BAB III METODE PENELITIAN
L. Uji Homogenitas
Setelah kelas diuji kenormalanya,kemudian kelas diuji kehomogenitasanya . Teknik yang digunakan untuk uji homogenitas pada penelitian ini adalah dengan ujiBartlett. Adapun langkah-langkah uji homogenitas dengan Bartlett, yaitu:
1) Masukkan angka –angka statistik untuk pengujian homogenitas pada tabel penolong.
Kelompok dk(n-1) Si
Log si
dk.log si
∑= ∑(n-1) - - ∑ . si
2) Menghitung varians gabungan dari sejumlah kelompok yang ada.
gabungan =∑( )
∑( )
3) Menghitung nilai log S.
4) Menghitung nilai B yaitu B= logSX∑( − 1)
Menghitung nilai hitung X2hitung=In10
Dengan:
∑( −1) og i= ∑ k.logS Sehingga
hitung=In10(B-∑dk.log )
5) Membandingkan 2hitung dengan 2tabel untuk ᵃ =0,05 dan drajat kebebasan (dk)=n-1 dengan krateria sebagai berikut jika 2hitung ≥ 2tabel berarti tidak homogeny danJika≤ hitung tabel berarti homogen
4) Ujihipotesis
Untuk mengetahau semua perbedaan mean antara kedua kelompok,diajukan dengan uji-t dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
= −
+
Dengan
S = ( − 1) + ( − 1) + − 2 Dimana:
=rata-ratasekor kelompok eksperimen
2 =rata-rata skor kelopok control
=varians gabungan ( kelompok eksperimen dan kontrol)
12 =varians kelompok eksperimen
22 =varians kelopok konrol
1 =jumlah anggota sampel kelompok eksperimen
2 =jumlah anggota sampel kelompok control Langka selanjutnya adalah sebagai berikut:
a) Mengajukan hipotesis ialah:
b) Uji kesamaan dua rata-rata hasil pretest Ho: X = Y
Tidak terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa rata-rata skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok konrol.
Ha =X ≠ Y
Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara rata-rata skor presets kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
c) Uji kesamaan dua rata-rata hasil posttest Ho: X = Y
Tidak terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara rata-rata skor posttes kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Ha: X= Y
Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dan kontrol.
d) Menghitung nilai hitung dengan rumus uji-t
e) Menentukan derajat kebebasan (dk) dengan rumus.
dk ( − 1) + ( − 1)
f) Menetukan nilai t-tabel dengan = 0.05 g) Menguji hipotesis
Jika– ttabel<thitung<ttabel maka Ho pada tingkat kepercayaan 0.95.
Jika thitung≤ − ttabel atau ttabel≤ thitung maka Ha diterima pada tingkat kepercayaan 0.95.
.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. HASIL PENELITIAN
Penelitian yang digunakan ini adalah metode quasi eksperimenyang memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan media animasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di Sekolah Dasar Khatolik ( SDK) Tompong Desa Nampar Sepang Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur NTT. Dalam penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok, kelas kontrol dan kelas eksperimen. Dari hasil penelitian yang dilakukan, akan disajikan deskripsi data (Lampiran) yang telah diperoleh dari tes awal (pretest) yang merupakan gambaran kondisi awal siswa sebelum dilakukan ekperimen dan tes akhir (posttest) yaitu hasil setelah diberikan perlakuan.
Pembelajaran yang diberikan terhadap kedua kelompok tersebutmemakai perlakuan yang berbeda, pembelajaran dengan media animasipada kelas eksperimen dan untuk kelas kontrol memakai pembelajarankonvesional atau dengan papan tulis pada pelajaran Bahasa indonesia, perlakuan ini digunakan sebagai cara untukmengetahui perbedaan pengaruh media yang digunakan.
Berdasarkan datayang diperoleh kemudian dianalisa dan diinterpretasikan oleh peneliti gunamenjawab permasalahan penelitian. Uraian hasil analisa dan pembahasanhasil penelitian adalah sebagai berikut:
1. Data hasil belajar kelas eksperimen a. Pretest
Tes awal atau pretest dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa mengenai materi bahasa Indonesia sebelum siswa
37
memperoleh metode pembelajaran dengan menggunakan media animasi. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 48,39.
