38
3. Jenis Data
Data yang diperoleh dari penelitian dan pengembangan ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa masukan, kritikan, tanggapan dan saran yang berkaitan dengan produk yang dikembangkan Datakualitatif ini kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif. Sedangkan data kuantitatif berupa data yang berwujud angka-angka sebagai hasil pengukuran. Data ini diperoleh dari validasi oleh ahli, hasil pengisian angket respon peserta didik dan angket respon pendidik, serta hasil tes yang dilakukanpada peserta didik kelas VIII MTs. Haji Ilyas Puger.
4. Instrumen Pengumpulan Data
Instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan oleh peneliti untukmengumpulkan data penelitian dengan cara pengukuran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah sebagai berikut:
a. Lembar Validasi
Sebelum melakukan uji coba terbatas produk yang dikembangkan divalidasi menggunakan lembar validasi. Tujuan validasi inidigunakan untuk mengukur kevalidan produk tersebut. Uji validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media.
b. Angket Respon Peserta Didik dan Pendidik
Angket yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah angket respon peserta didik dan angket respon pendidik. Angket respon peserta didik dan pendidik bertujuan untuk mengetahui respon
peserta didik dan pendidik setelah menggunakan LKPD berbasis kontekstual yang digunakan untuk pembelajaran.
c. Tes Hasil Belajar
Tes hasil belajar peserta didik digunakan untuk mengukur keefektifan LKPD berbasis kontekstual. Instrumen ini digunakan untuk memperoleh data hasil belajar peserta didik saat pembelajaran dalam menggunakan LKPD berbasis kontekstual pada materi luas permukaan balokkelas VIII MTs. Haji Ilyas Puger.
5. Teknik Analisis data
Teknik analisis data pada penelitian ini ada dua, yaitu teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari masukan validator pada tahap validasi, masukan dari ahli materi, dan ahli media. Sedangkan data kuantitatif adalah memaparkan hasil tes dari pengembangan LKPD berbasis kontekstual pada materi luas permukaan balok.
Data yang digunakan menggunakan uji coba statistika. Cara ini diharap dapat memahami data selanjutnya dan untuk merevisi produk yang dikembangkan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Analisis Kevalidan
Kevalidan LKPD dapat diketahui melalui pengisian lembar penilaian oleh para ahli yang dimuat dalam bentuk tabel kelayakan produk untuk dijadikan landasan melakukan revisi dari LKPD
40
berbasis kontekstual. Lembar penilaian yang diisi oleh para ahli kemudian dianalisis untuk mengetahui kualitas produk yang dibuat peneliti.
Tabel 3.1
Kriteria kevalidan untuk para ahli menurut Sugiono35
Skor Kriteria
5 Sangat Baik (SB)
4 Baik (B)
3 Cukup (C)
2 Kurang (K)
1 Sangat Kurang (SK)
Dari hasil angket lalu dianalisis dengan cara:
Keterangan:
P = Angka presentase
f = Skor mentah yang diperoleh N = Skor maksimal
Langkah terakhir adalah menyimpulkan hasil perhitungan berdasarkan aspek dengan melihat tabel dibawah ini:
Tabel 3.2
Range persentase dan kriteria interpretasi menurut Arikunto36 Penilaian Kriteria Interpretasi
Sangat Valid Valid
Cukup Valid Tidak Valid
Sangat Tidak Valid
35 Sugiono, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, Bandung: Alfabeta, 2010, hal 134.
36 Suharsimi Arikunto, “Manajemen Penelitian”, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 44.
Berdasarkan analisis kevalidan di atas, LKPD yang dihasilkan dikatakan valid apabila skor rata-rata penilaian kevalidan memenuhi kriteria minimal layak.
b. Analisis Kepraktisan
Kepraktisan LKPD dapat diketahui dengan pengisian angket peserta didik dan pendidik.
