• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengembangan lembar kerja peserta didik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengembangan lembar kerja peserta didik"

Copied!
193
0
0

Teks penuh

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS KONTEKSTUAL DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS VIII PADA MATERI LUAS PERMUKAAN BALOK. Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Kontekstual Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII Pada Materi Luas Permukaan Balok MTs Haji Ilyas Puger”.

Rumusan Masalah

Untuk itu, peneliti mengambil judul penelitian “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Kontekstual Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas VIII Pada Materi Luas Permukaan Balok MTs.

Tujuan Penelitian dan Pengembangan

Spesifikasi Produk yang Diharapkan

Produk yang diharapkan berupa lembar kerja peserta didik berbasis kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran make a match. Sampul atau kulit buku terdiri dari cover, pada cover terdapat judul, nama penulis, identitas LKPD, dan gambar yang mendukung materi.

Pentingnya Penelitian dan Pengembangan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan terkhusus tentang pengembangan lembar kerja peserta didik berbasis kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran make a match terhadap hasil belajar pada materi luas permukaan balok. Penelitian ini menambah wawasan di bidang penulisan karya ilmiah sebagai bekal awal penelitian dan memberikan pemahaman tentang lembar kerja peserta didik berbasis kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran make a match pada materi luas permukaan balok.

Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan

Produk pengembangan yang dihasilkan berupa LKPD berbasis kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII. LKPD berbasis kontekstual dengan menggunakan model pembelajaran make a match ini hanya diimplementasikan di kelas VIII MTs.

Definisi Istilah atau Definisi Operasional

Pendekatan Kontekstual adalah konsep belajar dengan mengaitkan situasi dunia nyata kehidupan sehari-hari peserta didik. Make a Match adalah salah satu jenis pembelajaran mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang dimiliki oleh peserta didik.

Penelitian Terdahulu

Fokus materi pada penelitian ini adalah luas permukaan balok sedangkan pada penelitian tersebut fokus materi tidak ada.

Kajian Teori

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Model Pembelajaran Kooperatif
  • Model Pembelaran Kooperatif Tipe Make a Match a. Pengertian Make a Match
  • Hasil Belajar Matematika
  • Luas Permukaan Balok

Bertanya; kegiatan belajar yang mendorong sikap keingin tahuan peserta didik lewat bertanya tentang topik atau permasalahan yang akan dipelajari. Pembelajaran kooperatif adalah pemrosesan kelompok dimana peserta didik dituntut untuk memberikan kontribusi kegiatan di dalam kelompok.

Model Penelitian dan Pengembangan

Sifatnya yang sederhana dan terstruktur dengan sistematis maka model desain ini mudah dipahami dan diaplikasikan. ADDIE merupakan model desain pembelajaran yangmemperlihatkan tahapan-tahapan dasar desain sistem yang sederhana dan mudah dipelajari.

Prosedur Penelitian dan Pengembangan

Desain adalah tahap yang digunakan untuk melakukan perancangan, sehingga spesifikasi produknya jelas dan protipe produk yang akan dibuat. Desain yang dibuat akan menunjukkan kelebihan produk, beda produk yang akan dibuat dengan produk sebelumnya atau produk baru yang sebelumnya memang belum ada.34 Pada langkah ini disusun bahan ajar berupa perangkat pembelajaran pada materi luas permukaan balok.

Uji Coba Produk

Angket yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah angket respon peserta didik dan angket respon pendidik. Berdasarkan analisis kepraktisan di atas, LKPD yang dihasilkan dikatakan praktis apabila hasil angket respon peserta didik memenuhi kriteria minimal layak.

Penyajian Data Uji Coba

Analysis (Analisis)

Sementara pendidik yang seharusnya hanya sebagai fasilitator justru kerap kali mengulang penjelasan agar peserta didik bisa memahami materi. Pada tahap ini bertujuan untuk melihat masalah yang dihadapi oleh peserta didik kelas VIII MTs Haji Ilyas Puger dalam pembelajaran dan menentukan atau menetapkan cara dalam mengatasi masalah tersebut. Dapat diketahui pada kurikulum 2013 guru diberi kesempatan menjadi fasilitator agar peserta didik dapat berpikir dan berkembang sendiri.

