• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUJUAN UMUM STUDI ETIKA BISNIS

Dalam dokumen Pengantar etika bisnis (Halaman 33-37)

Selama etika bisnis adalah etika bisnis sebagai seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar, dan salah dalam dunia bisnis berdasarkan pada prinsip- prinsip moralitas, ada beberapa hal yang dapat dikemukakan sebagai tujuan umum dari studi etika bisnis, sebagai berikut:

1. Menanamkan kesadaran akan adanya dimensi etis dalam bisnis.

2. Memperkenalkan argumentasi-argumentasi moral di bidang ekonomi dan bisnis serta cara penyusunan nya.

3. Membantu untuk menentukan sikap moral yang tepat dalam menjalankan profesi.

Konsep Dasar Etika Bisnis | 21 Ketiga tujuan tersebut dari studi etika bisnis diharapkan dapat membekali para stakeholders parameter yang berkenaan dengan hak, kewajiban, dan keadilan sehingga dapat bekerja secara profesional demi mencapai produktivitas dan efisiensi kerja yang optimal. Dalam konteks belajar Etika Bisnis Islam (EBI). dapat disimpulkan bahwa itu dapat membekali pihak pembaca atau mahasiswa pengetahuan dan pandangan (an outlook) bahwa ia merupakan hal yang vital dalam perjalanan sebuah aktivitas bisnis profesional. Dalam etika bisnis Islam fungsi substansial membekali para pelaku bisnis beberapa hal sebagai berikut yakni:

1. Membangun kode etik islami yang mengatur, mengembangkan, dan menancapkan metode berbisnis dalam kerangka ajaran agama. Kode etik ini juga menjadi simbol arahan agar melindungi pelaku bisnis dari risiko.

2. Kode ini dapat menjadi dasar hukum dalam menetapkan tanggung jawab pelaku bisnis, terutama bagi diri mereka sendiri, antara komunitas bisnis, masyarakat, dan di atas segalanya adalah tanggung jawab di hadapan Allah.

3. Kode etik ini dipersepsi sebagai dokumen hukum yang dapat menyelesaikan persoalan yang muncul, daripada harus diserahkan kepada pihak peradilan.

4. Kode etik dapat memberi kontribusi dalam penyelesaian banyak persoalan yang terjadi antara sesama pelaku bisnis, antara pelaku bisnis dan masyarakat tempat mereka bekerja.

Pemikiran politik Islam dalam konsep etika bisnis sangat erat hubungannya dengan universalitas ajaran Islam itu sendiri, di mana konsep akidah yang berawal dari konsep 'syahadatain' yang mengakui ke esaan Allah sebagai Sang Pencipta, Tuhan segala sesuatu dan Pengaturnya serta pengakuan terhadap Rasulullah SAW. sebagai utusan-Nya adalah pihak yang harus diteladani dalam seluruh aspek kehidupannya. Artinya, bahwa konsep akidah yang demikian harus diejawantah kan dalam potret nyata ibadah kepada Allah sebagai konsep interaksi vertikal dan akhlak (etika) dalam konsep interaksi horizontal. Konsep akidah, ibadah, dan akhlak yang demikian mengatur keseluruhan hidup seorang muslim selama 24 jam, tanpa membedakan antara realitas hidup pribadi ataupun publik, termasuk dunia bisnis.

22 | Konsep Dasar Etika Bisnis C. TUJUAN BISNIS

1. Kebutuhan yang Beraneka Ragam (Vicious Circles)

Awalnya bisnis dilakukan dengan cara barter (barang ditukar dengan barang) karena waktu itu belum di kenal yang namanya mata uang sebagai alat pembayaran yang sah. Seorang yang punya begitu banyak beras beras ternyata saja membutuhkan barang atau jasa yang lainnya, karenanya mereka melakukan bisnis dengan cara barter untuk mendapatkan atau memenuhi kebutuhannya Suhendi & Sasangka (2014). Sekarang juga hampir tidak berubah, orang berbisnis untuk mendapatkan uang dan uang dipakainya untuk mendapatkan atau memenuhi kebutuhannya yang memang belum ada di dirinya.

2. Kebutuhan Dan Keinginan

Kebutuhan pada dasarnya terbatas, yang tidak terbatas adalah keinginan.

Orang berbisnis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun setelah kebutuhan hidupnya terpenuhi kemudian lahirnya keinginan-keinginan yang harus dipenuhi, meskipun keinginan itu sendiri akan terus muncul berapa pun keuntungan yang bisa diperoleh. Orang yang mendapatkan keuntungan melimpah ruah tetap saja berbisnis karena keinginan terus bertambah seolah tidak ada batasnya. Makanya kegiatan bisnis akan terus berlangsung karena dorongan keinginan yang kuat untuk mendapatkan yang lebih lagi.