Tabel 14.Distribusi frekuensi nilai pretest kelas eksperimen
Interval Frekuensi
25-34 3
35-43 5
44-52 7
53-61 6
62-70 4
71-79 1
Jumlah 26
b. posttest
Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90, dengan rata-ratahasil posttest kelas eksperimen sebesar 74,82. Berikut disajikan data distribusi frekuensi nilai posttest hasil belajar kelas eksperimen.
Tabel 15.Distribusi frekuensi nilai posttest kelas eksperimen
Interval Frekuensi
60-64 1
65-69 3
70-74 6
75-79 9
80-84 7
85-90 2
Jumlah 28
2. Data Hasil Belajar Kelas Kontrol a.Pretest
Dari hasil penelitian yang dilakukan dalam kelas kontrol diperoleh Nilai rata-rata pretest kelas
kontrol46,54.Berikut disajikan data distribusi pretest kelas kontrol.
Tabel 16.Distribusi frekuensi nilai pretest kelas kontrol
Interval Frekuensi
10-21 2
22-23 4
34-45 6
46-57 9
58-70 3
71-83 2
Jumlah 26
1. posttest
Perlakuan yang digunakan dalam kelas kontrol memakai perlakuan pembelajaran dengan metode konvesional (papan tulis) dengan media papan tulis dan ceramah, diperoleh hasil rata-rata 64.04.Berikut disajikan data distribusi posttest kelas kontrol.
peningkatanTabel 17. Distribusi frekuensi nilai posttest kelas kontrol
Berdasarkan data tersebut dapat dilihat terdapat hasil belajar bahasa Indonesia kelas eksperimen yang menggunakan perlakuan pembelajaran media
Interval Frekuensi
41-51 3
52-57 3
58-63 6
64-68 9
69-74 4
75-79 1
Jumlah 26
animasi mengalamipeningkatan sebesar 26,43 dan kelas kontrol yang menggunakan metodekonvesional dengan media papan tulis dan ceramah mengalami peningkatan 17.50.
a. Pengujian Persyaratan Analisis Hipotesis
untuk menguji hipotesis, dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji-t (independent sample test). Untuk melakukan uji-t, persyaratannya adalah data setiap variabel harus berdistribusi normal. Data yang dianalisis adalah data dari pretest dan posttest pada kelompok
eksperimen serta kelompok kontrol 1. Uji Normalitas
Untuk mengetahui data hasil penelitian pretest dan posttest
diatasberdistribusi normal atau tidak, maka data-data tersebut perlu diolah denganuji normalitas data.Apabila berdistribusi normal, maka teknik statistic parametris dapat digunakan.Teknik analisis uji normalitas
mengunakanharga Chi-kuadrat.Dengan ketentuan harga Chi-kuadrat hasil perhitungandibandingkan dengan harga Chi-kuadrat tabel, pada taraf signifikan 5%.Jikaharga Chi-kuadrat hitung ( ) < harga Chi-kuadrat tabel ( ), maka databerdistribusi normal (Sugiyono, 2011: 172).
Hasil uji normalitas pretest dan posttest kedua kelompok tersebutdapat dilihat pada tabel berikut, sedangkan perhitungan lengkapnya dapatdilihat pada lampiran.
b. Hasil analisis Uji Normalitas Pretest
Tabel 18.Hasil analisis uji normalitas pretest
Kelas hitung tabel keterangan
Eksperimen 9,69 11,07 Berdistribusi normal
Kontrol 5,85 11,07 Berdistribusi normal
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa pengujian nilai tes awalkedua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
menunjukkan nilai hitung < tabel, hal ini berarti nilai tes awalkedua kelompok tersebut berdistribusi normal.
c. Hasil analisis Uji Normalitas posttes
Tabel 19.Hasil analisis uji normalitas posttest
Kelas hitung tabel keterangan
Eksperimen 6,45 11,07 Berdistribusi normal
Kontrol 8,70 11,07 Bedistribusi
normal
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kedua kelompok yaitukelompok eksperimen yang diberi perlakuan pembelajaran denga media animasi dan kelompok kontrol dengan pembelajaran konvesional(papan tulis) menunjukkan nilai hitung < tabel, hal ini berarti nilaites awal kedua kelompok tersebut berdistribusi normal.
