• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDF Kementerian Kelautan Dan Perikanan Badan Riset Dan Sumber Daya ... - Kkp

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PDF Kementerian Kelautan Dan Perikanan Badan Riset Dan Sumber Daya ... - Kkp"

Copied!
128
0
0

Teks penuh

Oleh karena itu, Puslatluh KP melakukan standarisasi tugas petugas informasi perikanan sesuai dengan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha penangkapan ikan, yang meliputi pendataan sektor kelautan dan perikanan. Pedoman ini disusun sebagai landasan bagi penyuluh perikanan dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam mendampingi kelompok utama pelaku dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan.

Pendahuluan

  • Latar belakang
  • Dasar hukum
  • Sasaran
  • Maksud dan tujuan
  • Ruang lingkup
  • Pengertian

Oleh karena itu, Puslatluh KP melakukan standarisasi tugas penyuluh penangkapan ikan berdasarkan kebutuhan pelaku utama dan pelaku usaha penangkapan ikan, termasuk pendataan sektor kelautan dan perikanan (inventaris, pengambilan sampel, dan kartusuka). Pedoman ini disusun dengan merangkum kinerja Penyuluh Perikanan yang akan menjadi landasan tugas dan fungsinya dalam memberikan pendampingan kepada kelompok utama pelaku dan pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.

Pengumpulan data (Listing, Sampling,

Latar belakang

Tujuan

Tahapan Kegiatan

Melaksanakan pemeriksaan kelengkapan data, keakuratan data, logika data (jangka waktu 5 hari). g) Verifikasi ulang terhadap Eselon I KKP dan pengolah data terkait. Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber aslinya (tidak melalui perantara).

Gambar 1. Proses listing dan sampling
Gambar 1. Proses listing dan sampling

Penumbuhan dan Peningkatan Kelas

Latar belakang

Pengembangan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan merupakan upaya peningkatan kapasitas petani ikan, nelayan, dan pengolah ikan melalui pendekatan kelompok sehingga kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Balai Besar Pelatihan dan Penyuluhan KP sebagai lembaga yang mengembangkan jabatan fungsional penyuluh perikanan, berkomitmen untuk menjadikan kelompok pelaku utama perikanan yang mandiri sebagai prioritas dan tujuan penting untuk mencapai keberhasilan penyuluhan KP, sehingga dalam prosesnya Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pedoman kegiatan untuk penumbuhan dan peningkatan kelas kelompok pelaku utama perikanan.

Tujuan

  • Penumbuhan kelompok
  • Peningkatan kelas kelompok

Sejarah Koperasi Bidang Kelautan dan Perikanan (Koperasi Perikanan) dimulai dan mulai berkembang sejak tahun 1927.76 1. Bagi penyuluh perikanan dalam memberikan bantuan dan nasehat mengenai Bantuan Pemerintah yang diberikan kepada pelaku kunci dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan. sektor perikanan; Dan.

Pendampingan UMKM Sektor KP

Latar belakang

Pengembangan usaha mikro dan usaha kecil ditujukan untuk membantu meningkatkan pendapatan masyarakat berpendapatan rendah, khususnya di bidang kelautan dan perikanan. 32 bagi penyuluh perikanan dan pemangku kepentingan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka penguatan dan pengembangan UMK; dan c) sebagai referensi bagi Balai Diklat dan Penyuluhan KP untuk mendukung optimalisasi legalisasi pertumbuhan UMK kelautan dan perikanan.

Tujuan

Pelaksanaan penumbuhan

Tujuan IUMK adalah memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil (PUMK). Selain IUMK, pelaku usaha mikro dan kecil juga diharapkan dibantu dalam menyelesaikan legalisasi usaha melalui perizinan lain sebagai berikut.