3. Keuntungan/Laba (Profit)

Semua sepakat orang berbisnis Ingin mendapatkan keuntungan atau laba.

Keuntunganlah yang mendorong kuat para pembisnis untuk terus melakukan inovasi dan kreativitas supaya bisnisnya terus berkembang.

Meskipun memang menurut beberapa kalangan keuntungan atau laba itu sendiri bentuknya tidak hanya material atau uang. Sebagian kalangan menganggap keuntungan itu tidak hanya uang melainkan juga misalnya bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain, bisa mengalokasikan sebagian pendapatan untuk kegiatan sosial, ada juga bentuk keuntungan misalnya harumnya nama karena sukses berbisnis dan berbagai keuntungan lainnya.

Konsep Dasar Etika Bisnis | 23 D. FUNGSI DASAR BISNIS

Menurut Dan Steinhoff dalam bukunya The World Of Business (1979:17) menyatakan bahwa untuk dapat menyediakan barang dan jasa bagi kebutuhan masyarakat, diperlukan lebih dulu bahan mentahnya, kemudian diproses dalam pabrik menjadi hasil produksi. Dengan demikian tampak jelas bahwa fungsi dasar bisnis ialah:

1. Acquiring raw materials (mencari bahan mentah)

2. Manufacturing raw materials into products (mengubah bahan mentah menjadi produk).

3. Distributing products to consumers (menyalurkan barang ke tangan konsumen).

Ada pandangan yang lebih ekstrim yang menyatakan bahwa bisnis dibagi atas dua bagian yaitu: a) Production, dan b) Marketing. Bagian pertama, Production yaitu berhubungan dengan mencari bahan mentah dan memproses bahan mentah menjadi hasil jadi. Bagian kedua, marketing yaitu mendistribusikan, atau memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain yang menimbulkan kegunaan waktu, tempat dan pemilikan (time utility, place dan possession utility).

Peningkatan pelayanan customer service berguna sebagai pemerataan informasi kepada seluruh pemakai jasanya (keadialan) dan memberikan perhatian penuh untuk menciptakan hubungan baik secara berkelanjutan (ihsan). Penerapan komunikasi pemasaran berdasarkan etika bisnis islam tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesan baik terhadap perusahaan dan menambah minat masyarakat luas untuk memakai jasa perusahaan Alfianto & Fikriyah (2021).

Ada empat prinsip (aksioma) dalam ilmu ekonomi Islam yang mesti diterapkan dalam bisnis Syariah, yaitu: tauhid (unity/kesatuan), keseimbangan atau kesejajaran (equilibrium), kehendak bebas (free will), dan tanggung jawab (responsibility) Adil, (2017). Tauhid mengantarkan manusia pada pengakuan akan keesaan Allah selaku Tuhan semesta alam, oleh karena itu segala aktivitas khususnya dalam muamalah dan bisnis manusia hendaklah mengikuti aturan-aturan yang ada jangan sampai menyalahi Batasan-batasan yang telah diberikan. Keseimbangan atau kesejajaran (equilibrium) merupakan konsep yang menunjukkan adalanya keadilan sosial. kehendak bebas (free will) yakni manusia mempunyai suatu potensi dalam menentukan

24 | Konsep Dasar Etika Bisnis

pilihan-pilihan yang beragam, karena kebebasan manusia tidak dibatasi.

Kehendak bebas itu harus sejalan dengan kemaslahatan kepentingan individu dan kepentinga umat. Tanggung jawab (responsibility) yakni terkait erat dengan tanggung jawab manusia atau segala aktivitas yang dilakukan kepada Tuhan dan juga tanggung jawab kepada manusia sebagai masyarakat.

Griffin &Pustay, (2013) menjelaskan bisnis dalam negeri melibatkan transaksi-transaksi yang terjadi dalam batas-batas wilayah satu negara, sedangkan transaksi-transaksi bisnis internasional melampaui batas-batas nasional. Bisnis internasional dapat berbeda dari bisnis dalam negeri karena sejumlah alasan lain diantaranya adalah negara-negara yang terlibat mungkin menggunakan mata uang yang berbeda, sistem hukum negara berbeda, budaya negara yang berbeda, dan ketersediaan sumber daya berbeda dalam setiap negara. Bisnis internasional meliputi setiap transaksi bisnis yang melibatkan berbagai pihak dari lebih satu negara. Transaksi ini dapat terjadi dalam berbagai bentuk dan dapat melibatkan masing-masing pemerintah.

Dalam dokumen Pengantar etika bisnis (Halaman 33-37)