• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Deskriptif

Dalam dokumen Status Gizi (Halaman 105-117)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Uji Deskriptif

Berdasarkan hasil perhitungan data status gizi peserta kelas VII di MTs Nurul Islam Sekarbela dapat dilihat pada tabel di bawah ini;

Tabel 4.2 Data Hasil Status Gizi

No. Status Gizi Frekuensi Presentase (%)

1. Gizi Buruk (Severely Thinness) 0 0

2. Gizi Kurang (Thinness Underweight) 0 0

3. Gizi Baik (Normal) 24 53.33

4. Gizi Lebih (Overweight) 8 17.78

5. Obesitas (Obese) 13 28.89

Total 45 100

Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa tidak ada peserta didik yang masuk kedalam kategori status gizi buruk (severely thinness) dan gizi kurang (thinness underweight) (0%), gizi baik (normal) sebanyak 24 (53,33%) peserta didik, gizi lebih (overweight) sebanyak 8 (17,78%) peserta didik dan obesitas (obese) sebanyak 13 (28,89%) peserta didik.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik presentase status gizi peserta didik kelas VII MTs Nurul Islam Sekarbela:

87

Gambar 4.1

Grafik Presentase Status Gizi

Berdasarkan tabel dan grafik presentase status gizi diatas, dapat disimpulkan bahwa, status gizi peserta didik kelas VII di MTs Nurul Islam Sekarbela mayoritas memiliki status gizi yang baik (normal) yaitu sebanyak 24 (53,33%) peserta didik. (Lihat lampiran 2)

b. Pola Asuh Orang Tua 1) Pola Asuh Otoriter

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai mean dan standar deviasi yaitu; Mean = 22,84 dan SD = 6,32. Untuk menemukan tingkat pola asuh otoriter peserta didik tinggi, rendah, dan sedang maka dibuat pengelompokan. Dengan demikian hasil menunjukkan bahwa diketahui skor ≥ 29 dikategorikan pola asuh otoriter peserta didik kelas VII tinggi, sedangkan skor antara 18–28 dikategorikan tingkat pola asuh otoriter peserta didik kelas VII sedang, dan skor ≤ 17 dikategorikan tingkat pola asuh otoriter peserta didik

0 20 40

0 (0%)

0 (0%)

24 (53,33%)

8 (17,78%)

13 (28,89%)

Status Gizi

Frekuensi

88

kelas VII termasuk kategori rendah. Kemudian banyak responden dari masing-masing kategori dibuat besar presentase. Data hasil perhitungan pola asuh otoriter dapat dilihat pada tabel di bawah ini;

Tabel 4.3

Data Hasil Perhitungan Pola Asuh Otoriter No. Nilai F Presentase (%) Kategori

1. ≥ 29 1 2,22 Tinggi

2. 18-28 40 88,89 Sedang

3. ≤ 17 4 8,89 Rendah

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh otoriter frekuensi 1 memiliki presentase sebesar 2,22% dan termasuk kedalam kategori tinggi, pola asuh otoriter frekuensi 40 memiliki presentase sebesar 88,89% dan berkategori sedang, serta pola asuh otoriter frekuensi 4 memiliki presentase sebesar 8,89% dan berkategori rendah. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pola Asuh Otoriter peserta didik kelas VII termasuk dalam kategori sedang dengan presentase 88,89 %.

2) Pola Asuh Demokratis

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai mean dan standar deviasi yaitu; Mean = 24 dan SD = 3,15. Untuk menemukan tingkat pola asuh demokratis peserta didik tinggi, rendah, dan sedang maka dibuat pengelompokan. Dengan demikian hasil menunjukkan bahwa diketahui skor ≥ 27 dikategorikan pola asuh demokratis peserta didik kelas VII tinggi, sedangkan skor antara 22–

89

26 dikategorikan tingkat pola asuh demokratis peserta didik kelas VII sedang, dan skor ≤ 21 dikategorikan tingkat pola asuh demokratis peserta didik kelas VII termasuk kategori rendah. Kemudian banyak responden dari masing-masing kategori dibuat besar presentase. Data hasil perhitungan pola asuh demokratis dapat dilihat pada tabel berikut;

