• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unsur-unsur Pemberdayaan Sumber Daya Manusia

Dalam dokumen Manajemen Sumber Daya Manusia EKONOMI (Halaman 69-74)

DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA

C. PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA 1. Pengertian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia

3. Unsur-unsur Pemberdayaan Sumber Daya Manusia

Pemberdayaan merupakan suatu hal yang sangat krusial oleh karena itu untuk mencapai hasil pemberdayaan yang sesuai dengan yang diharapkan. Stewart dalam Hardjana (1998:112-128), mengemukakan bahwa terdapat delapan prinsip pemberdayaan yang satu sama lain saling mempengaruhi, sehingga semua prinsip akan bisa berjalan selaras secara bersamaan.

Adapun yang dimaksud dari kedelapan prinsip pemberdayaan tersebut adalah:

a. Mengembangkan visi bersama, maksudnya adalah pimpinan dalam hal ini memiliki kewajiban untuk memberikan pandangan kepada bawahannya agar berwawasan keorganisasian sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya. Penyebaran bawahan yang bekerja pada unit kerja masing-masing tidak hanya mengetahui dan memahami tentang kegiatan yang menjadi tugas pokok dan fungsinya secara khusus, melainkan harus mengerti dan memahami tujuan dalam melaksanakan pekerjaan dan kegunaan hasil kerjanya. Tujuan utama pemberian pandangan kepada bawahan adalah agar bawahan, baik secara pribadi maupun secara organisasi dapat melahirkan kesamaan pandangan. Hasil pekerjaan bawahan akan dikoordinasikan menjadi tujuan organisasi secara keseluruhan, kendatipun pada awalnya melaksanakan pekerjaan untuk unit kerja dari organisasi tersebut. Mengembangkan visi bersama ini diperlukan agar pelimpahan wewenang tidak terjadi penjungkirbalikan. Pegawai perlu memiliki gambaran yang jelas mengenai tujuan organisasi atau departemen, maka sebagian besar kegiatan akan terkoordinasi dengan sendirinya. Jika seluruh pegawai jelas mengenai tujuan tersebut dapat diserahkan kepada masing-masing individu, asalkan tolak ukurnya ditetapkan.

b. Mendidik, maksudnya yaitu untuk mencapai hasil kerja yang efektif dalam melaksanakan tugasnya. Tujuan utama dari memberikan pendidikan dan pelatihan pegawai tersebut adalah tercipta pegawai yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan dalam pencapaian tujuan organisasi. Pelatihan dilakukan untuk menstandarkan perilaku, untuk menjamin bahwa pegawai akan berperilaku secara konsisten dan dapat diandalkan dalam keadaan tertentu yang telah diperkirakan sebelumnya dan pelatihan dapat meningkatkan kecakapan, kecakapan khusus yang memang diperlukan.

Sedangkan pendidikan sendiri bertujuan untuk mengusahakan agar perilaku pegawai meskipun dapat diramalkan detailnya cocok dan efektif menurut konteksnya, yakni dengan memastikan bahwa mereka mengetahui adanya seperangkat peraturan atau prinsip alasan-alasan untuk dapat mengambil keputusan secara mandiri.

c. Menyingkirkan rintangan-rintangan, maksudnya yaitu pemberdayaan yang dilakukan seorang pimpinan bertujuan agar bawahan mampu memisahkan antara kegiatan yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan tujuan organisasi. Faktor yang menjadi sasaran utamanya adalah agar bawahan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan sistem kerja, prosedur kerja dan tata kerja sejalan dengan tujuan organisasi, sehingga berbagai bentuk penyimpangan dari kebijaksanaan yang telah ditentukan dapat terhindar. Singkirkanlah peraturan yang tidak perlu, yang menghalangi pemberdayaan, jauhkanlah segala macam halangan dan rintangan, entah itu SDM, prosedur administratif, ataupun hal-hal teknis.

