• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Signifikansi T

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

6. Uji Signifikansi T

Uji sig-t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel pengalaman kerja, independensi, dan objektivitas, secara individual dalam menerangkan variabel kualitas hasil audit.

Berikut hasil uji signifikansi T menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 25.:

Tabel 4.14 : Hasil Uji Signifikansi T Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -5.363 2.403 -2.232 .034

Independensi .305 .118 .261 2.583 .016

Pengalaman_Kerja .527 .122 .454 4.326 .000

Objektivitas .362 .113 .337 3.213 .003

a. Dependent Variable: Kualitas_Hasil_Audit

Sumber : Data Kuisioner (Diolah, 2021)

a. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig) variabel independensi sebesar 0,016 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, ( 0,016 < 0,05 ), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel independensi (X1) memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hasil audit (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

b. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig) variabel pengalaman kerja sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, ( 0,000 < 0,05 ), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman kerja (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hasil audit (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

c. Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Sig) variabel objektivitas sebesar 0,003 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, ( 0,003 < 0,05 ), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel objektivitas (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas hasil audit (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pengaruh independensi terhadap kualitas hasil audit sektor publik pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

Berdasarkan hasil penelitian koefisien regresi independensi (X1) yang ditunjukkan pada tabel sebesar 0,305. Nilai koefisen positif, artinya independensi (X1) memiliki pengaruh positif terhadap kualitas hasil audit (Y). dari hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi (Sig) variabel independensi sebesar 0,016 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, ( 0,016 < 0,05 ).

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel independensi (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hasil audit (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

Independensi adalah sikap auditor yang jujur, tidak memihak, dan tidak mudah dipengaruhi(Christiawan, 2002).. Auditor baik secara individu maupun kelembagaan haruslah terbebas dari segala hal/gangguan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi proses pelaksanaan audit maupun hasil pelaporan audit, sehingga hasil dan pelaporan audit yang dilaksanakan akan sesuai dengan standar profesional dan kode etik yang telah ditetapkan.

seorang auditor, maka akan menghasilkan kualitas audit yang semakin baik.

Secara teoritis, hasil ini memberikan gambaran bahwa independensi merupakan faktor yang menentukan dari kualitas audit, hal ini memberikan arti bahwa jika auditor benar-benar independen, bersikap jujur dan adil, objektif dalam memberikan pertimbangan atau saran terhadap klien, dan yang terpenting adalah auditor tidak ada hubungan

khusus dengan klien dalam melakukan melakukan sehingga seorang auditor bebas dari tekanan klien sehingga auditor akan dengan leluasa melakukan tugas-tugas auditnya, begitupun sebaliknya.

Independensi seorang auditor berpengaruh terhadap kualitas audit. Ketika auditor melaksanakan aktivitas audit, hasil audit tersebut dikatakan memiliki kualitas jika memenuhi standar audit. Terkait dengan independensi dikatakan bahwa dalam pengambilan suatu keputusan seorang auditor dipengaruhi oleh motivasi untuk mempertahankan klien auditnya, namun di sisi lain auditor harus meredakan akan hal tersebut karena di sisi lain harus mempertahankan independensinya sebagai seorang auditor.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Achmad Badjuri (2017), “Analisis faktor faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pemeriksaan auditor intern Kota Semarang” memeberikan hasil pengujian regresi linier berganda didapat nilai t hitung antara independensi terhadap kualitaspemeriksaan sebesar 2,611 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,014. Dengan nilai signifikasinya yang lebih kecil dari 0,05 maka variabel independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pemeriksaan.

2. Pengaruh pengalaman kerja terhadap kualitas hasil audit sektor publik pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

Berdasarkan hasil penelitian koefisien regresi pengalaman kerja (X2) yang ditunjukkan pada tabel sebesar 0,527. Nilai koefisen positif, artinya pengalaman kerja (X2) memiliki pengaruh positif terhadap kualitas hasil audit (Y). dari hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi (Sig)

variabel independensi sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, ( 0,000 < 0,05 ). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel pengalaman kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hasil audit (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

Secara teorotis hasil ini memeberikan gambaran bahwa pengalaman kerja seorang auditor sangat menentukan kualitas hasil audit. Semakin berpengalaman seorang auditor, maka auditor tersebut dapat mengembangkan kemampuannya dalam melakukan audit, semakin peka dan cepat tanggap dalam mendeteksi adanya kekeliruan, dapat menyelesaikan tugas audit tepat waktu, pengalaman juga membuat seorang auditor menguasai pekerjaan.

