BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
B. Upaya Orang Tua dalam Membiasakan Anak
Orang tua merupakan penanggung jawab pertama dan utama dalam keluarga, yang bertugas dan wajib mengarahkan kehidupan anaknya agar ia menjadi pribadi yang sesuai dengan tuntunan dan tuntutan ajaran Alloh dan RasulNya.
Salah satu kewajiban yang menjadi tanggung jawab orang tua adalah menanamkan kebiasaan melaksanakan/menunaikan ibadah sholat pada anak. Kewajiban ini merupakan perintah dari Rasulullah SAW yang memerintahkan kepada orang tua anak (bahkan) untuk memukul anak apabila dalam usia 7 (tujuh) tahun anak belum mau melaksanakan ibadh sholat. Ini artinya bahwa ibadah sholat merupakan ibadah yang sangat urgen untuk diindahkan oleh semua umat Islam yang harus mulai diajarkan dan dan dibiasakan pada anak sejak mereka masih kecil.
Beberapa hal yang perlu diperhat ikan oleh orang tua dalam membiasakan anak-anak mereka melaksanakan ibadah sholat antara lain:
1. Menjadi Dirinya Usw ah bagi Ana k
Sebagaimana yang Rasulullah SAW perintahkan, bahwa sholat merupakan tiang agama, barang siapa yang mendirikan sholat maka secara otomatis dia menjadi orang yang mendirikan dan menegakkan agama, namun sebaliknya barang siapa yang meninggalkan sholat, maka dia digambarkan seperti orang yang merusak agama. Oleh karenanya apa yang disampaikan oleh Baginda Rasulullah SAW sebagai rahmat dan uswah bagi seluruh alam yang wajib diikuti langkah -langkahnya.
Dalam sisi lain setiap manusia dijadikan sebagai pemimpin (setidaknya) bagi dirinya sendiri, disamping orang - orang tertentu juga menjadi menjadi pemimpin bagi orang lain, setidaknya menjadi pemimpin dalam keluarga di dalam rumah tangga, bahkan menjadi pemimpin di desa, bahkan di sebuah negara. Dalam konisi ini setiap orang wajib menjadikan dirinya sebagai suritauladan bagi diri pribadi dan orang lain, begitu juga dengan orang tua , mereka justru menjadi pribadi yang sangat utama dan urgent bagi anak-anaknya dalam rangka menjaga muru’ah dan keselamatan seluruh keluarga, hal ini merupakan salah satu langkah mem proteksi keluarga terutama anak dari hal-hal yang tidak diridhoi oleh Allah, yang dapat menjerumuskan anak dan keluarga pada murka dan azab Allah SWT, sebagaimana disampaikan dalam firman Allah SWT :
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. 62.
Ayat di atas menjelaskan bahwa setiap orang wajib memelihara diri dan keluarga (anak-anak) nya dari siksa Allah SWT, salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan manusia untuk menjaga diri dan keluarga (anak -anaknya) tersebut adalah dengan menanamkan kebiasaan dan latihan serta memerintahkan kepada anak untuk selalu melaksanakan ibadah sholat setiap waktu, setidaknya sholat rawatib (lima kali sehari semalam) .
Dalam sebuah wawancara dengan orang (tua wali murid) salah seorang siswa perihal bagaimana melakukan pembiasaan pelaksanaan ibadah sholat kepada anak, dikatakan bahwa:
“Sebagai orang tua kami selalu memberi contoh dan suri tauladan yang baik kepada anak -anak kami, karena bagaimanapun kami sebagai orang tua adalah orang pertama yang akan dicontoh oleh anak -anak, orang yang pertama kali akan dimintai pertanggungjawaban oleh Alloh, khususnya dalam
62 Depag RI, Al-Qur'an dan Terjemahan, Ka la m Mu lia, Jak art a, 1978, ha l. 787
menunaikan membiasakan anak untuk melaksanakan ibadah sholat.63
Dari komentar orang tua siswa di atas menunjukkan bahwa keberadaan orang tua dalam membiasakan anak melaksanakan ibadah sholat adalah menjadi kunci dalam menanamkan nilai-nilai kesalehan kepada anak agar anak menjadi pribadi yang Islami, yakni pribadi yang secara intensif menjalankan nlai-nilai Islam yang salah satunya adalah mendirikan sholat lima waktu.
