• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV REGENERASI PERKOTAAN (URBAN

4.2. Penyajian

4.2.1. Uraian

4.2.1.1. Regenerasi Perkotaan/Peremakaan Perkotaan (Urban Regeneration/ Urban Renewal)

Tujuan urban design menurut Spreiregen adalah sebagai berikut:

1. Membuat kota lebih manusiawi;

2. Menselaraskan bentuk fisik urban dengan alam;

3. Menciptakan ruang-ruang kota yang berkualitas

4. Menjadikan kota sebagai suatu pelabuhan keanekaragaman (diversity).

Gambar 4.1 Kawasan permukiman padat dan kumuh di kawasan ibukota Jakarta

Kampung Melayu Semarang Kampung Melayu Semarang Gambar 4.2 Kawasan bersejarah perkotaan

Pengertian Peremajaan Kota (merujuk pada UU No 24/ Th 1992 dan UU no 26 / 2007)

Peremajaan kota merupakan upaya perawatan kembali suatu wilayah dengan menggantikan sebagian atau seluruh unsur-unsur lama dengan unsur-unsur baru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan vitalitas dan kualitas lingkungan sehingga kawasan tersebut memberikan kontribusi yang lebih baik bagi kota secara keseluruhan.

Prinsip urban renewal antara lain meliputi empat aspek:

1. Ekonomi, yaitu pemanfaatan lahan sesuai dengan fungsi dan nilai yang tinggi.

2. Sosial, yaitu memberi wadah bagi berlangsungnya interaksi sosial yang lebih baik

3. Budaya, memberi wadah bagi berlangsungnya transformasi budaya secara luas

4. Fisik, menciptakan lingkungan hidup yang nyaman dan menarik Adapun berdasarkan pola pembangunannya urban renewal dapat dikategorikan atas:

1. Peremajaan permukiman lama melalui KIP (kampong improvement program), bertujuan untuk memperbaiki lingkungan fisik pemukiman perkotaan yang mengalami degradasi (penurunan kualitas) karena ketuaan usia agar bisa berfungsi optimal.

2. Peremajaan prasarana kota, bertujuan untuk meregenerasikan prasarana perkotaan yang sudah mengalami ketuaan agar bisa berfungsi optimal.

3. Membangun tanpa menggusur, khususnya untuk kawasan lingkungan kumuh

4. Fungsi dan pemanfaatan berubah total.

5. Renovasi bangunan dan kawasan lama.

Pendekatan Urban Renewal bisa dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan sosial budaya masyarakat, dengan memanfaatkan sebanyak mungkin potensi yang ada, dengan perkembangan mutu ekosistem, pengembangan mutu fasilita, serta pendekatan pembangunan yang berkelanjutan.

Peremajaan Kawasan Warisan Kota

Kawasan warisan kota memiliki karakteristik khusus sebagai berikut:

1. Memiliki arti penting bagi sejarah & identitas kota 2. Memiliki potensi artefak penting (cagar budaya) kota.

3. Karena ketuaan usia, mengalami degradasi lingkungan, bangunan, sarana & prasarana.

4. Mengalami degradasi kehidupan sosial budaya.

Bentuk-bentuk urban renewal antara lain adalah sebagai berikut:

1. Konservasi 2. Preservasi 3. Rehabilitasi 4. Rekonstruksi 5. Renovasi 6. Gentrifikasi 7. Reklamasi

Konservasi adalah kegiatan menjaga, memelihara &

melestarikan suatu bagian wilayah kota agar aman thd kemungkinan terjadinya bencana alam, perusakan lingkungan (alam/ binaan), dll.

Tujuan Konservasi antara lain adalah:

 Melestarikan dan mengembangkan peninggalan bersejarah.

 Konservasi dibidang arsitektur bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan bangunan-bangunan yang mempunyai nilai historis yang tinggi. Dimana konservasi itu bukan hanya dari fisik sebuah bangunan saja namun juga lingkungannya. Kasus di kota Seoul adalah konservasi alur sungai (streams) didalam walled city (gambar 4.3), yang dirawat dan dijaga kelestariannya hingga saat ini, sehingga menjadi sumber air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitarnya.

Gambar 4.3 Konservasi Alur Sungai Seoul

Preservasi adalah mempertahankan, melestarikan &

memelihara struktur lingkungan yang memiliki nilai sejarah, sosial budaya, nilai lingkungan & nilai arsitektur tinggi. Preservasi digunakan untuk obyek yang tidak digunakan subyek. Obyek yang dimaksudkan akan rusak dengan sendirinya sekalipun jika tidak dirawat, seperti misalnya preservasi mumi Pharao, benda antik, preservasi naskah kuno.

