bersih guna pengendalian pencemaran laut dan guna menjaga kelestarian fungsi lingkungan perairan pesisir dan laut.
71 b) Mendampingi Rehabilitasi Kawasan
Penerapan penanaman mangrove atau vegetasi pantai lainnya yang dapat berfungsi sebagai pengendali pencemaran laut atau untuk rehabilitasi kawasan pantai secara keseluruhan. Diharapkan dengan semakin banyaknya vegetasi mangrove dapat meningkatkan wilayah-wilayah tempat ikan melakukan spawning ground.
c) Sosialisasi Pengaturan Pengelolaan Sumberdaya Ikan
Kondisi potensi sumberdaya ikan yang sudah mengalami over fishing harus segera diberlakukan pengaturan pemanfaatan sumberdaya ikan sebagai berikut :
a. Sosialisasi Pembatasan alat tangkap (restriction on gears)
Ditujukan untuk melindungi sumberdaya ikan dari penggunaan alat tangkap yang bersifat merusak atau destruktif. Disamping itu, kebijakan ini juga dapat dilakukan dengan alasan sosial politik untuk melindungi nelayan yang menggunakan alat tangkap yang kurang atau tidak efisien.
b. Sosialisasi Penutupan area (closed season) Kebijakan ini pada dasarnya mempunyai pengertian menghentikan kegiatan penangkapan ikan di suatu perairan. Kebijakan ini dapat bersifat permanen, atau dapat juga berlaku dalam
72 kurun waktu tertentu. Dampak dari kebijakan ini relatif sama dengan kebijakan penutupan musim. Dalam hal ini terdapat beberapa negara menerapkan kebijakan ini untuk kapal ikan dengan ukuran tertentu dan atau alat tangkap tertentu.
c. Sosialisasi Pembatasan ukuran ikan yang didaratkan
Bentuk kebijakan ini pada hakekatnya lebih ditujukan untuk mencapai atau mempertahankan struktur umur yang paling produktif dari stok ikan. Hal ini dilakukan dalam rangka memberi kesempatan pada ikan yang masih muda untuk tumbuh, dan bertambah nilai ekonominya serta kemungkinan berproduksi sebelum ikan tersebut ditangkap. Kebijakan ini akan berdampak pada komposisi dari hasil tangkapan dan ukuran individu ikan yang tertangkap.
d) Sosialisasi Penataan Zona Wilayah Laut Untuk pemanfaatan sumberdaya ikan yang lestari dan berkelanjutan, perlu dilakukan penataan ruang wilayah pesisir, pantai dan laut bagi kesesuaian pemanfaatannya. Penataan ruang dan zona meliputi lokasi yang sesuai bagi konservasi (zona inti), pemanfaatan (penangkapan ikan, budidaya, dan wisata), serta penyangga.
73 e) Sosialisasi dan Pendampingan Mata
Pencaharian Alternatif
Pengurangan jumlah unit usaha penangkapan ikan dalam rangka menjaga kelestarian sumberdaya ikan karena pemanfaatannya sudah overexploited, memberikan dampak pada berkurangnya jumlah tenaga kerja pada usaha perikanan tangkap dan harus beralih pada usaha lainnya. Untuk mengatasi permasalahan ini perlu dikembangkan mata pencaharian alternatif. Program ini dapat berjalan melalui kegiatan : (1) identifikasi dan uji coba usaha skala kecil; (2) memberikan dukungan teknis dibidang keterampilan pengelolaan usaha skala kecil; (3) menyediakan bantuan permodalan ; dan (4) membantu perluasan jaringan pemasaran.
74 XI. PENDAMPINGAN BANTUAN
PEMERINTAH 11.1. Latar Belakang
Sesuai Permen KP Nomor 70 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Dalam Rangka Penyaluran Bantuan Pemerintah Di Kementerian Kelautan Dan Perikanan yang didefinisikan sebagai bantuan pemerintah adalah bantuan yang tidak memenuhi kriteria bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada perseorangan, kelompok masyarakat atau lembaga pemerintah atau non pemerintah.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan bentuk Bantuan Pemerintah bidang kelautan dan perikanan sebagai berikut :
a. pemberian penghargaan;
b. pemberian beasiswa;
c. bantuan operasional;
d. bantuan sarana/prasarana;
e. bantuan rehabilitasi/pembangunan gedung/ bangunan;
f. bantuan pembayaran premi asuransi jiwa, asuransi perikanan, dan asuransi pergaraman; dan
g. bantuan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dan konservasi.