2. Uji Homogenitas
Setelah nilai kedua kelompok penelitian tersebut dinyatakanberdistribusi normal, selanjutnya dicari nilai homogenitasnya. Ujihomogenitas menggunakan data pretest hasil belajar kelas eksperimendan kelas kontrol. Kriteria pengujian kedua kelompok sampel dikatakanhomogen jika F hitung < F tabel, pada α = 0,05.
Menurut Sudjana (2002:249) yaitu jika F hitung < F tabel berarti data kelas sampel mempunyaivariansi yang homogen, sebaliknya jika F hitung > F tabel, berarti datakelas sampel tidak homogen. Hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel20.Hasil analisis uji homogenitas
Data Fn Fr Keterangan
pretest 1,61 1,83 Varian
homogen
Dari pengujian diatas diperoleh bahwa Harga F hitung lebih kecildari harga F tabel untuk taraf kesalahan 5% maka dapat disimpulkanvarian data pretest adalah homogen. Untuk perhitungan lengkapnyadapat dilihat pada lampiran uji homogenitas pretest.
3. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t, yaituberdasarkan perbandingan t-hitung dengan t-tabel, sebagai dasar dalampengampilan keputusan (Sugiyono, 2011: 199) :
Jika statistik hitung (angka t-hitung) > statistik tabel (t-tabel), maka Ho ditolakdan Ha diterima.
Jika statistik hitung (angka t-hitung) < statistik tabel (t-tabel), maka Ho Diterima sebelum dilakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji rata-rata kesamaan dua kelompok untuk mengetahui kemampuan awal kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hipotesis statistik, Ho: tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil pretest siswa kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Ha:
ada perbedaan yang signifikan antara hasil pretest siswa kelas kontrol dengankelas eksperimen.
B. Pembahasan
Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti melakukan pengujiandengan memakai instrumen yang telah disiapkan sebelumnya.Pemakaianinstrumen ini yang nantinya dipakai untuk pengambilan data.Uji instrument dilakukan pada kelas kontrol. Setelah dinyatakan valid maka instrumen siap digunakan untuk pengambilan datapada kelompok berikutnya.Pada tahapan berikutnya, pelaksanaan pembelajaran di kelas kontrol, peneliti menjelaskan materi pelajaran bahasa indonesia dimulai dengan mengidentifikasi nilai. Dalam pembelajaran tersebut, peneliti memakai pembelajaran dengan menggunakan media konvesional (papan tulis), dimana memakai metode ceramah dan papan tulis sebagai pusat pembelajarannya.Peneliti menerangkan pelajaran dan siswa memperhatikanpenjelasan peneliti, kemudian siswamencatatnya ke buku catatan mereka masing-masing. Dalam kondisi pelaksanaan tersebut suasana pembelajaran terasa kurang kondusif, banyak siswa yang kurang memperhatikan ketika peneliti menjelaskan tentang materi pelajaran, selain itu banyaknya siswa yang mengobrol dan mengganggu siswa lain yang sedang memperhatikanmenambah suasana riuh dan tidak kondusif. Pada tahapan penjelasanlangkah mendengarkan salah satu contoh bagian menulis, peneliti mengajak siswa untuk berinteraksi dengan mendengarkan, tapi karena kondisimemang kurang kondusif sehingga tidak ada tanggapan.Kurangnya aktivasisiswa dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut bisa disebabkan olehkebiasaan siswa sebelumnya yaitu siswa lebih banyak mendengarkan danmencatat informasi yang disampaikan oleh guru dan sering menunggupenjelasan guru.
Pada pertemuan berikutnya yaitu pada kelas eksperimen yang tidak jauh beda isinya dengan kelas kontrol, hanya saja disinipeneliti menggunakan media animasi sebagai pusat pembelajarannya.Desain media yang menarik dan kreatif membuat siswa terfokus dan ingintahu akan halaman-halaman yang akan ditampilkan berikutnya, dengankondisi ini siswa lebih bertanggung jawab menjaga kondisi suasana kelasyang kondusif dan tenang, ini dibuktikan dengan ketika ada salah satu siswayang bersuara sedikit terlalu keras makasiswa yang lain langsungmenegurnya, selain itu siswa sangat antusias dan bersemangat dalammenyampaikan hal-hal yang ingin diketahui tentang materi, karena penelitibanyak memberikan visualisasi dan animasi tentang lingkup menggambar danmelihat langsung media animasi, yang selama ini mereka tahu hanya dari sebatas teori danpenjelasan saja. Tingkat antusias siswa tidak hanya sampai disini, ketikapeneliti mengajak menggambar salah satu contoh bagian media, siswasangat interaktif dan menunjukkan kreatifitasnya dalam melogika bentuk-bentukbagian media animasi yang akandijelaskan. Dengan adanya media animasi ini, banyak pengaruh dalam pelaksanaan pembelajaran, seperti kondisi kelasV yang kondusif serta aktivasi dan antusias siswa dalam mengikutipembelajaran.