Benda-benda tersebut jika tidak digunakan pun, kemungkinan akan rusak dengan sendirinya karena usia.

Gambar 4.4 Proyek Preservasi Urban Hanok Seoul

Rekonstruksi adalah tindakan pengembalikan suatu struktur lingkungan alami atau binaan kepada wujud semula atau mendekati wujud asal. Sebagai contoh adalah istana Gyeongbokgung di Seoul yang merupakan istana utama dan terbesar dari dinasti Joeson, yang nampak keberadannya pada saat ini merupakan hasil rekonstruksi yang dilakukan oleh pemerintah Korea Selatan. Hal ini dikarenakan istana yang asli terbakar dan hancur pada saat perang dengan Jepang.

Gambar 4.5 Istana Gyeongbukgung the main royal palace dinasti Joeson di Seoul Korea Selatan, hasil proyek rekonstruksi karena bangunan tersebut sempat hancur dibumi hanguskan oleh oleh Jepang pada masa pendudukan.

Rehabilitasi adalah kegiatan pengembalian fungsi struktur fisik suatu lingkungan karena mengalami perusakan, degradasi fisik, kualitas

& kapasitas, yang diakibatkan antara lain karena perubahan daya tampungnya. Sebagai contoh pembangunan vertical housing di Jong

Am Seoul (Gambar 4.6.) dilakukan pada tahun 1957, sebagai bentuk rehabilitasi Kawasan mengalami degradasi akibat Perang Dunia II.

Gambar 4.6 Pembangunan Kawasan Jong Am Seoul (1957) merupakan hasil rehabilitasi Kawasan akibat Perang Dunia II.

Renovasi adalah kegiatan pengubahan atau penyesuaian sebagian atau beberapa bagian suatu lingkungan dan atau struktur utk meningkatkan kapasitas dalam fungsi tetap atau fungsi baru. Sebagai contoh pembangunan Sungai Chongyecheon Seoul (Gambar 4.7) yang dilakukan pada tahun 2003-2005, sebagai bentuk restorasi kawasan sungai yang dahulu sempat ditutup oleh highway, namun kemudian disadari hal tersebut tidak menyelesaikan masalah, sehingga akhirnya flyover jalan dibongkar dan fungsi Sungai dikembalikan dan sebagian disesuaikan dengan fungsi baru sebagai ruang publik dan representatif.

Gambar 4.7 Pembangunan Sungai Chongyecheon Seoul pada tahun 2003- 2005, adalah bentuk restorasi kawasan sungai yang dahulu sempat ditutup oleh

highway.

Jentrifikasi adalah suatu fenomena dimana sebuah lingkungan fisik memburuk kemudian direvitalisasi tindakan peningkatan vitalitasasi sehingga terjadi peningkatan nilai property disertai gelombang datangnya warga kelas menengah atas menggantikan warga asli .

Revitalisasi adalah tindakan peningkatan kawasan fungsional kota untuk meningkatkan nilai ekonomi tanpa menimbulkan perubahan struktur fisik.

Gambar 4.8 Urban Revitalization Project, Seoul

Reklamasi adalah pemanfaatan & peningkatan kegunaan serta nilai ekonomis suatu kawasan yang belum bermanfaat (lahan bekas pertambangan, rawa-rawa, lahan berkualitas rendah. Pemukaan wilayah baru dalam kota yang semula telah mengalami dedradasi fisik, sehingga mengganggu nilai-nilai Sosial-ekonomis.

Gambar 4.9 Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Pendekatan Urban Renewal:

 Perkembangan Sosial Budaya Masyarakat

 Memanfaatkan sebanyak mungkin potensi yang ada

 Perkembangan Mutu Ekosistem

 Pengembangan Mutu Fasilitas

 Sustainable Development

Peremajaan Kawasan Warisan Kota

Kawasan warisan kota memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Memiliki arti penting bagi sejarah & identitas kota 2. Memiliki potensi artefak penting (cagar budaya) kota.