Dalam wawancara dengan salah seorang siswa kelas IV MI Nurmadani NW Montong Sapah perihal upaya orang tua dalam menanamkan kebiasaan sholat pada anak dijelaskan sebagai berikut:
“bapak dan ibu sering melatih saya sholat, kadang -kadang di rumah, sering juga diajak sholat berjamaah, di rumah maupun di masjid, saya dilatih dan disuruh menghafal bacaan-bacaan sholat, dikasitau juga cara embgerjakannya, cara takbir, cara ruku’, cara sujud, kalau di sekolah yang melatih adalah pak guru, sedangkan di majid dilatih juga oleh ustadz yang mengajar ngaji”.64
Dari penjelasan siswa di atas menunjukkan bahw a orang tua siswa benar-benar memperhatikan ibadah sholat anak. Hal
63 Sumira h (o rang t ua siswa), wawancara t angga l 6 Sept ember 2019
64 Sabila (S iswa ke la s IV MI Nurmad a ni), wawanc ara t angga l 7 Sept ember 2019
itun dilakukan melalui pembiasaan dan latihan sholat yang intensif dilakukan baik di rumah maupun di masjid. Disamping itu juga orang tua mengarahkan anak -anak mereka untuk mematangkan latihan ibadah sholat mereka di sekolah dengan bimbingan guru, sebagaimana diungkapkan oleh Bp Burhan:
“Dalam rangka menanamkan kebiasaan sholat pada anak, kami selaku guru pendidikan Agama Islam melatih anak setiap pelajaran agama Islam, selain itu itu juga, setiap hari jumat kami mengadakan kegiatan IMTAQ, nah kegiatan IMTAQ ini sebagian besar kami arahkan pada kegiatan memperkuat kapasitas dan kemampuan anak dalam memahami dan mempraktekkan ibadah sholat, sebab sebagai sebuah lembaga pendidikan Islamm, MI Nurmadani NW harus dapat mengambil bagian dalam menanamkan kebiasaan -kebiasaan baik pada anak yng bernuansa Islam, apalagi sholat, sebagai kewajiban setiap muslim, maka dengan sangat serius kami memperhatikan ibadah sholat anak. Bahkan tidak hanya di s ekolah, kami bekerja sama dengan orang tua siswa untuk memonitor ibadah sholat siswa, sebab kekhawatiran kita terhadap perkembangan media informasi ini adalah anak -anak lebih cenderung disibukkan dengan main HP, nonton Youtube dan sebagainy yang sangat mungkin membuat anak menjadi lupa diri akan kewajibannya melaksanakan ibadah sholat, apalagi akhir -akhir ini tayangan-
tayangan di stasiun televisi, seakan -akan sngaja menayangkan acara-acara yang menarik untuk ditonton pada jam -jam sholat, dan hal ini sudah barang tentu tidak memberi efek positif kepada anak, akan tetapi sebaliknya akan merusak kebiasaan ibadah sholat anak. Oleh karenanya, kami disamping mengajak siswa membiasakan diri mengerjakan sholat di sekolah, kami juga menyampaikan kepada wali murid aga r mereka mengawasi kehidupan anak agar jangan sama sekali meninggalkan ibadah sholat, apalagi disebabkan oleh tontonan/kegiatan yang tiadk penting”65
2. Melakukan dakw ah bil-hal
Dakwah merupakan salah satu kewajiban setiap manusia, karena Alloh SWT menjadikan setiap manusia sebagai khalifah fil-ardh. Sebagai khalifah fil ardh, setiap manusia wajib
menyampaikan dakwah baik kepada dirinya sendiri, kepada keluarga maupun kepada orang lain.