Pengalaman merupakan sesuatu yang sangat penting dimiliki oleh seorang auditor, tingkat kesalahan yang dibuat oleh seorang auditor yang tidak berpengalaman lebih biasanya lebih banyak daripada auditor yang berpengalaman. Hal mengindikasikan bahwa semakin lama masa kerja dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang auditor maka akan menghasilkan kualitas audit yang baik.

Pengalaman merupakan sesuatu yang sangat penting dimiliki oleh seorang auditor, tingkat kesalahan yang dibuat oleh seorang auditor yang tidak berpengalaman lebih biasanya lebih banyak daripada auditor yang berpengalaman. Hal mengindikasikan bahwa semakin lama masa kerja dan pengalaman yang dimiliki oleh seorang auditor maka akan menghasilkan kualitas audit yang baik.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dialkukan oleh Nelvie Eunice Oroh dkk (2019) dengan judul “Analisis faktor-faktor mempengaruhi kualitas pemeriksaan sektor publik (Studi Empiris BPK RI Provinsi Sulut)” Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan diketahui bahwa Pengalaman kerja auditor berpengaruh signifikan dan postif terhadap kualitas hasil pemeriksaan. Pengalaman kerja memiliki nilai t-hitung sebesar 3,527 > 2,026 dan nilai signifikan 0,001 <

0,05. Dengan demikian 𝐻𝑎1 diterima dan 𝐻01 ditolak, sesuai dengan hasil uji hipotesis parsial (uji t). Pengalaman kerja auditor mempunyai pengaruh signifikan terhadap kualitas hasil pemeriksaan, dimana semakin berpengalaman auditor dalam melakukan tugas penugasan/pemeriksaan maka semakin meningkat kualitas hasil audit.

3. Pengaruh objektivitas terhadap kualitas hasil audit sektor publik pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

Berdasarkan hasil penelitian k oefisien regresi objektivitas (X3) yang ditunjukkan pada tabel sebesar 0,362. Nilai koefisen positif, artinya objektivitas (X3) memiliki pengaruh positif terhadap kualitas hasil audit (Y). dari hasil uji-t diperoleh nilai signifikansi (Sig) variabel independensi sebesar 0,003 lebih kecil dari nilai probabilitas 0,05, ( 0,003 < 0,05 ).

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel objektivitas (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hasil audit (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

Secara teoritis mengindikasikan bahwa seorang auditor dapat bertindak adil tanpa dipengaruhi tekanan atau permintaan pihak tertentu

yang berkepentingan atas hasil pemeriksaan auditnya. Selain itu auditor juga harus menolak menerima penugasan audit bila pada saat bersamaan dengan mempunyai hubungan kerja sama dengan pihak yang diperiksa. Seorang auditor yang memiliki objektivitas tidak boleh memihak kepada siapapun yang mempunyai kepentingan atas hasil pekerjaannya sehingga dapat diandalkan dan dipercaya. Proses pengambilan keputusan seorang auditor menggunakan pikiran yang logis.

Sikap objektivitas auditor mempunyai peran yang penting dalam menyelesaikan pekerjaan seorang auditor baik atau tidak, dilihat dari objektivitas mampu untuk menunjukkan temuan-temuan dari hasil auditannya. Dengan adanya sikap objektivitas, penilian yang dihasilkan tidak bias, tidak memihak dan bukan merupakan hasil dari kompromi.

Semakin obejektivitas seorang auditor, maka kualitas audit yang dihasilkan akan lebih baik. Suyanti, dkk (2016).

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Diah Kusumawardani (2017) dengan judul “Pengaruh Independensi, Audit Fee, Dan Objektivitas Terhadap Kualitas Audit” memberikan hasil bahwa pengujian pengaruh objektivitas terhadap kualitas audit menghasilkan nilai signifikansi 0,028 atau nilai signifikansi < 0,05, maka diputuskan objektivitas berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit pada kantor akuntan publik di surabaya

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Variabel independensi (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hasil audit (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

2. Variabel pengalaman kerja (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hasil audit (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

3. Variabel objektivitas (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hasil audit (Y) pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang.

B. Saran

1. Bagi Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang untuk dapat senantiasa menjaga dan meningkatkan profesinalisme yang dimiliki para auditor sehinggadapat melakukan auditnya secara profesional dan kompleks.

2. Sebaiknya dilakukan pelatihan maupun pendidikan profesional bagi tim audit untuk dapat meningkatkan kualitas dari tim audit tersebut.