3. Karena ketuaan usia, mengalami degradasi lingkungan, bangunan, sarana & prasarana.

4. Mengalami degradasi kehidupan sosial budaya.

Peninggalan sejarah berupa ruang, bangunan, kehidupan, tradisi dan sejarang dari masa lalu mendukung banyak pelajaran, inspirasi

yang dapat dimanfaatkan di masa depan. Peninggalan itu jua mengandung banyak collective memory yang menyatukan kita, yang memberikan suasana akrab, kenangan lama dan semangat bersama untuk membangun dan memelihara. Peninggalan lama merupakan bukti sejarah yang dapat langsung dilihat, dirasakan, dan dinikmati, yang membantu generasi berikutnya untuk memahami pengalaman dan perjuangan generasi sebelumnya dalam menjawab tatangan zamannya.

Kawasa lama atau kawasan bersejarah suatu kota desa perlu dilestarikan. Penataan ruang harus dapat melindungi kekayaan sejarah itu, yang merupakan asset tak tergantikan yang tak ternilai. Keseluuhan kota atau desa harus merupakan kesatuan yang harmonis yang mencerminkan kepribadian dan jati dirinya. Ini tidak berarti bahwa kota atau desa itu tidak boleh berubah dan berkembang. Pelestarian adalah perubahan yang terkendali. Ia adalah bagian dari perubahan menanggap tantangan zamannya, tanpa kehilangan asset dan nilai yang berharga yang harus dilestarikan. Bagaimana membuat petahanan dalam perubahan itu adalah “seni” tata ruang yang harus dikembangkan.

Manfaat konservasi bisa dilihat dari tiga aspek yaitu budaya, ekonomi dan sosial, yang bisa dijelaskan sbb:

 Budaya : Semakin memperkaya sumber sejarah, semakin menambah rasa kedekatan (sense of attachment)

 Ekonomis : Meningkatkan taraf hidup, mengurangi biaya penggantian.

 Sosial: Meningkatnya nilai ekonomi dan meningkatkan rasa percaya diri pada masyarakat.

Ekspektasi Konservasi

 Mempertahankan warna budaya dan sejarah suatu bagian kota

 Memberikan variasi suatu bentuk kota

 Secara ekonomis diharapkan bangunan yang dilestarikan akan meningkatkan nilainya, sehingga akan memberikan nilai komersial yang digunakan sebagai modal lingkungan

 Merupakan simbol dan manifestasi fisik dari identitas suatu kelompok masyarakat tertentu yang pernah menjadi bagian kota.

Upaya-upaya yang dilakukan sehubungan dengan konservasi antara lain adalah sbb.:

 Memberikan apa yang saat ini ada.

 Meningkatkan vitalitas yang pernah ada.

 Menghidupkan vitalitas baru.

Beberapa alasan mengapa konservasi diperlukan antara lain:

 Objek yang dimaksud merupakan suatu tipikal dari karya budaya tertentu.

 Adanya peran sejarah yang melatar belakangi keberadaan Obyek.

 Kelangkaan atau keunikan Objek.

 Keberadaan objek berperan memperkuat suatu kawasan.

 Objek merupakan suatu karya yang superlative.

 Objek memiliki nilai estetika tertentu.

Kegiatan konservasi bisa berbentuk preservasi dan pada saat yang sama melakukan pembangunan atau pengembangan, restorasi, replikasi, reskontruksi, revitalisasi dan atau penggunaan untuk fungsi baru suatu aset masa lalu (Laretna T. Adishakti). Perlu upaya lintas sektoral, multidimensi dan disiplin serta berkelanjutan.

Revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kawasan yang dulunya pernah vital/hidup, akan tetapi kemudian mengalami kemunduran/degradasi

Proses revitalisasi sebuah kawasan mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek sosial. Pendekatan revitalisasi harus mampu mengenali dan memanfaatkan potensi lingkungan (sejarah, makna, keunikan lokasi dan citra tempat). (Prof. Danisworo ).

Kunci utama keberhasilan konservasi adalah bagaimana aspek pengelolaan (sejak awal) hingga pelaksanaan, pemeliharaan dan pengelolaan pengembangan kegiatan (events) yang menjadi salah.

Aset warisan budaya memiliki berbagai ragam permasalahan yang perlu diperhatikan dalam sebelum mengambil tindakan terkait dengan aset ini adalah:

1. Nilai-nilai khas untuk aset tersebut saat ini.

2. Siapa atau apa yang akan bertanggung jawab untuk mengelola, menggunakan dan perubahannya.

3. Tingkat di mana kebijakan manajemen dan tindakan untuk keperluan bisnis dan perawatan berkelanjutan.

4.3. Penutup

Dalam dokumen Buku Ajar Perancangan Arsitektur Kota (Halaman 69-80)

Dokumen terkait