75 Pemberian Bantuan Pemerintah dapat diserahkan kepada perorangan dan/atau kelompok yang memenuhi kriteria sesuai peraturan yang ditetapkan Pemerintah,
Undang-Undang Nomor 7 tahun 2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam mengamanahkan bahwa bantuan pemerintah merupakan salah satu bentuk pemberdayaan kepada para pelaku utama dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan. Sementara itu pendampingan dan penyuluhan merupakan salah satu strategi pemberdayaan. Sehingga peran Penyuluh Perikanan dalam melakukan pendampingan Bantuan Pemerintah merupakan kepentingan Pemerintah dan Pemerintah Daerah dalam melakukan pemberdayaan kepada para pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan.
Dalam rangka pendampingan Bantuan Pemerinah, Penyuluh Perikanan memiliki peran penting mulai hulu sampai hilir, meliputi identifikasi, verifikasi dan pendampingan pasca pemberian bantuan.
11.2. Tujuan
Tujuan Pedoman Pendampingan Bantuan pemerintah adalah sebagai acuan :
76 1. Bagi Penyuluh Perikanan dalam melakukan pendampingan dan penyuluhan atas Bantuan Pemerintah yang diberikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan; dan
2. Bagi stakeholders dalam mensinergikan bantuan pemerintah dalam menyalurkan bantuan pemerintah kepada calon penerima.
11.3. Tahapan Pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan pendampingan Bantuan Pemerintah oleh penyuluh Perikanan sebagai berikut :
1. Identifikasi calon penerima Bantuan Pemerintah
a) Mengumpulkan data primer dan data sekunder terkait calon penerima Bantuan Pemerintah;
b) Mendampingi penguatan kelompok penerima bantuan menjadi koperasi sektor kelautan dan perikanan dan/atau kelompok berbadan hukum;
2. Melakukan verifikasi calon penerima Bantuan Pemerintah
a) Melakukan survei dan kroscek lapangan terhadap calon penerima bantuan yang ditetapkan Pemerintah;
77 b) Mendampingi kelengkapan berkas usulan calon penerima Bantuan Pemerintah;
c) Melakukan koordinasi dengan Dinas yang membidangi urusan perikanan dalam hal penyaluran bantuan pemerintah;
3. Melakukan pendampingan dan penyuluhan pasca pemberian Bantuan Pemerintah
a) Mendampingi dan melakukan penyuluhan kepada penerima Bantuan Pemerintah;
b) Melaporkan pemanfaatan Bantuan Pemerintah kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Cq. Puslatluh KP dan Eselon I terkait lingkup KKP;
c) Membantu monitorng dan evaluasi pemanfaatan bantuan pemerintah;
4. Membantu dalam penyelesaian berita acara penerimaan bantuan (BAST)
a) Mendampingi kelengkapan berkas;
b) Melakukan koordinasi dengan dinas;
c) Mendampingi proses pengesahan berita acara.
78 XII. PELAPORAN
12.1. Latar Belakang
Penyuluh perikanan mempunyai peran strategis dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Dalam pelaksanaan proses penyuluhan harus dimulai dari pemahaman masyarakat terhadap potensi dan masalah yang dihadapinya, sehingga terdorong untuk mengupayakan pemecahan masalah melalui pengembangan semua potensi yang dimilikinya.
Penyuluh perikanan memiliki tugas untuk melaporkan kegiatan penyuluhan kelutan dan perikanan yang telah dilaksanakan di lapangan.
Laporan kegiatan penyuluhan kelautan dan perikanan seyogyanya menjadi salah satu bahan perumusan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Oleh karenannya laporan yang disusun haruslah mampu memberikan informasi yang akurat, jelas, dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan serta tersedia secara terus menerus dan berkelanjutan.
