• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Asumsi Klasik

Dalam dokumen SKRIPSI - Universitas Bosowa (Halaman 79-85)

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.2 Hasil Penelitian

4.2.2 Analisis Regresi Berganda

4.2.2.1 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, linearitas, multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini adalah untuk mengestimasi suatu garis regresi dengan jalan meminimalkan jumlah dari kuadrat kesalahan setiap observasi terhadap garis tersebut (Ghozali, 2011:96).

4.2.2.1.1 Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2011:160) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji normalitas dapat dilakukan menggunakan uji statistik non- parametrik Kolmogorov-Smirnov. Berikut hasil perhitungan SPSS:

Tabel 4.11

Uji ormalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 35

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation 2.59118864

Most Extreme Differences Absolute .074

Positive .071

Negative -.074

Kolmogorov-Smirnov Z .439

Asymp. Sig. (2-tailed) .991

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 17

Besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov dengan Kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah sebagai variabel dependen adalah 0,43 dan signifikansi 0,1 yang nilainya diatas 0,05. Besarnya nilai ini mengindikasikan bahwa data residual berdistribusi normal.

4.2.2.1.2 Uji Linearitas

Uji ini digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar atau tidak. Dengan uji linearitas akan diperoleh informasi apakah model empiris sebaiknya linear, kuadrat, atau kubik (Ghozali, 2011:166).

Uji linearitas dapat dilihat pada output SPSS dalam kolom linearity pada ANOVA Table pada taraf signifikansi 0,05. Variabel dikatakan mempunyai hubungan

linear apabila signifikansi kurang dari 0,05. Adapun hasil uji linearitas dengan bantuan program SPSS dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.12 Hasil Uji Linearitas

Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dengan Pelatihan

ANOVA Table

Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

KSAKD*

Pelatihan

Between Groups

(Combined) 482.419 12 40.202 22.410 .000

Linearity 220.503 1 220.503 122.915 .000

Deviation from Linearity

261.916 11 23.811 13.273 .000

Within Groups 39.467 22 1.794

Total 521.886 34

Sumber: Data penelitian diolah 201

Berdasarkan tabel di atas terlihat nilai signifikansi pada kolom linearity untuk variabel Pelatihan adalah 0,000. Karena signifikansi kurang dari 0,05 dapat dikatakan bahwa antara pelatihan terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah terdapat hubungan yang linear.

Tabel 4.13 Hasil Uji Linearitas

Kegunaan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah dengan kejelasan Tujuan

ANOVA Table

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

KSAKD*

Kejelasan Tujuan

Between Groups

(Combined) 394.190 9 43.799 8.575 .000

Linearity 276.323 1 276.323 54.098 .000

Deviation from Linearity

117.868 8 14.733 2.884 .020

Within Groups 127.695 25 5.108

Total 521.886 34

Sumber: Data penelitian diolah 201

Berdasarkan tabel di atas terlihat nilai signifikansi pada kolom linearity untuk variabel kejelasan tujuan adalah 0,000. Karena signifikansi kurang dari 0,05 dapat dikatakan bahwa antara kejelasan tujuan terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah terdapat hubungan yang linear.

Tabel 4.14 Hasil Linearitas

Kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah dengan dukungan atasan

ANOVA Table

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

KSAKD*

Dukungan Atasan

Between Groups

(Combined) 404.205 12 33.684 6.297 .000

Linearity 148.348 1 148.348 27.733 .000

Deviation from Linearity

255.856 11 23.260 4.348 .002

Within Groups 117.681 22 5.349

Total 521.886 34

Sumber: Data penelitian diolah 201

Berdasarkan tabel di atas terlihat nilai signifikansi pada kolom linearity untuk variabel dukungan atasan adalah 0,000. Karena signifikansi kurang dari 0,05 dapat dikatakan bahwa antara dukungan atasan terhadap kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah terdapat hubungan yang linear.

4.2.2.1.3 Uji Multikolinearitas

Model regresi yang baik tidak terjadi korelasi antar variable bebas.

Untuk mendeteksi multikolinearitas di dalam model regresi adalah dengan melihat nilai tolerance dan VIF. Apabila tolerance ≥ 0,10 (10%) dan VIF ≤ 10.

Tabel 4.15 Hasil Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

Collinearity Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 14.427 4.177 3.454 .002

Pelatihan .120 .177 .138 .680 .502 .343 2.919

Kejelasan Tujuan .772 .273 .855 2.832 .008 .155 6.461

Dukungan Atasan -.209 .172 -.280 -1.217 .233 .266 3.753

a. Dependent Variable: KSAKD

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 17

Berdasarkan tabel terlihat bahwa semua variabel bebas mempunyai nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10. Jadi dapat dikatakan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel bebas pada model regresi. Hasil

perhitungan nilai Tolerance menunjukkan tidak ada variabel independen yang memilki nilai Tolenrance kurang dari 0,10, yakni pelatihan 0,343 > 0,10, kejelasan tujuan 0,155 > 0,10, dukungan atasan 0,729 > 0,10. Hasil perhitungan nilai Variance Inflatin Factor (VIF) juga menunjukkan hal yang sama, tidak ada satu variabel independen yang memilki nila VIF lebih dari 10, yakni pelatihan 2,1 < 10, dukungan atasan 6,461 < 10, dan dukungan atasan 3,753 < 10. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel independen dalam model regresi ini.

4.2.2.1.4 Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas.

Untuk mengetahui terjadi heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan mengamati grafik scatterplot dengan pola titik-titik yang menyebar diatas dan dibawah sumbu Y. berikut hasil pengolahan menggunakan program SPSS 17:

Gambar 4.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber: Hasil Outpun SPSS 17

Gambar 4.1 diatas terlihat bahwa tititk-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. hal ini dapat

disimpulkan bahwa terjadi homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi kegunaan sistem akuntansi keuangan daerah berdasarkan masukan variabel independen pelatihan, kejelasan tujuan dan dukungan atasan. Analisis dengan grafik plots memilki kelemahan yang cukup signifikan karena kemungkinan adanya bias dalam pengamatan gambar 4.2 oleh karena itu diperlukan uji statistik dengan menggunakan uji glejser agar keakuratan pengujian lebih terjamin.

Tabel 4.16 Hasil Uji Glejser

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 8.933 2.062 4.333 .000

Pelatihan .017 .087 .052 .200 .842

Kejelasan Tujuan -.015 .135 -.041 -.108 .915

Dukungan Atasan -.156 .085 -.539 -1.843 .075

a. Dependent Variable: ABS_RES2 Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 17

Hasil uji glejser diatas menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memilki nilai probabilitas signifikansi diatas 0,05. Hasil ini berarti tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen nilai AbRes. Jadi dapat disimpulkan model rgresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas.

Dalam dokumen SKRIPSI - Universitas Bosowa (Halaman 79-85)

Dokumen terkait