Tabel 4.4

Data Hasil Perhitungan Pola Asuh Demokratis No. Nilai F Presentase (%) Kategori

1. ≥ 27 11 24,44 Tinggi

2. 22-26 25 55,56 Sedang

3. ≤ 21 9 20 Rendah

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh demokratis frekuensi 11 memiliki presentase sebesar 24,44% dan termasuk kedalam kategori tinggi, pola asuh demokratis frekuensi 25 memiliki presentase sebesar 55,56% dan berkategori sedang, serta pola asuh demokratis frekuensi 9 memiliki presentase sebesar 20% dan berkategori rendah. Hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa Pola Asuh demokratis peserta didik kelas VII termasuk dalam kategori sedang dengan presentase sebesar 55,56%.

3) Pola Asuh Permisif

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai mean dan standar deviasi yaitu; Mean = 26 dan SD = 3,15. Untuk menemukan tingkat pola asuh permisif peserta didik tinggi, rendah,

90

dan sedang maka dibuat pengelompokan. Dengan demikian hasil menunjukkan bahwa diketahui skor ≥ 29 dikategorikan pola asuh permisif peserta didik kelas VII tinggi, sedangkan skor antara 24–28 dikategorikan tingkat pola asuh permisif peserta didik kelas VII sedang, dan skor ≤ 23 dikategorikan tingkat pola asuh permisif peserta didik kelas VII termasuk kategori rendah. Kemudian banyak responden dari masing-masing kategori dibuat besar presentase. Data hasil perhitungan pola asuh demokratis dapat dilihat pada tabel berikut ini;

Tabel 4.5

Data Hasil Perhitungan Pola Asuh Permisif No. Nilai F Presentase (%) Kategori

1. ≥ 29 11 24,44 Tinggi

2. 24-28 25 55,56 Sedang

3. ≤ 23 9 20 Rendah

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh demokratis frekuensi 11 memiliki presentase sebesar 24,44% dan termasuk kedalam kategori tinggi, pola asuh demokratis frekuensi 25 memiliki presentase sebesar 55,56% dan berkategori sedang, serta pola asuh demokratis frekuensi 9 memiliki presentase sebesar 20% dan berkategori rendah. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pola Asuh permisif peserta didik kelas VII termasuk dalam kategori sedang dengan presentase sebesar 55,56%. (Lihat lampiran 3)

91

Untuk mengetahui lebih jelasnya tentang jenis pola asuh orang tua peserta didik kelas VII dapat dilihat pada grafik presentase di bawah ini:

Gambar 4.2

Presentase Masing-Masing Jenis Pola Asuh Orang Tua Di MTs Nurul Islam Sekarbela

Untuk mengetahui rincian kategori pola asuh peserta didik kelas VII yang bersekolah di MTs Nurul Islam Sekarbela memakai rujukan di bawah ini:

a) Apabila nilai (skor) indikator otoriter lebih tinggi daripada indikator permisif dan demokratis, maka tergolong kedalam kategori pola asuh otoriter.

0 5 10 15 20 25 30 35 40

1 (2.22%)

40 (88,89%)

4 (8.89%)

11 (24.44%)

25 (55.56%)

9 (20%)

11 (24.44%)

25 (55.56%)

9 (20%)

Presentase Masing-Masing Jenis Pola Asuh Orang Tua Di MTs Nurul Islam Sekarbela

Otoriter (Tinggi) Otoriter (Sedang) Otoriter (Rendah) Demokratis (Tinggi) Demokratis (Sedang) Demokratis (Rendah) Permisif (Tinggi) Permisif (Sedang) Permisif (Rendah)

92

b) Apabila nilai (skor) indikator demokratis lebih tinggi daripada indikator otoriter dan permisif, maka tergolong kedalam kategori pola asuh demokratis.

c) Apabila nilai (skor) indikator permisif lebih tinggi daripada indikator otoriter dan demokratis, maka tergolong kedalam kategori pola asuh permisif.