Untuk memastikan peran penyuluh perikanan di lapangan, maka Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP menginisiasi pelaporan kinerja penyuluhan perikanan melalui aplikasi Pelaporan Online. Laporan penyuluh perikanan adalah laporan hasil kegiatan penyuluhan perikanan ke lapangan yang disusun oleh penyuluh perikanan (PNS dan PPB) setiap bulan
79 melalui aplikasi web, yang menggambarkan hal- hal sebagai berikut:
1. Data Sampling dan Listing;
2. Data binaan Penyuluh Perikanan berupa data kelompok, non kelompok, Usaha Mikro dan Kecil (UMK), dan koperasi;
3. Data kunjungan lapangan, baik kunjungan kepada kelompok, non kelompok, Usaha Mikro dan Kecil (UMK), dan koperasi;
4. Permasalahan utama yang dihadapi oleh pelaku utama baik di bidang perikanan tangkap, perikanan budidaya, penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan, pengelolaan ruang laut, pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan, riset, dan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan, serta karantina dan kemanan hasil perikanan;
5. Upaya-upaya yang telah dilakukan oleh penyuluh perikanan dalam rangka memecahkan permasalahan utama tersebut di atas;
6. Saran atau rekomendasi dari kelompok/perorangan terkait dengan permasalahan-permasalahan tersebut; dan 7. Data Bantuan Pemerintah yang didampingi.
12.2. Tujuan
Tujuan disusunnya pedoman Pelaporan Online ini adalah untuk panduan penyuluh perikanan dalam menginput laporan kegiatan penyuluhan.
80 12.3. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
1. Registrasi
a. Masuk ke aplikasi Pelaporan Penyuluh Perikanan Online melalui link:
http://103.43.45.112/pusluh/.
b. Setelah muncul beranda Pelaporan Penyuluh Perikanan Online, klik
“Registrasi Penyuluh” dan “Registrasi Sekarang” untuk melakukan proses registrasi.
81 c. Lakukan pengisian data pribadi, data pendidikan, dan penempatan (tempat penugasan) secara benar, lengkap dan sesuai dengan dokumen yang masih berlaku. Setelah semua diisi klik
“simpan” . No KTP akan secara otomatis menjadi ‘’ussername’’. Pastikan anda mengingat “Password’’ yang telah dibuat.
82
83 d. Penyuluh yang telah melakukan registrasi, akan muncul pada dashboard “Registrasi Baru”.
e. Selanjutnya admin akan melakukan verifikasi terhadap kelengkapan dan kesesuaian data. Apabila sudah lengkap dan sesuai, admin akan mengisi status registrasi dan catatan kemudian menyimpannya.
84 2. Proses Input Data
a. Setelah diverifikasi oleh admin, Penyuluh Perikanan sudah dapat Login ke aplikasi Pelaporan Penyuluh Perikanan Online untuk input data dengan memasukkan
“username dan password” lalu klik
“Login”.
85
86 b. Beranda Pelaporan Penyuluh Perikanan
akan terbuka
c. Setelah beranda Pelaporan Penyuluh Perikanan terbuka, Penyuluh Perikanan dapat melakukan input data terkait Data Kelompok, Data Non Kelompok, Data UMK, Data Koperasi dan Pelaporan
d. Untuk mengisi Data Kelompok, klik “Data Kelompok” dan “Tambah Data”
e. Selanjutnya akan muncul menu untuk mengisi Data Kelompok. Isi Data Kelompok dengan lengkap dan benar, kemudian klik “simpan”.
f. Untuk mengisi Data Non Kelompok, klik
“Data Non Kelompok” dan “Tambah Data”
g. Selanjutnya akan muncul menu untuk mengisi Data Non Kelompok. Isi Data
87 Kelompok dengan lengkap dan benar, kemudian klik “simpan”.
h. Untuk mengisi Data UMK, klik “Data UMK” dan “Tambah Data”
i. Selanjutnya akan muncul menu untuk mengisi Data UMK. Isi Data UMK dengan lengkap dan benar, kemudian klik
“simpan”.
j. Untuk mengisi Data Koperasi, klik “Data Koperasi” dan “Tambah Data”
k. Selanjutnya akan muncul menu untuk mengisi Data Koperasi. Isi Data Koperasi dengan lengkap dan benar, kemudian klik
“simpan”.
l. Untuk mengisi Data Pelaporan Kunjungan, klik “Pelaporan” dan “Tambah Data”Selanjutnya akan muncul menu untuk mengisi Data Pelaporan Kunjungan.