Berdasarkan hasil wawancara dan melihat kebutuhan di lapangan, peneliti berpikir merasa penting untuk memunculkan inovasi baru dengan menambah pemahaman konsep peserta didik ataupun pemahaman tentang soal-soal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Subandi ketika materi luas permukaan balok mungkin hanya 30% peserta didik yang dapat menangkap dengan cepat materi yang dipelajarinya, 70% masih. Berdasarkan analisis tersebut LKPD berbasis kontekstual pada materi luas permukaan balok diharapkan dapat membantu dan memudahkan peserta didik kelas VIII MTs Haji Ilyas dalam memahami materi pelajaran dan meningkatkan hasil belajarnya.

Design (Desain atau perancangan)

Semua konsep yang ada sangat runtut 5 Ada beberapa konsep yang runtut 4 Beberapa konsep disajikan cukup runtut 3 Keruntutan konsep masih kurang 2 Konsep yang disajikan sangat tidak runtut 1. Contoh-contoh soal dalam setiap kegiatan belajar. Semua struktur kalimat sangat tidak tepat 1. Semua kalimat yang digunakan sangat efektif 5 Ada beberapa kalimat duganakan secara. Kalimat yang digunakan kurang efektif 2 Kalimat yang digunakan sangat tidak efektif 1. Semua istilah-istilah pada materi sangat baku 5 Ada istilah pada materi yang baku 4 Beberapa istilah pada materi cukup baku 3 Istilah-istilah pada materi kurang baku 2 Istilah-istilah pada materi sangat tidak baku 1. Pemahaman terhadap pesan atau informasi.

Kesesuaian dengan perkembangan intelektual peserta didik. emosional peserta didik sangat baik 5 Kesesuaian dengan tingkat perkembangan. emosional peserta didik cukup baik 3. emosional peserta didik kurang 2 Kesesuaian dengan tingkat perkembangan. emosional peserta didik sangat tidak baik 1. Semua tata Bahasa pada materi sangat tepat 5 Tata Bahasa pada materi disajikan dengan. Materi yang diajarkan dengan situasi dunia. nyata siswa sangat tidak sesuai 1. hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari- hari sangat tidak baik.

3 Warna judul LKPD kurang bagus dan . tidak kontras dengan warna latar belakang 2 Warna judul LKPD sangat tidak bagus .. dan kontras dengan warna latar belakang 1. Kesesuaian pemilihan Bahasa dengan tingkat .. objek sangat tidak sesuai 1 Lembar uji kevalidan angket respon peserta didik dan pendidik kepada ahli angket bisa dilihat pada lampiran 7 dan 8. c) Uji Kevalidan Soal Uji Keefektifan Kepada Ahli Soal.

Development (Pengembangan)

Angket respon pendidik yang diisi oleh pendidik matematika yang mengunakan LKPD yang dikembangkan bisa dilihat pada lampiran 9. ahli materi yaitu Afifah Nur Aini, M.Pd., dan ahli desain yaitu Norma Indriani M.J, M.Pd. Selain LKPD yang divalidasi, ada angket respon siswa dan guru serta soal uji keefektifan yang divalidasi. Berikut tabel hasil penilaian kuantitatif oleh validator angket respon siswa yakni Afifah Nur Aini, M.Pd.

Berdasarkan tabel diatas, diketahui angket respon peserta didik sesuai penilaian ahli angket respon peserta didik yakni menunjukkan presentase 98%. Berikut tabel hasil penilaian kuantitatif oleh validator angket respon pendidik yakni Afifah Nur Aini, M.Pd. Berdasarkan tabel diatas, diketahui angket respon pendidik sesuai penilaian ahli angket respon pendidik yakni menunjukkan presentase 96%.