Hasil analisis perbandingan antara nilai (skor) dari masing- masing ketiga jenis pola asuh orang tua menunjukkan hasil bahwa nilai (skor) indikator permisif lebih tinggi daripada indikator otoriter dan demokratis, dengan besar presentase masing-masing pola asuh yaitu; pola asuh otoriter frekuensi 3 sebesar 6,67%, pola asuh demokratis frekuensi 10 sebesar 22,22% dan pola asuh permisif frekuensi 32 sebesar 71,11%.

Tabel 4.6

Presentase Jenis Pola Asuh Orang Tua

No. Jenis Pola Asuh Frekuensi Presentase (%)

1. Pola Asuh Otoriter 3 6.67

2. Pola Asuh Demokratis 10 22.22

3. Pola Asuh Permissif 32 71.11

Jumlah 45 100

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh orang tua peserta didik di MTs Nurul Islam Sekarbela tergolong kedalam kategori pola asuh permisif dengan nilai sebesar 71,11%. (Lihat lampiran 4)

93

Berikut ini merupakan grafik besar presentase jenis pola asuh peserta didik kelas VII MTs Nurul Islam Sekarbela:

Gambar 4.3

Presentase Pola Asuh Orang Tua Peserta Didik MTs Nurul Islam Sekarbela

c. Ketahanmalangan

Dari hasil perhitungan diketahui bahwa nilai mean = 56,71 dan standar deviasi = 5,756. Untuk menemukan tingkat ketahanmalangan peserta didik berada pada kategori tinggi, rendah, dan sedang maka dibuat pengelompokan. Dapat diketahui bahwa untuk skor ≥ 62 dikategorikan ketahanmalangan peserta didik kelas VII tinggi, sedangkan skor antara 52–61 dikategorikan tingkat ketahanmalangan peserta didik kelas VII sedang, dan skor ≤ 51 dikategorikan tingkat ketahanmalangan peserta didik kelas VII termasuk kategori rendah.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang besar presentase dan frekuensi ketahanmalangan peserta didik kelas VII dapat dilihat pada tabel berikut:

0 20 40

Pola Asuh Otoriter

Pola Asuh Demokratis

Pola Asuh Permissif 3

(6,67%)

10 (22,22%)

32 (71,11%)

Pola Asuh Yang Diterapkan Orang Tua Peserta Didik MTs Nurul Islam

Sekarbela

Frekuen si

94

Tabel 4.7

Presentase dan Kategori Ketahanmalangan No. Nilai F Presentase (%) Kategori

1. X ≥ 62 10 22,22 Tinggi

2. 52≤ X ≤ 61 27 60 Sedang

3. ≤ 51 8 17,78 Rendah

Jumlah 45 100

Dari kategori di atas dapat disimpulkan bahwa frekuensi 10 memiliki 22,22% ketahanmalangan berkategori tinggi, frekuensi 27 memiliki 60%

ketahanmalangan berkategori sedang, dan frekuensi 8 memiliki 17,78%

ketahanmalangan berkategori rendah. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa Ketahanmalangan peserta didik kelas VII di MTs Nurul Islam Sekarbela termasuk kedalam kategori sedang dengan presentase sebesar 60%. (Lihat lampiran 3)

Berikut ini merupakan grafik besar presentase ketahanmalangan (adversity quotient) peserta didik kelas VII MTs Nurul Islam Sekarbela:

Gambar 4.4

Presentase Ketahanmalangan Didik MTs Nurul Islam Sekarbela

0 10 20 30

Tinggi Sedang Rendah

10 (22,22%)

27 (60%)

8 (17,78%)

Besar Presentase Ketahanmalangan (adversity quotient)

f

95 d. Hasil Belajar

Adapun hasil belajar peserta didik di MTS Nurul Islam Sekarbela yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu: sebanyak 25 peserta didik sedangkan 20 peserta didik lainnya tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Jadi, dapat disimpulkan bahwa dari 45 sampel penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik berada dalam kategori cukup baik, walaupun tidak begitu signifikan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.8