Isi Data Pelaporan Kunjungan dengan lengkap dan benar, kemudian klik
“simpan”.Contoh rekap pelaporan Penyuluh Perikanan
m. Apabila selesai melakukan proses input data, silahkan klik “Logout” untuk keluar aplikasi Pelaporan Penyuluh Perikanan.
88 Lampiran 1 : format Formulir Permohonan IUMK
KOP KECAMATAN
LEMBAR DEPAN
IZIN USAHA MIKRO DAN KECIL Nomor : IUMK / …. / (kecamatan)/…./20….
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014 tentang Perizinan Untuk Usaha Mikro dan Kecil ( Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 222); Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Izin Usaha Mikro dan Kecil;
Peraturan Bupati/Walikota ... Nomor …. Tahun
…. tentang Pendelegasian Kewenangan Pelaksanaan Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) kepada Camat di Kabupaten/Kota ...
Nama :
Nomor KTP :
Alamat :
Nomor Telepon :
Untuk mendirikan Usaha Mikro dan Kecil yang mencakup perizinan dasar yang
berupa :
Menempati lokasi/domisili, melakukan kegiatan usaha baik produksi maupun
penjualan barang dan jasa, dengan identitas : Nama Perusahaan :
Bentuk Perusahaan :
89
Lanjutan…….
NPWP :
Kegiatan Usaha : Sarana Usaha : Alamat Usaha : (lanjutan)
Jumlah Modal Usaha : Nomor Pendaftaran :
Berlaku Hingga : selama menjalankan usaha
Ditetapkan di : ………
pada tanggal : ……….
Camat …….., (Ttd dan Stempel) Nama Lengkap
Pangkat dan Golongan NIP. ………….
Foto Berwarna
4 x 6
90 LEMBAR BELAKANG
Pemilik Perusahaan/Usaha (Pemegang IUMK) diwajibkan memenuhi ketentuan
sebagai berikut:
1. Apabila melakukan perubahan terhadap alamat usaha, jenis usaha, wajib menyampaikan kepada Pejabat yang memberikan Izin;
2. Menjaga keseimbangan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran lingkungan;
3. Menjaga keamanan dan keselamatan dalam bekerja;
4. Memenuhi dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku berkaitan dengan IUMK;
5. Bila dalam pemberian IUMK ini terdapat kekeliruan/kesalahan di kemudian hari, maka akan diadakan perubahan dan perbaikan sebagaimana mestinya atau dicabut apabila melanggar dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;
91 Lampiran 2.
FORMULIR PERMOHONAN
SURAT IJIN USAHA MIKRO KECIL (IUMK) Kepada Yth.
Camat ………..
di- Tempat
Yang bertanda tangan di bawah ini mengajukan Surat Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK), sebagaimana di maksud dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2014.
1. Permohonan IUMK baru : 2. Permohonan pendaftaran ulang/
perubahan IUMK :
I. Identitas pemilik/pengurus/penanggung jawab
1. Nama :
2. No. KTP :
3. No. telp / fax :
4. EMail :
5. Tempat / tanggal lahir :
6. Alamat :
II. Modal dan Usaha
1. Modal dan nilai kekayaan bersih : (tidak termasuk tanah dan bangunan) 2. Kegiatan usaha atau jenis usaha : 3. Sarana usaha yang digunakan : 4. Jumlah Penjualan (omzet) :
…….. , (tgl-bln-thn) Pemohon (………)
92
Lampiran 3. Kuisioner KUSUKA dan Data Produksi
Tanggal :
Bulan :
Tahun : 2 0
101 Provinsi : ...
102 Kabupaten/Kota *) : ...
103 Kecamatan : ...
104 Desa/Kelurahan *) : ...
105 Nama Pelabuhan : ...
Keterangan: *) Coret yang tidak sesuai
201 Nomor SIPI/Pendaftaran : ...
202 Nama Kapal : ...
203 a. Nama Pemilik/ Perusahaan : ...
b. Jumlah ABK : ...
204 Tanggal Keberangkatan : - - (hh - bb - tttt)
205 Tanggal Kedatangan : - - (hh - bb - tttt)
206 Tanggal Bongkar : - - (hh - bb - tttt)
207 Jenis Alat Tangkap :
a. Alat Tangkap Utama : ...
b. Alat Tangkap Tambahan : ...