Berdasarkan hasil pretest dapat disimpulkan bahwa tidak adaperbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.Haltersebut terbukti dari hasil perhitungan uji-t awal.Hasil uji hipotesis, menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa kelas eksperimen dengan hasil belajarsiswa kelas kontrol.Hasil pretest kelompok tersebut dijadikan data analisisuntuk mengetahui tingkat perbedaan dua kelompok tersebut. Hasil rata- ratapretest kelas kontrol sebesar 46,54 dan hasil rata-rata pretest kelaseksperimen sebesar 48,39.
Teknik yang digunakan dalam analisis data memakai uji normalitassebagai uji prasyarat untuk mengetahui tingkat normalitas data, dan uji-tdigunakan sebagai pengujian hipotesis. Dari hasil analisis data penelitiandapat disimpulkan, bahwa ada perbedaan prestasi belajar pada matapelajaran bahasa Indonesia yang menggunakan media animasi.Hal ini dibuktikan dengan harga t hitung >t tabel, maka Ho ditolak dan Haditerima dengan tingkat signifikansi 0,05. Dalam penelitian ini didapatkanjuga perbandingan hasil pretest dan posttest dari kelas kontrol maupun kelaseksperimen. Dari hasil tersebut didapatkan hasil pretest kelas kontrol nilai rata-rata 46,54, sedangkan hasil pretest kelas eksperimen didapatkan nilai rata-rata 48,39. Kemudian dari hasil posttest kelas kontrol didapatkan nilai rata-rata 64,04 sedangkan untuk kelas eksperimen didapatkan nilai rata-rata 110 74,82. Dari perolehan nilai tersebut, setelah dilakukan percobaan terjadi peningkatan sebesar 17,50 untuk kelas kontrol, dan 26,43 untuk kelas eksperimen.
Perbedaan ini dikarenakan pada kelompok eksperimen kegiatanpembelajarannya menggunakan media animasi.Animasi ini dapatmemberikan pengalaman visual kepada siswa dalam rangka mendorongmotivasi belajar, memperjelas, serta mempermudah konsep yang abstrakmenjadi lebih sederhana, konkrit, dan mudah dipahami. Mengingat bahwapelajaran bahasa Indonesia memiliki tingkat pemahaman yanglebih karena semuanya didasarkan pada media animasi sehingga memerlukan visualisasi dalam penjelasannya.Lebih terpenting lagi, dengan kemudahan penjelasan dan menariknyapembelajaran dengan media animasi, serta dari hasil penelitian dan teoriyang telah dikemukakan diatas maka dapat disimpulkan
bahwasanyapemberian media animasi untuk pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Dalam pelaksanaannya kelas yang memakai media animasi lebihterfokus dan kondusif pada materi pelajaran yang disampaikan, kemudiantingkat interaksi siswa lebih meningkat dalam menyampaikan gagasan danide-ide yang dimilikinya, hal ini dapat dilihat dari antusias siswa dalammengikuti pelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakanmedia animasi. Dengan kegiatan belajar tidak hanya sekedar mencatatinformasi yang berasal dari guru saja, tetapi pembelajaran denganmenggunakan animasi yang menarik dan interaktif, kegiatan belajar terasamenyenangkan dan membantu siswa lebih termotivasi dalam proses belajar.
Berdasarkan pernyataan diatas, seorang guru dituntut untuk memilikikemampuan memilih, menentukan, mengembangkan metode dan mediapembelajaran yang bervariasi untuk mencapai tujuan pembelajaran yangdiharapkan. Hal tersebut diantaranya adalah pemilihan metode danpendekatan yang tepat untuk suatu konsep yang akan disampaikan.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikansebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Nilai hasil belajar siswa yang menggunakan media animasi lebih besar dari hasil belajar siswa yang menggunakan media konvesional (papan tulis) pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas V di Sekolah Dasar Khatolik (SDK) Tompong. Perbedaan hasil belajar ditunjukkan dengan analisis hasil tes siswa yang diuji dengan rumus T-tes ( Independent Sample Test ) dengan perolehan Pvalue (sig.) 0,0001 < 0,05. Dari instrumen yang diujikan kepada siswa dapat diketahui peningkatan hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
2. Peningkatan nilai rata-rata pretest kelas kontrol 46,54 dan nilai rata-rata posttest sebesar 64,04, sedangkan nilai rata-rata pretest kelas eksperimen 48,39 dan nilai rata-rata posttest sebesar 74,82. Dari hasil penelitian tersebut menunjukan pengaruh perbedaan nilai rata-rata hasil belajar antara kelas kontrol dan eksperimen, dimana kelas kontrol memakai media konvesional (papan tulis) dengan peningkatan rata-rata nilai 17,50 dan kelas eksperimen memakai media animasi dengan peningkatan rata-rata 26,43.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan serta implikasi dalam penelitian ini, maka peneliti menyampaikan saran sebagai berikut:
47
a. Pihak sekolah diharapkan dapat menerapkan pemanfaatan media pembelajaran, karena berdasarkan hasil penelitian bahwa penggunaan media animasi memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan metode papan tulis atau konvesional. mata pelajaran produktif yang membutuhkan visualisasi lapangan sehingga memudahkan siswa dalam memahaminya.
b. Memberikan kesempatan dan melengkapi fasilitas kepada seluruh guru untuk mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran yangdimiliki sekolah sebagai metode pengajaran dalam proses belajar mengajar. Sehingga kondisi belajar dalam kelas lebih kondusif dan interaktif, serta meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.
c. Menambah referensi dan sarana pra sarana yang dapat digunakan dalam mengembangkan dan menunjang pemanfaatan media pembelajaran, memberikan penghargaan bagi guru yang memberikan kontribusi yang baik dalam penggunaan media pembelajaran, sehingga meningkatkan motivasi serta inovasi yang kreatif dari guru ketika melangsungkan kegiatan proses belajar mengajar.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Jakarta: PT Asdi Mahastya
Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Anderson, Ronald. 2004. Penilaian dan Pemanfaatan Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Agus Suheri, Animasi Multimedia Pembelajaran,….
Assiat. Prof. Dr. Yucel Gusac. 3-d Computer Animation Production Prosess on Distance Education Program Throngh Television Anadolu University The Open Education Faculty model, 2001.
Briggs, 1997 dalam html://www. Ianblogspot/ 2012/ 03/ Pengertian- Media Pembelajaran.Html.
Dahar, Ratna Willis. Teori-teori Belajar. Erlangga Jakarta
Darmawan, Deni. 2012. Teknologi Pembelajaran. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Djamarah 2002.Psikologi Belajar. Jakarta: PT Ashadi MahastyahErwin Kurniawan.(2011). Pengertian Animasi Diakses dari htt://Sahabaterwin blogspot. Com /2011 /05/ pengertian animasi.
Html diakses pada tanggal 4 april 2014, pukul 13. 06 wib
Koesoema, Doni, Pendidikan karakter, Strategi Mendidik Anak Di Zaman Global, Jakarta: Grasindo, 2007
Lamijan, Metode dan Teknik Pendidikan Nilai.Dalam Jurnal Inkoma, Tahun 13, Nomor 1, Februari 2002.
Munadi, Yudi, Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, Ciputat:
Gaung Persada, 2008.
M. Basyrudin, Asnawir,Usman, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat proses, 2002.
Purnomo, Gatot. 2008 Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran. Jakarta:
Depdikbut.
Sadiman, 2005:6 dalam http://www blogspot/ 2013/ 03/ Pengertian- Media Animasi.Html.
Sugiyono.2007. Statistika untuk Penelitian. Bandung: alfabeta.
Sadjino, Anas. 2009. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pres
Sugiyono. 2013. Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D Bandung: alfabeta.
Sudjana Nana dan Rivai, Ahmad. 2009. Media Pengajaran. Bandung:
Sinar Baru Algesindo.
Tim Penyusun. 2006. Panduan Penulisan dan Penilaian Skripsi UNESA. Surabaya
Arikunto, Suharsimi. 2006. ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik. Jakarta:
PT AsdiMahastya
Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta :PT Raja GrafindoPersada.
Anderson, Ronald. 2004. PenilaiandanPemanfaatan Media Pembelajaran.
Jakarta : Raja GrafindoPersada.
Arikunto, Suharsimi. 2006. ProsedurPenelitianSuatuPendekatanPraktik. Jakarta:
PT AsdiMahasatya.
Agus Suheri,Animasi Multimedia Pembelajaran,….
Assist. Prof. Dr. YucelGusac. 3- d ComputerAnimation Production Process on Distance Education Program through Television: Anadolu University The Open Education Faculty model, 2001.
Dahar, Ratna Willis. Teori- teori Belajar. Erlangga. Jakarta,.
Darmawan, Deni. 2012. TeknologiPembelajaran. Bandung : PT RemajaRosdakarya.
Djamarah. 2002. PsikologiBelajar. Jakarta :PT AshadiMahastya Erwin Kuaniawan.(2011).PengertianAnimasiDiaksesdarihttp://sahabaterwinblog spot.Com /2011/05/pengetiananimasi. Html diaksespadatanggal 4 april 2014,pukul 13. 06 Wib
Koesoema, Doni, Pendidikankarakter, StrategiMendidikAnak Di ZamanGlobal, Jakarta: Grasindo, 2007.
Munadi, Yudhi, Media PembelajaranSebuahPendekatanBaru, Ciputat:
GaungPersada, 2008.
M. Basyrudin, Asnawir, Usman, Media Pembelajaran, Jakarta: Ciputat Proses,2002.
Purnomo,Gatot.2008.Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran.Jakarta : Depdikbud.
Panggaean, Luhut, Penelitian Pendidikan, Bandung Institut Keguruan Ilmu Pendidikan 1996
Riduwan, BelajarMudahPenelitianUntuk Guru KaryawandanPenelitianPemula, Bandung: Al fabeta, 2007.
Rusijono,dan Mustaji.2008.Penelitian TeknologiPembelajaran. Surabaya :Unesa University Press.
Sudjiono, Anas. 2009. PengantarEvaluasiPendidikan. Jakarta :RajawaliPers Sigiono, ( 2011). MetodePenelitianKuantitatifKualitatifdan R & D. Bandung: CV.
Alfabeta
Sudjino, Anas. 2009. StatistikPendidikan. Jakarta : Rajawali Pers
Sadiman, Aief, dkk. 2016. Media pendidikan pengetian, pengembangan dan pemanfaatan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Pesada
.
Santrock, W John. 2008. PsikologiPendidikan. Jakarta :KencanaPrenada Media Grou
:RinekaCipta
Soeharto, Kartidkk. 2003. TeknologiPembelajaran. Surabaya : Surabaya Intellectual Club
Samsuri, AndiSukri., Dkk.2014. PedomanPenulisanSkripsi. Makassar: Panrita Press Unismuh Makassar
Zuriah, Nurul, Dra.Msi. 2003. PenelitianTindakan. Malang :Banyumedia Publishing
Winkel, WS. 2004. PsikologiPengajaran.Yogyakarta : Media Abadi Wilman, Winarini, Ph.D. 2004.Akselerasi A–Z Informasi Program Sadiman (2009:7) ”Mediaadalahsegalasesuatu yang
dapatdigunakanuntukmenyalurkanpesandaripengirimkepenerimasehinggadapatm erangsangperasaan,
perhatiandanminatsertaperhatiansiswasedemikianrupasehingga proses belajarterjadi.Miarso, Yusufhadi.2004.Menyemai
BenihTeknologiPendidikan.Jakarta :Prenada Media Widiasarana
A M P
I
R
A
N
Nama populasi berdasarkan jenis kelamin laki-laki :
NO Nama Populasi Jenis Kelamin
1 Krispinus Tinaldo L
2 Muhamad yamin L
3 Muhamad yasin L
4 Taqdir L
5 Teodorikus Olifer L
6 Valentinus Evaldo L
7 Patrisius K Nggalang L
8 Safar L
9 Muh. Bazaruddin Nur L
10 Muhammad Aswan L
11 Tarsisius P. Jaik L
12 Abdul Kadir L
13 Ahmad Ikhsan L
14 Muh. Yusuf L
15 Agustinus Koto L
16 Muh. Firman L
17 Fajarudin L
Nama populasi berdasarkan jenis kelamin perempuan :
NO Nama populasi Jenis kelamin
1 Sriwidayati P
2 Andriani Eka S P
3 Efrin Yuliana P P
4 St. Fatimah P
5 St. Nurjanah P
6 Sahara P
7 Satria P
8 Wihelmina R P
9 Herliasti Putri P
10 Agustina Nggiting P
11 Emiliana P
12 Hariyanti P
13 St. Sahara P
14 St. Fadila P
15 Waeda P
16 Sutarni P
1. Apakah guru menggunakan media animasi dalam mengajar Bahasa Indonesia ? a. selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d. Sering
2. Apakah guru mampu menciptakan media animasi dalam proses belajar Bahasa Indonesia secara kreatif ?
a. Selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d. Sering
3. Apakah guru dalam mengajar menggunakan media animasi ?
a. Selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d.Sering
4. Apakah materi Bahasa Indonesia dalam menerapkan menggunakan media animasi?
a. Selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d. Sering
5. Apakah guru dalam mengajar menggunakan media anmasi ?
a. Selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d. Sering
6. Apakah guru menggunakan media animasi dalam mengajar Bahasa Indonesia menggunakan metode dan strategi pengajaran aktif dan variatif ?
a. Selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d. Sering
7. Apakah mengguakan media animasi pembelajaran Bahasa Indonesia didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai ?
a. Selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d. Sering
mengajar Bahasa Indonesia ?
a. Selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d. Sering
9. Apakah kegiatan praktik dilakukan secara konsisten dalam p embelajaran dan evaluasi Bahasa Indonesia ?
a. Selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d. Sering 10. Apakah guru sering menggunakan media animasi pada proses pembelajaran.
a. selalu b. Kadang- kadang c. Tidak pernah d. sering
Jl. Sultan Alauddin No. 259 Telp (0411)860 837/860132 (fax)
KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI
NAMA MAHASISWA : SITI BADARIATI
STAMBUK : 1053 11894 12
JURUSAN : Teknologi Pendidikan
PEMBIMBING I : Dr. Syarifuddin Cn. Sida, M. Pd
JUDUL SKRIPSI : Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Di Sekolah Dasar Khatolik ( SDK ) Tompong Desa Nampar Sepang Kec. Sambi Rampas Kab. Manggarai Timur NTT.
No Hari/Tanggal UraianPerbaikan Tanda Tangan
Catatan : Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian Skripsi jika sudah konsultasi ke dosen pembimbing minimal 3 kali.
Makassar, Januari 2017 Ketua Prodi
Teknologi Pendidikan
Andi Adam, S. Pd, M. Pd NBM. 972614
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
Jl. Sultan Alauddin No. 259 Telp (0411)860 837/860132 (fax)
KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI
NAMA MAHASISWA : SITI BADARIATI
STAMBUK : 1053 11894 12
JURUSAN : Teknologi Pendidikan
PEMBIMBING I : Andi Adam, S. Pd., M. Pd
JUDUL SKRIPSI : Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Di Sekolah Dasar Khatolik ( SDK ) Tompong Desa Nampar Sepang Kec. Sambi Rampas Kab. Manggarai Timur NTT.
No Hari/Tanggal UraianPerbaikan Tanda Tangan
Catatan : Mahasiswa hanya dapat mengikuti ujian Skripsi jika sudah konsultasi ke dosen pembimbing minimal 3 kali.
Makassar, Januari 2017 Ketua Prodi
Teknologi Pendidikan
Andi Adam, S. Pd., M. Pd NBM. 972614
- Identitas Responden
Nama Lengkap :
Kelas :
Jenis Kelamin : - Petunjuk Pengisian
1. bacalah terlebih dahulu seluruh pertanyaan ini dengan teliti dan hati-hati sebelum menjawab.
2. Berilah tanda cawing “
√
” untuk jawabanbenar.3. Mohon di pilih jawaban sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
4. Jawaban yang anda kemukakan tidak ada tuntupan apa-apa atau pun tidak berpengaruh pada raport dan nilai ujian anda nantinya.
1. Variabel Media Animasi
NO
DAFTAR PERNYATAAN
SS S R TS STS1 Penggunaan Media Animasi memberi semangat/pendorong siswa dalam kegiatan belajar
2 Kegiatan belajar akan berhasil apabila didasarkan pada media animasi 3 Media Animasi sangat mempengaruhi