Implementation (Penerapan)

Berdasarkan table diatas, diketahui soal uji keefektifan sesuai penilaian ahli soal uji keefektifan yakni menunjukkan presentase 86,7%. Uji coba lapangan dilakukan pada kelas VIII MTs Haji Ilyas Puger sesuai materi pada LKPD untuk kelas VIII. Uji coba kelompok besar hanya dilakukan pada satu kelas saja yang terdiri dari 27 siswa, akan tetapi sebelum diuji cobakan kepada kelompok besar peneliti menguji cobakan kepada kelompok kecil terlebih dahulu yang terdiri dari 6 siswa.

Uji coba kelompok kecil bertujuan melihat sejauh mana LKPD yang dikembangkan sebelum LKPD tersebut diuji cobakan kepada kelompok besar. Proses uji coba kelompok kecil dan kelompok besar masing- masing dilakukan 2 kali pertemuan, karena 1 pertemuan berjalan selama 2 jam mata pelajaran (2 x 30 menit), dengan rincian 90 menit pengerjaan soal uji keefektifan dan 30 menit pengisian angket uji kepraktisan. Pada uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar berjalan sebagaimana peneliti harapkan, kendala-kendalanya mungkin hanya tentang waktu yang biasanya hanya dilakukan 1 pertemuan, tetapi di MTs Haji Ilyas Puger dilakukan sampai 2 kali pertemuan dikarenakan 1 jam mata pelajaran hanya 30 menit.

Evaluation (Evaluasi)

Berdasarkan hasil rekapitulasi angket respon peserta didik kelompok kecil, dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan praktis dan tidak perlu revisi, dengan presentase 78,61% dari jumlah skor maksimal 100. Berdasarkan hasil rekapitulasi angket respon peserta didik kelompok besar, dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan praktis dan tidak perlu revisi, dengan presentase 75,08% dari jumlah skor maksimal 100. Berdasarkan hasil rekapitulasi angket respon pendidik, 4dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat praktis dan tidak perlu revisi, dengan presentase 82% dari jumlah skor maksimal 100.

Dan melihat hasil rekapitulasi angket respon peserta didik juga praktis, maka LKPD bisa digunakan oleh pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai peserta didik kelompok kecil, dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan efektif dan tidak perlu revisi, dengan melihat nilai siswa kelompok kecil rata- rata diatas KKM. Berdasarkan data hasil rekapitulasi nilai peserta didik kelompok besar dan berdasarkan kriteria ketuntasan belajar secara klasikal minimal 85%, dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan efektif dan tidak perlu revisi, dengan melihat nilai siswa kelompok besar rata-rata diatas KKM.

Analisis Data

  • Analisis Kevalidan Lembar Respon Peserta Didik dan Pendidik Analisis kevalidan lembar respon pendidik dan peserta didik dapat
  • Analisis Kevalidan Soal Uji Keefektifan
  • Analisis Kevalidan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Analisis Kepraktisan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
  • Analisis Keefektifan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Analisis kepraktisan dapat dilihat dari hasil rekapitulasi angket respon peserta didik dan pendidik, dimana hasil satu pendidik tidak sama dengan hasil satu peserta didik. Berdasarkan hasil rekapitulasi peserta didik yaitu 75,08% dalam kategori praktis dan hasil rekapitulasi pendidik yaitu 82% dalam kategori sangat praktis, maka dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan dikatakan praktis dan tidak perlu revisi. Sesuai hasil angket respon peserta didik dan pedidik, maka dapat disimpulkan bahwa LKPD terintegrasi realistic pada materi luas permukaan balok kelas VIII semester genap dikatakan praktis dan dapat digunakan sebagai bahan ajar pada kegiatan pembelajaran berlangsung.

Analisis keefektifan dapat dilihat dari hasil nilai peserta didik dalam mengerjakan soal uji keefektifan setelah peserta didik mempelajari LKPD yang dikembangkan. Berdasarkan hasil nilai peserta didik dapat dikatakan efektif karena presentase nilai peserta didik 85% tuntas secara klasikal. Sesuai hasil nilai peserta didik, maka dapat disimpulkan bahwa LKPD berbasis realistic pada materi luas permukaan balok kelas VIII.