208 Wilayah Penangkapan Ikan : 1. W P P - 2. W P P -
209 Daerah Operasi Penangkapan (Perairan) :
1. ...
2. ...
210 Daerah Asal Unit Penangkapan Ikan : 1. Dari Kabupaten Asal 2. Dari Kabupaten Lain, sebutkan ………
211 Jumlah Kapal yang mendarat untuk setiap jenis alat tangkap (ditanyakan kepada Syahbandar): ... unit
401 Nama Responden : ……….
402 No. Telepon/HP : ……….
403 Nama Pengolah Data : ……….
404 Kode Pengolah Data/NIK : ……….
405 Tanggal Pencatatan : ………... s.d ………
406 Posisi Responden : 1. Pemilik Kapal 2. Nahkoda 3. Anak Buah Kapal 4. Lainnya ...
BLOK V: CATATAN
Apa bi l a a da ha l -ha l ya ng memerl uka n ketera nga n l ebi h l a njut, tul i s ka n pa da bl ok i ni . Sel a i n i nforma s i da ri res ponden, Petuga s pengol a h da ta juga bi s a mena mba hka n ca ta ta n untuk memperjel a s ma s a l a h ya ng berka i ta n denga n da fta r i s i a n.
KUESIONER PENDATAAN PENDARATAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN
BLOK I: KETERANGAN TEMPAT PENDARATAN
BLOK II: IDENTITAS KAPAL
BLOK IV: PENGESAHAN
R A H A S I A DATA KP - PT - H
93
301 Alat Tangkap Utama 302 Alat Tangkap Tambahan
1. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 1. ……… ……… ……… ……… ……… ………
2. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 2. ……… ……… ……… ……… ……… ………
3. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 3. ……… ……… ……… ……… ……… ………
4. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 4. ……… ……… ……… ……… ……… ………
5. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 5. ……… ……… ……… ……… ……… ………
6. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 6. ……… ……… ……… ……… ……… ………
7. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 7. ……… ……… ……… ……… ……… ………
8. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 8. ……… ……… ……… ……… ……… ………
9. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 9. ……… ……… ……… ……… ……… ………
10. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 10. ……… ……… ……… ……… ……… ………
11. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 11. ……… ……… ……… ……… ……… ………
12. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 12. ……… ……… ……… ……… ……… ………
13. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 13. ……… ……… ……… ……… ……… ………
14. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 14. ……… ……… ……… ……… ……… ………
15. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 15. ……… ……… ……… ……… ……… ………
16. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 16. ……… ……… ……… ……… ……… ………
17. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 17. ……… ……… ……… ……… ……… ………
18. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 18. ……… ……… ……… ……… ……… ………
19. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 19. ……… ……… ……… ……… ……… ………
20. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 20. ……… ……… ……… ……… ……… ………
21. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 21. ……… ……… ……… ……… ……… ………
22. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 22. ……… ……… ……… ……… ……… ………
23. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 23. ……… ……… ……… ……… ……… ………
24. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 24. ……… ……… ……… ……… ……… ………
25. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 25. ……… ……… ……… ……… ……… ………
26. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 26. ……… ……… ……… ……… ……… ………
27. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 27. ……… ……… ……… ……… ……… ………
28. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 28. ……… ……… ……… ……… ……… ………
29. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 29. ……… ……… ……… ……… ……… ………
30. ……… ……… ……… ……… ……… ……… 30. ……… ……… ……… ……… ……… ………
Keterangan:
a) Perlakuan (Segar/Olahan) di sesuaikan berdasarkan jenis ikan, 1). RND (Ikan tidak mengalami perlakuan apapun (utuh), 2). GIL (Moncong (untuk billfish), darah dan insang dibuang), 3).GGT (Moncong (untuk billfish), insang dan sirip dibuang, Isi perut juga dibuang), 4).HDD (Kepala dan sirip dibuang, tetapi sirip ekor masih ada), 5).TAL (Kepala dan sirip dibuang, tetapi batang ekor masih ada), 6).PDD (Kepala, sirip dan batang ekor dibuang)
b) Tujuan: diisi dengan tujuan ikan setelah didaratkan di pelabuhan, yaitu terdiri dari: 1. Tempat Pelelagan Ikan (TPI); 2. Pasar; 3. Unit Pengolahan Ikan; 4. Cold Storage; 5. Pengepul/Bakul; 6. Kapal Pengangkut; dan 7. Lainnya.
