akan diterimanya pada waktu tertentu atau lebih penting lagi jumlah barang kebutuhan hidup yang ia dapat beli dari upah itu”.
Pengertian upah menurut Peraturan Pemerintah No.8 Tahun 1981 tentang Perlindungan Upah yaitu:
“Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada buruh untuk sesuatu pekerjaan yang telah atau dilakukan, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk yang ditetapkan menurut suatu persetujuan tertentu dan dibayarkan atas dasar perjanjian kerja antara pengusaha dengan buruh sendiri maupaun keluarganya”.
Sedangkan batasan upah menurut Dewan Penelitian Pengupahan adalah sebagai berikut:
“Upah itu merupakan suatu penerimaan sebagai imbalan dari pemberi kerja kepada penerima kerja untuk sesuatu pekerjaan atau jasa yang telah dan atau akan dilakukan, yang bertugas sebagai jaminan kelangsungan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi, dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan menurut suatu persetujuan undang-undang atau peraturan-peraturan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dan penerima kerja”.
Pengertian upah menurut Undang-Undang No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) adalah:
“Upah adalah penerimaan sebagai imbalan dari pengusaha kepada tenaga kerja untuk suatu pekerjaan yang telah atau akan dilakukan, dinyatakan atau dinilai
dalam bentuk uang yang diterapkan menurut suatu perjanjian atau peraturan perundang-undangan dan dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pngusaha dengan tenaga kerja, termasuk tunjangan, baik untuk tenaga kerja sendiri maupun keluarganya”.
Pengertian upah menurut Pasal 1 angka 30 Undang- Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan adalah:
“Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan per- undang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja/
buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah atau akan dilakukan”.
Upah adalah salah satu sarana yang digunakan oleh pekerja untuk meningkatkan kesejahteraanya. Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 31 Undang-Undang N0.13 Tahun 2003 disebutkan bahwa kesejahteraan pekerja/buruh adalah suatu pemenuhan kebutuhan dan/atau keperluan yang bersifat jasmaniah dan rohaniah, baik di dalam maupun diluar hubungan kerja, yang secara langsung atau tidak langsung dapat mempertinggi produktivitas kerja dalam lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Menurut Pasal 1 angka (1) Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No KEP.49/MEN/IV/2004, yaitu:
“Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu
perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan per- undang-undangan termasuk tunjungan bagi pekerja/buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan yang telah atau akan dilakukan. ”
Pemerintah, dalam hal ini gubernur, dengan memper- hatikan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi dan / atau Bupati/Walikota, menetapkan upah minimum ber- dasarkan kebutuhan hidup layak dan dengan memperhatikan produktifitas dan pertumbuhan ekonomi. Sedangkan keten- tuan mengenai penghasilan yang layak, kebijakan pengupahan, kebutuhan hidup layak, dan perlindungan pengupahan, penetapan upah minimum dan pengenaan denda terhadap pekerja/buruh yang melakukan pelanggaran karena kesenganjaan atau kelalaiannya diatur dengan peraturan (Pasal 97 UU No. 13 Tahun 2003).
Upah minimum diarahkan kepada pencapain kebutuhan hidup layak, yaitu setiap penetapan upah minimum harus disesuaikan dengan tahapan pencapaian perbandingan upah minimum dengan kebutuhan hidup layak yang besarannya ditetapkan oleh Menaker. Pencapaian kebutuhan hidup layak yang besarannya ditetapkan oleh Menaker. Pencapaian kebutuhan hidup yang sangat ditentukan oleh tingkat kemampuan dunia usaha.
Upah minimum dapat terdiri atas:
a. Upah minimum berdasarkan wilayah Provinsi atau Kabupaten / Kota
b. Upah Minimum berdasarkan sector pada wilayah Provinsi atau Kabupaten/Kota104
104 Hardijan Rusli, Hukum Ketenagakerjaan, Ghalia Indonesia, Bogor, 2011, hlm. 92.
Upah minimum sektoral dapat ditetapkan untuk kelompok lapangan usaha beserta pembagiannya menurut klafikasi lapangan usaha Indonesia untuk Kabupaten/Kota, Provinsi, beberapa Provinsi atau nasional, dan tidak boleh lebih rendah dari upah minimum regional yang bersangkutan.
Pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum dan sanksi atas kejahatan bagi pengusaha yang membayar upah di bawah dari upah minimum adalah sanksi pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahunb dan/atau denda paling sedikit Rp.
100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) dan paling banyak Rp.
400.000.000., (Empat Ratus Juta Rupiah ) (Pasal 185 UU No. 13 Tahun 2003).
Bagi Pengusaha yang tidak mampu membayar upah minimum dapat melakukan penangguhan yang tata caranya diatur dengan keputusan Menaker. Penangguhan pelaksanaan upah minimum bagi perusahaan yang tidak mampu dimaksudkan untuk membebaskan perusahaan yang bersangkutan melaksanakan upah minimum yang berlaku dalam kurun waktu tertentu. Bila penangguhan tersebut berakhir, maka perusahaan yang bersangkutan wajib melaksanakan upah minimum yang berlaku pada saat itu, tetapi tidak wajib membayar pemenuhan ketentuan upah minimum yang berlaku pada waktu diberikan penangguhan.
Pengusaha harus melakukan peninjauan upah secara berkala dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas, untuk penyesuaian harga kebutuhan hidup, prestasi kerja, perkembangan, dan kemampuan perusahaan.
Pengaturan Pengupahan yang ditetapkan atas kese- pakatan antara pengusaha dan pekerja/buruh atau serikat buruh tidak boleh lebih rendah dari ketentuan pengupahan yang ditetapkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Bila pengaturan pengupahan tersebut lebih rendah atau bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, kesepakatan tersebut batal demi hukum dan pengusaha wajib membayar upah pekerja/ buruh menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.