Revisi Produk

Kajian Produk yang telah Direvisi

Kevalidan

Kepraktisan

Keefektifan

Saran Pemanfaatan, Diseminasi, dan Pengembangan Produk Lebih Lanjut

Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Logaritma Siswa Kelas X SMA Katolik Theodorus Kotamobagu. Pemanfaatan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Hasil Belajar Matematika Melalui Materi Bangun Datar. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Active Learning Tipe Quiz Team Pada Mata Pelajaran Keterampilan Dasar Komunikasi Di SMK Negeri 1 Bogor.

Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Raha. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Pada Materi Aritmetika Sosial. Pengembangan Lembar Kerja Siswa dengan Model Pembelajaran Koperatif Tipe Kreatif-Produktif untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa SMP Negeri 21 Pekanbaru.

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Kompetensi Inti

Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

  • Tujuan Pembelajaran
  • Metode Pembelajaran
  • Langkah-Langkah Pembelajaran Tahap
  • Penilaian

Dengan kata lain, balok itu bangun ruang sisi datar yang memiliki tiga pasang sisi yang berbentuk persegi panjang saling berhadapan. Untuk mencari luas permukaan balok, kita mulai dari melihat jaring- jaring balok terlebih dahulu. p = panjang balok l = lebar balok t = tinggi balok. maka, untuk mencari luas permukaan balok sebagai berikut:. Skor Akhir Dengan skor maksimal = banyak indicator 4. Kategori Nilai Sikap Peserta Didik Berdasarkan Permendikbud No.

Instrument diisi oleh guru yang mengajar peserta didik yang dinilai B. 1 = Tidak pernah, apabila peserta didik tidak pernah melakukan sesuai pernyataan. Dari beberapa gambar dibawah ini yang menunjukkan bangun balok adalah Gambar.2 dan Gambar.4, yaitu kotak tisu dan mainan rubik. Gambar.1 Gambar.2 Gambar.3 Gambar.4 Karena, Gambar.2 sesuai dengan definisi dari bangun balok itu sendiri, yaitu bangun ruang sisi datar yang memiliki tiga pasang sisi yang berbentuk persegi panjang saling berhadapan.

Sedangkan Gambar.4 juga menunjukkan bangun yang berbentuk balok, karena rubik kubus ini merupakan bagian dari bangun balok atau bisa dikatakan dengan balok khusus. Berikut beberapa kerangka jaring-jaring balok, jawaban dari no.3 dan 4. Ditanya: Carilah luas jaring-jaring balok dengan cara sederhana.

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi ini berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Computer Based Test (CBT) Menggunakan Aplikasi Google Form Untuk Meningkatkan Hasil

Instrument yang digunakan dalam peneltian Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Fisika Berbasis Inkuiri pada Materi Fluida Dinamis untuk Peseta Didik Tingkat SMA

Penutup Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam proses yang dikembangkan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik berbasis Contextual

ABSTRAK Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Problem Based Learning pada Materi Pembelajaran Sosiologi untuk Meningkatkan Keterampilan Peserta Didik dalam Memecahkan

Berdasarkan hasil penilaian produk dengan menggunakan angket respon guru dan peserta didik, maka dapat disimpulkan bahwa lembar kerja peserta didik divergen materi getaran dan gelombang

Asumsi dan Batasan Pengembangan Pengembangan LKPD ini diasumsikan bahwa melalui LKPD berbasis discovery learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI

HASIL DAN PEMBAHASAN Data dari hasil pengembangan yaitu berupa produk Lembar Kerja Peserta Didik LKPD berbasis Kearifan Lokal pada Materi Perubahan Fisika dan Kimia yang telah

Lembar kerja peserta didik LKPD berbasis problem based learning pada materi barisan dan deret aritmatika yang dikembangkan telah memenuhi kriteria kevalidan berdasarkan penilaian