3. Bagi penelitian selanjutnya diharapkan dapat menambah variabel- variabel lainnya yang memiliki kemungkinan berpengaruh terhadapkualitas hasil audit.

67

DAFTAR PUSTAKA

Achmad Badjuri. 2017. Analisis faktor faktor yang berpengaruh terhadap kualitas pemeriksaan auditor intern Kota Semarang. Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Stikubank Semarang

Agoes, Sukrisno. 2019. Audititng. Jakarta: Salemba Empat

Ardianingsih, Arum. 2018. Audit laporan keuangan. PT. Bumi Aksara.

Jakarta

Diah Kusumawardani. 2017. Pengaruh Independensi, Audit Fee, Dan Objektivitas Terhadap Kualitas Audit. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) SurabayaJurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, Volume 6, Nomor 1, Januari 2017 ISSN : 2460-0585

Anggraini, Dina. 2018. „‟Analisi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Audit Aparat Inspektorat Provinsi Sumatera Selatan‟‟. Skripsi. FEBIS, Akuntansi, Universitas Sriwijaya.

Ferdiansyah, Reza. (2016). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Pemeriksaan Audit Pemerintah. Jurnal Akuntansi dan Bisnis, 16.

Handayani, Monika. 2019. Akuntansi Sektor Publik. Poliban Press.

Yogyakarta.

Khoisaroh, R. 2017. “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit”. Skripsi. FEBIS, Akuntansi, Universitas Muhammdiyah, Surakarta.

Kompreakuntans,http://kompreakuntansi.blogspot.com/2009/12/jenis-jenis- audit.html?m=1

Lamahu, Hidayat Kadir. 2018. “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit internl (studi kasus aparat pengawasan intern pemerintah kabupaten enrekang”. Skripsi. FEBIS, Akuntansi, Universitas Muhammadiyah, Makassar.

Mardiasmo. (2018). Akuntansi Sektor Publik (Andi (Ed.); Terbaru).

Nasution, Dito, A.D. dkk. 2019. Audit Sektor Publik. Ponogoro: Uwais Insprirasi Indonesia.

Nelvie Eunice Oroh, Jullie J. Sondakh², Sintje Rondonuwu. 2019. Analisis Faktor-Faktor Mempengaruhi Kualitas Pemeriksaan Sektor Publik (Studi Empiris BPK RI Provinsi Sulut). Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Akuntansi Universitas Sam Ratulangi. Jurnal EMBA Vol.7 No.4 Juli 2019, Hal. 4998-5008

Nugroho, Lucky. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit. Jurnal Maneksi, 7.

Nurseptiyanti, L. (2018). “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit di Lingkungan Masyarakat”. Skripsi. Fakultas Ekonomi, Akuntansi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta.

Olivia, Theresia, Dan Setiawan, Temy. 2019. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit. Journal of Business and Applied Management, volume 12, No 2, 187-201.

Pratiwi, Wiwik. 2016. Audit Sektor Publik. Penerbit In Media. Bogor

Pujiastuti, Indah. 2014. “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas audit di lingkungan pemerintah kabupaten/kota se-eks keresidenan Surakarta”. Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Akuntansi, Universitas Muhammadiyah, Surakarta.

Rustam, Andi. 2018. Auditing 1. Universitas Muhammadiyah. Makassar Saretta, I.R. 2020. “Mengenal apa itu audit dan perannya dalam

perkembangan bisnis dan perusahaan”.

Siregar, Warda, M. 2019. Pengaruh Pengetahuan Audit, Kompleksitas Dokumen Audit, dan Pengalaman Auditor Terhadap Audit Judgement. Unimal Press. Aceh Barat.

Stefhany, dan Amanah, L. (2017). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Audit Sektor Publik. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 6, No. 2.

Sugiyono 2016. Metode Penelitian Kuantitatif dan RND Bandung Alfabeta.

Sujarweni, V. W. 2018. Akuntansi Sektor Publik. Pustaka Baru Press.

Yogyakarta.

Sulastiningsih, dan Susilo, A. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Pemeriksaan. Jurnal Kajian Bisnis, Volume. 23, No 2.

Sutawijaya, I.N. 2020. Audit Kinerja. Andi dengan BPFE. Yogyakarta.

Thian, Alexander. 2021. Dasar-Dasar Auditing integrated and comprehensive edition. Andi. Yogyakarta.