Tahapan Kegiatan

Sebagai acuan dalam meningkatkan status kelembagaan pelaku utama dan perusahaan perikanan mandiri menjadi lembaga ekonomi berbentuk koperasi di bidang kelautan dan perikanan. Kegiatan pembentukan koperasi dan fasilitasi tindakan kerjasama di bidang kelautan dan perikanan dilaksanakan dengan tahapan kegiatan sebagai berikut. Oleh karena itu, peran Penyuluh Perikanan dalam memberikan bantuan dukungan pemerintah adalah untuk kepentingan pemerintah dan otoritas daerah dalam memberdayakan para pelaku dan pelaku utama kelautan dan perikanan.

Pendampingan Koperasi Sektor

Latar belakang

Pergerakan kelembagaan ekonomi para pelaku utama perikanan yang mandiri sebagai lembaga kedaulatan ekonomi kerakyatan harus dikembangkan menjadi lembaga kerjasama di bidang kelautan dan perikanan. Penyuluh perikanan mempunyai peran yang sangat strategis dalam membantu memulai tumbuhnya koperasi kelautan dan perikanan, antara lain melalui inventarisasi dan pemetaan potensi kelompok nelayan yang akan dibentuk. Koperasi sektor kelautan dan perikanan merupakan upaya penguatan dan perlindungan para pelaku utama sektor kelautan dan perikanan, yang bertujuan untuk menjadi lembaga ekonomi yang berperan dalam mensejahterakan dan menentukan pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan prinsip koperasi dan kaidah ekonomi.

Tujuan

Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

Untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kelautan dan perikanan, perlu dilakukan kegiatan pendampingan/pembinaan terhadap pelaku/pelaku usaha kelautan dan perikanan yang dilakukan oleh Penyuluh Perikanan. . Penyuluh perikanan melaksanakan tugas dalam proses pembelajaran bagi pelaku kunci/pelaku usaha melalui media kelompok dan penunjang usaha. Untuk menjamin dukungan pengelolaan usaha yang optimal bagi para pelaku/pelaku usaha terpenting, maka perlu dibina oleh seorang Penyuluh Perikanan.

Pendampingan Fasilitasi Akses

Latar belakang

Tugas Penyuluh Perikanan adalah melaksanakan kegiatan edukasi perikanan khususnya pada aspek pengelolaan usaha yang meliputi: 1. Sasaran pendampingan pengelolaan usaha penyuluh Perikanan adalah para pelaku usaha/kelompok usaha di bidang kelautan dan perikanan yang layak, namun masih belum bankable, dengan sasaran sasaran yaitu: nelayan, pembudi daya ikan, pengolah ikan, pemasar hasil perikanan, petambak garam, serta pelaku usaha yang berkaitan dengan kelautan dan perikanan. Sumber permodalan yang dapat dihimpun oleh UMK dan kelompok perikanan yang dapat difasilitasi oleh Penyuluh Perikanan antara lain: 1.

Tujuan

Tahapan pendampingan

Mengidentifikasi dan mendata pelaku utama dan pelaku usaha perikanan yang produktif, layak dan berpotensi menjadi calon nasabah/debitur lembaga keuangan perbankan dan non-bank; Membantu para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan yang mempunyai potensi dan layak untuk dibiayai oleh bank/lembaga keuangan lainnya dalam pengisian formulir/penyusunan proposal permohonan kredit kepada bank/lembaga keuangan; Menyiapkan laporan kinerja pendampingan untuk memfasilitasi akses terhadap pendanaan bagi pemangku kepentingan dan pelaku utama dalam perekonomian perikanan.

Pendampingan Akses Pasar

Latar belakang

Pasar modern adalah pasar modern tempat diperjualbelikannya barang-barang dengan harga yang pantas dan dengan jasa sendiri. Dengan memanfaatkan akses internet, perusahaan perikanan dapat memasarkan produknya tanpa harus mengeluarkan modal besar seperti di pasar tradisional. 54 Berdasarkan potensi peran penyuluh perikanan dalam memfasilitasi akses pasar, maka Pusdiklat telah menyusun pedoman teknis akses pasar sebagai acuan bagi para ahli perikanan sebagai bentuk pendampingan dan nasehat yang dapat dilakukan oleh pelaku kunci/pelaku usaha. strategi yang berbeda untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi bisnis, pendapatan dan kesejahteraan.