Salah satu bentuk dakwah yang harus dilakukan seseorang dalam keluarga a dalah menjadikan dirinya sebagai da’i (penyampai pesan dari Alloh SWT). Dalam kapasitasnya sebagai penyampai pesan dalam keluarga, orang tua harus mampu melakukan dakwah bil hal (menjadikan dirinya sebagai pengajak keluarga dalam melaksanakan segala kebaik an), yang
65 Bapak Nasipud in ( Kepa la Seko la h MI Nurmad a ni), wawa nc ara t angga l 7 Sept ember 2019
dalam hal ini adalah mengajak keluarganya khususnya anak untuk memperhatikan dan menunaikan ibadah sholat. Dalam hal ini kewajiban orang tua adalah mengajak anak mereka untuk melihat, mengikuti dan bahkan secara bersama -sama melaksanakan ibadah sholat secara berjamaah, baik di rumah maupun di mesjid, hal ini merupakan suatu bentuk dakwah bil hal orang tua terhadap anaknya agar anak merasa terpanggil
untuk membiasakan diri menjalankan ibadah sholat sehingga sholat itu menjadi ibadah yang menjadi ke butuhan setiap hari, bukan dimaknai sebagai kewajiban, artinya apabila anak meninggalkan sholat maka ia akan merasakan ada sesuatu yang kurang dalam hidupnya. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang wali (orang tua) murid:
“Sesungguhnya sholat merupakan iba dah yang menjadi cerminan sikap dan tingkah laku bagi seseorang. Orang yang baik dalam melaksanakan sholat biasnya akan baik dalam setiap aktifitasnya, baik secara pribadi, sosial maupun aktifitas khususnya berhadapan dengan Allah, sehingga ibadah sholat i ni perlu menjadi sorotan yang utama bagi orang tua untuk dijadikan sebagai media anak membiasakan diri melakukan aktifitas-aktifitas yang lain dengan disiplin, oleh karena itu ibadah sholat ini kami tekankan kepada anak -anak agar dalam diri mereka tertanam rasa butuh terhadap ibadah ini karena
bagaimanapun, ibadah sholat akan mewarnai sebagian besar hidup anak dan bahkan keluarga secara keseluruhan”66
Dari komentar wali santri siswa di atas nampak jelas upaya yang dilakukan oleh orang tua dalam rangka memberi dorongan maupun ajakan (dakwah bil hal) kepada anak, hasilnya pun cukup maksimal karena orang tua merupakan suritauladan utama bagi anak dalam bersikap dan melaksanakan berbagai hal yang dapat mewarnai perjalanan hidup mereka.
Dalam hal ini peneliti juga melakukan wawancara dengan siswa kelas IV MI Nurmadani NW Montong Sapah, dalam hal orang tuanya yang memberi contoh dan menanamkan kebiasaan anak dalam melakukan ibadah shol at dikatakan bahwa:
“orang tua saya saya lihat sholat tiap hari kadang di rumah, terkadang juga di masjid. Setiap orang ua saya sholat saya diajak juga sholat supaya menjadi anak yang saleh”67
3. Menerapkan al-wa’d dan al-wa’id
Dalam rangka menanamkan kebiasaan melaksanakan ibadah sholat dengan tekun, penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab yang besar kepada anak, sekaligus memberi nuansa gembira bagi anak yang rajin melaksanakan ibadah sholat, maka orang tua melakukan pendekatan khusus yakni memberi
66 Bapak Burha n (o rang t ua siswa siswa ke la s IV MI Nurmada ni N W ) wawa ncara t angga l 6 Sept ember 2019
67 Agu ng (S iswa ke las IV MI Nur mada ni), wawancara t angga l 7 Sept ember 2019
penghargaan bagi anak yang rutin (tidak meninggalkan ibadah) sholat dan sebaliknya memberikan hukuman ringan kepada anak yang malas atau acap kali meninggalkan ibadah sholat, hal ini dilakukan oleh sebahagian besar orang tua yang inten sif memonitor aktifitas anak mereka dalam menjalankan ibadah.
Hal ini dikatakan oleh seorang wali santri bahwa:
Untuk menanamkan disiplin kepada anak dalam melaksanakan ibadah sholat, kami melakukan pengawasan yang ketat dengan memperhatikan aktifitas ibad ah sholat mereka setiap saat, apa bila anak -anak kami melaksanakan sholat dengan rajin dan antusias, maka kami berikan penghargaan kepada mereka. Penghargaan yang kami berikan yang sederhana saja seperti kata-kata pujian ataupun sanjungan agar mereka merasa dihargai ketika mereka melaksanakan aktifitas dengan baik. Sementara bagi anak -anak kami yang agak malas (terkadang mengulur-ulur waktu atau meninggalkan sholat) kami berikan hukuman yang ringan seperti mencubit betisnya pelan-pelan, hal ini kami lakukan terutama pada anak kami yang sudah berumur 10 tahun, karena Rasulullah SAW menganjurkan hal demikian68
68 Bapak Burha n (o rang t ua siswa Ke la s IV MI Nur mada ni N W) wawa ncara t angga l 6 Sept ember 2019
Dengan demikian dapat diungkapkan bahwa orang tua dalam menanamkan kebiasaan melaksanakan ibadah sholat dilakukan dengan benar-benar terorganisir dan cukup disiplin
4. Memberi pandangan (paradigma ) kepada anak tentang pentingnya ibadah sholat
Ibadah sholat merupakan ibadah multi action, dalam arti bahwa praktik ibadah ini tidak hanya melibatkan fisik saja untuk berdiri, rukuk, duduk maupun sujud, akan teta pi ibadah sholat memberi santapan dan sekaligus penyegaran terhadap prohani orang yang melaksanakannya.
Sesungguhnya ibadah sholat akan membentuk pribadi yang sehat baik secara jasmani maupun rohani. Kesehatan jasmani yang dibentuk oleh ibadah sholat karen a ibadah ini melibatkan fisik dengan gerakan -gerakan yang membuat raga (badan) menjadi terolah sementara bacaan -bacaan dan konsentrasi (kekhusyu’an) akan membentuk pribadi yang baik, pribadi yang Islami karena ibadah sholat yang baik akan mewarnai pola tingkah laku dan kejernihan bathin seseorang.
Hal ini dikatakan oleh seorang wali siswa yang mengungkapkan bahwa:
“Ibadah sholat merupakan ibadah kompleks yang dilakukan oleh umat Islam, ibadah sholat tidak hanya membuat tubuh menjadi sehat karena gereakan -gerakan yang dilakukan
dalam ibadah tersebut, akan tetapi membentuk jiwa yang sehat dan pribadi yang baik, karena bacaan -bacaan dan amalan- amalan dalam ibadah sholat tersebut merupaka bacaan dan amalan yang Islami sehingga akan membentuk pribadi yang juga Islami”69.
Dalam kesempatan yang lain, ketika penulis melakukan wawancara dengan orang tua siswa, dikatakan bahwa :
“Anak-anak pada usia Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah perlu diberikan pandangan tentang keutamaan melaksanakan ibadah sholat, karena denga n memberi pandangan melalui dongeng atau cerita -cerita dari kisah tauladan, mereka akan tergerak hati dan perasaannya untuk antusian melaksanakan ibadah sholat dan bahkan akan selalu teringat akan waktu sholat”70
Dari komentar orang tua/wali siswa di atas m enunjukkan bahwa mereka benar-benar intensif dalam memberi wawasan dan paradigma positif tentang pentingnya ibadah sholat dalam kehidupan sehari-hari.
69 Abdurrahim (o rang t ua sisw a) wawancara t angga l 8 Sept ember 2019
70 H. Gufro n (o rang t ua siswa) wawancara tangga l 8 Sept ember 2019
C. Kendala-Kendala yang dihadapi Orang Tua dalam Memotivasi