1) Analisis Respon Pendidik
Menganalisis respon pendidik terhadap sistem tes, peneliti mengukur dengan memberikan angket respon pendidik kepada pendidik dengan menggunakan skala Likert sebagai berikut:
Tabel 3.3
Skor respon pendidik menurut Sugiono37 Skor Pilihan Jawaban
5 Sangat Setuju
4 Setuju
3 Kurang Setuju
2 Tidak Setuju
1 Sangat Tidak Setuju
Selanjutnya dilakukan perhitungan tiap butir pernyataan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
P = Angka presentase
f = Skor mentah yang diperoleh
37 Sugiono, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, Bandung: Alfabeta, 2010, hal 134.
42
N = Skor maksimal
Dari hasil analisis data diatas diperoleh kesimpulan tentang respon pendidik terhadap LKPD berbasis kontekstual pada materi laus permukaan balok sebagai berikut:
Tabel 3.4
Skala kriteria menurut Arikunto38 Rata-rata Skor Klasifikasi Sangat Praktis
Praktis
Cukup Praktis Tidak Praktis
Sangat Tidak Praktis
Berdasarkan analisis kepraktisan di atas, LKPD yang dihasilkan dikatakan praktis apabila hasil angket respon pendidik memenuhi kriteria minimal layak.
2) Analisis Respon Peserta Didik
Menganalisis respon peserta didik terhadap sistem tes, peneliti mengukur dengan memberikan angket respon peserta didik kepada masing-masing peserta didik dengan menggunakan skala Likert sebagai berikut:
Tabel 3.5
Skor Respon Peserta Didik Menurut Sugiono39 Skor Pilihan Jawaban
5 Sangat Setuju
4 Setuju
3 Kurang Setuju
2 Tidak Setuju
1 Sangat Tidak Setuju
38 Suharsimi Arikunto, “Manajemen Penelitian”, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 44.
39 Sugiono, “Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D”, (Bandung: Alfabeta), 2010, hal 134.
Selanjutnya dilakukan perhitungan tiap butir pernyataan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
P = Angka presentase
f = Skor mentah yang diperoleh N = Skor maksimal
Dari hasil analisis data diatas diperoleh kesimpulan tentang respon pendidik terhadap LKPD berbasis kontekstual pada materi luas permukaan balok sebagai berikut:
Tabel 3.6
Skala kriteria menurut Arikunto40 Rata-rata Skor Klasifikasi Sangat Praktis
Praktis
Cukup Praktis Tidak Praktis
Sangat Tidak Praktis
Berdasarkan analisis kepraktisan di atas, LKPD yang dihasilkan dikatakan praktis apabila hasil angket respon peserta didik memenuhi kriteria minimal layak.
c. Analisis Keefektifan
Analisis keefektifan didasarkan pada pencapaian peserta didik dalam menyelesaikan tes hasil belajar. Nilai maksimal pada tes hasil
40 Suharsimi Arikunto, “Manajemen Penelitian”, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 44.
44
belajar adalah 100 dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan pada mata pelajaran matematika yaitu 75.
Menghitung presentase ketuntasan tes hasil belajar peserta didik, dengan menggunakan rumus:
( )
Mengkategorikan presentase ketuntasan dengan interval kriteria hasil tes belajar peserta didik sebagai berikut:
Tabel 3.7
Kriteria Ketuntasan Hasil Tes Belajar Peserta Didik Menurut S. Eko Putro Widoyoko41
Presentase Keterlaksanaan Kategori
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang
Berdasarkan analisis keefektifan di atas, LKPD yang dihasilkan dikatakan efektif apabila ketuntasan tes hasil belajar peserta didik memenuhi kriteria minimal baik.
Pada penelitian ini, peneliti menentukan keberhasilan pembelajaran berdasarkan kriteria keberhasilan. Peneliti ingin mengetahui apakah penelitian yang dilaksanakan sudah sesuai harapan atau belum. Kriteria keberhasilan pembelajaran dalam penelitian ini adalah:
41 Eko Putro Widoyoko, “Evaluasi Program Pembelajaran”, (Yogyakarta: Pustaka Belajar), 2009, hal 238.
1) Presentase ketuntasan belajar secara klasikal minimal 85%
2) Nilai rata-rata peserta didik minimal 75
3) Pendidik dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat dengan skor ≥ 85%
4) Peserta didik dapat melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat dengan skor ≥ 85%
46 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN