PENDAHULUAN
LatarBelakang
Dengan media animasi siswa dapat belajar secara individu, media animasi bukan hanya sekedar alat tambahan saja melainkan sesuatu yang dapat digunakan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan media animasi siswa dapat belajar secara individu, media animasi bukan hanya sekedar alat tambahan saja melainkan sesuatu yang dapat digunakan siswa dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran bahasa Indonesia memerlukan visualisasi pada setiap bagian karya, bukan hanya konsep abstrak.
Rumusan Masalah
Dengan cara ini siswa dapat menentukan bentuk media apa yang sebaiknya digunakan. Berkaitan dengan hal tersebut, nampaknya perlu dilakukan penelitian mengenai upaya penggunaan media animasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan adanya penelitian ini diharapkan siswa mampu memahami materi dan meningkatkan hasil belajar yang baik.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya konsep atau metode pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, yang belum pernah diterapkan sebelumnya untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada pembelajaran bahasa Indonesia, sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa. dan hasil belajar di Sekolah Dasar (SDK) Katolik Tompong. Diharapkan media pembelajaran animasi ini dapat mempermudah dan menjelaskan cara belajar, serta meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari topik bahasa Indonesia. Dapat memberikan masukan mengenai media pembelajaran yang kreatif dan inovatif yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa khususnya kelas V di Sekolah Dasar (SDK) Katolik Tompong.
KajianPustaka
- Media Animasi
- HasilBelajarSiswa
- Pengaruh Media AnimasiDenganHasilBelajarSiswa
Gagne menyatakan bahwa hasil belajar adalah keterampilan (kemampuan) internal yang meliputi ketrampilan, intelektualitas, strategi kognitif, informasi verbal, keterampilan motorik dan sikap yang telah menjadi milik pribadi seseorang dan memungkinkan seseorang melakukan sesuatu. Hasil belajar dihasilkan dari kegiatan belajar untuk memperoleh pengetahuan dan perubahan perilaku untuk mencapai hasil belajar. Baik buruknya hasil belajar tergantung pada pengetahuan individu dan perubahan tingkah lakunya terhadap sesuatu yang dipelajarinya.
Hasil belajar seorang siswa dapat diketahui melalui tes dan pada akhirnya menghasilkan hasil belajar berupa nilai nyata maupun tidak nyata. Seorang siswa dikatakan mempunyai hasil belajar yang baik bila nilai yang diperoleh siswa tersebut tinggi, atau sebaliknya.Bloom mengklasifikasikan hasil belajar dalam tiga bidang yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Hasil belajar pada ranah kognitif terdiri dari enam kategori yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.
Hal ini dikarenakan hasil belajar ditentukan oleh kondisi belajar, kondisi belajar tersebut dapat berhasil baik dari dalam maupun dari luar diri siswa. Efektivitas pengalaman proses belajar mengajar yang dilakukan siswa untuk mencapai hasil belajar diharapkan memiliki kemampuan lulusan yang utuh dan mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, dan efektif atau behavioral. Penilaian hasil belajar penguasaan materi (kognitif) bertujuan untuk mengukur penguasaan dan pemilihan konsep-konsep ilmiah dasar berupa materi esensial sebagai konsep kunci dan prinsip utama.
Penilaian untuk mengukur hasil belajar pada ranah kognitif berbentuk tes, yang dapat mengukur kemampuan secara hierarki berupa pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Penilaian hasil belajar efektif.
Kerangka Pikir
Bloom Mengklasifikasikan Hasil Media animasi sangat bermanfaat bagi siswa, pembelajaran menjadi efektif, efisien dan fleksibel. Hal ini menunjukkan bahwa media animasi dapat diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu.Dalam pembelajaran dengan media animasi, siswa akan mengalami dan membangun pemahaman pembelajaran dalam bentuk kolaborasi dalam kelompok kecil, untuk mengambil kesimpulan tentang penyelesaian masalah yang diajukan. Ketika Anda mengajar dengan alat animasi, Anda akan memahami pembelajaran lebih efektif dan bermakna, karena setiap anggota kelompok mempunyai kontribusi yang sama dalam membangun keberhasilan kelompok.
Pembelajaran melalui media animasi merupakan suatu konsep pembelajaran yang membantu guru menghubungkan materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupannya. Sebelum terjun ke dunia nyata, siswa dapat menuangkan ide-ide kreatifnya, melalui media animasi dapat meningkatkan hasil belajar dan keyakinan agama siswa, sehingga diyakini hasil belajar dan sikap siswa akan meningkat menjadi lebih baik. Oleh karena itu, perlu adanya penelitian mengenai penggunaan media animasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan metode eksperimen semu.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Tempat dan WaktuPenelitian
- Metode dan Desain Penelitian
- Populasi dan Sampel Penelitian
- Teknik Pengambilan Sampel
- Prosedur Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Fariabe Penelitian
- TeknikPengumpulan Data
- UjiCobaInstrumen
- Uji Normalitas
- Uji Homogenitas
Tidak terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa pada rerata skor pretest kelompok eksperimen dan kontrol. Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara nilai mean preset kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tidak terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara rerata skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara rata-rata skor posttest kelompok eksperimen dan kontrol. Penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan media animasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di Sekolah Dasar (SDK) Katolik Tompong, Desa Nampar Sepang, Sambi Kecamatan Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Hasil belajar siswa yang menggunakan media animasi lebih besar dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan media konvensional (papan) pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di Sekolah Dasar (SDK) Katolik Tompong.
TAJUK TESIS: Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Peningkatan Hasil Pembelajaran Pelajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia V di Sekolah Rendah Katolik (SDK) Tompong Desa Nampar Sepang Dist. Meningkatkan Hasil Pembelajaran Pelajar Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Rendah Katolik (SDK) Tompong Desa Nampar Sepang Dist. 5 Pelajar yang mempunyai hasil pembelajaran yang tinggi untuk mempelajari sesuatu mata pelajaran akan mempelajarinya dalam masa tertentu dengan menggunakan media animasi.
10 Peningkatan hasil belajar siswa dapat mengatasi kesulitan belajar dengan media animasi yang benar.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan akan disajikan gambaran data (Lampiran) yang diperoleh dari tes awal (pretest) yaitu gambaran keadaan awal siswa sebelum dilakukan percobaan dan penarikan kesimpulan. tes (posttest), yaitu hasil setelah diberikan perlakuan. Pengajaran yang diberikan pada kedua kelompok menggunakan perlakuan yang berbeda, yaitu pengajaran dengan alat animasi pada kelas eksperimen dan pada kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional atau dengan papan tulis pada pembelajaran bahasa Indonesia. Perlakuan ini digunakan sebagai cara untuk mengetahui perbedaan dampak dari media yang digunakan. Tes awal atau pretest dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang materi bahasa Indonesia dihadapan siswa.
Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan skor terendah adalah 60 dan skor tertinggi adalah 90, dengan rata-rata hasil post-test kelas eksperimen sebesar 74,82. Perlakuan yang digunakan pada kelas kontrol meliputi perlakuan pengajaran dengan metode konvensional (papan tulis) dengan menggunakan papan tulis dan media pengajaran. Hasil rata-ratanya adalah 64,04. Berikut data sebaran posttest kelas kontrol. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hasil pembelajaran bahasa Indonesia kelas eksperimen dengan menggunakan media pembelajaran treatment.
Hasil uji normalitas pretest dan posttest kedua kelompok dapat dilihat pada tabel berikut, sedangkan perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran. Dari tabel diatas terlihat bahwa kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan media animasi dan kelompok kontrol yang mendapat pembelajaran konvensional (papan tulis) menunjukkan nilai hitung < tabel, artinya tes awal Skor untuk kedua kelompok berdistribusi normal. Jika statistik hitung (t-hitung angka) < tabel statistik (t-tabel), maka Ho diterima. Sebelum menguji hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji kemiripan rata-rata kedua kelompok untuk mengetahui kemampuan awal kedua kelompok. kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.
Hipotesis statistik, Ho: tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest siswa pada kelas kontrol dan eksperimen.
Pembahasan
Pada pertemuan berikutnya yaitu pada kelas eksperimen, materi yang disampaikan tidak jauh berbeda dengan kelas kontrol, hanya saja peneliti menggunakan media animasi sebagai pusat pembelajaran.Desain media yang menarik dan kreatif membuat siswa fokus dan penasaran pada halaman-halamannya. . yang akan dituliskan disebelahnya, dengan kondisi ini siswa lebih bertanggung jawab dalam menjaga suasana kelas yang kondusif dan tenteram, hal ini dibuktikan dengan ketika salah satu siswa berbicara sedikit terlalu keras maka siswa lainnya langsung menegurnya, dan selain itu siswa sangat bersemangat dan terpacu dalam menyampaikan hal-hal yang ingin mereka ketahui tentang materi, karena peneliti banyak menyampaikan visualisasi dan animasi dalam lingkup menggambar dan melihat langsung media animasi yang hanya mereka ketahui. dari teori dan penjelasan selama ini. Tingkat antusiasme siswa tidak berhenti sampai disitu saja ketika peneliti mengajak mereka untuk menggambar contoh suatu media, siswa sangat interaktif dan menunjukkan kreativitasnya dalam merancang secara logis bentuk-bentuk media animasi untuk menjelaskan. Dengan adanya media animasi ini banyak sekali pengaruhnya terhadap pelaksanaan pembelajaran, seperti kondisi kelas V yang kondusif, serta keaktifan dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.
Dari hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kinerja pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia yang menggunakan media animasi. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Had diterima dengan tingkat signifikansi 0,05. Perbedaan ini disebabkan karena media animasi digunakan dalam kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen. Animasi ini dapat memberikan pengalaman visual kepada siswa untuk mendorong motivasi belajar, memperjelas dan menyederhanakan konsep-konsep abstrak agar lebih sederhana, konkrit, dan mudah dipahami. Mengingat pelajaran bahasa Indonesia memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi karena semuanya berbasis media animasi, maka diperlukan visualisasi dalam penjelasannya. Yang lebih penting lagi, dengan kemudahan penjelasan dan pembelajaran yang menarik dengan menggunakan media animasi, serta dari hasil penelitian dan teori-teori tersebut di atas dapat disimpulkan.
Dalam pelaksanaannya, kelas yang menggunakan media animasi lebih fokus dan kondusif terhadap topik yang disajikan, kemudian tingkat interaksi siswa meningkat dalam menyampaikan pemikiran dan idenya, hal ini terlihat dari antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia menggunakan animasi. media. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh perbedaan nilai rata-rata terhadap hasil belajar antara kelas kontrol dan eksperimen, dimana kelas kontrol menggunakan media konvensional (papan tulis) dengan rata-rata peningkatan sebesar 17,50 dan kelas eksperimen menggunakan media animasi dengan rata-rata peningkatan. . peningkatan sebesar 26,50 ,43. Diharapkan sekolah dapat menerapkan penggunaan media pembelajaran, karena berdasarkan hasil penelitian, penggunaan media animasi memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa dibandingkan dengan papan tulis atau metode konvensional.
Apakah guru menggunakan media animasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan metode dan strategi pengajaran yang aktif dan berbeda?
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Perbedaan hasil belajar ditunjukkan melalui analisis hasil tes siswa yang diuji dengan menggunakan rumus uji T (Independent Sample Test) dengan nilai P-value (sig.) sebesar 0,0001 < 0,05. Dari instrumen yang diujikan kepada siswa terlihat bahwa hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen pada mata pelajaran bahasa Indonesia meningkat. Peningkatan rata-rata skor pretes kelas kontrol sebesar 46,54 dan rata-rata skor postes 64,04, sedangkan rata-rata skor pretes kelas eksperimen sebesar 48,39 dan rata-rata skor postes 74,82.
Saran
- Keadaan siswa di sekolah
- Deskripsi siswa berdasarkan jenis kelamin
- Distribusi jawaban responden pada variabel X
- Distribusi jawaban responden pada variabel Y
- Rekapitulasi korelasi product moment
- Pedoman interpretasi koefisien korelasi
- Angket
- Tes
- Daftar Nama populasi
- Dokumentasi
- Surat izin penelitian dari Universitas Muhammadiyah Makassar
- Surat keterangan telah melaksanakan penelitian
Memberikan kesempatan dan fasilitas yang penuh kepada seluruh guru untuk mengembangkan dan menggunakan media pengajaran milik sekolah sebagai metode pengajaran dalam proses belajar mengajar. Sehingga kondisi pembelajaran di kelas lebih kondusif dan interaktif, serta meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Menambah referensi dan sarana prasarana yang dapat digunakan dalam pengembangan dan penunjang penggunaan media pendidikan, pemberian hadiah kepada guru yang memberikan kontribusi baik dalam penggunaan media pendidikan, sehingga meningkatkan motivasi dan inovasi kreatif guru dalam melaksanakan kegiatan. dari proses belajar mengajar.
4 Pujian dari guru dapat dijadikan sebagai alat motivasi untuk menilai keberhasilan siswa dalam mengerjakan tugas sekolah. 6 Dengan adanya hukuman yang dilakukan guru, maka dapat dikatakan merupakan hukuman yang mendidik dan bertujuan untuk memperbaiki sikap dan tindakan siswa yang dianggap salah. 4 Siswa dapat memperoleh peningkatan hasil belajar hanya dengan menguasai nilai-nilai yang terkandung dalam penyediaan perangkat pembelajaran.
9 Minat belajar akan berjaya jika berdasarkan penggunaan media yang baik oleh guru dan murid.