Tujuan

Instruktur perikanan bertugas melaporkan kegiatan penjangkauan laut dan penangkapan ikan yang telah dilakukan di lapangan. Data yang diberikan oleh Penyuluh Perikanan berupa data kelompok, non kelompok, Usaha Mikro Kecil (UMKM) dan koperasi; Jika sudah menyelesaikan proses pemasukan data, silahkan klik “Exit” untuk keluar dari aplikasi Pelaporan Penyuluhan Perikanan.

Pendampingan Akses Informasi

Latar belakang

Kegiatan penyuluhan perikanan diharapkan dapat menjadi katalis dalam upaya menggerakkan sumber daya manusia yang handal dan profesional sebagai modal dasar pembangunan kelautan dan perikanan. Penyuluhan perikanan diselenggarakan oleh berbagai pihak dan dalam perkembangannya telah melalui proses transformasi, dari penyuluhan yang berorientasi pada pengetahuan, sikap dan keterampilan menjadi kegiatan penyuluhan yang berorientasi pada peningkatan produksi dan usaha perikanan dengan pendekatan partisipatif. Permasalahan mendasar dalam kegiatan usaha peningkatan produksi dan usaha para pelaku utama/perusahaan perikanan adalah rendahnya kompetensi sumber daya manusia pengakses informasi teknologi (IPTEK), untuk mengatasi kondisi tersebut perlu adanya fasilitasi agar para pelaku utama /perusahaan perikanan mampu mengakses informasi teknologi secara efisien, mandiri, cepat dan akurat.

Tujuan

Tahapan

60 g) sebelum menerapkan teknologi pada skala usaha besar, sebaiknya dilakukan pengujian terlebih dahulu untuk memperoleh informasi kesesuaian hasil.

Sosialisasi Per Undang-Undangan Terkait

Latar belakang

Dengan melibatkan penyuluh penangkapan ikan yang berasosiasi dengan produk-produk terkait penangkapan ikan yang legal, diharapkan dapat mengubah sikap dan perilaku negatif masyarakat nelayan serta mendorong kesadaran dan perilaku konservatif untuk keberlanjutan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. . 63 Produk hukum dapat dipublikasikan, dipahami dan diterima oleh para pelaku/pelaku utama usaha penangkapan ikan di lapangan, sehingga perlu adanya sosialisasi produk hukum terkait penangkapan ikan dengan melibatkan penyuluh penangkapan ikan. Dengan melibatkan penyuluh penangkapan ikan yang berasosiasi dengan produk-produk terkait penangkapan ikan yang legal, diharapkan dapat mengubah sikap dan perilaku negatif masyarakat nelayan serta mendorong kesadaran dan perilaku konservatif untuk keberlanjutan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. .

Tujuan

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Petambak Ikan, dan Petambak Garam mengamanatkan bantuan pemerintah sebagai bentuk pemberdayaan terhadap pelaku kunci dan pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan. Upaya-upaya yang telah dilakukan penyuluh penangkapan ikan untuk mengatasi permasalahan pokok tersebut di atas; Tujuan dari penyusunan pedoman pelaporan online ini adalah untuk memandu penyuluh perikanan dalam memasukkan laporan kegiatan penyuluhan.

Tahapan Kegiatan

Pendampingan Pelestarian Sumber Daya

Latar belakang

Eksploitasi sumber daya alam yang hanya berorientasi ekonomi hanya mempunyai dampak positif secara ekonomi, namun berdampak negatif bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Pemanfaatan sumber daya alam hendaknya memberikan kesempatan dan ruang bagi partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan. Selama dekade terakhir, sumber daya alam dan lingkungan hidup mengalami tekanan besar di hampir seluruh wilayah negara.

Tujuan

69 hutan dan kerusakan ekosistem dataran banjir (DAS) akibat maraknya pembalakan liar dan konversi lahan. Deforestasi hutan bakau, degradasi terumbu karang dan padang lamun di wilayah pesisir dan laut menyebabkan erosi pantai dan berkurangnya keanekaragaman hayati laut.

Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

Keadaan potensi stok ikan yang mengalami penangkapan berlebih hendaknya segera menerapkan peraturan pemanfaatan stok ikan berikut ini. Dalam hal ini, berbagai negara menerapkan kebijakan ini terhadap kapal penangkap ikan dengan ukuran dan/atau alat penangkapan ikan tertentu. Kebijakan ini akan berdampak pada komposisi hasil tangkapan dan besar kecilnya individu ikan yang ditangkap.

Pendampingan Bantuan Pemerintah 74

Latar belakang

75 Pemberian bantuan pemerintah dapat diberikan kepada perseorangan dan/atau kelompok yang memenuhi kriteria sesuai peraturan yang ditetapkan Pemerintah. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Petambak Ikan, dan Petambak Garam menyebutkan bahwa bantuan pemerintah merupakan bentuk pemberdayaan terhadap pelaku utama dan pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan. Dalam rangka pemberian bantuan kepada Pemerintah, Penyuluh Perikanan mempunyai peranan penting dari hulu hingga hilir, meliputi identifikasi, verifikasi dan pendampingan setelah bantuan diberikan.

Tujuan

Bagi penyuluh perikanan untuk memberikan bantuan dan nasihat atas bantuan pemerintah yang diberikan kepada pelaku utama dan pelaku usaha di bidang kelautan dan perikanan; Dan.

Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

Pelaporan

Latar belakang

Permasalahan utama yang dihadapi para pelaku utama di bidang perikanan perburuan, budidaya perikanan, penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan, pengelolaan ruang laut, penguasaan sumber daya kelautan dan perikanan, penelitian dan sumber daya manusia kelautan dan perikanan, serta karantina dan keselamatan. hasil perikanan; .

Tujuan

Untuk melengkapi data pelaporan kunjungan, klik "Pelaporan" dan "Tambahkan data". Selanjutnya akan muncul menu untuk mengisi data pelaporan kunjungan. Apabila melakukan kegiatan ekspor/impor/interportasi dilanjutkan ke BLOK II : PEMASARAN KHUSUS ANTAR PELABUHAN. Catatan: Sebutkan jenis-jenis produk olahan yang dihasilkan, misal : Bakso, Pem-pek, Perhiasan Mutiara, Sarden, Obat-Obatan, Agar-Agar, Agar-Agar, Tepung Ikan, dan sebagainya.

Apabila melakukan kegiatan ekspor/impor/interport, masuk ke BLOK III : KHUSUS PEMASARAN INTERPORT. Apabila anda melakukan kegiatan ekspor, impor dan interportasi, masuk ke BLOK III : KHUSUS PEMASARAN ANTAR PELABUHAN.

Foto  Berwarna
Foto Berwarna

Gambar

Gambar 1. Proses listing dan sampling
Foto  Berwarna

Referensi

Dokumen terkait

Minapolitan merupakan upaya percepatan pengembangan pembangunan kelautan dan perikanan di sentra-sentra produksi perikanan yang memiliki potensi untuk dikembangkan

Peringatan HARKANNAS merupakan momentum bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk mengingatkan dan membangun kesadaran nasional tentang peran penting sektor kelautan dan

bahwa untuk melaksanakan ketentuan pasal 3 ayat (4) Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 17 /PERMEN-KP/2015 tentang Pelaksanaan Tugas Pengawas Perikanan,

Dalam rangka penguatan SDM dan menghasilkan inovasi riset kelautan dan perikanan yang adaptif untuk pembangunan Sektor Kelautan dan Perikanan, maka Badan Riset

Sumber Data : (1) Pusat Riset Perikanan (2) Pusat Riset Kelautan (V) Raw Data-mengunakan data yang tidak diolah ( ) Hasil perhitungan raw data - bila data diolah Jenis

Rencana Strategis Sekretariat Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan 2020-2024 merupakan dokumen yang disusun untuk menjabarkan rencana

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) tahun 2020-2024, mengacu pada Renstra Kementerian Kelautan

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.25/MEN/2012 tentang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan Berita Negara Republik