d. Mengungkapkan, artinya siapa pun pimpinan dalam hal ini tidak bisa mengharapkan bahwa pegawai/karyawan memiliki rasa antusias yang sama, sehingga perlu adanya pengungkapan apa arti pemberdayaan dan manfaat yang akan diperoleh. Karena itu penting sekali adanya kejujuran dari pimpinan untuk mengungkapkan pendapat sendiri, jangan sampai pegawai terus menduga-duga apa sebenarnya pandangan dan keinginan pimpinan. Apabila jika pegawai melakukan kesalahan, ini harus diungkapkan secara jelas, bagaimana yang seharusnya, kemudian yang telah terjadi akan tetap menjadi bahan pemikiran pegawai yang tidak bisa di pecahkan sendiri.

Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia | 61

e. Mengamati, artinya pimpinan dalam hal ini memberi semangat dan mendorong untuk menciptakan gairah kepada pegawai agar mereka bersemangat dan bergairah dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari.

Pemberdayaan dapat mendatangkan kegembiraan dan memberi manfaat yang besar bagi tiap individu dan organisasi. Seorang pimpinan perlu mengetahui di mana kegembiraan itu dapat ditemukan dan kemudian dapat disampaikan kepada para pegawai.

Mungkin boleh jadi pimpinan belum siap untuk melakukan pemberdayaan. Jika itu terjadi maka pimpinan tersebut akan tampak keluar dan dilihat oleh para pegawai. Para pegawai harus disemangati tentang manfaat-manfaat pemberdayaan. Mereka melihat bahwa seorang pimpinan sendiri memang senang dengan gagasan pemberdayaan dan mau mencurahkan tenaga agar pemberdayaan itu berjalan, misalnya dengan memberikan kewenangan kepada pegawai untuk mengatur anggarannya sendiri.

f. Memfasilitasi, artinya bahwa untuk kelangsungan tugas yang harus dilaksanakan bawahan tidak lepas dari fasilitas kerja yang harus diperlukan. Bentuk fasilitas kerja yang diperlukan dalam pelaksanaan kerja secara operasional meliputi sarana dan prasarana kerja lainnya yang dibutuhkan. Fasilitas tersebut harus sesuai dengan keperluan dalam pelaksanaan tugas. Kemudian yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penyediaan perlengkapan untuk melaksanakan tugas adalah kesesuaian dengan usaha untuk meningkatkan kemajuan dan pengembangan organisasi, sehingga dalam pengadaan material harus bersifat modern. Tujuannya adalah agar kinerja pegawai dapat terpacu ke arah pencapaian tujuan organisasi yang efektif.

g. Menilai, yaitu agar pemberdayaan yang sudah berjalan perlu untuk dipantau perkembangannya dan menilai hasilnya. Pemberdayaan pada pokoknya merupakan proses, maka pemantauan dan penilaian harus dilakukan terus menerus. Penilaian yang dilakukan harus mencakup dua segi yaitu pimpinan kepada pegawai dan pegawai kepada pimpinan, kinerja pimpinan perlu dinilai dan begitu pun sebaliknya. Pimpinan perlu mempertimbangkan apakah sasaran dan standar-standar itu untuk mencapai tujuan organisasi.

h. Mengharapkan, maksudnya yaitu pimpinan harus siap terhadap permasalahan yang timbul, baik berupa hasil pelaksanaan program kerja yang tidak tercapai. Pimpinan mungkin tidak akan mampu meramalkan dengan pasti kapan dan mengapa permasalahan itu muncul tetapi kita dapat berusaha memperkirakan permasalahan yang mungkin terjadi. Oleh karena itu kita harus mengetahui secara pasti hasil pelaksanaan pekerjaan yang akan membuat kita berpikir dengan jernih/serius untuk menemukan di mana dan mengapa masalah- masalah tersebut bisa timbul. Masalah-masalah yang telah diketahui harus dijadikan bahan dasar dalam perbaikan program yang akan datang.

Menon menjelaskan pemberdayaan pegawai yang berhasil lebih ditunjang oleh mental pegawai itu sendiri dalam menerima tanggung jawab dan wewenang, serta komitmen organisasi untuk menerima pegawai tersebut diberdayakan, sehingga akan menciptakan suasana kerja yang kondusif dan mendorong kebahagiaan dalam melakukan pekerjaannya.