L A M

P

I

R

A

N

Lampiran I

KUESIONER PENELITIAN

Yth. Bapak/Ibu Responden

Di Tempat

Bersama ini Saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk meluangkan waktu sejenak guna mengisi kuesioner dalam rangka penelitian Saya yang berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hasil Audit

Sektor Publik pada Kantor Inspektorat Kabupaten Enrekang”.

Kontribusi yang Bapak/Ibu berikan akan sangat bermanfaat, bagi penelitian, Pemerintah, maupun pengembangan Akuntansi Pemerintahan dan Keuangan Daerah.

Kuesioner ini terdiri atas sejumlah pernyataan. Perlu Bapak/Ibu ketahui bahwa keberhasilan penelitian ini sangat tergantung dari partisipasi Bapak/Ibu dalam menjawab kuesioner. Bapak/Ibu diminta untuk menjawab semua pertanyaan secara terbuka, jujur, dan apa adanya.

Jawaban tidak akan mempengaruhi penilaian atas kinerja maupun karir Bapak/Ibu dan tidak ada jawaban yang bernilai benar atau salah. Sesuai kode etik penelitian, jawaban Bapak/Ibu akan saya jaga kerahasiannya.

Akhir kata saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan kesediaan Bapak / Ibu yang telah meluangkan waktunya dalam pengisian kuesioner ini.

Wassalamuallaikum wr.wb

Penulis

AYU ANDIRA

A. Indetitas Responden

Nama intansi : Kantor Inspektorat Enrekang

Nama Responden : (boleh

dikosongkan)

Jenis Kelamin : □ Laki-laki □ Perempuan

Usia : □ 25 - 30 Tahun □ 31 - 40 Tahun □ 41 - 55 Tahun

Pendidikan Terakhir: □ Diploma □ S1 □ S2 □ S3 □ lainnya

Masa Kerja : □

1 - 10 tahun

11 - 20 Tahun

21 - 30 tahun

31 - 40 Tahun B. Cara Pengisian Kuesioner :

Bapak/Ibu cukup memberi tanda check list (√) pada pilihan jawaban yang tersedia pada tabel sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu. Setiap pernyataan mengharapkan hanya satu jawaban dengan memilih:

1. STS : Sangat Tidak Setuju 2. TS : Tidak Setuju

3. N : Netral 4. S : Setuju

5. SS : Sangat Setuju

C. Daftar Pertanyaan INDEPENDENSI

STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju

N : Netral S : Setuju

SS : Sangat Setuju

No Pertanyaan STS TS N S SS

1 Dalam melaksanakan audit, auditor bersikap jujur dan adil

2 Dalam melaksanakan audit, auditor memiliki kemampuan dan keahlian 3 Auditor harus objektif dalam

memberikan pertimbangan atau saran terhadap klien

4 Rasa tanggung jawab yang tinggi harus dimiliki dalam melakukan audit

5 Tidak memiliki hubungan khusus dengan klien melakukan audit 6 Dalam melaksanakan audit

seorang auditor bebas dari tekanan klien

PENGALAMAN KERJA

STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju

N : Netral S : Setuju

SS : Sangat Setuju

No Pertanyaan STS TS N S SS

1 Semakin berpengalaman seorang auditor, maka auditor tersebut dapat mengembangkan

kemampuannya dalam melakukan audit

2 Semakin berpengalaman auditor, maka semakin peka dan cepat tanggap dalam mendeteksi adanya kekeliruan

3 Semakin berpengalaman auditor, maka akan dapat menyelesaikan tugas audit tepat waktu

4 Auditor dapat menguasai pekerjaan yang telah diberikan oleh kantor akuntan public

5 Keterampilan yang dimiliki oleh auditor masih diatas rata-rata karyawan lain

6 Auditor dapat menguasai peralatan kerja yang disediakan oleh kantor akuntan publik

OBJEKTIFITAS

STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju

N : Netral S : Setuju

SS : Sangat Setuju

No Pertanyaan STS TS N S SS

1 Auditor dapat bertindak adil tanpa dipengaruhi tekanan atau

permintaan pihak tertentu yang berkepentikan atas hasil pemeriksaan

2 Auditor menolak menerima penugasan audit bila pada saat bersamaan dengan mempunyai hubungan kerja sama dengan pihak yang diperiksa

3 Auditor tidak boleh memihak kepada siapapun yang mempunyai kepentingan atas hasil

pekerjaannya

4 Auditor harus dapat diandalkan dan dipercaya

5 Dalam melaksanakan tugas, Auditor tidak bermaksud untuk mencari-cari kesalahan yang dilakukan oleh objek pemeriksaan 6 Dalam melakdakan atau dalam

proses pengambilan keputusan, auditor menggunakan pikiran yang logis

KUALITAS HASIL AUDIT

STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju

N : Netral S : Setuju

SS : Sangat Setuju

No Pertanyaan STS TS N S SS

1 Saat menerima penugasan, auditor menetapkan sasaran, ruang

lingkup, metodelogi pemeriksaan 2 Dalam semua pekerjaan auditor

harus direview oleh atasan secara berjenjang sebelum laporan hasil pemeriksaan dibuat.