303 Biaya Operasional
1. Solar ……… ……… ……… ………
2. Bensin ……… ……… ……… ………
3. Oli ……… ……… ……… ………
4. Minyak tanah ……… ……… ……… ………
5. Es ……… ……… ……… ………
6. Garam ……… ……… ……… ………
7. Umpan ……… ……… ……… ………
8. Air Bersih ……… ……… ……… ………
9. Tambat Labuh ………
10. Perbekalan ………
11. Upah ABK ………
(1) (2) (3) (4) (5)
Biaya Operasional Penangkapan Ikan (BOP)
Volume Satuan (liter/kg) Harga (Rp.-) Nilai (Rp.-)
BLOK III: PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP DAN DISTRIBUSINYA
Jenis Ikan Volume yang dijual (kg)
Perlakuan (Segar/Olahan)a)
Volume yang tidak dijual (kg)
Harga Produsen/kg
(Rp) Tujuan Pemasaran
b) Kabupaten/Kota
Tujuan Pemasaran
Jenis Ikan Volume yang di jual (kg)
Perlakuan (Segar/Olahan)
a) Volume yang tidak dijual (kg)
Harga Produsen/kg
(Rp) Tujuan Pemasaran
b) Kabupaten/Kota
Tujuan Pemasaran
94
Bulan :
Tahun :
101 Provinsi : ……….
102 Kabupaten/Kota *) : ……….
103 Kecamatan : ……….
104 Desa/Kelurahan *) : ……….
Keterangan: *) Coret yang tidak sesuai
201 Nama RTP/Perusahaan Perikanan : ………..
202 Nomor Induk Kependudukan (NIK)/SIUP : ………..
203 Jenis Usaha : 1 Penangkapan Ikan di laut (Langsung ke 205) 2 Penangkapan Ikan di Perairan Umum
204 a. Jenis Perairana) : 1 Sungai 2 Danau 3 Waduk 4 Rawa 5 Genangan Air Lainnya
b. Nama Ekosistemb) : ………..
205 Sarana Penangkapan : 1 Tanpa Perahu 2 Perahu Tanpa Motor
3 4 Kapal Motor
206 Ukuran Perahu/Kapal :
a. Perahu Motor Tempel : ……… GT
b. Kapal Motor : ……… GT
207 Jumlah ABK : ……… orang
208 Jenis Alat Tangkap :
a. Alat Tangkap Utama : ……….
b. Alat Tangkap Tambahan : ……….
209 Wilayah Penangkapan Ikanc): 1. W P P - 2. W P P -
210 Daerah Operasi Penangkapan (Perairan) :
1. ...
2. ...
211 Daerah Asal Unit Penangkapan Ikan : 1. dari Kabupaten asal 2 dari Kabupaten lain
(Sebutkan:………..) Keterangan:
a) Jenis Perairan diisi apabila melakukan usaha penangkapan ikan di Perairan Umum c) WPP diisi apabila melakukan usaha penangkapan ikan di laut, b) Hanya untuk Jenis Perairan Umum /PUD, khusus untuk Sungai, Danau dan Waduk, jika melakukan penangkapan lebih dari satu WPP,
Nama Ekosistem mengikuti kode yang sesuai data produksi dicatat di kuesioner baru
401 Nama Responden : ……….
402 No. Telepon/HP : ……….
403 Nama Pengolah Data : ……….
404 Kode Pengolah Data/NIK : ……….
405 Tanggal Pencatatan :
Apa bi l a a da ha l -ha l ya ng memerl uka n ketera nga n l ebi h l a njut, tul i s ka n pa da bl ok i ni . Sel a i n i nforma s i da ri res ponden, Petuga s pengol a h da ta juga bi s a mena mba hka n ca ta ta n untuk memperjel a s ma s a l a h ya ng berka i ta n denga n da fta r i s i a n.
BLOK II: IDENTITAS USAHA
Perahu Motor Tempel
BLOK IV. PENGESAHAN
BLOK V. CATATAN
KUESIONER PENDATAAN PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP
BLOK I: KETERANGAN TEMPAT USAHA
R A H A S I A DATA KP - PT - B