Menurut Towns (2011), kunci keberhasilan pemberdayaan pegawai yaitu: ”The key success of employee empowerment, when employees understand the vision, mission and goals; are trained; are given decision- making authority and are provided an environment relatively free of punitive consequences for making a mistake; they will demonstrate more responsibility, accountability, initiative and risk-taking.” Kunci kesuksesan pemberdayaan pegawai, adalah ketika pegawai memahami benar visi, misi, dan tujuan pemberdayaan itu sendiri, mampu mengambil keputusan sesuai wewenangnya, serta mampu memecahkan permasalahan pada situasi yang sulit sekalipun, mau untuk lebih bertanggung jawab, terbuka serta memiliki inisiatif dan berani mengambil risiko.

Dari pernyataan di atas, konsep pemberdayaan itu sendiri dipersepsi relatif hampir sama oleh para pakar sebelumnya, bahwa pemberdayaan menyangkut tanggung jawab, wewenang, komitmen, kepercayaan, pengambilan keputusan, inisiatif, dan pemecahan masalah, serta manajemen risiko.

Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia | 63

Towns menyatakan pemberdayaan merupakan hubungan antar personal untuk membangun kepercayaan antara karyawan dan manajemen yang diukur melalui dimensi pemberian tanggung jawab dan wewenang, serta hubungan personel dengan indikator sebagai berikut:

a. Kesesuaian tanggung jawab dengan kompetensi pegawai, kompetensi diartikan sebagai kemampuan atau tugas yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan seseorang menjalankan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya sehingga ia dapat menjalankan tanggung jawab tersebut dengan efektif dan efisien.

b. Kesesuaian pekerjaan dengan keahlian pegawai, adalah kesesuaian keinginan dari setiap staf dalam melaksanakan tugas mempunyai kemampuan, keahlian secara teknis untuk kesesuaian penempatan, keahlian dalam hubungan kemanusiaan dan keahlian secara konsepsional, serta keahlian yang disesuaikan dengan pekerjaan dan tugas.

c. Ketepatan keputusan yang dibuat oleh pegawai, diartikan sebagai alat pemberdayaan dapat mengembangkan keterampilan baru dan tumbuh sebagai pegawai yang profesional. Pemimpin melibatkan staf dalam tugas yang akan memberi peluang dalam kegiatan pengembangan dan berpartisipasi aktif di dalam organisasi. Selain itu mengizinkan staf untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi organisasi.

d. Kepercayaan atasan terhadap pegawai, adalah di mana pemimpin memiliki keyakinan bahwa staf akan melakukan hal yang benar dalam membuat keputusan yang dapat mempengaruhi pekerjaan mereka untuk menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa terus menerus merujuk kembali kepada manajemen untuk mendapatkan izin untuk mengambil sebuah keputusan, membangun kepercayaan dan harga diri, melibatkan staf serta membuat staf merasakan bahwa mereka dapat dipercaya dan dibutuhkan. Sehingga kepercayaan menjadi alat yang dapat membantu memperkuat kontribusi dan prestasi staf saat bekerja.

e. Ketepatan pembinaan dan pengembangan pegawai, pembinaan dan pengembangan yang dimaksud ialah menitik beratkan pada prestasi kerja, pendidikan dan pelatihan yang harus dilakukan secara

berkelanjutan. Pendidikan dan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu, keahlian, kemampuan dan keterampilan staf sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Konsep pemberdayaan Towns tersebut sesuai dengan kondisi pada staf Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi di mana pemberdayaan akan berjalan lancar dan tepat sasaran apabila staf perpustakaan dan manajemen memiliki hubungan yang baik, yaitu hubungan yang dibangun atas kepercayaan dan komitmen di antara manajemen dan staf perpustakaan itu sendiri.

Dalam dokumen Manajemen Sumber Daya Manusia EKONOMI (Halaman 69-74)