3 Proses pengumpulan dan pengujian bukti harus dilakukan dengan maksimal untuk mendukung kesimpulan, temuan audit serta rekomendasi yang terkait 4 Dalam melakukan pemeriksaan

audit, auditor harus mematuhi kode etik yang ditetapkan

5 Anggota-anggota dari Tim audit dapat melakukan pekerjaan lapangan dengan tepat

6 Auditor menatausahakan dokumen audit dalam bentuk kertas kerja audit dan disimpan dengan baik

agar dapat secara efektif diambil, dirijuk, dan dianalisis.

Lampiran II : Tabulasi data

Tabulasi Skor Kuisioner

Independensi Pengalaman Kerja

1 2 3 4 5 6 X1 1 2 3 4 5 6 X2

5 5 5 5 5 5 30 5 5 4 5 5 4 28

3 4 4 4 4 5 24 3 4 4 4 4 4 23

4 4 4 4 4 4 24 4 3 4 4 4 4 23

5 4 5 5 4 5 28 5 5 5 5 4 5 29

5 5 4 5 5 5 29 5 4 5 5 5 5 29

5 5 5 4 4 5 28 5 4 5 5 5 5 29

4 5 5 4 5 4 27 4 5 4 5 5 4 27

5 5 5 4 5 5 29 5 4 5 4 4 5 27

5 4 5 4 4 5 27 4 4 4 3 4 4 23

4 4 4 4 4 4 24 4 4 5 4 4 5 26

4 4 5 4 4 5 26 4 4 4 5 4 4 25

4 4 4 3 4 4 23 4 4 4 3 4 4 23

5 5 5 5 5 5 30 5 4 5 5 5 5 29

5 4 5 5 5 5 29 4 4 4 4 4 4 24

5 5 4 4 5 5 28 5 5 4 5 4 4 27

4 4 4 5 4 5 26 5 4 5 4 4 5 27

4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24

4 5 4 5 5 4 27 4 4 5 4 4 5 26

4 4 5 4 4 5 26 4 4 4 4 4 4 24

4 4 4 4 5 4 25 4 4 4 4 4 4 24

3 5 5 5 4 5 27 5 4 5 4 4 4 26

5 5 5 5 5 5 30 4 4 4 4 4 4 24

4 5 5 4 5 5 28 4 5 5 4 4 5 27

5 4 5 3 5 4 26 4 4 4 5 4 4 25

4 4 4 4 4 4 24 4 3 4 3 4 4 22

5 5 4 5 4 5 28 5 4 5 4 4 4 26

4 5 4 5 4 4 26 4 4 5 4 4 4 25

4 4 5 4 4 5 26 4 5 4 4 4 4 25

4 5 5 5 5 5 29 5 5 5 4 5 4 28

4 4 5 4 4 4 25 5 5 4 4 4 4 26

Objektivitas Kualitas Hasil Audit

1 2 3 4 5 6 X3 1 2 3 4 5 6 Y

5 5 5 5 5 5 30 5 5 5 5 5 5 30

4 4 4 4 4 4 24 4 4 3 4 4 4 23

3 4 3 4 4 4 22 4 3 4 4 4 4 23

5 4 5 5 4 4 27 5 4 4 4 5 5 27

5 5 5 4 5 5 29 5 5 5 5 5 5 30

4 4 4 5 4 5 26 5 5 5 4 5 4 28

5 5 5 4 5 4 28 4 5 5 5 4 4 27

4 4 4 4 5 4 25 5 4 4 4 5 5 27

3 4 4 4 4 4 23 4 3 3 4 4 4 22

4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24

5 5 4 5 4 4 27 4 4 5 4 4 4 25

4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 3 4 4 23

5 5 4 5 5 4 28 4 5 5 5 4 5 28

4 5 3 4 5 4 25 4 5 5 4 4 4 26

5 5 4 5 5 5 29 5 5 5 5 4 4 28

4 4 4 5 4 5 26 4 4 5 4 4 5 26

4 4 3 4 4 4 23 4 4 4 4 4 3 23

4 4 5 5 5 5 28 4 4 5 5 4 5 27

5 4 4 4 4 4 25 4 4 4 4 4 4 24

4 4 3 4 4 5 24 4 4 4 4 3 4 23

4 4 4 4 4 4 24 4 4 4 4 4 4 24

4 5 4 4 3 5 25 4 4 4 4 5 5 26

4 5 4 5 5 5 28 4 4 5 5 5 4 27

4 4 4 5 4 5 26 4 4 4 4 5 4 25

4 3 3 4 5 4 23 4 3 3 4 4 3 21

4 5 4 4 5 4 26 4 4 4 5 4 4 25

5 4 4 4 5 5 27 5 4 3 5 5 5 27

4 4 4 4 4 5 25 4 4 4 4 5 4 25

5 4 5 4 4 5 27 5 5 5 5 5 5 30

4 3 3 4 3 4 21 4 4 4 5 4 4 25

Lampiran III : Hasil Olah Data SPSS

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.754 7

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item- Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item Deleted

Independensi_1 49.2000 13.890 .549 .720