Jumlah Peserta didik dan KKM No. Nilai Jumlah peserta

didik KKM ≥75 Kategori

1. 60-74 20 Belum Tuntas

2. 75-85 23 Tuntas

3. 86-95 2 Tuntas

4. 96-100 0 Tuntas

Total 45

Berikut ini merupakan grafik besar presentase hasil belajar peserta didik kelas VII MTs Nurul Islam Sekarbela:

96

Gambar 4.5

Presentase Hasil Belajar Peserta Didik

Berikut ini merupakan tabel hasil rekapitulasi skor untuk seluruh variabel:

Tabel 4.9

Hasil Rekapitulasi Skor Seluruh Variabel No. Nama Peserta

Didik

Skor Status Gizi (X1)

Skor Pola Asuh Orang Tua (X2)

Skor Ketahan malangan

(Y1)

Hasil Belajar

(Y2) IMT

(Nilai Indivi

du)

Z- Score

1. Abdul Muktadir 18.81 0.14 58 48 80

2. Ading Kaswara P. 20.41 0.53 58 52 67

3. Ahmad Faisal A. 22.21 1.25 65 54 80

4. Faril Dimas S. 16.57 -1 77 63 80

5. Hisyam Ali M. 20.93 1.03 51 54 86

6. Ki Agus Rizki N.H. 18.94 0 78 57 70

7. M. Arif Hisamudin 25.48 2.69 66 54 75

8. Rofiqurrahman 27.12 2.82 73 62 60

9. Syafa'at Araffi E. 16.48 -1 81 68 70

10. Ahmad Rizki R. 18.85 0.03 76 61 64

11. Andika Jibran P. 19.29 0.38 81 62 85

0 5 10 15 20 25

60-74 75-85 86-95 96-100 20

(Belum Tuntas)

23 (Tuntas)

2

(Tuntas) 0 (Tuntas)

Presentase Hasil Belajar

Jumlah Siswa KKM ≥75

97

12. Djibril Husaini 19.3 0.03 80 60 75

13. Haekal Apriyan 25.3 2.35 84 67 80

14. Kholif Aby Ansori 16.33 -1.45 75 63 85

15. Mawardi Saputra 18.6 0.15 85 61 80

16. M. Ibrahim A. 20.72 0.64 81 54 80

17. M. Ilyas Arsamad 25.15 2.5 68 54 63

18. Reno Harmaen 28.89 3.7 73 57 75

19. Zaenul Majdi 21 1.28 68 50 65

20. Fathul Azmi 28.57 4.58 76 56 75

21. BQ. Indah P.S. 24.26 1.73 76 59 76

22. Kurniawati 20.54 0.38 80 67 84

23. Lutpita Amrina 19.9 0.33 78 57 65

24. Moza Alya Ain 20.78 0.37 71 58 63

25. Muslihan 17.01 -1.16 65 55 60

26. Sabila Fitri 31.63 3.96 56 49 62

27. Salsa Putri Utami 24.39 1.73 85 51 60

28. Suci Ramadani 20.83 0.48 81 52 64

29. Syania Anjani I.T. 23.78 1.53 72 59 75

30. Zahra Tussita 22.5 1.31 80 59 80

31. Dina Mariyana 24.68 1.7 72 54 66

32. Fairuz Janeeta 19.53 0.19 74 57 68

33. Fani Sinta Nuari 20.78 0.4 68 57 75

34. Hena Mariyana 16.88 -1.2 81 47 75

35. Laela Zahra 25 2 75 45 87

36. Masratul Aini 19.79 0.12 70 58 60

37. Nina Najwa S. 32.79 4.32 69 54 75

38. Rahma Shaka M. 26.25 2.35 68 49 60

39. Sindi Amelia 22.07 0.71 72 64 60

40. Yasmin Satila 20.34 0.35 69 54 80

41. Kayla Reselia Putri 22.63 0.87 84 59 65

42. Astika Supiana 30.02 3.51 60 45 82

43. BQ. Adnin B.P. 37.1 6.34 83 65 82

44. Nuri Septianan R. 44.71 7.84 85 65 68

45. Aliya Hanan 34.24 5.1 77 56 83

98

Dalam dokumen Status Gizi (Halaman 105-117)

Dokumen terkait