Independensi_2 49.0667 14.064 .635 .716

Independensi_3 48.9667 14.792 .437 .740

Independensi_4 49.2000 14.028 .516 .724

Independensi_5 49.1000 14.369 .554 .726

Independensi_6 48.9000 14.300 .593 .723

Independensi 26.7667 4.185 1.000 .701

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.763 7

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item- Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item

Deleted

Pengalaman.Kerja_1 47.0333 13.689 .698 .715

Pengalaman.Kerja_2 47.2000 14.717 .437 .749

Pengalaman.Kerja_3 46.9667 14.378 .585 .734

Pengalaman.Kerja_4 47.2000 13.683 .623 .721

Pengalaman.Kerja_5 47.2000 14.855 .589 .742

Pengalaman.Kerja_6 47.1000 14.645 .563 .739

Pengalaman_Kerja 25.7000 4.217 1.000 .739

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.760 7

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item- Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item

Deleted

Objektifitas_1 47.0000 16.345 .643 .720

Objektifitas_2 47.0000 16.483 .612 .724

Objektivitas.3 47.2667 15.857 .673 .711

Objektifitas_4 46.9333 17.375 .529 .741

Objektifitas_5 46.9333 16.823 .508 .736

Objektifitas_6 46.8333 17.661 .426 .750

Objektifitas 25.6333 4.930 1.000 .726

Reliability

Scale: ALL VARIABLES

Case Processing Summary

N %

Cases Valid 30 100.0

Excludeda 0 .0

Total 30 100.0

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.774 7

Item-Total Statistics

Scale Mean if Item Deleted

Scale Variance if Item Deleted

Corrected Item- Total Correlation

Cronbach's Alpha if Item

Deleted

Kualitas.Hasil.Audit_1 47.0000 19.931 .653 .751

Kualitas.Hasil.Audit_2 47.1000 18.576 .750 .728

Kualitas.Hasil.Audit_3 47.0000 18.552 .625 .736

Kualitas.Hasil.Audit_4 46.9333 19.651 .579 .751

Kualitas.Hasil.Audit_5 46.9333 19.926 .518 .757

Kualitas.Hasil.Audit_6 47.0000 19.103 .649 .740

Kualitas_Hasil_Audit 25.6333 5.689 1.000 .785

Regression

Variables Entered/Removeda

Model Variables Entered

Variables

Removed Method

1 Objektifitas, Independensi, Pengalaman_Kerj ab

. Enter

a. Dependent Variable: Kualitas_Hasil_Audit b. All requested variables entered.

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .933a .870 .855 .90935

a. Predictors: (Constant), Objektifitas, Independensi, Pengalaman_Kerja b. Dependent Variable: Kualitas_Hasil_Audit

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 143.467 3 47.822 57.831 .000b

Residual 21.500 26 .827

Total 164.967 29

a. Dependent Variable: Kualitas_Hasil_Audit

b. Predictors: (Constant), Objektifitas, Independensi, Pengalaman_Kerja

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) -5.363 2.403 -2.232 .034

Independensi .305 .118 .261 2.583 .016

Pengalaman_Kerja .527 .122 .454 4.326 .000

Objektifitas .362 .113 .337 3.213 .003

a. Dependent Variable: Kualitas_Hasil_Audit

Dokumen terkait